Stasiun Ngawi

Stasiun Kereta Api di Kabupaten Ngawi

Stasiun Ngawi (NGW) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di Gelung, Paron, Ngawi; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun pada ketinggian +56 m. Stasiun ini berjarak 8–10 km ke arah barat daya pusat pemerintahan Kabupaten Ngawi.

Stasiun Ngawi

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun NGW.png
Stasiun Ngawi 2019.jpg
Bangunan baru Stasiun Ngawi, 2019
Nama lainStasiun Paron
LokasiJalan Raya Paron
Gelung, Paron, Ngawi, Jawa Timur 63253
Indonesia
Ketinggian+56 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VII Madiun
Letak dari pangkalkm 191+648 lintas Surabaya Kota-Kertosono-Madiun-Solo Balapan[1]
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang cukup tinggi, satu peron pulau yang agak tinggi di antara jalur 2 dan 3, serta dua peron pulau yang cukup tinggi)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • NGW
  • 4011
KlasifikasiII[2]
Sejarah
Nama sebelumnyaStasiun Paron (1883–2019)[3]
Layanan
Singasari, Brantas, Wijayakusuma, Malabar, Bangunkarta, Mutiara Timur, Logawa, Majapahit, Jayakarta, Matarmaja, Kahuripan, Pasundan (reguler & tambahan), Sri Tanjung, dan Parcel ONS Tengah
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung dan pengubahan jadwal keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Lokasi pada peta
Stasiun Ngawi berlokasi di Indonesia
Stasiun Ngawi
Stasiun Ngawi
Lokasi di Indonesia

Sebelum 1 Desember 2019, stasiun ini bernama Stasiun Paron (PA), sesuai dengan nama kecamatan tempat stasiun ini berada.[3] Usulan perubahan nama stasiun ini telah muncul sejak Maret 2018.[4][5][6]

Bangunan dan tata letakSunting

 
Bangunan lama Stasiun Paron yang kini telah dirobohkan, 2009

Stasiun Ngawi awalnya memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 yang lama merupakan sepur lurus serta satu sepur badug lama di sisi timur laut stasiun. Setelah jalur ganda ruas GenengKedungbanteng dioperasikan sejak 30 November 2019,[7] jumlah jalur bertambah menjadi empat. Jalur 1 yang lama diubah menjadi jalur 2 yang baru sebagai sepur lurus arah Solo, jalur 2 yang lama diubah menjadi jalur 3 yang baru sebagai sepur lurus arah Madiun, dan jalur 3 yang lama diubah menjadi jalur 4 dengan percabangan di sisi timur laut sebagai sepur badug baru.

Bangunan lama stasiun peninggalan PJKA telah dirobohkan karena terkena dampak pembangunan jalur 1 yang baru di bekas sepur badug lama dan digantikan dengan bangunan baru yang lebih besar. Gudang peninggalan Staatsspoorwegen juga telah dirobohkan karena lahan tersebut dijadikan tempat bangunan baru stasiun. Kanopi stasiun sebelumnya—bekas kanopi Stasiun Pare, stasiun nonaktif di wilayah Pare, Kediri, hanya menaungi dua jalur—diganti dengan kanopi yang lebih besar supaya dapat menaungi tiga jalur. Selain itu, sistem persinyalan diubah dari sistem mekanik menjadi sistem elektrik.[8]

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi premiumSunting

Jayakarta, tujuan Jakarta via Solo-Yogyakarta-Purwokerto-Cirebon dan tujuan Surabaya via Madiun-Jombang

Kelas ekonomi plusSunting

Majapahit, tujuan Jakarta via Solo-Semarang-Cirebon dan tujuan Malang via Madiun-Blitar

Kelas ekonomiSunting

BarangSunting

Parcel ONS Tengah, tujuan Malang via Blitar dan tujuan Jakarta via Yogyakarta-Purwokerto

Papasan dan persusulanSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Ngawi per 6 Mei 2021 (revisi Gapeka 2021).

  • KA reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
120 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 02.13 02.15
182/179 Mutiara Timur Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 03.34 03.36
254 Jayakarta Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi Premium 03.41 03.43
102 Singasari Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi Plus 04.13 04.15
252 Majapahit Malang Kotabaru (ML) Ekonomi Plus 06.11 06.13
121 Bangunkarta Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 07.03 07.05
285 Pasundan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 09.04 09.06
288/289 Sri Tanjung Surabaya Kota (SB) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) 09.07 09.09
284 Kahuripan Blitar (BL) 09.34 09.36
248/249 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Bisnis & Ekonomi 10.47 10.49
250/247 Purwokerto (PWT) 14.13 14.16
281 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi 14.44 14.46
109 Brantas Eksekutif & Ekonomi 15.42 15.45
253 Jayakarta Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi Premium 17.20 17.22
290/287 Sri Tanjung Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Ekonomi 17.39 17.41
283 Kahuripan Bandung Kiaracondong (KAC) 19.21 19.23
101 Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 19.33 19.51
116/117 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 20.08 20.10
286 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi 20.48 20.50
118/115 Wijayakusuma Cilacap (CP) Eksekutif & Ekonomi Premium 21.02 21.19
282 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) Ekonomi 21.12 21.14
119 Malabar Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 21.39 21.41
122 Bangunkarta Jombang (JG) Eksekutif & Ekonomi Plus 21.44 21.46
180/181 Mutiara Timur Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 22.03 22.05
251 Majapahit Jakarta Pasar Senen (PSE) via Semarang Tawang (SMT) Ekonomi Plus 23.02 23.04
110 Brantas Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi 23.39 23.42
  • KA tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7037A Pasundan Tambahan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 10.26 10.29
7038A Surabaya Gubeng (SGU) 19.44 19.46

InsidenSunting

Pada 2 Juni 2007 pukul 12.15, kereta api ketel anjlok sejauh 100 meter di barat Stasiun Paron yang mengakibatkan delapan as roda dari tiga gerbong ketel yang anjlok mengalami kerusakan serta jalur lintas selatan terganggu selama 5 jam. Penyebab kejadian ini diduga karena adanya bantalan rel yang patah.[9]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Data Stasiun Kereta Api (2017), Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
  3. ^ a b "Nama 4 Stasiun Kereta Api Bakal Berubah, Jangan Sampai Salah Turun". Liputan6. 2019-11-25. Diakses tanggal 2019-12-02. 
  4. ^ "Nama Stasiun Paron Mau Diganti ? Dewan Ngawi Meradang". Siaga Indonesia. 2018-03-02. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-07-29. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  5. ^ "Realisasi Perubahan Nama Stasiun Paron | Radar Madiun". Radar Madiun. Diakses tanggal 2019-07-29. 
  6. ^ "Rencana Per 1 Desember 2019 Nama Stasiun Barat diganti Menjadi Stasiun Magetan". Suara Kumandang. 2019-07-18. Diakses tanggal 2019-11-02. 
  7. ^ Azka, Rinaldi Mohammad. "Jalur Ganda KA Jombang-Solo 180 Km Mulai Dipakai". bisnis.com. Diakses tanggal 2019-11-30. 
  8. ^ "Kemenhub Bangun Tiga Stasiun Kereta Api". Jawa Pos. 26 September 2017. 
  9. ^ Liputan6.com. "Tiga Gerbong Kereta Pengangkut BBM Anjlok". liputan6.com. Diakses tanggal 2018-04-19. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kedunggalar
ke arah Solo Balapan
Solo Balapan–Kertosono Geneng
ke arah Kertosono

Koordinat: 7°26′31″S 111°23′09″E / 7.441919°S 111.385756°E / -7.441919; 111.385756