Kabupaten Indramayu

kabupaten di Jawa Barat

Koordinat: 6°28′32″S 108°16′05″E / 6.475656°S 108.268089°E / -6.475656; 108.268089

Kabupaten Indramayu (Carakan:ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦆꦤ꧀ꦢꦿꦩꦪꦸ; Aksara Sunda: ᮊᮘᮥᮕᮒᮦᮔ᮪ ᮄᮔ᮪ᮓᮁᮙᮚᮥ) adalah salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Indramayu. Nama Indramayu berasal dari kecantikan putri Raden Arya Wiralodra bernama Nyi Endang Darma Ayu, yaitu salah satu pendiri Indramayu abad 1527 M. Nyi Endang Darma Ayu. Sebutan Darma Ayu lama kelamaan menjadi Dermayu dan In Darmayu, kemudian menjadi Indramayu.

Kabupaten Indramayu

ꦏꦧꦸꦥꦠꦺꦤ꧀ꦆꦤ꧀ꦢꦿꦩꦪꦸ
ᮊᮘᮥᮕᮒᮦᮔ᮪ ᮄᮔ᮪ᮓᮁᮙᮚᮥ
Jawa 1rightarrow blue.svg Jawa Barat
Lambang resmi Kabupaten Indramayu
Lambang
Motto: 
Mulih Harja
Map of West Java highlighting Indramayu Regency.svg
Kabupaten Indramayu berlokasi di Jawa
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Indramayu berlokasi di Indonesia
Kabupaten Indramayu
Kabupaten Indramayu
Koordinat: 6°15′S 107°51′E / 6.25°S 107.85°E / -6.25; 107.85
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal peresmian7 Oktober 1527
Ibu kotaIndramayu
Pemerintahan
 • BupatiBambang Tirtoyuliono (Pejabat sementara)
Luas
 • Total2.000,99 km2 (77,259 sq mi)
Populasi
 (2007[1])
 • Total1.795.372 jiwa
Demografi
 • BahasaIndonesia, Bahasa Jawa Indramayu, Bahasa Sunda (Dialek Parean).[2][3]
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon0234
Kode Kemendagri32.12 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan31
Jumlah desa313
DAURp1.134.695.113.000,00 (2013)[4]
Situs webwww.indramayukab.go.id

SejarahSunting

Indramayu timur ( Sukagumiwang, Tukdana, Bangodua, Widasari, Arahan, Santigi (Cènthigi), Sindang, Balongan, Kedokanbuder, Juntinyuat, Krangkeng, Celeng (Lohbener), Kandanghaur (sebagian wilayah), Losarang, Patrol, Sukra (Sakra), Anjatan, Bongas, Haurgeulis, Bantawaru dan Plasa Kerep.

Wilayah indramayu tersebut masuk ke wilayah kerajaan galuh purwa (jawa kuno) yang letak pemerintahannya di kaki gunung slamet abad 1 Masehi.

GeografiSunting

Secara geografis, Kabupaten Indramayu berada pada 107"51'-108"36' Bujur Timur dan 6"15' - 6"40' Lintang Selatan. Wilayahnya terletak di bagian utara provinsi Jawa Barat yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Kabupaten Indramayu berjarak sekitar 52 Km barat laut Kota Cirebon, 144 Km dari Kota Bandung melalui Sumedang serta 205 Km dari Jakarta ke arah timur. Seluruh wilayahnya merupakan dataran rendah hingga pesisir. Ada sebagian daerah yang memiliki perbukitan terutama di perbatasan Kabupaten Sumedang yaitu Dusun Ciwado Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Indramayu. Dan sebagian wilayah Sanca, Kecamatan Gantar

Batas WilayahSunting

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Laut Jawa
Timur Laut Jawa
Selatan Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka dan Kabupaten Sumedang
Barat Kabupaten Subang

