Buka menu utama

Stasiun Ngawi

stasiun kereta api di Indonesia
(Dialihkan dari Stasiun Paron)

Stasiun Ngawi (NGW) sebelumnya bernama Stasiun Paron (PA)[1] adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Gelung, Paron, Ngawi. Stasiun yang terletak pada ketinggian +56 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun dan merupakan stasiun kelas I di Kabupaten Ngawi. Stasiun Ngawi adalah stasiun yang terbilang ramai karena letaknya paling dekat dengan wilayah Kota Ngawi, sekitar 8-10 kilometer.

Stasiun Ngawi
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun NGW.png
  • Singkatan: NGW
  • Nomor: 4011
Paron train station.JPG
Stasiun Ngawi dari arah timur
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KabupatenNgawi
KecamatanParon
DesaGelung
AlamatJalan Raya Paron
Kode pos63253
Sejarah
Nama sebelumnyaStasiun Paron (1883–2019)[1]
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Kelas stasiun[2]I
Ketinggian+56 m
Letak[3]km 191+707 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
LayananBangunkarta, Gajayana Fakultatif, Malabar, Singasari, Brantas (reguler & tambahan), Wijayakusuma, Anjasmoro, Sancaka (reguler jadwal malam & fakultatif), Logawa, Majapahit, Jayakarta, Matarmaja (reguler & tambahan), Kahuripan, Pasundan (reguler & tambahan), dan Sri Tanjung
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama cukup tinggi)
Tipe persinyalan
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya Area merokok: Ya
Toilet: Ya
Boarding pass: Ya
Layanan pelanggan: Ya, satu tempat dengan loket
Tempat ibadah: Ya


Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 eksisting sebagai sepur lurus. Setelah jalur ganda pada segmen lintas Geneng-Kedungbanteng resmi dioperasikan per 30 November 2019,[4] jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen akan dibongkar karena terkena perpanjangan sepur badug tersebut menjadi jalur 1 yang baru sehingga digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar. Jalur 1 eksisting diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus hanya untuk arah Solo, jalur 2 eksisting diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus hanya untuk arah Madiun, jalur 3 eksisting diubah menjadi jalur 4, dan satu jalur baru di sisi selatan stasiun sebagai sepur badug yang baru. Selain itu, sistem persinyalan telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.[5] Gudang peninggalan Staatsspoorwegen di timur stasiun ini sudah dirobohkan terlebih dahulu karena tanah tempat gudang ini berdiri dijadikan lokasi bangunan baru stasiun. Bekas bangunan kanopi yang menggunakan bekas bangunan kanopi Stasiun Parestasiun nonaktif di wilayah Pare, Kediri—juga sudah dibongkar.

Nama stasiun ini, yang sebelumnya bernama Stasiun Paron (PA) kini berganti pada tanggal 1 Desember 2019. Usulan ini telah muncul sejak Maret 2018.[6][7][8]

Layanan kereta apiSunting

Kelas eksekutifSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi AC premiumSunting

Jayakarta, tujuan Jakarta via Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon dan tujuan Surabaya via Madiun-Jombang

Kelas ekonomi AC plusSunting

Majapahit, tujuan Jakarta via Solo-Semarang-Cirebon dan tujuan Malang via Madiun-Blitar

Kelas ekonomi ACSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Ngawi per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
251 Majapahit Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi AC Plus 00.08 00.10
118 Brantas Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi AC 00.24 00.26
80 Bangunkarta Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif Satwa 00.55 00.57
108 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi AC 06.02 06.04
252 Majapahit Ekonomi AC Plus 08.04 08.06
295 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 08.17 08.19
302/303 Sri Tanjung Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) 09.25 09.27
294 Kahuripan Blitar (BL) 10.02 10.04
298/299 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Bisnis & Ekonomi AC 11:05 11:07
109 Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi AC 11.09 11.11
300/297 Logawa Purwokerto (PWT) Bisnis & Ekonomi AC 14.10 14.12
291 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi AC 14.27 14.29
117 Brantas Eksekutif & Ekonomi AC 15.39 15.44
128 Anjasmoro Jombang (JG) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 15.41 15.43
304/301 Sri Tanjung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Ekonomi AC 17.13 17.15
253 Jayakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC Premium 17.29 17.31
79 Bangunkarta Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Satwa 18.56 18.58
182 Sancaka Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 19.00 19.02
293 Kahuripan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 20.32 20.34
124/125 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 20.45 20.47
181 Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) 21.03 21.05
107 Malabar Jakarta Pasar Senen (PSE) via Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi AC 21.19 21.21
296 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC 21.29 21.31
292 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) 21.41 21.43
126/123 Wijayakusuma Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 21.56 21.58
254 Jayakarta Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC Premium 23.09 23.11
127 Anjasmoro Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 23.32 23.34
110 Singasari Blitar (BL) 23.51 23.53
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7016 Brantas Tambahan Blitar (BL) Ekonomi AC 00.39 00.42
91F Gajayana Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Satwa 00.44 00.46
7019 Pasundan Tambahan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi AC 09.24 09.42
92F Gajayana Fakultatif Malang Kotabaru (ML) Eksekutif Satwa 10.15 10.21
215F Sancaka Fakultatif Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 11.34 11.37
7015 Brantas Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 11.52 11.54
7017 Matarmaja Tambahan 12.20 12.39
216F Sancaka Fakultatif Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi AC Premium 20.03 20.06
7018 Matarmaja Tambahan Malang Kotabaru (ML) Ekonomi AC 20.27 20.29
7020 Pasundan Tambahan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi AC 20.59 21.02

InsidenSunting

Pada tanggal 2 Juni 2007 pukul 12.15, kereta api pengangkut BBM anjlok 100 meter di barat Stasiun Paron. Akibat kejadian tersebut, delapan as roda dari tiga ketel yang anjlok mengalami kerusakan, dan jalur lintas selatan terganggu selama 5 jam. Diduga penyebabnya adalah putusnya bantalan rel KA.[9]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b Liputan6.com (2019-11-25). "Nama 4 Stasiun Kereta Api Bakal Berubah, Jangan Sampai Salah Turun". liputan6.com. Diakses tanggal 2019-12-02. 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  4. ^ Azka, Rinaldi Mohammad. "Jalur Ganda KA Jombang-Solo 180 Km Mulai Dipakai". bisnis.com. Diakses tanggal 2019-11-30. 
  5. ^ "Kemenhub Bangun Tiga Stasiun Kereta Api". Jawa Pos. 26 September 2017. 
  6. ^ didik (2018-03-02). "Nama Stasiun Paron Mau Diganti ? Dewan Ngawi Meradang". siagaindonesia.com. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  7. ^ admin. "Realisasi Perubahan Nama Stasiun Paron | Radar Madiun" (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-07-29. 
  8. ^ redaksiSKI (2019-07-18). "Rencana Per 1 Desember 2019 Nama Stasiun Barat diganti Menjadi Stasiun Magetan". Suara Kumandang. Diakses tanggal 2019-11-02. 
  9. ^ Liputan6.com. "Tiga Gerbong Kereta Pengangkut BBM Anjlok". liputan6.com. Diakses tanggal 2018-04-19. 

Pranala luarSunting