Stasiun Kediri

Stasiun Kereta Api di Kota Kediri

Stasiun Kediri (KD) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Balowerti, Kediri, Kediri; pada ketinggian +68 m; termasuk dalam Daerah Operasi VII Madiun. Stasiun ini terletak di Jalan Stasiun, berada sekitar 300 meter ke arah timur dari Jalan Dhoho.

Stasiun Kediri

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun KD.png
Stasiun Kediri 2020.jpg
Tampak depan Stasiun Kediri, 2020
LokasiJalan Stasiun Kediri
Balowerti, Kediri, Kediri, Jawa Timur 64121
Indonesia
Koordinat7°49′01″S 112°00′56″E / 7.8169616°S 112.0156145°E / -7.8169616; 112.0156145Koordinat: 7°49′01″S 112°00′56″E / 7.8169616°S 112.0156145°E / -7.8169616; 112.0156145
Ketinggian+68 m
OperatorDaerah Operasi VII Madiun
Letak dari pangkal
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang agak tinggi dan dua peron pulau yang cukup tinggi)
Jumlah jalur6 (jalur 1: sepur lurus)
Konstruksi
Gaya arsitektur
  • Indische Empire
  • Neoklasik
Informasi lain
Kode stasiun
  • KD
  • 5010
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Sejarah
Dibuka13 Agustus 1882
Nama sebelumnyaStation Kedirie
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Papar Dhoho
Surabaya Kota–Kertosono–Blitar, p.p.
Ngadiluwih
ke arah Blitar
Layanan
Gajayana (reguler & tambahan), Brawijaya, Singasari, Brantas, Malabar, Kertanegara, Malioboro Ekspres, Majapahit, Matarmaja, Kahuripan, Dhoho, dan Parcel ONS Tengah
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanMekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis
Pemesanan tiketSistem tiket daring; melayani pemesanan langsung dan pengubahan/pembatalan keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Lokasi pada peta
Stasiun Kediri berlokasi di Indonesia
Stasiun Kediri
Stasiun Kediri
Lokasi di Indonesia

Sebagai stasiun besar, seluruh perjalanan kereta api yang melalui jalur Kertosono–Blitar berhenti di stasiun ini.

SejarahSunting

 
Stasiun Kediri sekitar dekade 1880-an.

Stasiun Kediri merupakan stasiun yang cukup besar, dibuka oleh Staatsspoorwegen (SS) bersamaan dengan pembukaan jalur ruas Kertosono–Kediri pada 13 Agustus 1882. Setahun berikutnya, jalur kereta api menuju Stasiun Tulungagung dioperasikan pada 2 Juni 1883.[3][4]

Status bangunan stasiun yang masih asli dan tidak mengalami perubahan yang cukup signifikan sedang dikaji sebagai cagar budaya oleh BPCB Jawa Timur.[5] Meskipun berstatus cagar budaya, sebagian dari bangunan ini telah dilakukan renovasi dan ditingkatkan untuk menampung fasilitas yang ada. Namun, ornamen bangunan stasiun ini pada bagian atap yang menjadi ciri khas dari stasiun ini sudah tidak tampak. Ornamen yang serupa juga terdapat di bagian depan Stasiun Mojokerto.

Bangunan dan tata letakSunting

Stasiun yang masih menggunakan sistem persinyalan mekanik ini memiliki enam jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus. Di sebelah tenggara stasiun ini terdapat sub depo lokomotif yang dulu pernah digunakan untuk tempat peristirahatan dan perawatan lokomotif KA Krakatau (sekarang bernama KA Singasari), KA Brantas, dan KA Kahuripan; ketiga rangkaian kereta tersebut sering disimpan di jalur 4–6. Namun, sejak ketiga kereta api tersebut diperpanjang rutenya hingga Blitar mulai 1 April 2017,[6] sub depo beserta ketiga jalur parkir tersebut sudah jarang digunakan lagi.