IklimSunting

Wilayah kabupaten Indramayu beriklim tropis basah dan kering (Aw) dengan dua pola musim, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim penghujan biasanya berlangsung sejak bulan Desember hingga bulan Maret. Musim kemarau berlangsung pada bulan Mei hingga bulan Oktober. Rata-rata curah hujan di wilayah kabupaten Indramayu adalah 1300–1800 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 80–110 hari hujan per tahun. Oleh karena wilayahnya yang berada dipesisir pantai, suhu rata-rata tahunan wilayah ini cukup tinggi yaitu berkisar antara 23°–32° C. Tingkat kelembapan di sebagian besar wilayah kabupaten Indramayu berkisar antara 70–85% per tahunnya.[5]

Data iklim Indramayu, Jawa Barat, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.8
(87.4)
30.7
(87.3)
31.2
(88.2)
31.9
(89.4)
32.4
(90.3)
32.5
(90.5)
32.9
(91.2)
33.5
(92.3)
34.1
(93.4)
34.2
(93.6)
33
(91)
31.8
(89.2)
32.42
(90.32)
Rata-rata harian °C (°F) 26.6
(79.9)
26.7
(80.1)
26.8
(80.2)
27.3
(81.1)
27.6
(81.7)
27.3
(81.1)
27.5
(81.5)
27.6
(81.7)
28.1
(82.6)
28.2
(82.8)
27.8
(82)
27.1
(80.8)
27.38
(81.29)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.5
(72.5)
22.6
(72.7)
22.5
(72.5)
22.7
(72.9)
22.8
(73)
22.2
(72)
21.9
(71.4)
22
(72)
22.1
(71.8)
22.4
(72.3)
22.6
(72.7)
22.5
(72.5)
22.4
(72.36)
Presipitasi mm (inci) 325
(12.8)
254
(10)
208
(8.19)
145
(5.71)
113
(4.45)
96
(3.78)
63
(2.48)
25
(0.98)
32
(1.26)
76
(2.99)
130
(5.12)
229
(9.02)
1.696
(66,78)
Rata-rata hari hujan 17 15 13 9 8 7 5 2 3 6 10 14 109
% kelembapan 85 84 83 82 80 77 75 70 72 72 79 81 78.3
Rata-rata sinar matahari bulanan 179 188 217 252 268 259 294 300 283 270 225 206 2.941
Sumber #1: Climate-Data.org[6]
Sumber #2: Weatherbase[7]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
Raden Singalodra (Wiralodra I)
1
[ket. 1]
2
Raden Wirapati (Wiralodra II)
2
3
Raden Sawedi (Wiralodra III)
3
4
Raden Banggala (Wiralodra IV)
4
5
Raden Banggali (Wiralodra V)
5
6
Raden Samaun (Wiralodra VI)
6
7
Raden Krestal
7
8
Raden Warngali
8
9
Raden Wiradibrata I
9
10
Raden T. Suranenggala
10
11
100px Raden Djalari (Purbadi Negara I)
1900
1900
11
12
100px Raden Rolat (Purbadi Negara II)
1900
1917
12
13
100px Raden Sosrowardjoyo
1917
1932
13
14
100px Raden AA Moch. Soediono
1933
1944
14
15
Dr. Raden Murdjani
1944
1946
15
16
Raden Wiraatmaja
1946
1947
16
17
100px M. I. Syafiuddin
1947
1948
17
18
Raden Wachyu
1949
1950
18
19
100px Tikol Al Moch. Ichlas
1950
1951
19
20
100px Tb. Moch. Cholil
1951
1951
20
21
100px Raden Djoko Said Prawirawidjojo
1952
1956
21
22
100px Raden Hasan Surya Satjakusumah
1956
1958
22
23
Raden Firman Ranuwidjoyo
1958
1958
Pj.
24
Entol Djunaedi Satiawiharja
1958
1960
23
25
100px H. A. Dasuki
1960
1965
24
26
100px M. Dirlam Sastromihardjo
1965
1973
25
27
100px Raden Hadian Suria Adiningrat
1974
1975
26
28
100px H. A. Djahari, SH
1975
1985
27
29
100px H. Adang Suryana
1985
1990
28
30
100px H. Ope Mustofa
1990
1995
29
1995
2000
30
31
  H. Irianto MS. Syafiuddin
2000
2005
31
Dedi Wahidi
2005
2010
32
Heri Sudjati
33
  Hj. Anna Sophana
2010
2015
33
Supendi
2015
2018
34
[ket. 2]
34
  H. Supendi
2018
2018
[ket. 3]
Taufik Hidayat
-
  H. Taufik Hidayat
(Pelaksana Tugas)
2018
2020
[ket. 4]
Keterangan
  1. ^ Tidak diketahui tahun menjabatnya hingga Bupati ke-10
  2. ^ Mengundurkan diri saat menjabat
  3. ^ Terkena kasus korupsi dan diberhentikan dari jabatan
  4. ^ Pelaksana Tugas Bupati, Karena Supendi diberhentikan karena kasus korupsi

