Kabupaten Ciamis

kabupaten di Jawa Barat

Kabupaten Ciamis (aksara Sunda: ᮊᮘᮥᮕᮒᮦᮔ᮪ ᮎᮤᮃᮙᮤᮞ᮪, Latin: Kabupatén Ciamis) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Kabupaten ini berada di bagian tenggara Jawa Barat, berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan di utara, Kabupaten Cilacap dan Kota Banjar di timur, Kabupaten Pangandaran di selatan, serta Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya di barat.

Kabupaten Ciamis
Jawa 1rightarrow blue.svg Jawa Barat
Lambang Kabupaten Ciamis
Lambang
Motto: 
Mahayunan Ayuna Kadatuan
Ciamis locator map.png
Kabupaten Ciamis berlokasi di Jawa
Kabupaten Ciamis
Kabupaten Ciamis
Kabupaten Ciamis berlokasi di Indonesia
Kabupaten Ciamis
Kabupaten Ciamis
Koordinat: 6°45′S 108°23′E / 6.75°S 108.38°E / -6.75; 108.38
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Hari jadi12 Juni 1642; 378 tahun yang lalu
Ibu kotaCiamis
Pemerintahan
 • BupatiHerdiat Sunarya [1]
Luas
 • Total2.556,75 km2 (98,717 sq mi)
Populasi
 (2020[2])
 • Total4.528.532 jiwa
Demografi
 • BahasaSunda, Indonesia, Jawa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode pos
462xx - 463xx
Kode telepon0265
Kode Kemendagri32.07 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan27
Jumlah kelurahan7
DAURp. 1.303.907.527.000.-(2013)[3]
Flora resmiBunga Patma
Fauna resmiMacan Tutul
Situs webwww.ciamiskab.go.id

Kecamatan Banjar, yang dulunya bagian dari Kabupaten Ciamis, ditingkatkan statusnya menjadi kota administratif, dan sejak tanggal 11 Desember 2002 ditetapkan menjadi kota, yang terpisah dari Kabupaten Ciamis. Selain itu, bagian selatan Kabupaten Ciamis mengalami pemekaran pada tanggal 25 Oktober 2012 menjadi Kabupaten Pangandaran yang memiliki 10 Kecamatan.

SejarahSunting

 
Raden Aria Koesoemadiningrat, Bupati Kerajaan Galuh (1879).

Menurut sejarawan W.J Van der Meulen, Pusat Kerajaan Galuh, yaitu disekitar Kawali (Kabupaten Ciamis sekarang). Dalam Bahasa Sanskerta, kata "galuh" menunjukkan sejenis batu permata, dan juga biasa dipergunakan untuk menyebut putri raja yang sedang memerintah dan belum menikah.

Sebagaimana riwayat Kota dan Kabupaten lain di Jawa Barat, sumber-sumber yang menceritakan asal usul suatu daerah pada umumnya tergolong tradisional yang mengandung unsur-unsur mitos, dongeng atau legenda disamping unsur yang bersifat historis.

Naskah-naskah ini antara lain Carios Wiwitan Raja-Raja di Pulo Jawa, Wawacan Sajarah Galuh, dan juga Naskah Sejarah Galuh bareng Galunggung, Ciung Wanara, Carita Waruga Guru, Sajarah Bogor. Naskah-naskah ini umumnya ditulis pada abad ke-18 hingga abad ke-19.

Adapula naskah-naskah yang sezaman atau lebih mendekati zaman Kerajaan Galuh. Naskah-naskah tersebut, di antaranya Sanghyang Siksakanda ‘Ng Karesian, ditulis tahun 1518, ketika Kerajaan Sunda masih ada dan Carita Parahyangan, ditulis tahun 1580.

