Buka menu utama

Kabupaten Madiun

kabupaten di provinsi Jawa Timur, Indonesia

Kabupaten Madiun (bahasa Jawa: Hanacaraka: ꦩꦝꦶꦪꦸꦤ꧀ Pegon: ماڎييون, translit. Madhiyun) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bojonegoro di utara, Kabupaten Nganjuk di timur, Kabupaten Ponorogo di selatan, serta Kabupaten Magetan, dan Kabupaten Ngawi di barat. Ibu kotanya adalah Caruban sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2019. Sebagian gedung-gedung pemerintahan sudah berada di wilayah Mejayan yang merupakan bagian dari Kecamatan Mejayan. Gedung pemerintahan lain telah dipindah secara bertahap dari Kota Madiun ke Mejayan sejak 2011.

Kabupaten Madiun
Locator kabupaten madiun.png
Peta lokasi Kabupaten Madiun di Jawa Timur
Koordinat: -
Provinsi Jawa Timur
Dasar hukum UU No. 12 Tahun 1950
Tanggal peresmian 8 Agustus 1950
Ibu kota Kota Madiun (1950-2010)[1]
Mejayan (2010-2019)[2]
Caruban (sejak 2019)[3]
Pemerintahan
- Bupati H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos.
- Wakil Bupati H. Hari Wuryanto, S.H., M.Ak.
APBD
- DAU Rp734.152.390.000(2013)[4]
Luas 1.137 km2
Populasi
- Total 740.664 jiwa (2018)
- Kepadatan 651,42 jiwa/km2
Demografi
- Bahasa Jawa, Indonesia
- Kode area telepon +62 351
Pembagian administratif
- Kecamatan 15
- Kelurahan 8
- Desa 198
Simbol khas daerah
Situs web www.madiunkab.go.id

Madiun dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta dengan kode Jalan Nasional 15 dari Kota Surabaya hingga Kecamatan Mejayan dan Jalan Nasional 22 dari Kecamatan Mejayan hingga Kecamatan Madiun. Kabupaten ini juga dilintasi jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa Daerah Operasi 7 Madiun. Kota-kota kecamatan yang cukup signifikan adalah Caruban, Saradan, Dolopo, Dagangan dan Balerejo.

Kabupaten Madiun terdiri atas 15 kecamatan, yang terbagi dalam 206 terdiri dari 198 desa dan 8 kelurahan. Dalam percakapan sehari-hari penduduk kabupaten Madiun menggunakan Bahasa Jawa dengan Dialek Madiun.

SejarahSunting

Kabupaten Madiun ditinjau dari pemerintahan yang sah, berdiri pada tanggal paro terang, bulan Muharam, tahun 1568 Masehi tepatnya jatuh hari Kamis Kliwon tanggal 18 Juli 1568 / Jumat Legi tanggal 15 Suro 1487 Be – Jawa Islam.

Berawal pada masa Kesultanan Demak, yang ditandai dengan perkawinan putra mahkota Demak Pangeran Surya Patiunus dengan Raden Ayu Retno Lembah putri dari Pangeran Adipati Gugur yang berkuasa di Ngurawan, Dolopo. Pusat pemerintahan dipindahkan dari Ngurawan ke desa Sogaten dengan nama baru Purabaya (sekarang Madiun). Pangeran Surya Patiunus menduduki kesultanan hingga tahun 1521 dan diteruskan oleh Kyai Rekso Gati. (Sogaten = tempat Rekso Gati)

Pangeran Timoer dilantik menjadi Bupati di Purabaya tanggal 18 Juli 1568 berpusat di desa Sogaten. Sejak saat itu secara yuridis formal Kabupaten Purabaya menjadi suatu wilayah pemerintahan di bawah seorang Bupati dan berakhirlah pemerintahan pengawasan di Purabaya yang dipegang oleh Kyai Rekso Gati atas nama Demak dari tahun 1518–1568.

Pada tahun 1575 pusat pemerintahan dipindahkan dari desa Sogaten ke desa Wonorejo atau Kuncen, Kota Madiun sampai tahun 1590.

Pada tahun 1686, kekuasaan pemerintahan Kabupaten Purabaya diserahkan oleh Bupati Pangeran Timur (Panembahan Rangga Jumena) kepada putrinya Raden Ayu Retno Dumilah. Bupati inilah selaku senopati manggalaning perang yang memimpin prajurit-prajurit Mancanegara Timur.