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Indramayu dalam dua periode terakhir.[8][9]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 7   7
  Gerindra 5 6
  PDI Perjuangan 7   7
  Golkar 19 22
  NasDem 3 1
  PKS 4 2
  Perindo (baru) 1
  Hanura 2 1
  Demokrat 3   3
Jumlah Anggota 50   50
Jumlah Partai 8 9

KecamatanSunting

Kabupaten Indramayu terdiri dari 31 kecamatan, 8 kelurahan, dan 309 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.845.205 jiwa dengan luas wilayah 2.040,11 km² dan sebaran penduduk 904 jiwa/km².[10][11]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Indramayu, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Kelurahan Desa Status Daftar
Desa/Kelurahan
32.12.23 Anjatan 13 Desa
32.12.19 Arahan 8 Desa
32.12.14 Balongan 10 Desa
32.12.06 Bangodua 8 Desa
32.12.22 Bongas 8 Desa
32.12.17 Cantigi 7 Desa
32.12.04 Cikedung 7 Desa
32.12.03 Gabuswetan 10 Desa
32.12.25 Gantar 7 Desa
32.12.01 Haurgeulis 10 Desa
32.12.15 Indramayu 8 10 Desa
Kelurahan
32.12.13 Jatibarang 15 Desa
32.12.11 Juntinyuat 12 Desa
32.12.21 Kandanghaur 13 Desa
32.12.10 Karangampel 11 Desa
32.12.28 Kedokan Bunder 7 Desa
32.12.08 Kertasemaya 13 Desa
32.12.09 Krangkeng 11 Desa
32.12.02 Kroya 9 Desa
32.12.05 Lelea 11 Desa
32.12.18 Lohbener 12 Desa
32.12.20 Losarang 12 Desa
32.12.29 Pasekan 6 Desa
32.12.31 Patrol 8 Desa
32.12.16 Sindang 10 Desa
32.12.12 Sliyeg 14 Desa
32.12.27 Sukagumiwang 7 Desa
32.12.24 Sukra 8 Desa
32.12.26 Terisi 9 Desa
32.12.30 Tukdana 13 Desa
32.12.07 Widasari 10 Desa
TOTAL 8 309
 
Rumah sakit Indramayu pada tahun 1925.

EkonomiSunting

Pusat perekonomian kabupaten ini berada di wilayah Kecamatan Jatibarang dan Kecamatan Haurgeulis karena kedua kecamatan ini memiliki akses transportasi yang mudah seperti Jalur Pantura dan Stasiun Kereta Api. Beberapa kecamatan penting di wilayah Kabupaten Indramayu diantaranya adalah Kecamatan Patrol, Kecamatan Karangampel, dan Kecamatan Terisi.

TransportasiSunting

Kabupaten Indramayu dilalui jalur utama pantura. Jalur pantura Indramayu mulai dari ruas Patrol-Lohbener-Jatibarang-Kertasemaya. Juga jalur alternatif sebelah utara Indramayu-Karangampel-Krangkeng yang menuju ke arah Cirebon. Sebagai jalur alternatif bisa melalui jalur Lohbener lalu ke kota Indramayu kemudian ke Karangampel diteruskan ke arah Cirebon. Kabupaten Indramayu juga dilalui oleh jalur kereta api. Stasiun kereta api terbesar berada di Jatibarang dan merupakan salah satu stasiun besar yang ada di Daerah Operasi 3 Cirebon.