Berdirinya Galuh sebagai kerajaan, menurut naskah-naskah kelompok pertama tidak terlepas dari tokoh Ratu Galuh sebagai Ratu Pertama. Dalam laporan yang ditulis Tim Peneliti Sejarah Galuh (1972), terdapat berbagai nama kerajaan sebagai berikut:

  • Kerajaan Galuh Sindula (menurut sumber lain, Kerajaan Bojong Galuh) yang berlokasi di Lakbok dan beribukota di Medang Gili (tahun 78 Masehi);
  • Kerajaan Galuh Rahyang berlokasi di Brebes dengan ibukota di Medang Pangramesan;
  • Kerajaan Galuh Kalangon berlokasi di Reban, beribukota di Medang Pangramesan;
  • Kerajaan Galuh Lalean berlokasi di Cilacap beribukota di Medang Kamulan;
  • Kerajaan Galuh Pataruman berlokasi di Banjarsari, beribukota di Banjar;
  • Kerajaan Galuh Kalingga berlokasi di Bojongmengger, beribukota di Karangkamulyan;
  • Kerajaan Galuh Tanduran atau Pangauban berlokasi di Pananjung, beribukota di Bagolo;
  • Kerajaan Galuh Kumara berlokasi di Tegal beribukota di Medang Kamulan;
  • Kerajaan Galuh Pakuan beribukota di Kawali;
  • Kerajaan Pajajaran berlokasi di Bogor, beribukota di Pakuan;
  • Kerajaan Galuh Pataka berlokasi di Nanggalacah, beribukota di Patakaharja;
  • Kabupaten Galuh Nagara Tengah berlokasi di Cineam beribukota di Bojonglopang kemudian di Gunungtanjung;
  • Kabupaten Galuh Imbanagara berlokasi di Barunay beribukota di Imbanagara;
  • Kabupaten Galuh berlokasi di Cibatu, beribukota di Ciamis (sejak tahun 1812).

Untuk penelitian secara historis, kapan Kerajaan Galuh didirikan, dapat dilacak dari sumber-sumber sezaman berupa prasasti. Ada prasasti yang memuat nama "Galuh", meskipun nama tanpa disertai penjelasan tentang lokasi dan waktunya. Dalam Prasasti Berangka tahun 910, Raja Dyah Balitung disebut sebagai "Rakai Galuh".

Dalam Prasasti Siman berangka tahun 943 M, disebutkan bahwa "kadatwan rahyangta mdang bhumi mataram ingwatu galuh" menunjuk sebuah tempat di Watugaluh, dan Megaluh, Jawa Timur. Kemudian dalam sebuah Piagam Calcutta disebutkan bahwa para musuh penyerang Airlangga lari ke Galuh dan Barat, mereka dimusnahkan pada tahun 1031 Masehi.

Pada bagian Carita Parahyangan, disebutkan bahwa Prabu Maharaja Linggabuanawisésa (1350-1357) berkedudukan di Kawali sebagai penguasa Kerajaan Sunda Galuh. Setelah menjadi raja selama 7 tahun, pergi ke Jawa terjadilah perang di Majapahit. Dari sumber lain diketahui bahwa Prabu Hayam Wuruk, yang baru naik takhta pada tahun 1350, meminta Putri Prabu Maharaja Linggabuanawisésa untuk menjadi istrinya.

Hanya saja, konon Patih Gajah Mada menghendaki Putri itu menjadi upeti. Raja Sunda tidak menerima sikap arogan Majapahit ini dan memilih berperang hingga gugur dalam peperangan di Bubak. Putranya yang bernama Prabu Niskala Wastu Kancana (1371-1475) waktu itu masih kecil.

Oleh karena itu kerajaan dipegang Hyang Bunisora Suradipati (1357-1371) beberapa waktu sebelum akhirnya diserahkan kepada Niskala Wastu Kancana ketika sudah dewasa. Keterangan mengenai Niskala Wastu Kancana, dapat diperjelas dengan bukti berupa Prasasti Kawali dan Prasasti Batutulis serta Prasasti Kebantenan.

Saat Niskala Wastu Kancana wafat, kerajaan sempat kembali terpecah 2 dalam pemerintahan anak-anaknya, yaitu Prabu Susuk Tunggal yang berkuasa di Pakuan dan Prabu Dewa Niskala yang berkuasa di Kawali. Sri Baduga Maharaja (1482-1521) menyatukan kembali Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh. Setelah runtuhnya Sunda Galuh oleh Kesultanan Banten, bekas kerajaan ini banyak disebut sebagai Kerajaan Pakuan Pajajaran.