Pada tahun 1586 dan 1587 Mataram melakukan penyerangan ke Purbaya dengan Mataram menderita kekalahan berat. Pada tahun 1590, dengan berpura-pura menyatakan takluk, Mataram menyerang pusat istana Kabupaten Purbaya yang hanya dipertahankan oleh Raden Ayu Retno Djumilah dengan sejumlah kecil pengawalnya. Perang tanding terjadi antara Sutawidjaja dengan Raden Ayu Retno Djumilah dilakukan disekitar sendang di dekat istana Kabupaten Wonorejo (Madiun).

Pusaka Tundung Madiun berhasil direbut oleh Sutawidjaja dan melalui bujuk rayunya, Raden Ayu Retno Djumilah dipersunting oleh Sutawidjaja dan diboyong ke istana Mataram di Plered (Jogjakarta) sebagai peringatan penguasaan Mataram atas Purbaya tersebut maka pada hari Jumat Legi tanggal 16 Nopember 1590 Masehi nama "Purbaya" diganti menjadi "Madiun".

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
P. Timoer
1568
1586
1
2
R.A. Retno Djumilah
1586
1590
2
3
R.M. Rangsang
1590
1591
3
4
R.M. Sumekar
1591
1595
4
5
R.M. Djulig Pringgolojo
1595
1601
5
6
R.M. Bagus Djunina Petak
Mangkunegoro I
1601
1613
6
7
R.M. Kenitren Mertolojo
Mangkunegoro II
1613
1645
7
8
P. Kyai Balitar Irodikromo
Mangkunegoro III
1645
1677
8
9
P. Tumenggung Balitar Tumapel
1677
1703
9
10
R.A. Puger
1703
1704
10
11
P. Harijo Balater
1704
1709
11
12
Tumenggung Surowidjojo
1709
1725
12
13
P. Mangkudipuro
1725
1755
13
14
P.R.R. Prawiro Sentiko
1755
1784
14
15
R. Mangundirdjo
1784
1797
15
16
P.R.R. Prawirodirdjo III
1797
1810
16
17
P. Dipokusumo
1810
1820
17
18
P.R.R. Prawirodiningrat
1820
1861
18
19
R.M.T. Harijo Notodiningrat
1861
1869
19
20
R.M.T. Adipati Sosronagoro
1869
1879
20
21
R.M.T. Sosrodiningrat
1879
1885
21
22
R.A.H. Brotodiningrat
1885
1900
22
23
R.H.T. Kusnodiningrat
1900
1929
23
24
R.M.T.R. Kusnen
1929
1937
24
25
R.M.T.R. Kusnendar
1937
1954
25
26
R.M.H.T. Brotodiningrat
1954
1956
26
27
R. Sampurno
1956
1962
27
28
R. Kardiono
BA
1962
1965
28
29
Mas Soewandi
1965
1967
29
30
H.
Saleh Hassan
1967
1973
30
31
H.
Slamet Hardjoutomo
1973
1978
31
32
H.
Djajadi
1978
1983
32
33
Drs.
Bambang Koesbandono
1983
1988
33
34
Ir.
S. Kadiono
1988
1993
34
1993
1998
35
35
H.
KRH. Djunaedi Mahendra
SH, M.Si
1998
2003
36
2003
2008
37
H.
Muhtarom
S.Sos
36
H.
Muhtarom
S.Sos
23 Juli 2008
23 Juli 2013
38
[5]
Drs. H.
Iswanto
M.Si
Soekardi
(Pelaksana Harian)
23 Juli 2013
3 Agustus 2013
(36)
H.
Muhtarom
S.Sos
3 Agustus 2013
3 Agustus 2018
39
Drs. H.
Iswanto
M.Si
Boedi Prijo Soeprajitno
SH. M.Si
(Penjabat)
4 Agustus 2018
24 September 2018
[6]
37
Ahmad Dawami Ragil Saputro
24 September 2018
24 September 2023
40
[7]
Hari Wuryanto
Singkatan Nama Bangsawan
  • P. = Pangeran
  • P.R.R. = Pangeran Raden Ronggo
  • R. = Raden
  • R.A. = Raden Ayu
  • R.M. = Raden Mas
  • R.A.H. = Raden Adipati Harijo
  • R.H.T. = Raden Hario Tumenggung
  • R.M.T = Raden Mas Tumenggung
  • R.M.T.R = Raden Mas Tumenggung Ronggo
  • R.M.H.T. = Raden Mas Harsojo Tumenggung