BahasaSunting

Secara umum ada dua bahasa daerah yang digunakan masyarakat Kabupaten Indramayu, yakni Bahasa Jawa Cirebon (Dialek Indramayu) dan bahasa Sunda. Bahasa Jawa Indramayu (Dialek Indramayu) digunakan oleh mayoritas masyarakat Indramayu, selain bahasa Jawa Indramayu (Dialek Indramayu) di wilayah selatan dan barat daya menggunakan bahasa Sunda, karena Jawa Barat merupakan wilayah Tatar Sunda (Tanah Sunda).

Ada dua jenis bahasa Sunda yang digunakan. Pertama, bahasa Sunda Priangan atau bahasa Sunda fase baru, yang digunakan masyarakat di Kecamatan Gantar dan sebagian Haurgeulis (berbatasan dengan Kabupaten Subang), Desa Cikawung di Kecamatan Terisi (yang berbatasan dengan Kabupaten Majalengka dan Sumedang), dan Blok Karangjaya di Desa Mangunjaya di Kecamatan Anjatan, yang merupakan imigran dari Bandung dan Sumedang.

Ada pula bahasa Sunda fase Sunda kuna, yakni di Desa Ilir, Bulak, dan Parean Girang di Kecamatan Kandanghaur, serta Desa Lelea dan Tamansari di Kecamatan Lelea. Bahasa Sunda fase Sunda kuna agak berbeda dengan fase Sunda baru karena perbedaan dialek temporal. Perbedaan yang paling kentara adalah dalam bahasa Sunda kuno tidak mengenal undak-usuk (tingkatan berbahasa). Bahasa Sunda kuno juga tidak mengenal vokal /eu/, tetapi hanya /e/ saja. Belum lagi perbedaan pada kosakata.

Bahasa Jawa di Kabupaten Indramayu sekarang ada tiga dialek. Mayoritas adalah dialek Dermayu (Indramayu). Tetapi ada pula bahasa Jawa dialek Cerbon (Cirebon), yakni di Desa Krangkeng, Kalianyar, dan sekirarnya di Kecamatan Krangkeng, yang berbatasan dengan Kabupaten Cirebon. Bahasa Jawa dialek Tegal-Brebes juga ada di wilayah barat Kabupaten Indramayu karena pada tahun 1920-an terdapat migrasi dari Tegal-Brebes ke wilayah tersebut, yakni di beberapa desa atau blok di Kecamatan Haurgeulis, Anjatan, Patrol, Sukra, dan Bongas.

Bahasa Jawa dialek Dermayu mayoritas digunakan masyarakat Indramayu, yakni kira-kira 1,5 juta penduduk. Ada dua tingkatan dalam bahasa Jawa dialek Dermayu yang merupakan dialek sosial (sosiolek), yakni tingkatan bagongan atau ngoko dan tingkatan bebasan atau besiken atau krama. Diperkirakan warga yang menguasai bebasan sekitar 20%-40%.

Seni dan budayaSunting

Seni dan budaya di Indramayu merupakan akulturasi dari budaya Jawa Indramayu dan Sunda bagian wilayah utara, kebudayaan yang tumbuh dalam masyarakat Indramayu menjadi bentuk ekspresi nyata terhadap akulturasi dua kebudayaan yang berbeda.[12]

Organ tunggalSunting

Kesenian Indramayu salah satunya adalah kesenian Organ Tunggal, yakni pentas musik di atas panggung dengan menggunakan Organ. Organ Tunggal ini biasanya dipentaskan hampir di setiap acara, seperti acara tujuh belasan, juga pada hari raya keagamaan seperti Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, meskipun lebih sering dipentaskan pada acara-acara hajatan, seperti hajatan pernikahan dan khitanan. Selain di atas panggung, kesenian musik organ ini juga dipentaskan secara berkeliling kampung pada saat-saat tertentu, seperti pada Bulan Ramadhan. Dua di antaranya yang cukup ternama beserta artisnya adalah: Organ tunggal Rolani Electone dengan Aas Rolani dan organ tunggal Puspa Kirana dengan Dewi Kirana. Tidak jarang grup-grup ini mendapat job manggung di luar Indramayu, bahkan lintas provinsi.