Pada tahun 1595, Kerajaan Galuh jatuh ke tangan Senapati dari Mataram. Invasi Mataram ke Galuh semakin diperkuat pada masa Sultan Agung. Penguasa Galuh, Adipati Panaekan, diangkat menjadi Wedana Mataram dan cacah sebanyak 960 orang. Ketika Mataram merencanakan serangan terhadap VOC di Batavia pada tahun 1628, massa Mataram di Priangan bersilang pendapat.

Rangga Gempol I dari Sumedang misalnya, menginginkan pertahanan diperkuat dahulu, sedangkan Dipati Ukur dari Tatar Ukur, menginginkan serangan segera dilakukan. Pertentangan terjadi juga di Galuh antara Adipati Panaekan dengan adik iparnya Dipati Kertabumi. Dalam perselisihan tersebut Adipati Panaekan terbunuh tahun 1625. Ia kemudian diganti putranya Mas Dipati Imbanagara yang berkedudukan di Cineam.

Pada masa Dipati Imbanagara, ibukota Kabupaten Galuh dipindahkan dari Cineam ke Calingcing. Tetapi tidak lama kemudian dipindahkan ke Panyingkiran. Pada Tahun 1693, Bupati Sutadinata diangkat VOC sebagai Bupati Galuh menggantikan Angganaya. Pada tahun 1706, ia digantikan pula oleh Kusumadinata I (1706-1727).

Pada tahun 1914, Kabupaten Galuh dipimpin oleh Tumenggung Sastrawinata, yang notabene-nya bukan merupakan keturunan Bupati Galuh sebelumnya. Kemudian pada tahun 1915, Kabupaten Galuh dimasukkan ke Keresidenan Priangan, dan atas persetujuan Belanda, Tumenggung Sastrawinata secara resmi mengubah nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis. Belanda meresmikan perubahan tersebut pada 1 Januari 1916.[4]

Beberapa tahun belakangan, muncul keinginan beberapa masyarakat untuk mengubah nama Kabupaten Ciamis menjadi Kabupaten Galuh, dengan alasan bahwa nama Galuh mempunyai makna filosofis yang mendalam, dan mereka beranggapan bahwa perubahan nama Kabupaten Galuh menjadi Kabupaten Ciamis tidak mendasar.

Mereka juga menganggap bahwa nama Ciamis itu berasal dari cemoohan dan olok-olok Kolonial Belanda. Zaman itu Ciancang yang merupakan Desa Ciamis sekarang merupakan tempat berperang. Dimulai saat prajurit Mataram bertempur dengan Galuh di Ciancang hingga saat melawan kompeni. Dikarenakan di daerah tersebut banjir darah karena perang, maka menimbulkan bau amis. Kemudian daerah tersebut dinamai Ciamis.

GeografiSunting

 
Lambang Kabupaten Ciamis di sebuah Monumen Perbatasan Kabupaten Ciamis (Kecamatan Cihaurbeuti) dengan Kabupaten Tasikmalaya (Kecamatan Rajapolah)
 
Pemandangan Teluk Pangandaran pada tahun 1930-an

Sebagian besar wilayah Kabupaten Ciamis berupa pegunungan dan dataran tinggi, kecuali dibagian selatan Perbatasan dengan Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Semenjak ada pemekaran Kabupaten Pangandaran, maka saat ini wilayah Kabupaten Ciamis tidak memiliki pesisir pantai.

Batas WilayahSunting

Berikut merupakan batas wilayah Kabupaten Ciamis:

Utara Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Kuningan
Timur Kabupaten Cilacap dan Kota Banjar
Selatan Kabupaten Pangandaran
Barat Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

Bupati Ciamis
 
Lambang Kabupaten Ciamis
Petahana
Herdiat Sunarya

sejak 20 April 2019
KediamanPendopo Kabupaten Ciamis
Masa jabatan5 tahun
Dibentuk1618
Pejabat pertamaAdipati Panaekan
Situs webwww.ciamiskab.go.id

Berikut adalah Daftar Bupati Ciamis dari masa ke masa:

Bupati Kerajaan Galuh
No Potret Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Periode
1
Adipati Panaekan
1618
1625
1
2
Mas Dipati Imbanagara
1625
1636

2

Bupati Kerajaan Galuh Imbanagara
No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Periode
3
Raden Panji Aria Jayanegara
1636
1678
3
4
Anggapraja
1678
1679
4
5
Angganaya
1679
1693
5
6
Sutadinata
1693
1706
6
7
Kusumadinata I
1706
1727
7
8
Kusumadinata II
1727
1732
8
9
Raden Jayabaya
Patih Imbanagara
1732
1751
9
10
Kusumadinata III
Mas Garuda
1751
1801
10
11
Raden Adipati Natadikusuma
1801
1806
11
12
Raden Adipati Surapraja
1806
1811
12
13
R.T. Jayengpati Kartanagara
1811
1811
13
14
Tumenggung Natanagara
1811
1814
14
15
Pangeran Sutajaya
1814
1815
15
16
R. T. Wiradikusumah
1815
1819
16
17
R. A. Adikoesoemah
1819
1839
17
18
R. A. Aria Koesoemadiningrat
1839
1886
18
19
R. A. Aria Kusumasubrata
1886
1914
19
Bupati Kabupaten Ciamis
No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Periode
20
R. T. Aria Sastrawinata
1914
1935
20
21
R. T. Aria Sunarya
1935
1944
21
22
R. Mas Ardiwiangun
1944
1946
22
23
R. Vater Dendakusumah
1946
1948
23
24
  T. Gumelar Wiranagara
1948
1950
24
25
Prawiranata
1950
1950
25
26
Redi Martadinata
1950
1952
26
27
Abdul Rifa’i
1952
1952
27
28
Mas Rais Sastradipura
1952
1954
28
29
Raden Yusuf Suriadipura
1954
1958
29
30
Raden Gahara Wijayasurya
1958
1960
30
31
Raden Udia Kartapruwita
1960
1966
31
32
Kolonel
Abubakar
1966
1973
32
33
Kolonel
Hudli Bambang Aruman
1973
1978
33
34
Drs. H.
Soeyoed
1978
1983
34
35
Kolonel Inf. H.
Taufik Hidayat
1983
1988
35
36
  Kolonel Kav. H.
Dedem Ruchlia
1993
1998
36
37
Drs.
Maman Suparman Rachman
1998
1999
38
H.
Oma Sasmita
S.H.
1999
2004
37
39
Kolonel (Purn) H.
Engkon Komara
2004
2009
38
2009
2014
39
40
Drs H. Iing Syam Arifin, M.M
6 April 2014
6 April 2019
40
41
Dr. H. Herdiat Sunarya, M.M.
20 April 2019
20 April 2024
41

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Ciamis dalam dua periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019
Sebelum Pemekarana [5]
2014-2019
Sesudah Pemekaranb [6]
2019-2024 [7]
  PKB 6 4   4
  Gerindra 1 4 7
  PDI Perjuangan 12   12 9
  Golkar 7 6 5
  NasDem 1 3 1
  PKS 5   5 7
  PPP 4   4 5
  PAN 7 5   5
  Hanura 1 2 0
  Demokrat 5 4 6
  PBB 1   1   1
Jumlah Anggota 50   50   50
Jumlah Partai 11   11 10
Keterangan:
aDPRD Ciamis dan Pangandaran
bDPRD Ciamis

KecamatanSunting

Kabupaten Ciamis memiliki 27 kecamatan, 7 kelurahan, dan 258 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduk mencapai 4.246.307 jiwa dengan luas wilayah 2.710,62 km² dan sebaran penduduk 1.566 jiwa/km².[8][9]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Ciamis, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Kelurahan Desa Status Daftar
Desa/Kelurahan
32.07.37 Banjaranyar 10 Desa
32.07.18 Banjarsari 12 Desa
32.07.32 Baregbeg 9 Desa
32.07.01 Ciamis 7 5 Desa
Kelurahan
32.07.05 Cidolog 6 Desa
32.07.06 Cihaurbeuti 11 Desa
32.07.03 Cijeungjing 11 Desa
32.07.02 Cikoneng 9 Desa
32.07.29 Cimaragas 5 Desa
32.07.11 Cipaku 13 Desa
32.07.30 Cisaga 11 Desa
32.07.12 Jatinagara 6 Desa
32.07.09 Kawali 11 Desa
32.07.17 Lakbok 10 Desa
32.07.34 Lumbung 8 Desa
32.07.19 Pamarican 14 Desa
32.07.08 Panjalu 8 Desa
32.07.10 Panawangan 18 Desa
32.07.07 Panumbangan 14 Desa
32.07.35 Purwadadi 9 Desa
32.07.13 Rajadesa 11 Desa
32.07.15 Rancah 13 Desa
32.07.04 Sadananya 8 Desa
32.07.31 Sindangkasih 9 Desa
32.07.14 Sukadana 6 Desa
32.07.33 Sukamantri 5 Desa
32.07.16 Tambaksari 6 Desa
TOTAL 7 258

