Stasiun Gombong

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Gombong (GB) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Wonokriyo, Gombong, Kebumen. Stasiun yang terletak pada ketinggian +18 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto. Meski terletak di bagian barat Kabupaten Kebumen, stasiun ini lebih dikenal oleh masyarakat Kebumen dan sekitarnya daripada Stasiun Kebumen.

Stasiun Gombong
Kereta Api Indonesia
JS10

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun GB.png
Emplasemen GB 2020.jpg
Emplasemen Stasiun Gombong, 2020
LokasiJalan Stasiun Gombong
Wonokriyo, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah 54412
Indonesia
Ketinggian+18 m
OperatorKereta Api Indonesia
Daerah Operasi V Purwokerto
Letak dari pangkalkm 431+265 lintas Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Yogyakarta[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama tinggi; tidak ada peron pulau di antara jalur 2 dan 3 serta jalur 4 dan 5)
Jumlah jalur5 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Konstruksi
Akses difabelya
Informasi lain
Kode stasiun
  • GB
  • 2024
[2]
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka21 Juli 1887
Operasi layanan
Gajayana Tambahan, Singasari, Gaya Baru Malam Selatan, Ranggajati, Wijayakusuma, Malabar, Bangunkarta (arah Jakarta), Mutiara Selatan, Mataram (arah Jakarta), Bogowonto (arah Jakarta), Gajahwong, Fajar/Senja Utama YK, Sawunggalih, Lodaya, Joglosemarkerto, Logawa, Jayakarta (arah Jakarta), Jaka Tingkir, Kutojaya Utara, Kahuripan (arah Blitar), Pasundan (reguler & tambahan), Bengawan, Progo, Kutojaya Selatan, serta Parcel ONS Tengah dan Selatan
Stasiun sebelumnya Layanan aglomerasi Stasiun berikutnya
Kebumen
Berlawanan jarum jam
Joglosemarkerto
Lingkar Jawa Tengah
Sumpiuh
Searah jarum jam
Karanganyar
ke arah Yogyakarta
Joglosemarkerto
Yogyakarta-Cilacap, p.p.
Kroya
ke arah Cilacap
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Layanan pelanggan Cetak tiket mandiri Musala Toilet Ruang menyusui Pertokoan/area komersial 
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta
Stasiun Gombong pada tahun 1890-an

Berdasarkan kisah sejarah Gombong, Belanda pernah membangun Benteng Van der Wijck sebagai basis kekuatan militer Belanda, serta membangun stasiun yang kelak dikenal sebagai Stasiun Gombong. Okupansi penumpang di stasiun ini cukup bagus serta menjadi andalan masyarakat dari Kecamatan Gombong dan kecamatan-kecamatan lain di sekitarnya yang ingin naik kereta api. Stasiun ini juga selalu ramai karena banyak disinggahi kereta dengan tujuan Bandung, Surabaya, dan Jakarta.[4]

Bangunan dan tata letakSunting

Stasiun ini memiliki lima jalur kereta api. Awalnya, jalur 2 merupakan sepur lurus dan jalur 5 merupakan sepur badug untuk tempat kegiatan bongkar muat kereta api angkutan pupuk ke gudang PT Pupuk Sriwidjaja Palembang. Setelah jalur ganda ruas stasiun ini hingga Stasiun Karanganyar per 20 Maret 2020 dan kemudian hingga Stasiun Tambak per 5 Mei 2020, emplasemen stasiun ini diperpanjang ke arah barat. Jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus arah Kroya, jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus arah Kutoarjo, dan jalur 5 juga dijadikan sebagai sepur belok. Selain itu, persinyalan elektrik lama produksi Westinghouse Rail Systems yang telah beroperasi sejak 1999 sudah digantikan dengan yang terbaru produksi PT Len Industri.