Tari topengSunting

Seni tradisional lainnya adalah seni tari topeng, kesenian ini merupakan kesenian asli daerah Cirebon, termasuk Indramayu. Tari topeng adalah salah satu tarian di tatar Parahyangan. Disebut tari topeng, karena penarinya menggunakan topeng di saat menari. Tari topeng ini sendiri banyak sekali ragamnya, dan mengalami perkembangan dalam hal gerakan, maupun cerita yang ingin disampaikan. Terkadang tari topeng dimainkan oleh saru penari tarian solo, atau bisa juga dimainkan oleh beberapa orang.

Salah satu jenis lainnya dari tari topeng ini adalah tari topeng Kelana Kencana Wungu yang merupakan rangkaian tari topeng gaya Parahyangan yang menceritakan ratu Kencana Wungu yang dikejar-kejar oleh Prabu Menak Jingga yang tergila-tergila kepadanya. Pada dasarnya masing-masing topeng yang mewakili masing-masing karakter menggambarkan perwatakan manusia. Kencana Wungu, dengan topeng warna biru, mewakili karakter yang lincah namun anggun. Menak Jingga (disebut juga Kelana), dengan topeng warna merah mewakili karakter yang berangasan, temperamental dan tidak sabaran. Tari ini karya Nugraha Soeradiredja.

Gerakan tangan dan tubuh yang gemulai, serta iringan musik yang didominasi oleh kendang dan rebab, merupakan ciri khas lain dari tari topeng.

Kesenian tari topeng ini masih eksis dipelajari di sanggar-sanggar tari yang ada, dan masih sering dipentaskan pada acara-acara resmi daerah, ataupun pada momen tradisional daerah lainnya. Salah satu sanggar tari topeng yang ada di Indramayu adalah sanggar tari topeng Mimi Rasinah, yang terletak di Desa pekandangan, Indramayu. Mimi Rasinah adalah salah satu maestro tari topeng yang masih aktif menari dan mengajarkan kesenian tari topeng walaupun dia telah menderita lumpuh semenjak tahun 2006, Mimi Rasinah wafat pada bulan Agustus 2010.

Wayang kulitSunting

 
Wayang kulit

Seperti masyarakat Jawa pada umumnya, kesenian Wayang masih kental melekat pada masyarakat Indramayu. Wayang Kulit Indramayu sebenarnya tak ada bedanya dengan wayang kulit Jawa, perbedaanya hanya terletak pada bahasa yang digunakannya, yaitu Bahasa Jawa Indramayu atau yang biasa dikenal dengan basa dermayon yang khas dalam tuturannya, baik lakon maupun sempal guyonnya.

Wayang kulit indramayu merupakan ragam khas wayang kulit cirebon, dimana sebenarnya wayang kulit cirebon masih serupa dengan wayang kulit purwa, tetapi memiliki ciri khasnya tersendiri jika ditinjau dari sudut seni kriya, wayang kulit cirebon dibuat cukup jauh berbeda dengan tatahan dan sungingan wayang kulit purwa, adapun bentuk wayang kulit cirebon ini agak mirip dengan wayang kulit bali tetapi ukurannya lebih langsing.[13]

Pementasan Wayang Kulit masih sering diselenggarakan pada momen tertentu seperti hajatan, ataupun dipentaskan sebagai bagian dari adat tradisional lainnya, seperti Mapag Sri, Ngarot, Nadran, Ruwatan dan sebagainya. Dimana pada acara adat tersebut, pementasan wayang kulit menjadi suatu keharusan, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari acara itu sendiri.