Dewan PerwakilanSunting

DPRD Kabupaten Madiun hasil Pemilu 2014 tersusun dari 9 partai politik, dengan perincian sebagai berikut:

Partai Kursi
  PKB 13
  PDI-P 8
  Partai Demokrat 6
Lambang Partai Golkar Partai Golkar 5
  Partai Gerindra 4
  PKS 3
  Partai Hanura 2
  PPP 2
Lambang PKPI PKPI 2
Total 45

KecamatanSunting

PariwisataSunting

Kabupaten Madiun memiliki beberapa tempat wisata antara lain:

Wisata AlamSunting

Wisata ReligiSunting

  • Makam & Masjid Kuno Taman
  • Makam & Masjid Kuno Kuncen
  • Makam Kuncen Caruban
  • Masjid Kuno Sewulan
  • Masjid Jami' Al Muttaqien Banjarsari
  • Masjid Jami' Al Arifiyah Caruban
  • Masjid Agung Kabupaten Madiun (Masjid Quba)

Wisata SejarahSunting

  • Monumen Kresek
  • Peninggalan Situs Nglambangan
  • Candi Wonorejo
  • Situs Ngurawan Dolopo
  • Palang Mejayan

Wisata KeluargaSunting

  • Madiun Umbul Square
  • Alun - Alun Caruban
  • Piranha Swimming Club
  • Taman Kota Caruban Asti
  • Taman Demokrasi (Depan DPRD Kabupaten Madiun)
  • Taman Lalu Lintas Caruban

Wisata BudayaSunting

  • Kesenian Dongkrek
  • Desa Wisata Gunungsari

Wisata IndustriSunting

  • Sentra Industri Brem di Desa Kaliabu

OlahragaSunting

Kabupaten Madiun memiliki klub sepakbola yaitu Persekama Madiun yang bermarkas di Stadion Pangeran Timoer

PendidikanSunting

Perguruan TinggiSunting

Kabupaten Madiun juga memiliki perguruan tinggi, yaitu:

  • Akademi Komunitas Negeri Kabupaten Madiun (satu-satunya perguruan tinggi Negeri di Kabupaten Madiun).

Sekolah MenengahSunting

Kabupaten Madiun memiliki sekolah menengah atas, kejuruan dan pertama, baik negeri maupun swasta yang tidak kalah dengan Kota Madiun, antara lain:

Sekolah Menengah AtasSunting

  • SMA Negeri 1 Mejayan
  • SMA Negeri 2 Mejayan
  • SMA Negeri 1 Dagangan
  • SMA Negeri 1 Dolopo
  • SMA Negeri 1 Geger
  • SMA Negeri 1 Gemarang
  • SMA Negeri 1 Saradan
  • SMA Negeri 1 Jiwan
  • SMA Negeri 1 Nglames
  • SMA Negeri Pilangkenceng
  • SMA Negeri 1 Wungu
  • SMA Muhammadiyah 2 Geger
  • SMA Kyai Ageng Basyariyah
  • SMA PGRI 1 Mejayan

Sekolah Menengah KejuruanSunting

  • SMK Negeri 1 Mejayan
  • SMK Negeri 1 Kare
  • SMK Negeri 1 Jiwan
  • SMK Negeri 2 Jiwan
  • SMK Negeri 1 Geger
  • SMK Negeri 1 Gemarang
  • SMK Negeri 1 Kebonsari
  • SMK Negeri 1 Wonoasri
  • SMK PGRI 1 Mejayan
  • SMK PGRI 2 Mejayan
  • SMK Korpri Uteran
  • SMK Al - Hikam
  • SMK Dolopo
  • SMK Muhammadiyah 3 Dolopo
  • SMK Kesehatan Green Putra Medika
  • SMK Santo Yusuf Mejayan
  • SMK Wijaya Kusuma Dagangan
  • SMK Al Basyariyah Pilangkenceng
  • SMK Terpadu Wisma Wisnu
  • SMK Prima Husada
  • SMK Nusantara Balerejo
  • SMK Bhakti Mejayan
  • SMK Gajah Mada Mejayan
  • SMK Darus Sholawat
  • SMK PGRI Wonoasri
  • SMK Minhajut Thullab Bulu Candimulyo

