Kabupaten Banyumas

kabupaten di provinsi Jawa Tengah, Indonesia

Banyumas (Hanacaraka:ꦏꦧꦸꦥꦠꦼꦤ꧀​ꦧꦚꦸꦩꦱ꧀, Bahasa Banyumasan: Kabupatên Bányumas) adalah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah. Ibu kotanya adalah Purwokerto. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Brebes di utara; Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banjarnegara, dan Kabupaten Kebumen di timur, serta Kabupaten Cilacap di sebelah selatan dan barat. Gunung Slamet, gunung tertinggi di Jawa Tengah terdapat di ujung utara wilayah kabupaten ini.

Kabupaten Banyumas
Jawa 1rightarrow blue.svg Jawa Tengah
Lambang resmi Kabupaten Banyumas
Lambang
Motto: 
Rarasing Rasa Wiwaraning Praja

Semboyan: Banyumas SATRIA
(Sejahtera, Adil, Tertib, Rapi, Indah, dan Aman)
Locator kabupaten banyumas.gif
Kabupaten Banyumas berlokasi di Jawa
Kabupaten Banyumas
Kabupaten Banyumas
Kabupaten Banyumas berlokasi di Indonesia
Kabupaten Banyumas
Kabupaten Banyumas
Koordinat: 7°36′42″S 109°21′13″E / 7.6117°S 109.3536°E / -7.6117; 109.3536
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Tengah
Dasar hukumUU No. 13/1950
Ibu kotaKota Purwokerto
Pemerintahan
 • BupatiIr. H. Achmad Husein
Luas
 • Total1.329,02 km2 (51,314 sq mi)
Populasi
 • Total1.840.152 jiwa
Demografi
 • AgamaIslam 97,51%
Kristen 2,18%
- Protestan 1,29%
- Katolik: 0.89%
Hindu: 0,16%
Buddha 0,14%
Lainnya 0,02%[1]
 • BahasaBanyumasan, Sunda (dialek Banyumas), Indonesia, Bahasa Isyarat Indonesia
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0281
Kode Kemendagri33.02 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan27
Jumlah kelurahan331
DAURp1.127.939.938.000,00 (2013)[2]
Flora resmiNagasari
Fauna resmiBurung Trocokan
Situs webwww.banyumaskab.go.id
Kediaman resident Banyumas pada tahun 1905.
Sociëteit "De Harmonie" (klub untuk orang Belanda) di Banyumas (1900-1905).

Kabupaten Banyumas merupakan bagian dari wilayah budaya Banyumasan, yang berkembang di bagian barat Jawa Tengah. Bahasa yang dituturkan adalah bahasa Banyumasan, yakni salah satu dialek bahasa Jawa yang cukup berbeda dengan dialek standar bahasa Jawa ("dialek Mataraman"). Masyarakat dari bahasa dan daerah lain kerap menjuluki "bahasa ngapak" karena ciri khas bunyi /k/ yang dibaca penuh pada akhir kata (berbeda dengan dialek Mataraman yang dibaca sebagai glottal stop).

GeografisSunting

Luas wilayah Kabupaten Banyumas sekitar 1.327,60 km2 atau setara dengan 132.759,56 ha, dengan keadaan wilayah antara daratan dan pegunungan dengan struktur pegunungan terdiri dari sebagian lembah Sungai Serayu untuk tanah pertanian, sebagian dataran tinggi untuk pemukiman dan pekarangan, dan sebagian pegunungan untuk perkebunan dan hutan tropis terletak di lereng Gunung Slamet sebelah selatan.

Berdasarkan ketinggian dari permukaan laut, dataran di Kabupaten Banyumas terdiri dari 54,86 % berada di ketinggian 0 - 100 m dan 45,14 % berada di ketinggian 101 m - 500 m.

Bumi dan kekayaan Kabupaten Banyumas masih tergolong potensial karena terdapat pegunungan Slamet dengan ketinggian puncak dari permukaan air laut sekitar 3.400M dan masih aktif.