Beberapa Dalang Wayang Kulit terkenal Indramayu adalah H. Anom Rusdi bersama Grup Langen Budaya dan H. Tomo bersama Grup Langen Kusuma.

Mapag Dewi SriSunting

Pesta rakyat Mapag Dewi Sri ini, menurut kepercayaan masyarakat setempat merupakan kegiatan yang wajib diadakan setiap tahun. Konon pada tahun 1970-an kegiatan ini pernah tidak dilaksanakan karena hasil panen sedikit, karena tidak dilaksanakannya pesta rakyat Mapag Dewi Sri akibatnya banyak masyarakat setempat yang sakit. Semenjak kejadian itu, sekecil apapun hasi panen yang diperoleh, pesta rakyat Mapag Dewi Sri harus tetap dilaksanakan.

SintrenSunting

 
Kesenian tradisional Sintren atau Lais

Kebudayaan masyarakat Jawa yang melekat pada masyarakat Indramayu salah satunya adalah Sintren, Sintren adalan kesenian tradisional masyarakat Jawa, khususnya Pekalongan. Kesenian ini terkenal di pesisir utara Jawa Tengah dan Jawa Barat, antara lain Pemalang, Pekalongan, Brebes, Banyumas, Kuningan, Cirebon, dan Indramayu. Sintren disebut juga dengan lais. Di Indramayu sendiri, kesenian Sintren dipentaskan pada acara-acara tertentu, misalkan hajatan atau syukuran, atau pentas seni tradisional. Dahulu ada pentas seni Sintren yang berkeliling kampung, tetapi sekarang sudah sangat sulit untuk ditemukan karena semakin tergeser oleh pentas dan hiburan modern.

TarlingSunting

Tarling merupakan seni musik dan lagu yang pada awalnya ditampilkan dalam bentuk nyanyian (kiser) yang diiringi oleh gitar dan suling saja.

Sejalan dengan perkembangan zaman, kesenian Tarling mengalami perkembangan dan perubahan yang cepat. Saat ini Tarling sudah dilengkapi dengan alat-alat musik yang modern. Kendatipun demikian Tarling klasik masih banyak diminati oleh wisatawan. Salah seorang Maestro tarling klasik yang di kenal masyarakat Indramayu adalah (Almh) Hj.Dariyah dengan grup Cahaya Muda yang di pimpinnya.[butuh rujukan]

Genjring akrobatSunting

Salah satu jenis kesenian tradisional masyarakat Indramayu, yaitu pertunjukan berupa akrobat/atraksi dengan media tangga, sepeda beroda satu dan sebagainya. Kesenian Genjring Akrobat dalam penyajiannya diiringi alat musik Genjring/Rebana dengan dilengkapi tari Rudat.

SandiwaraSunting

Sandiwara adalah sebuah pertunjukan pentasan sebuah cerita atau disebut pula lakon dalam bahasa Indramayu. Sandiwara yang dipertunjukan di wilayah-wilayah budaya Indramayu merupakan hasil alkulturasi budaya eropa yang dibawa oleh bangsa Portugis pada abad ke 16 yang terlihat dari setingan panggungnya.[14]

Sandiwara di Indramayu mirip dengan seni pertunjukkan masres yang ada di wilayah Cirebon dan hampir serupa dengan seni pertunjukan ketoprak yang ada di daerah Jawa Tengah dan Timur, kemiripan dengan seni pertunjukan masres ini dikarenakan masres dan sandiwara indramayu berasal dari akar budaya Cirebon yang sama namun hanya berbeda dalam penggunaan bahasa, Bahasa Jawa Indramayu atau yang biasa disebut basa dermayon lebih dominan pada pertunjukan sandiwara indramayu, di Indramayu seni drama sebagian besar mengisahkan tentang legenda dan sejarah.[15]

Sebuah sandiwara bisa berdasarkan skenario atau tidak. Apabila tidak, maka semuanya dipentaskan secara spontan dengan banyak improvisasi.