Arsitektur stasiun ini bergaya Indische Empire, sama seperti stasiun SS lainnya, yaitu memiliki dinding tinggi serta memiliki ornamen besi tempa serta jalusi besi.[7] Pola-pola ruangan disusun secara linier dari utara ke selatan menghadap ke arah barat memberikan karakter horizontal yang kuat. Dinding pada bagian luar dan dalam terbuat dari batu bata setebal 30 sentimeter dan dicat putih. Pintu-pintu stasiun terbuat dari kayu, kaca, dan sebagian berupa pintu dan jendela krepyak.[8]

Ke arah selatan, terdapat rel menuju Jombang melalui Pare yang terletak di ujung selatan stasiun dan masih dapat terlihat rel, tetapi kini sudah tidak aktif dan weselnya sudah lama dicabut. Terdapat pula percabangan jalur di sebelah selatan stasiun menuju Depo Pertamina Kediri yang kini juga sudah tidak aktif.

Di sebelah barat daya emplasemen stasiun ini terdapat sebuah bangunan yang diyakini merupakan bekas gudang garam yang dihubungkan dengan emplasemen, tetapi kini sudah menjadi gudang elektronik. Emplasemen beserta gudang tersebut menjadi sumber inspirasi bagi logo perusahaan rokok nasional asal Kediri dengan nama yang sama.[9][10][11]

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

AntarkotaSunting

Kelas eksekutifSunting
Kelas campuranSunting
Kelas ekonomi plusSunting

Majapahit, tujuan Jakarta via Semarang dan tujuan Malang

Kelas ekonomiSunting

LokalSunting

Dhoho, tujuan Kertosono bersambung Surabaya dan tujuan Blitar

BarangSunting

Parcel ONS Tengah, tujuan Jakarta via Madiun-Yogyakarta-Purwokerto dan tujuan Malang via Blitar

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Kediri per 1 April 2021 (revisi Gapeka 2021).

  • Kereta api antarkota reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
170 Kertanegara Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus/Premium 00.32 00.35
110 Brantas Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi 01.47 01.50
74 Brawijaya Malang Kotabaru (ML) Eksekutif 02.33 02.36
120 Malabar Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 04.06 04.09
72 Gajayana Eksekutif & Luxury 04.51 04.54
102 Singasari Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi Plus 06.20 06.23
252 Majapahit Malang Kotabaru (ML) Ekonomi Plus 08.10 08.13
169 Kertanegara Purwokerto (PWT) Eksekutif & Ekonomi Plus/Premium 10.54 10.57
284 Kahuripan Blitar (BL) Ekonomi 11.52 11.54
172F Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus 12.17 12.28
281 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Madiun (MN)-Semarang Tawang (SMT)

Ekonomi 12.26 12.30
109 Brantas Eksekutif & Ekonomi 13.24 13.27
71 Gajayana Jakarta Gambir (GMR)

via Madiun (MN)-Yogyakarta Tugu (YK)-Purwokerto (PWT)

Eksekutif & Luxury 16.49 16.52
283 Kahuripan Bandung Kiaracondong (KAC)

via Madiun (MN)-Yogyakarta Lempuyangan (LPN)-Tasikmalaya (TSM)

Ekonomi 17.07 17.10
101 Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Madiun (MN)-Yogyakarta Lempuyangan (LPN)-Purwokerto (PWT)

Eksekutif & Ekonomi Plus 17.30 17.32
73 Brawijaya Jakarta Gambir (GMR)

via Madiun (MN)-Semarang Tawang (SMT)

Eksekutif 18.22 18.25
119 Malabar Bandung Hall (BD)

via Madiun (MN)-Yogyakarta Tugu (YK)-Tasikmalaya (TSM)

Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 19.41 19.45
251 Majapahit Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Madiun (MN)-Semarang Tawang (SMT)

Ekonomi Plus 21.02 21.05
171F Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 22.37 22.39
282 Matarmaja Malang Kotabaru (ML) Ekonomi 23.31 23.34
  • Kereta api antarkota tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7006A Gajayana Tambahan Malang Kotabaru (ML) Eksekutif 11.34 11.37
7005B Jakarta Gambir (GMR) 20.14 20.16
Kereta api Dhoho
No. KA Tiba Berangkat No. KA Tiba Berangkat
Tujuan Blitar Tujuan Kertosono

bersambung Surabaya Kota

359/352 09.06 09.10 351/360 05.46 05.49
361/354 12.56 13.00 353/362 11.44 11.56
363/356 15.22 15.25 355/364 15.02 15.05
365/358 21.33 21.35 357/366 18.34 18.37

InsidenSunting

  • Pada tanggal 7 April 2003 pukul 17.20, pendukung Arema Malang (Aremania) melemparkan batu ke peron Stasiun Kediri saat menaiki kereta api Matarmaja menuju Surakarta. Peristiwa ini mengakibatkan tiga orang luka pada bagian kepala, tiga ruangan dan satu toko di dalam stasiun, serta beberapa rumah penduduk mengalami kerusakan parah. Stasiun Kediri diperkirakan mengalami kerugian sebesar lima juta rupiah.[12]
  • Pada tanggal 16 Januari 2008 pukul 21.45, ratusan Aremania mengamuk di Stasiun Kediri karena kekalahannya melawan Persiwa Wamena dalam Babak 8 Besar Liga Indonesia. Akibat kejadian itu, kursi pada ruang tunggu mengalami kerusakan parah dan jendela stasiun pecah.[13]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Staatsspoorwegen Ned. Indië (1896). Statistiek van het vervoer op de spoorwegen en tramwegen met machinale beweegkracht in Nederlandsch-Indië. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ Pincoffs, L. dkk. (1873). Spoorwegen op Java. Rotterdam: Commissie voor de Spoorwegen op Java. 
  5. ^ Dwi, Andhika. "Mako dan Rumdin Kapolres Kediri Kota Didatangi BPCB, Ada Apa?". detiknews (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-27. 
  6. ^ Negara, Fadjrin Kurnia@Kementerian Badan Usaha Milik. "Kementerian BUMN". Kementerian BUMN (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-27. 
  7. ^ "Website Resmi Pemerintah Kota Kediri". www.kedirikota.go.id. Diakses tanggal 2019-12-27. 
  8. ^ Oktarisa, Y.M.; Antariksa; Ridjal, A.M. (2017). "Pelestarian Bangunan Stasiun Kereta Api Kediri" (PDF). Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur. 5 (1). 
  9. ^ by. "Hoki dan Rezeki Logo Gudang Garam (4) | Jatimplus.id" (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-12-27. Diakses tanggal 2019-12-27. 
  10. ^ Riyanto, B. (2019). SIASAT MENGEMAS NIKMAT: Ambiguitas Gaya Hidup dalam Iklan Rokok Di Masa Hindia Belanda sampai Pasca Orde Baru 1925-2000. Yogyakarta: Lembaga Studi Realino. ISBN 9786025607615. 
  11. ^ Sri Margana,. Kretek Indonesia : dari nasionalisme hingga warisan budaya. Universitas Gadjah Mada. Jurusan Sejarah,, Pusat Studi Kretek Indonesia,. [Yogyakarta]. ISBN 978-602-1217-03-0. OCLC 893974635. 
  12. ^ Liputan6.com. "Suporter Arema Merusak Stasiun Kediri". liputan6.com. Diakses tanggal 2017-10-18. 
  13. ^ "Stasiun Kediri Diobrak-abrik Aremania". sepakbola. Diakses tanggal 2017-10-18. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Susuhan
ke arah Kertosono
Kertosono–Bangil Ngadiluwih
ke arah Bangil
Pasarpaing
ke arah Jombang
Jombang–Kediri Terminus