Sekolah Menengah PertamaSunting

  • SMP Negeri 1 Mejayan
  • SMP Negeri 2 Mejayan
  • SMP Negeri 3 Mejayan
  • SMP Negeri 4 Mejayan
  • SMP Negeri 1 Saradan
  • SMP Negeri 2 Saradan
  • SMP Negeri 3 Saradan
  • SMP Negeri 4 Saradan
  • SMP Negeri 1 Geger
  • SMP Negeri 2 Geger
  • SMP Negeri 3 Geger
  • SMP Negeri 1 Gemarang
  • SMP Negeri 2 Gemarang
  • SMP Negeri Satu Atap Gemarang
  • SMP Negeri 1 Dolopo
  • SMP Negeri 2 Dolopo
  • SMP Negeri 3 Dolopo
  • SMP Negeri 1 Kare
  • SMP Negeri 2 Kare
  • SMP Negeri 3 Kare
  • SMP Negeri 1 Jiwan
  • SMP Negeri 2 Jiwan
  • SMP Negeri 1 Sawahan
  • SMP Negeri 2 Sawahan
  • SMP Negeri 1 Nglames
  • SMP Negeri 2 Nglames
  • SMP Negeri 1 Balerejo
  • SMP Negeri 2 Balerejo
  • SMP Negeri 1 Kebonsari
  • SMP Negeri 2 Kebonsari
  • SMP Negeri 1 Dagangan
  • SMP Negeri 2 Dagangan
  • SMP Negeri 1 Wungu
  • SMP Negeri 2 Wungu
  • SMP Negeri 1 Pilangkenceng
  • SMP Negeri 2 Pilangkenceng
  • SMP Negeri 1 Wonoasri
  • SMP Islam Terpadu Subulul Huda Kebonsari
  • SMP Muhammadiyah 3 Dolopo
  • SMP Muhammadiyah 2 Caruban
  • SMP Islam Terpadu Imam Syafi'i
  • SMP PGRI 2 Dagangan
  • SMPK Santo Realino Saradan
  • SMP PSM 3 Bakur
  • SMP Terpadu Wisma Wisnu

Madrasah AliyahSunting

  • MA Negeri 3 Madiun
  • MA Negeri 4 Madiun
  • MA Negeri Kembangsawit
  • MA Negeri Rejosari

MakananSunting

TransportasiSunting

Kabupaten Madiun dilintasi jalur utama Surabaya-Yogyakarta dengan kode Jalan Nasional 15 dari Kota Surabaya hingga Kecamatan Mejayan dan Jalan Nasional 22 dari Kecamatan Mejayan hingga Kecamatan Madiun. Kabupaten Madiun juga dilintasi jalur kereta api lintas selatan Pulau Jawa Daerah Operasi 7 Madiun yang dilayani di Stasiun Caruban. Untuk Bus Antar kota dan antar Provinsi dilayani di Terminal Caruban.

ReferensiSunting

  1. ^ "UU RI Nomor 12 Tahun 1950 tentang Pemerintahan Daerah Kabupaten di Djawa Timur" (PDF). JDIH Kabupaten Banyuwangi. Diakses tanggal 14 Maret 2019. 
  2. ^ "PP RI Nomor 52 Tahun 2010 tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Madiun dari Wilayah Kota Madiun ke Wilayah Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur". JDIH Kementerian Sekretariat Negara. Diakses tanggal 14 Maret 2019. 
  3. ^ Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2010 tentang Pemindahan Ibu Kota Kabupaten Madiun dari Wilayah Kota Madiun ke Wilayah Kecamatan Mejayan Kabupaten Madiun Provinsi Jawa Timur
  4. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  5. ^ "Sambil Pemilu, Dua Bupati Dilantik". Kompas.com. 23 Juli 2008. Diakses tanggal 23 Juli 2018. 
  6. ^ Sur, Cak, ed. (4 Agustus 2018). "Gubernur Soekarwo Lantik Tiga Penjabat Bupati". TribunNews. Diakses tanggal 4 Agustus 2018. 
  7. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Madiun (24 September 2018). "Bupati dan Wakil Bupati Madiun Periode 2018-2013 dilantik Gubernur Jawa Timur". Pemerintah Kabupaten Madiun. Diakses tanggal 24 September 2018. 

Pranala luarSunting