BerokanSunting

Berokan adalah seni budaya asli asal penduduk pribumi indramayu dengan kata lain adalah barong yang mirip dengan barongsai yang diadakan setiap hari raya Idul Fitri, tepatnya setelah sholat hari raya. Biasanya yang menjadi berokan memakai topeng menyeramkan dan baju berupa kurungan namun ada juga yang berbentuk lucu. Pengiringnya ada dua, yang pertama adalah yang meminta beras kepada warga dan yang kedua adalah sekelompok orang yang memainkan alat musik. Cara memanggilnya yaitu dengan berteriak "galak, gloak" maka sang berokan akan mengejar siapapun yang memanggilnya. Berokan ini akan berkeliling kampung mulai dari hari pertama Idul Fitri sampai 2 atau 3 hari sesudahnya.

Singa Depok & Kebo NgamukSunting

Kesenian yang mirip dengan sisingaan dari Subang, ini sudah mulai di modifikasi dengan adanya "Kebo Ngamuk" dan "Burok"

Cindera mataSunting

Batik tulis PaomanSunting

Batik yang berciri khas pesisir, memiliki corak yang berbeda dengan batik daerah lainnya. Perpaduan antara kepercayaan, adat istiadat, seni dan lingkungan kehidupan daerah pesisir, ditambah lagi adanya pengaruh dari luar, seperti Cina, Arab dan Timur Tengah, Hindu-Jawa serta Eropa ikut memengaruhi terbentuknya motif dan karakter batik tulis pesisir.

Industri kerajinan batik tulis ini terdapat di Kelurahan Paoman, Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu dan Terusan, Sindang, Indramayu. Kualitas dari batik yang mem punyai ± 200 motif ini telah mampu menembus pasaran internasional, terutama para kolektor batik dari mancanegara.

Kerajinan bordirSunting

 
Pedesan entog Bang Combet khas Indramayu

Kerajinan bordir berkembang cukup pesat di Indramayu, terletak di Desa Sukawera, Kecamatan Kertasemaya ± 6 kilometer dari Kota Jatibarang atau 22 kolimeter dari Kota Indramayu. Motif yang cukup terkenal adalah motif seruni, tapak kebo, bunga tulip, lunglungan, hasil produksinya mampu memenuhi permintaan pasar regional dan Nasional. Indramayu merupakan daerah yang sangat menarik untuk dikunjungi,karena letaknya yang sangat strategis yaitu disepanjang jalan pantai utara Pulau Jawa.

KulinerSunting

Kuliner Indramayu tak jauh beda dengan kuliner Cirebon, di samping mempunyai kuliner khas Cirebonan yakni khas daerah Indramayu dan Cirebon, Indramayu juga punya beberapa kuliner khas Dermayonan yakni khas Indramayu.

