Stasiun Gombong

Stasiun Kereta Api di Kabupaten Kebumen

Stasiun Gombong (GB) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Wonokriyo, Gombong, Kebumen. Stasiun yang terletak pada ketinggian +18 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto.

Stasiun Gombong

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun GB.png
Emplasemen GB 2020.jpg
Emplasemen Stasiun Gombong, 2020
LokasiJalan Stasiun Gombong
Wonokriyo, Gombong, Kebumen, Jawa Tengah 54412
Indonesia
Koordinat7°36′39″S 109°30′28″E / 7.610921°S 109.507768°E / -7.610921; 109.507768Koordinat: 7°36′39″S 109°30′28″E / 7.610921°S 109.507768°E / -7.610921; 109.507768
Ketinggian+18 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi V Purwokerto
Letak dari pangkalkm 431+265 lintas Bogor-Bandung-Banjar-Kutoarjo-Yogyakarta[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama tinggi; tidak ada peron pulau di antara jalur 2 dan 3 serta jalur 4 dan 5)
Jumlah jalur5 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • GB
  • 2024
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka21 Juli 1887
Layanan
Gajayana Tambahan, Singasari, Gaya Baru Malam Selatan, Ranggajati, Wijayakusuma, Malabar, Bangunkarta (arah Jakarta), Mutiara Selatan, Mataram (arah Jakarta), Bogowonto, Gajahwong, Fajar/Senja Utama YK, Sawunggalih, Lodaya, Joglosemarkerto, Logawa, Jayakarta (arah Jakarta), Jaka Tingkir, Kutojaya Utara, Kahuripan (arah Blitar), Pasundan (reguler & tambahan, kecuali reguler arah Bandung), Bengawan, Progo, Kutojaya Selatan, serta Parcel ONS Tengah dan Selatan
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
Pemesanan tiketSistem tiket daring, melayani pemesanan langsung di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass.
Lokasi pada peta
Stasiun Gombong berlokasi di Indonesia
Stasiun Gombong
Stasiun Gombong
Lokasi di Indonesia
Stasiun Gombong pada tahun 1890-an

Berdasarkan kisah sejarah Gombong, Belanda pernah membangun Benteng Van der Wijck sebagai basis kekuatan militer Belanda, serta membangun stasiun yang kelak dikenal sebagai Stasiun Gombong. Okupansi penumpang di stasiun ini cukup bagus serta menjadi andalan masyarakat dari Kecamatan Gombong, Sempor, Rowokele, Buayan, Kuwarasan, dan Puring yang ingin naik kereta api. Stasiun ini juga selalu ramai karena banyak disinggahi kereta dengan tujuan Bandung, Surabaya, dan Jakarta.[4]

Bangunan dan tata letakSunting

Stasiun ini memiliki lima jalur kereta api. Awalnya, jalur 2 merupakan sepur lurus dan jalur 5 merupakan sepur badug untuk tempat kegiatan bongkar muat kereta api pupuk ke gudang PT Pupuk Sriwidjaja Palembang yang dioperasikan kembali sejak Maret 2015. Setelah jalur ganda ruas stasiun ini hingga Stasiun Karanganyar per 20 Maret 2020 dan kemudian hingga Stasiun Tambak per 5 Mei 2020, emplasemen stasiun ini diperpanjang ke arah barat. Jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus arah Kroya, jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus arah Kutoarjo, dan jalur 5 juga dijadikan sebagai sepur belok. Selain itu, persinyalan elektrik lama produksi Westinghouse Rail Systems yang telah beroperasi sejak 1999 sudah digantikan dengan yang terbaru produksi PT Len Industri.

Terkait dengan pembangunan jalur ganda lintas selatan Jawa, saat ini stasiun ini sedang dirombak besar-besaran. Bangunan stasiun dan overcapping baru stasiun ini berada di sebelah barat bangunan lama dan berukuran lebih besar, sedangkan overcapping yang lama kini sudah dibongkar. Setelah bangunan baru stasiun ini selesai, bangunan lama stasiun ini tidak akan lagi digunakan untuk keberangkatan maupun kedatangan penumpang kereta api.[5]

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas eksekutifSunting

Gajayana Tambahan, tujuan Jakarta dan tujuan Malang

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi premiumSunting

Kelas ekonomi plusSunting

Jaka Tingkir, tujuan Jakarta via Purwokerto-Cirebon dan tujuan Solo via Yogyakarta

Kelas ekonomiSunting

BarangSunting

Parcel ONS (over-night service), tujuan:

Papasan dan persusulanSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Gombong per 6 Mei 2021 (revisi Gapeka 2021).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
291 Bengawan Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi 00.04 00.06
102 Singasari Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi Plus 00.23 00.25
258 Jaka Tingkir Solo Purwosari (PWS) Ekonomi Plus 00.30 00.33
158 Lodaya Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 00.41 00.43
118/115 Wijayakusuma Cilacap (CP) 00.51 00.53
119 Malabar Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 01.10 01.12
156 Sawunggalih Kutoarjo (KTA) Eksekutif & Ekonomi Premium 01.11 01.13
142 Senja Utama YK Yogyakarta Tugu (YK) 01.31 01.33
131 Mutiara Selatan Bandung Hall (BD) 01.59 02.01
132 Surabaya Gubeng (SGU) 02.14 02.16
138F Bogowonto Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Eksekutif & Ekonomi Plus 04.25 04.27
312 Kutojaya Selatan Kutoarjo (KTA) Ekonomi 04.29 04.31
294 Progo Yogyakarta Lempuyangan (LPN) 05.12 05.14
284 Kahuripan Blitar (BL) 05.27 05.29
248/249 Logawa Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Bisnis & Ekonomi 06.30 06.32
153 Sawunggalih Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Premium 07.53 07.55
143F Fajar Utama YK 08.43 08.45
195/196/197F Joglosemarkerto* Tegal (TG) bersambung Solo Balapan (SLO)-Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Plus 09.02 09.04
112/113 Ranggajati Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jember (JR) Eksekutif & Bisnis 09.27 09.29
257 Jaka Tingkir Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi Plus 09.39 09.42
159F Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 10.03 10.05
311 Kutojaya Selatan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 11.00 11.02
121 Bangunkarta Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 11.12 11.17
135 Mataram Eksekutif & Ekonomi Premium 11.31 11.34
260F Kutojaya Utara Kutoarjo (KTA) Ekonomi Premium 11.36 11.38
137F Bogowonto Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 11.48 11.51
160F Lodaya Solo Balapan (SLO) Eksekutif & Ekonomi Premium 12.31 12.33
292 Bengawan Solo Purwosari (PWS) Ekonomi 13.00 13.02
144F Fajar Utama YK Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi Premium 13.24 13.27
154 Sawunggalih Kutoarjo (KTA) 13.40 13.42
140 Gajahwong Yogyakarta Lempuyangan (LPN) Eksekutif & Ekonomi Plus 14.05 14.07
189/190/191 Joglosemarkerto* Solo Balapan (SLO) bersambung Semarang Tawang (SMT) 14.52 14.54
114/111 Ranggajati Cirebon Kejaksan (CN) Eksekutif & Bisnis 16.04 16.07
286 Pasundan Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi 16.12 16.14
116/117 Wijayakusuma Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Eksekutif & Ekonomi Premium 16.27 16.30
293 Progo Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi 17.09 17.11
104 Gaya Baru Malam Selatan Surabaya Gubeng (SGU) Eksekutif & Ekonomi Plus 17.39 17.41
259F Kutojaya Utara Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi Premium 18.04 18.06
250/247 Logawa Purwokerto (PWT) Bisnis & Ekonomi 18.29 18.31
103 Gaya Baru Malam Selatan Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 18.56 18.59
139 Gajahwong 19.29 19.31
155 Sawunggalih Eksekutif & Ekonomi Premium 19.55 19.58
141 Senja Utama YK 20.29 20.31
253 Jayakarta Ekonomi Premium 20.58 21.02
157 Lodaya Bandung Hall (BD) Eksekutif & Ekonomi Premium 21.33 21.35
120 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi 22.53 22.55
101 Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi Plus 23.46 23.49

Keterangan: nama kereta api yang bertanda bintang (*) termasuk kereta api aglomerasi.

  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7005B Gajayana Tambahan Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif 01.41 01.44
7006A Malang Kotabaru (ML) 05.48 05.50
7037A Pasundan Tambahan Bandung Kiaracondong (KAC) Ekonomi 14.34 14.36
7038A Surabaya Gubeng (SGU) 15.25 15.27

InsidenSunting

Pada tanggal 19 September 2007 sekitar pukul 15.06 WIB, KA Taksaka dengan nomor lokomotif CC201 36 tiba di Stasiun Gombong dari arah Jakarta pada pukul 15.01, lalu berangkat melanjutkan perjalanan kembali pada pukul 15.06. Namun baru saja berangkat, tiba-tiba gerbong 5 anjlok hingga pintu perlintasan kereta/JPL 534. Gerbong bernomor plat E40 itu juga terseret di luar jalur sepanjang 100 meter dari lokasi anjloknya. Hal ini mengakibatkan jalur KA Jakarta-Yogya lumpuh total sekitar 5 jam. Jalur tersebut berfungsi normal kembali pada pukul 20.20 setelah gerbong nomor 5 dari 8 unit kereta itu berhasil ditarik. Akibat terhalang oleh gerbong kereta, Jalan Raya Gombong-Kuwarasan (Puring) ditutup untuk disterilisasi.[6]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. 
  4. ^ Prasetya, S. (2014). "Gombong (GB): Lebih Terkenal dibanding Kebumen". Majalah KA. 96: 18. 
  5. ^ "Begini Proses Pembangunan Gedung Baru Stasiun Gombong". pasangmata.detik.com. Diakses tanggal 2019-12-14. 
  6. ^ "KA Taksaka Anjlok di Gombong". Suara Merdeka. 2007-09-02. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2014-03-07. Diakses tanggal 2019-12-29. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Ijo
ke arah Kroya
Kroya–Kutoarjo–Purworejo Karanganyar
ke arah Purworejo