Stasiun Ngawi

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Ngawi (NGW) (bahasa Jawa: ꦱꦼꦠꦱꦶꦪꦸꦤ꧀​ꦔꦮꦶ, translit. Sêtasiyun Ngawi) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Gelung, Paron, Ngawi pada ketinggian +56 m, termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini berjarak 8–10 km dari pusat pemerintahan Kabupaten Ngawi.

Stasiun Ngawi
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun NGW.png
  • Singkatan: NGW
  • Nomor: 4011
Stasiun Ngawi 2019.jpg
Bangunan baru Stasiun Ngawi, 2019
Nama lainStasiun Paron
AlamatJalan Raya Paron
Gelung, Paron, Ngawi
Jawa Timur 63253
Ketinggian+56 m
Letakkm 191+648 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Konstruksi
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang cukup tinggi, satu peron pulau yang agak tinggi di antara jalur 2 dan 3, serta dua peron pulau yang cukup tinggi)
Fasilitas
  • Parkir
  • Akses difabel
  • Ruang VIP
  • Area merokok
  • Toilet
  • Boarding pass
  • Musala
  • Ruang ibu menyusui
Informasi lain
Kelas stasiunI[2]
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Sejarah
Nama sebelumnyaStasiun Paron (1883–2019)[3]
Layanan
Bangunkarta, Gajayana Fakultatif, Malabar, Singasari, Brantas (reguler & tambahan), Wijayakusuma, Anjasmoro, Sancaka (jadwal malam arah Yogyakarta), Logawa, Majapahit, Jayakarta, Matarmaja (reguler & tambahan), Kahuripan, Pasundan, dan Sri Tanjung
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Nama stasiun sebelumnya, Stasiun Paron (PA), berganti nama menjadi Stasiun Ngawi pada 1 Desember 2019.[3] Usulan ini telah muncul sejak Maret 2018.[4][5][6]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Bangunan lama Stasiun Paron yang kini telah dirobohkan, 2009

Pada awalnya, Stasiun Ngawi memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 lama sebagai sepur lurus ditambah satu sepur badug di sisi timur laut stasiun. Setelah jalur ganda ruas GenengKedungbanteng dioperasikan sejak 30 November 2019,[7] jumlah jalur bertambah menjadi empat: jalur 2 baru dijadikan sepur lurus arah Solo, serta jalur 3 baru dijadikan sepur lurus arah Madiun.

Pada saat pembangunan jalur ganda, dilakukan perubahan diagram lintasan stasiun dengan mengubah jalur 1 lama menjadi jalur 2, jalur 2 lama menjadi jalur 3, dan jalur 3 lama menjadi jalur 4 dengan percabangan di sisi timur laut sebagai sepur badug.

Bangunan lama stasiun peninggalan PJKA telah dirobohkan karena terkena dampak pembangunan ulang sepur badug sehingga pengoperasian stasiun dipindahkan ke bangunan baru. Gudang peninggalan Staatsspoorwegen telah dirobohkan karena lahan tersebut dijadikan tempat bangunan baru stasiun. Kanopi stasiun sebelumnya—bekas kanopi Stasiun Pare, stasiun nonaktif di wilayah Pare, Kediri, hanya menaungi dua jalur—diganti dengan kanopi yang lebih besar supaya dapat menaungi tiga jalur. Selain itu, dilakukan perubahan sistem persinyalan dari sistem mekanik menjadi sistem persinyalan elektrik.[8]

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas eksekutifSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi premiumSunting

Jayakarta, tujuan Jakarta via Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon dan tujuan Surabaya via Madiun-Jombang

Kelas ekonomi plusSunting

Majapahit, tujuan Jakarta via Solo-Semarang-Cirebon dan tujuan Malang via Madiun-Blitar

Kelas ekonomiSunting

Papasan dan persusulanSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Ngawi per 1 September 2020 (revisi Gapeka 2019).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
251 Majapahit Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi Plus 00.08 00.10
118 Brantas Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi 00.24 00.26
80 Bangunkarta Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif 00.55 00.57
110B Singasari Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi Plus 03.45 04.17
108 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 06.02 06.04
252 Majapahit Ekonomi Plus 08.04 08.06
295 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 08.17 08.19
302/303 Sri Tanjung Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) 09.25 09.27
294 Kahuripan Blitar (BL) 10.02 10.04
298/299 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Bisnis & Ekonomi 11.05 11.07
300/297 Purwokerto (PWT) 14.10 14.12
291 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi 14.27 14.29
117 Brantas Eksekutif & Ekonomi 15.39 15.44
128 Anjasmoro Jombang (JG) Eksekutif & Ekonomi Plus 15.41 15.43
304/301 Sri Tanjung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Ekonomi 17.13 17.15
253 Jayakarta Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi Premium 17.29 17.31
79 Bangunkarta Jakarta Gambir (GMR) via Semarang Tawang (SMT) Eksekutif 18.56 18.58
109B Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 19.52 20.10
293 Kahuripan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 20.32 20.34
124/125 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 20.45 20.47
181 Sancaka Yogyakarta Tugu (YK) 21.03 21.05
107 Malabar Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 21.19 21.21
296 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi 21.29 21.31
292 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) 21.41 21.43
126/123 Wijayakusuma Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi Premium 21.56 21.58
254 Jayakarta Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi Premium 23.09 23.11
127 Anjasmoro Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 23.32 23.34
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7016 Brantas Tambahan Blitar (BL) Bisnis & Ekonomi Plus 00.39 00.42
91F Gajayana Fakultatif Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 00.44 00.46
92F Malang Kotabaru (ML) 10.15 10.21
7015 Brantas Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Semarang Tawang (SMT)

Bisnis & Ekonomi Plus 11.52 11.54
7017 Matarmaja Tambahan Ekonomi 12.20 12.39
7018 Malang Kotabaru (ML) 20.27 20.29

InsidenSunting

Pada 2 Juni 2007 pukul 12.15, kereta api ketel anjlok sejauh 100 meter di barat Stasiun Paron yang mengakibatkan delapan as roda dari tiga gerbong ketel yang anjlok mengalami kerusakan serta jalur lintas selatan terganggu selama 5 jam. Penyebab kejadian ini diduga karena adanya bantalan rel yang putus.[9]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ a b "Nama 4 Stasiun Kereta Api Bakal Berubah, Jangan Sampai Salah Turun". Liputan6. 2019-11-25. Diakses tanggal 2019-12-02. 
  4. ^ "Nama Stasiun Paron Mau Diganti ? Dewan Ngawi Meradang". Siaga Indonesia. 2018-03-02. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  5. ^ "Realisasi Perubahan Nama Stasiun Paron | Radar Madiun". Radar Madiun. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  6. ^ "Rencana Per 1 Desember 2019 Nama Stasiun Barat diganti Menjadi Stasiun Magetan". Suara Kumandang. 2019-07-18. Diakses tanggal 2019-11-02. 
  7. ^ Azka, Rinaldi Mohammad. "Jalur Ganda KA Jombang-Solo 180 Km Mulai Dipakai". bisnis.com. Diakses tanggal 2019-11-30. 
  8. ^ "Kemenhub Bangun Tiga Stasiun Kereta Api". Jawa Pos. 26 September 2017. 
  9. ^ Liputan6.com. "Tiga Gerbong Kereta Pengangkut BBM Anjlok". liputan6.com. Diakses tanggal 2018-04-19. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kedunggalar
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Geneng
ke arah Kertosono

Koordinat: 7°26′31″S 111°23′09″E / 7.441919°S 111.385756°E / -7.441919; 111.385756