  1. Pedesan Entog
    Kuliner ini khas Dermayonan, terbuat dari daging itik atau entog yang diracik dengan bumbu pedas yang khas;
  2. Bubur Indramayu
    Bubur ini asli Dermayonan, bubur ini memadukan bubur ayam dengan soto, maka dari itu bubur ini sering juga disebut dengan bubur soto;
  3. Rumbah
    Rumbah disebut juga dengan urab, pecel atau rujak, di Indramayu rumbah adalah sayuran yang sudah direbus, kemudian dilumuri dengan sambal asam, bisa ditambah dengan lontong, mi dan kerupuk melarat khas Cirebonan;
  4. Nagasari
    Kue khas Dermayonan ini terbuat dari tepung beras berisikan pisang yang dibungkus dengan daun pisang. Nagasari disebut juga dengan pipis.
  5. Koci
    Tak jauh beda dengan Nagasari, kue koci terbuat dari tepung beras yang dibalut daun pisang, bisa berisikan kacang, gula merah atau parutan kelapa. Yang membedakannya adalah bentuknya yang mengerucut atau mancung sehingga disebut juga dengan pipis monyong;
  6. Keripik Mangga
    Makanan olahan khas Dermayonan ini terbuat dari hasil bumi Indramayu yang terkenal yakni mangga, ini merupakan inovasi terbaru dalam mengolah mangga yang sebelumnya hanya dinikmati dalam bentuk buah saja.
  7. Burbahcek
    Bubur Rumbah Cecek yang memadukan bubur ayam, rumbah dan cecek (kikil) kulit sapi atau kerbau, yang sekarang makanan ini sudah hampir punah
  8. Kerupuk Udang
    Kerupuk udang adalah sejenis kerupuk yang terbuat dari campuran adonan tepung terigu dengan udang ditambah bumbu lainnya sehingga menimbulkan rasa lezat dan nikmat.
  9. Terasi
    Terasi terbuat dari rebon yaitu udang kecil yang dihaluskan, terasi mungkin layak untuk menjadi makanan tambahan yang memang harus diolah menjadi sambal dulu biar terasa nikmat.
  10. Cimplo sejenis apem biasa digunakan untuk upacara adat menjelang tanam, maupun panen padi, mkanan ini biasa dicampur gula merah dan santan.
  11. Keripik Melinjo
  12. Dodol Mangga

Hasil bumiSunting

Hasil bumi Indramayu adalah padi, walaupun bukan penghasil padi terbesar, tetapi masyarakat Indramayu umumnya memiliki mata pencarian sebagai petani, dan sebagian besar wilayah Indramayu merupakan lahan pertanian, bahkan bisa ditemukan persawahan walaupun berada di pusat kota Indramayu.

Selain padi, hasil bumi yang paling terkenal adalah Mangga, jenis mangga khas Indramayu sendiri disebut Mangga Gedong gincu oleh masyarakat setempat. Mangga ini terkenal enak dan manis, tak ayal di sepanjang jalur utama Indramayu banyak pedagang buah mangga sebagai oleh-oleh khas Indramayu. Dari hasil bumi yang satu inilah, Indramayu mendapat julukan sebagai Kota Mangga. Memang tak afdal rasanya jika berkunjung ke Indramayu tanpa membeli atau mencicipi mangga Gedong gincu Indramayu.

Indramayu juga terkenal kaya akan sumberdaya migas, salah satu kilang minyak besar yang ada di Indramayu adalah Kilang Minyak Balongan yang berada di Kecamatan Balongan.

ReferensiSunting

  1. ^ Jumlah penduduk Kabupaten Indramayu tahun 2007 versi BPS Provinsi Jawa Barat
  2. ^ Perda Provinsi Jawa Barat No. 5 Tahun 2003
  3. ^ Peta Budaya Provinsi Jawa Barat Tahun 2011
  4. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  5. ^ http://sippa.ciptakarya.pu.go.id/sippa_online/ws_file/dokumen/rpi2jm/DOCRPIJM_c43842c1f8_BAB%20IIBab%202%20Profil%20Kabupaten%20Indramayu.pdf
  6. ^ "Indramayu, Jawa Barat, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 29 Agustus 2020. 
  7. ^ "INDRAMAYU, INDONESIA". Weatherbase. Diakses tanggal 29 Agustus 2020. 
  8. ^ PEROLEHAN KURSI DPRD KAB. INDRAMAYU 2014-2019
  9. ^ Perolehan Kursi DPRD Kab. indramayu 2019-2024
  10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  12. ^ Caesar, Diposkan oleh Lucky. "Akulturasi Budaya Jawa-Sunda, Indramayu Punya Sejuta Pesona Seni Budaya #IndramayuKotaBudaya". Diakses tanggal 2020-10-01. 
  13. ^ Hadi Sukirno - Wayang Cirebon
  14. ^ Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat - Teater Masres
  15. ^ Marianty, Wegi aknes sindu. 2007.Layar Sandiwara Masres Kelompok Dharma Samudra Cirebon Analisis Layar Dalam Cerita Jaka Pendil. Bandung: Institut Teknologi Bandung

Pranala luarSunting