Keadaan cuaca dan iklim di Kabupaten Banyumas memiliki iklim tropis basah. Karena terletak di antara lereng pegunungan jauh dari pesisir pantai maka pengaruh angin laut tidak begitu tampak. Namun dengan adanya dataran rendah yang seimbang dengan pantai selatan angin hampir tampak bersimpangan antara pegunungan dengan lembah dengan tekanan rata-rata antara 1.001 mbs, dengan suhu udara berkisar antara 21,4 °C - 30,9 °C.

Secara astronomis, Kabupaten Banyumas terletak antara 7°15'05" - 7°37'10" Lintang Selatan dan antara 108°39'17" - 109°27'15" Bujur Timur.

Batas WilayahSunting

Batas-batas Kabupaten Banyumas adalah:

Utara Gunung Slamet, kabupaten Tegal dan kabupaten Pemalang
Timur Kabupaten Purbalingga, kabupaten Kebumen, dan kabupaten Banjarnegara
Selatan Kabupaten Cilacap
Barat Kabupaten Cilacap dan kabupaten Brebes

SejarahSunting

Banyumas sebagai suatu wilayah pemerintahan, diyakini terbentuk pada abad ke-16; yakni pada masa kekuasaan Sultan Hadiwijaya dari Kesultanan Pajang. Merujuk pada cerita-cerita rakyat setempat, yakni Babad Pasir (atau Babad Pasirluhur) dan Babad Banyumas, sebelumnya wilayah ini merupakan bagian dari Kadipaten Pasirluhur dan juga Kadipaten Wirasaba.

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No. Bupati Mulai menjabat Selesai menjabat Partai Wakil Bupati Periode
1 R. Djoko Kahiman 1582 1583
2 R. Ngabehi Merta Sura I 1583 1600
3 R. Ngabehi Merta Sura II (Ngabehi Kalidethuk) 1601 1620
4 R. Adipati Mertayuda I 1620 1650
5 R. Tumenggung Mertayuda II 1650 1705
6 R. Tumenggung Suradipura 1705 1707
7 R. Tumenggung Yudanegara II 1707 1745
8 R. Tumenggung Reksa Praja 1745 1749
9 R. Tumenggung Yudanegara III 1749 1755
10 IR. Tumenggung Yudanegara IV 1755 1780
11 R. Tumenggung Tejakusuma 1780 1788
12 R. Tumenggung Yudanegara V 1788 1816
13 Kasepuhan: R. Adipati Cokronegara
Kanoman: R. Adipati Brotodiningrat
1816 1830
14 RT. Martadireja II 1830 1832
15 R. Adipati Cokronegara I 1832 1864
16 R. Adipati Cokronegara II 1864 1879
17 Kanjeng Pangeran Arya Martadiredja III 1879 1913
18 KPAA Ganda Subrata 1913 1933
19 RAA. Sujiman Gandasubrata 1933 1950
20 R. Moh. Kabul Purwodireja 1950 1953
21 RE. Budiman 1953 1957
22 M. Mirun Prawiradireja 30 Januari 1957 15 Desember 1957
23 R. Bayu Nuntoro 15 Desember 1957 1960
24 R. Subagyo 1960 1966
25 Letkol (Inf) Soekarno Agung 1966 1971
26 Kol. (Inf) Poedjadi Jaringbandayuda 1971 1978
27 Kol. Inf. R.G. Rudjito 1978 1988
28 Kol. Inf. Djoko Sudantoko, S.Sos. 1988 1998
29 Kol. Art. HM. Aris Setiono, SH, S.IP 1998 2008
30 Drs. H. Marjoko, M.M 2008 2013
31 Kanjeng Pengeran Haryo Adipati Purbowinoto Ir. H. Achmad Husein 2013 petahana Budhi Setiawan

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Banyumas dalam dua periode terakhir.[3][4]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 7 8
  Gerindra 6 7
  PDI Perjuangan 16 17
  Golkar 6   6
  NasDem 1 2
  PKS 4   4
  PPP 3 2
  PAN 4 3
  Demokrat 3 1
Jumlah Anggota 50   50
Jumlah Partai 9   9