Terkait dengan pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa, stasiun ini telah dirombak. Bangunan stasiun dan overcapping baru stasiun ini berada di sebelah barat bangunan lama dan berukuran lebih besar, sedangkan overcapping yang lama kini sudah dibongkar. Setelah bangunan baru stasiun ini selesai, bangunan lama stasiun ini tidak lagi digunakan untuk keberangkatan maupun kedatangan penumpang kereta api. Operasional kereta api dipusatkan di bangunan baru stasiun.[5]

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

AntarkotaSunting

Jalur Nama kereta api Kelas Tujuan akhir Keterangan
Lintas selatan Jawa Gajayana Tambahan Eksekutif Jakarta Gambir Dijalankan pada hari tertentu
Malang
Ranggajati Eksekutif dan bisnis Cirebon
Jember
Malabar Eksekutif, bisnis, dan ekonomi Bandung
Malang
Wijayakusuma Eksekutif dan ekonomi premium Cilacap
Ketapang
Mutiara Selatan Bandung
Surabaya Gubeng
Mataram Jakarta Pasar Senen
Senja Utama Yogya
Yogyakarta Dijalankan pada hari tertentu
Fajar Utama Yogya Jakarta Pasar Senen
Yogyakarta
Sawunggalih Jakarta Pasar Senen
Kutoarjo
Lodaya Solo Balapan
Bandung
Singasari Eksekutif dan ekonomi Jakarta Pasar Senen
Blitar
Gaya Baru Malam Selatan Jakarta Pasar Senen
Surabaya Gubeng
Bangunkarta Jakarta Pasar Senen
Bogowonto Dijalankan pada hari tertentu
Gajahwong Lempuyangan Dijalankan pada hari tertentu
Jakarta Pasar Senen
Logawa Bisnis dan ekonomi Purwokerto
Jember
Jayakarta Ekonomi premium Jakarta Pasar Senen
Jaka Tingkir Dijalankan pada hari tertentu
Purwosari
Kutojaya Utara Jakarta Kota -
Kutoarjo
Progo Ekonomi Jakarta Pasar Senen Terkadang ditambahkan kelas eksekutif
Lempuyangan
Kahuripan Blitar
Pasundan (reguler & tambahan) Kiaracondong
Surabaya Gubeng
Bengawan Jakarta Pasar Senen
Purwosari
Kutojaya Selatan Kiaracondong
Kutoarjo

AglomerasiSunting

Nama kereta api Kelas Tujuan akhir Keterangan
Joglosemarkerto (Yogyakarta–Cilacap pp) Eksekutif dan ekonomi premium Yogyakarta
Cilacap
Eksekutif dan ekonomi Yogyakarta Dijalankan pada hari tertentu
Cilacap
Joglosemarkerto (Solo Balapan–Yogyakarta–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan) Solo Balapan Perjalanan pagi-sore searah jarum jam
Joglosemarkerto (Solo Balapan–Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto–Yogyakarta–Solo Balapan–Semarang Tawang) Semarang Tawang Perjalanan pagi-malam berlawanan arah jarum jam

BarangSunting

Angkutan logistik Overnight Services (ONS):

InsidenSunting

Pada tanggal 19 September 2007 sekitar pukul 15.06 WIB, KA Taksaka dengan nomor lokomotif CC201 36 tiba di Stasiun Gombong dari arah Jakarta pada pukul 15.01, lalu berangkat melanjutkan perjalanan kembali pada pukul 15.06. Namun baru saja berangkat, tiba-tiba gerbong 5 anjlok hingga pintu perlintasan kereta/JPL 535. Gerbong bernomor plat E40 itu juga terseret di luar jalur sepanjang 100 meter dari lokasi anjloknya. Hal ini mengakibatkan jalur KA Jakarta-Yogya lumpuh total sekitar 5 jam. Jalur tersebut berfungsi normal kembali pada pukul 20.20 setelah gerbong nomor 5 dari 8 unit kereta itu berhasil ditarik. Akibat terhalang oleh gerbong kereta, Jalan Raya Gombong-Kuwarasan (Puring) ditutup untuk disterilisasi.[6]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (Tesis S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. 
  4. ^ Prasetya, S. (2014). "Gombong (GB): Lebih Terkenal dibanding Kebumen". Majalah KA. 96: 18. 
  5. ^ "Begini Proses Pembangunan Gedung Baru Stasiun Gombong". detikcom. Diakses tanggal 2019-12-14. 
  6. ^ "KA Taksaka Anjlok di Gombong". Suara Merdeka. 2007-09-02. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-03-07. Diakses tanggal 2019-12-29. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Ijo Cilacap–Kroya–Kutoarjo–Purworejo Karanganyar
ke arah Purworejo