KesehatanSunting

Rumah SakitSunting

  • RSUD Kabupaten Ciamis
  • RSUD Kawali
  • RSUD Bunda Asih
  • RS Al-Arif
  • RS Permata Bunda
  • RS Orthopaedi Ciamis
  • RS Bersalin Harapan Bunda
  • RSU Nirmala
  • RSU Dadi Keluarga Ciamis

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)Sunting

  • Puskesmas Banjarsari
  • Puskesmas Ciulu
  • Puskesmas Cigayam
  • Puskesmas Lakbok
  • Puskesmas Sidaharja
  • Puskesmas Ciawitali
  • Puskesmas Pamarican
  • Puskesmas Kertahayu
  • Puskesmas Janggala
  • Puskesmas Cimaragas
  • Puskesmas Cijeungjing
  • Puskesmas Handapherang
  • Puskesmas Cisaga
  • Puskesmas Tambaksari
  • Puskesmas Rancah
  • Puskesmas Rajadesa
  • Puskesmas Margahaja
  • Puskesmas Ciamis
  • Puskesmas Imbanagara
  • Puskesmas Baregbeg
  • Puskesmas Sindangkasih
  • Puskesmas Mandalika
  • Puskesmas Cihaurbeuti
  • Puskesmas Sukamulya
  • Puskesmas Sadananya
  • Puskesmas Cipaku
  • Puskesmas Cieurih
  • Puskesmas Jatinagara
  • Puskesmas Gardujaya
  • Puskesmas Panawangan
  • Puskesmas Kawali
  • Puskesmas Lumbung
  • Puskesmas Kawalimukti
  • Puskesmas Panjalu
  • Puskesmas Sukamantri
  • Puskesmas Panumbangan
  • Puskesmas Payungsari

PendidikanSunting

Kabupaten Ciamis memiliki sekitar 2733 sekolah, 687.113 siswa dan 36.290 guru.

Perguruan TinggiSunting

  • Universitas Galuh
  • Institut Agama Islam Darussalam (IAI Darussalam)
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Putra Banjar (STIKES Bina Putra Banjar)
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Ma'arif Ciamis (STAI Al-Ma'arif Ciamis)
  • Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah (STIKES Muhammadiyah)
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Putra Galuh Ciamis (STAI Putra Galuh Ciamis)
  • Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Bina Putra Banjar (STISIP Bina Putra Banjar)
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Galuh Ciamis (STIE Galuh Ciamis)
  • Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Ar-Risalah (STEI Ar-Risalah)
  • Sekolah Tinggi Hukum Galuh Ciamis (STH Galuh Ciamis)
  • Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Sirnarasa Ciamis (STID Sirnarasa Ciamis)
  • Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah NU Al-Farabi Pangandaran (STITNU Al-Farabi Pangandaran)

Lihat PulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ https://infopemilu.kpu.go.id/pilkada2018/paslon/jawabarat/ciamis/686 diakses 22 April 2019
  2. ^ http://jabar.bps.go.id/Tabel/penduduk/JumlahPenduduk.html Jumlah penduduk Kabupaten Ciamis tahun 2007 versi BPS Provinsi Jawa Barat
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ "Nama Kabupaten Ciamis Berubah Menjadi Kabupaten Galuh?". SINDOnews.com. Diakses tanggal 2019-06-02. 
  5. ^ DPRD CIAMIS SEBELUM PEMEKARAN 2014-2019
  6. ^ PEROLEHAN KURSI DPRD KAB. CIAMIS ANTARA 2014-2019
  7. ^ PEROLEHAN KURSI DPRD KAB. CIAMIS 2019-2024
  8. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  9. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Pranala LuarSunting