KecamatanSunting

Kabupaten Banyumas terdiri dari 27 kecamatan, 30 kelurahan, dan 301 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.741.077 jiwa dengan luas wilayah 1.335,30 km² dan sebaran penduduk 1.304 jiwa/km².[5][6]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Banyumas, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Luas (km2) Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Status Daftar
Desa/Kelurahan
33.02.14 Ajibarang 66,50 15 Desa
33.02.11 Banyumas 38,09 12 Desa
33.02.22 Baturaden 45,53 12 Desa
33.02.17 Cilongok 105,34 20 Desa
33.02.15 Gumelar 93,95 10 Desa
33.02.10 Kalibagor 35,73 12 Desa
33.02.18 Karanglewas 32,50 13 Desa
33.02.05 Kebasen 54,00 12 Desa
33.02.23 Kedung Banteng 60,22 14 Desa
33.02.20 Kembaran 25,92 16 Desa
33.02.06 Kemranjen 60,71 15 Desa
33.02.03 Jatilawang 48,16 11 Desa
33.02.01 Lumbir 102,66 10 Desa
33.02.12 Patikraja 43,23 13 Desa
33.02.16 Pekuncen 92,70 16 Desa
33.02.13 Purwojati 37,86 10 Desa
33.02.25 Purwokerto Barat 7,40 7 Kelurahan
33.02.24 Purwokerto Selatan 13,75 7 Kelurahan
33.02.26 Purwokerto Timur 8,42 6 Kelurahan
33.02.27 Purwokerto Utara 9,01 7 Kelurahan
33.02.04 Rawalo 49,64 9 Desa
33.02.19 Sokaraja 29,92 18 Desa
33.02.09 Somagede 40,11 9 Desa
33.02.21 Sumbang 53,42 19 Desa
33.02.07 Sumpiuh 60,01 3 11 Desa
Kelurahan
33.02.08 Tambak 52,03 12 Desa
33.02.02 Wangon 60,78 12 Desa
TOTAL 30 301
 
Peta Administrasi Kabupaten Banyumas

Ibu kota Kabupaten Banyumas adalah Purwokerto, di mana meliputi kecamatan Purwokerto Barat, Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan, dan Purwokerto Utara. Purwokerto dulunya merupakan Kota Administratif, namun sejak diberlakukannya Undang-undang Nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah, tidak dikenal adanya kota administratif, dan Purwokerto kembali menjadi bagian dari wilayah Kabupaten Banyumas. Diantara kota-kota kecamatan yang cukup signifikan di Kabupaten Banyumas adalah: Banyumas, Ajibarang, Wangon, Sokaraja, Buntu dan Sumpiuh.

TransportasiSunting

Kabupaten Banyumas dilalui jalan negara yang menghubungkan kota Tegal-Purwokerto, Purwokerto-Temangggung-Magelang/Semarang, serta jalan lintas selatan Bandung-Yogyakarta-Surabaya. Wangon merupakan persimpangan jalur Yogyakarta-Bandung dan Tegal-Cilacap.

Angkutan umum bus antarkota di antaranya jurusan Jakarta, Tegal/Cirebon, Bandung, Semarang, Yogyakarta/Solo.

Kabupaten ini juga terdapat jalur kereta api yang menghubungkan lintas menuju berbagai kota di Pulau Jawa, seperti Jakarta, Bekasi, Bandung, Tasikmalaya, Cirebon, Tegal, Semarang, Cilacap, Kutoarjo, Yogya, Solo, Madiun, Jombang, Surabaya, Malang, Sidoarjo, Jember, dan Banyuwangi. Stasiun terbesar dan tersibuk di Kabupaten Banyumas adalah Stasiun Purwokerto, yang melayani seluruh perjalanan kereta api, dan menjadi stasiun pusat/induk dari pengelolaan Daerah Operasi V Purwokerto. Selain itu, stasiun yang juga tidak kalah penting adalah Stasiun Sumpiuh yang melayani beberapa perjalanan kereta api.

Media MassaSunting

Majalah ANCASSunting

Majalah ANCAS adalah satu-satunya majalah yang menggunakan bahasa Jawa banyumasan. Majalah ANCAS berisi pendidikan dan kebudayaan juga sastra banyumasan. Terbit sejak tgl 6 April 2010 dengan oplah sekitar 8000 eksemplar. Distribusi majalah ANCAS di wilayah Kabupaten Banyumas, Cilacap, Purbalingga dan Banjarnegara juga sampai ke Bali, Kalimantan, Papua, Jakarta, Surabaya,Jogjakarta juga Lampung.

