Buka menu utama

Stasiun Saradan

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Saradan (SRD) (Hanacaraka: ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦱꦫꦢꦤ꧀ , Sêtasiyun Saradan) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Sugihwaras, Saradan, Madiun. Stasiun yang terletak +107 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun dan merupakan stasiun kereta api yang lokasinya paling timur di Kabupaten Madiun. Stasiun ini terletak agak masuk ke utara dari Jalan Raya Caruban-Nganjuk; dihubungkan dengan Jalan Stasiun di dekat Pasar Saradan.

Stasiun Saradan
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun SRD.png
  • Singkatan: SRD
  • Nomor: 4023
Stasiun Saradan Baru.jpg
Bangunan baru Stasiun Saradan yang beroperasi setelah jalur ganda Nganjuk–Babadan selesai
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KabupatenMadiun
KecamatanSaradan
DesaSugihwaras
AlamatJalan Stasiun Saradan
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Kelas stasiun[1]III/kecil
Ketinggian+107 m
Letak[2]km 141+063 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan
LayananHanya untuk persusulan antarkereta api
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Tipe persinyalan
Bangunan lama Stasiun Saradan

Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 eksisting sebagai sepur lurus. Setelah jalur ganda pada segmen lintas Nganjuk-Babadan resmi dioperasikan per 30 April 2019, jumlah jalurnya bertambah menjadi empat. Jalur 1 eksisting diubah menjadi jalur 2 sebagai sepur lurus baru untuk arah Kertosono, jalur 2 eksisting diubah menjadi jalur 3 sebagai sepur lurus arah Madiun saja, dan jalur 3 eksisting diubah menjadi jalur 4. Bangunan lama peninggalan Staatsspoorwegen sudah dibongkar karena terkena pembangunan jalur baru sebagai jalur 1 yang baru dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.

Dengan dioperasikannya jalur ganda pada segmen lintas tersebut, di stasiun ini sudah tidak ada lagi layanan persilangan antarkereta api. Kini stasiun ini hanya melayani persusulan antarkereta api saja.[3]

Ke arah timur stasiun ini, sebelum Stasiun Bagor, terdapat Stasiun Wilangan yang sudah dinonaktifkan sejak jalur ganda di lintas tersebut dioperasikan.

InsidenSunting

Pada tanggal 29 Juni 2010, kereta api Logawa anjlok di tikungan km 133+1/5 petak jalan antara Saradan–Wilangan. Tiga unit gerbong (kereta ekonomi 9, 10, dan 11) anjlok dan terguling dan mengakibatkan enam orang tewas dalam kejadian tersebut.[4]

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ "Kemenhub Bangun Tiga Stasiun Kereta Api". Jawa Pos. 26 September 2017. 
  4. ^ Media, Kompas Cyber. "Kereta Logawa Terguling di Saradan, Enam Orang Tewas - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-02-02. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
Solo Balapan–Kertosono
menuju Kertosono

Koordinat: 7°32′51″S 111°43′56″E / 7.5476077°S 111.7320997°E / -7.5476077; 111.7320997