Banyumas TVSunting

Banyumas memiliki stasiun televisi lokal Banyumas Televisi, waktu on air adalah 12.00 sampai 23.00. Acaranya lebih banyak produksi sendiri dan hasil karya rumah produksi lokal dengan muatan gaya banyumasan yang kental, pada jam-jam tertentu juga merelay stasiun televisi NET.

Radar BanyumasSunting

Radar Banyumas adalah surat kabar yang terbit di Banyumas, dan masih satu grup dengan Jawa Pos Group.

mBanyumasiSunting

mBanyumasi adalah surat kabar yang dikelola oleh pengusaha lokal sejak Mei 2006 di Banyumas.

Satelit PostSunting

Satelit Post adalah surat kabar baru yang terbit di Purwokerto dan sekitarnya. Harga surat kabar ini pada awal terbitnya adalah Rp1.000.

Harian BanyumasSunting

Harian Banyumas adalah surat kabar baru yang terbit di Purwokerto dan sekitarnya. Harian Banyumas merupakan bagian dari Harian Suara Merdeka. Harga surat kabar ini diawal terbitnya Rp 1.000,-

PendidikanSunting

Pendidikan formal TK atau RA SD atau MI SMP atau MTs SMA atau MA SMK Perguruan tinggi Lainnya
Negeri 3 965 106 22 9 2 1
Swasta 676 202 112 31 53 20 3
Total 679 1.167 218 53 62 22 4
Data sekolah di Kabupaten Banyumas
Sumber: Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kabupaten Banyumas (2010/2011)[7]

BudayaSunting

Budaya Banyumasan memiliki ciri khas tersendiri yang berbeda dengan wilayah lain di Jawa Tengah, walaupun akarnya masih merupakan budaya Jawa.

Di antara seni pertunjukan yang terdapat di Banyumas antara lain:

  • Wayang kulit gagrag Banyumas, yaitu kesenian wayang kulit khas Banyumasan. Terdapat dua gagrak (gaya), yakni Gragak Kidul Gunung dan Gragak Lor Gunung. Kekhasan wayang kulit gragak Banyumasan adalah napas kerakyatannya yang begitu kental dalam pertunjukannya.
  • Begalan, adalah seni tutur tradisional yang pada upacara pernikahan. Kesenian ini menggunakan peralatan dapur yang memiliki makna simbolis berisi falsafah Jawa bagi pengantin dalam berumah tangga nantinya.

Kesenian musik tradisional Banyumas juga memiliki kekhasan tersendiri dibanding dengan kesenian musik Jawa lainnya, di antaranya:

  • Calung, adalah alat musik yang terbuat dari potongan bambu yang diletakkan melintang dan dimainkan dengan cara dipukul. Perangkat musik khas Banyumas yang terbuat dari bambu wulung mirip dengan gamelan Jawa, terdiri atas gambang barung, gambang penerus, dhendhem, kenong, gong dan kendang. Selain itu ada juga Gong Sebul dinamakan demikian karena bunyi yang dikeluarkan mirip gong tetapi dimainkan dengan cara ditiup (Bahasa Jawa: disebul), alat ini juga terbuat dari bambu dengan ukuran yang besar. Dalam penyajiannya calung diiringi vokalis yang lazim disebut sinden. Aransemen musikal yang disajikan berupa gending-gending Banyumasan, gending gaya Banyumasan, Surakarta-Yogyakarta dan sering pula disajikan lagu-lagu pop yang diaransemen ulang.
  • Kenthongan (sebagian menyebut tek-tek), adalah alat musik yang terbuat dari bambu. Kenthong adalah alat utamanya, berupa potongan bambu yang diberi lubang memanjang disisinya dan dimainkan dengan cara dipukul dengan tongkat kayu pendek. Kenthongan dimainkan dalam kelompok yang terdiri dari sekitar 20 orang dan dilengkapi dengan bedug, seruling, kecrek dan dipimpin oleh mayoret. Dalam satu grup kenthongan, kenthong yang dipakai ada beberapa macam sehingga menghasilkan bunyi yang selaras.
  • Salawatan Jawa, yakni salah satu seni musik bernapaskan Islam dengan perangkat musik berupa terbang jawa. Dalam pertunjukan kesenian ini menyajikan lagu-lagu yang diambil dari kitab Barzanji.
  • bongkel, yakni peralatan musik tradisional sejenis angklung, namun terdiri empat bilah berlaras slendro.

Sejumlah tarian khas Banyumasan antara lain:

  • lengger, merupakan tarian yang dimainkan oleh dua orang perempuan atau lebih. Di tengah-tengah pertunjukkan hadir seorang penari laki-laki disebut badhud (badut/bodor). Tarian ini umumnya dilakukan di atas panggung dan diiringi oleh alat musik calung.
  • sintren, adalah tarian yang dimainkan oleh laki-laki yang mengenakan baju perempuan. Tarian ini biasanya melekat pada kesenian ebeg. Di tengah-tengah pertunjukan biasanya pemain ditindih dengan lesung dan dimasukan ke dalam kurungan, di mana dalam kurungan itu ia berdandan secara wanita dan menari bersama pemain yang lain.
  • aksimuda, yakni kesenian bernapaskan Islam berupa silat yang digabung dengan tari-tarian.
  • angguk, yakni kesenian tari-tarian bernapaskan Islam. Kesenian ini dilakukan oleh delapan pemain, di mana pada akhir pertunjukan pemain tidak sadarkan diri.
  • aplang atau daeng, yakni kesenian yang serupa dengan angguk, dengan pemain remaja putri.
  • buncis, yaitu paduan antara kesenian musik dan tarian yang dimainkan oleh delapan orang. Kesenian ini diiringi alat musik angklung.
  • ebeg, adalah kuda lumping khas Banyumas. Pertunjukan ini diiringi oleh gamelan yang disebut bendhe.


PariwisataSunting

Banyumas memiliki beberapa tempat wisata andalan, kebanyakan berupa keindahan alam seperti gua, air terjun dan wana wisata.

Wisata alamSunting

Wisata sejarahSunting

Wisata keluargaSunting

PerayaanSunting

Kabupaten Banyumas memiliki beberapa acara yaitu:

  • Banyumas Extravaganza

KulinerSunting

Kuliner khas dari Banyumas di antaranya adalah:

MasakanSunting

Masakan khas Banyumas, yaitu:

MinumanSunting

Minuman khas Banyumas, yaitu:

  • Es Dawet Banyumas
  • Wedang Runtah

JajananSunting

Jajanan pasar khas Banyumas, yaitu:

Oleh-olehSunting

Oleh-oleh khas banyumas, yaitu:

  • Nopia
  • Mino (Mini Nopia)

Batik BanyumasanSunting

Banyumas juga menghasilkan batik, meskipun tidak setenar Solo, Yogyakarta dan Pekalongan. Batik Banyumas mempunyai keunikan karena kedua sisi muka dan belakang mempunyai kualitas yang hampir sama. Batik banyumas yang sekarang ini cukup terkenal adalah Batik produksi Pak Sugito dari Sokaraja. Selain itu sentra batik Banyumasan yang lengkap barada di jalan Mruyung di dalam kompleks alun-alun kota Banyumas.

TokohSunting

  • Tontowi Ahmad atlet bulu tangkis peraih medali emas olimpiade Rio De Jeneiro Brasil TH. 2016

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Kabupaten Banyumas Dalam Angka 2020" (pdf). www.banyumaskab.bps.go.id. Diakses tanggal 23 Agustus 2020. 
  2. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 4 Februari 2013. Diakses tanggal 15 Februari 2013. 
  3. ^ KPU Banyumas Tetapkan 50 Anggota DPRD 2019-2024
  4. ^ Perolehan Kursi DPRD Banyumas 2014-2019
  5. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  6. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  7. ^ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kabupaten Banyumas (2010/2011)

Bacaan lanjutanSunting

  • Koderi, M., Banyumas Wisata dan Budaya. Purwokerto: Penerbit Metro, 1991.

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting