Kereta api Argo Dwipangga

kereta api eksekutif dan luxury di Indonesia

Kereta api Argo Dwipangga merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan luxury (reguler) yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang memiliki rute Solo BalapanGambir dan sebaliknya.

Kereta api Argo Dwipangga
PapanKeretaApi 2020.svg
KA ARGO DWIPANGGA
SOLOBALAPAN - GAMBIR PP
KA Argo Dwipangga TB.jpg
Kereta api Argo Dwipangga saat melintas di Tambun Selatan, Bekasi
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
PendahuluDwipangga
Mulai beroperasi5 Oktober 1998
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpangrata-rata 800 penumpang per hari
Lintas pelayanan
Stasiun awalSolo Balapan
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh571 km
Waktu tempuh reratasekitar 8 jam 28 menit hingga 8 jam 35 menit
Frekuensi perjalananSatu kali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif & luxury (reguler)
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 26 tempat duduk disusun 1-2 (luxury)
    kursi dapat diputar dan dapat direbahkan hingga 140°
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan blinds, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara, meja lipat, pengeras suara, bantal, dan selimut.
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal9-10 (reguler)
59F-60F (fakultatif)
Peta rute
Solo Balapan–Yogyakarta–Jakarta Gambir
Untuk KA Argo Lawu, Argo Dwipangga, dan Taksaka,
baik perjalanan reguler maupun fakultatif/tambahan
Ke Surabaya
Ke Gundih, Semarang
Solo Balapan Y  ARS 
Ke Wonogiri
Klaten  ARS 
Jawa Tengah
DI Yogyakarta
Jembatan Kali Opak
Yogyakarta Y P  ARS   1A   1B   2A   3A   3B 
Jembatan Kali Progo
DI Yogyakarta
Jawa Tengah
Ke Purworejo
Kutoarjo P
Kebumen  ARS 
Gombong
Terowongan Ijo
Kroya
Ke Cilacap, Bandung
Terowongan Kebasen
Jembatan Kali Serayu
Terowongan Notog
Purwokerto
Jembatan Sakalimolas
Ke Tegal
Ke Semarang
Cirebon
Ke Bandung
Jembatan Sungai Citarum
Bekasi B
Jawa Barat
DKI Jakarta
Jatinegara B L Roundeltjk4.png Roundeltjk5.png Roundeltjk5C.png Roundeltjk5D.png Roundeltjk5E.png Roundeltjk7.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
Ke Pasar Senen
Ke Bogor dan Sukabumi
Ke Tanah Abang dan Merak
Jakarta Gambir Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png
Ke Jakarta Kota
Keterangan:
  • Taksaka berterminus di Stasiun Yogyakarta
  • Taksaka juga berhenti di stasiun Kutoarjo dan Kebumen.
  • Hampir semua KA di atas berhenti di Kutoarjo,
    kecuali Argo Lawu Fakultatif dan Argo Dwipangga Fakultatif
  • Hanya Taksaka reguler jadwal pagi, tambahan jadwal pagi arah Jakarta,
    dan tambahan jadwal malam arah Yogyakarta yang berhenti di Kebumen
  • Hanya Taksaka tambahan jadwal pagi arah Yogyakarta
    yang berhenti di Gombong
  • Hanya Taksaka reguler arah Jakarta, tambahan jadwal malam arah Jakarta,
    dan tambahan jadwal pagi arah Yogyakarta yang berhenti di Kroya
  • Hanya Taksaka reguler jadwal malam arah Jakarta yang berhenti di Bekasi

Kereta api ini menempuh perjalanan dari Solo Balapan menuju Gambir sejauh 571 km dalam waktu sekitar 8 jam dan hanya berhenti di Klaten, Yogyakarta, Kutoarjo (kecuali untuk layanan fakultatif), Purwokerto, dan Jatinegara (arah Gambir). Kereta api yang membawa sembilan kereta kelas eksekutif dan satu kereta kelas luxury ini menawarkan alternatif perjalanan pada siang hari dari Gambir ke Solo Balapan dan perjalanan pada malam hari dari arah sebaliknya.

Nama Dwipangga diambil dari sebutan kendaraan Dewa Indra berupa gajah.

SejarahSunting

Awal pengoperasian kereta apiSunting

Kereta api Dwipangga (1998)Sunting

Kereta api Dwipangga pertama kali diresmikan oleh Menteri Perhubungan RI saat itu, Giri Suseno Hadihardjono, pada 21 April 1998.[1] Rangkaian kereta yang digunakan awalnya merupakan kereta kelas spesial dengan susunan kursi 2–1 sebanyak 33 kursi dalam satu kereta, hasil perbaikan kereta keluaran 1950-an maupun lebih muda secara besar-besaran.[2] Tarif yang ditetapkan untuk kelas spesial saat itu sebesar Rp160.000,00.[2]

Kereta api Argo Dwipangga (1998–2011)Sunting

 
Kereta api Argo Dwipangga saat melintas di Stasiun Cikini, 2013

Sebagai tanggapan atas rendahnya tingkat okupansi pada kereta api kelas spesial, maka ia dilakukan perubahan layanan menjadi kelas eksekutif dan mengalami perubahan nama menjadi "Argo Dwipangga" pada 5 Oktober 1998. Corak pada rangkaian kereta api Argo Dwipangga saat itu berwarna putih-kuning gading, sebagian berwarna abu-abu khas kereta api Argo.[3]

Pada November 1998, kereta api Argo Dwipangga mulai beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan PT INKA, namun kereta makan dan kereta pembangkit yang digunakan berupa kereta yang telah ada di Depo Solo Balapan. Selain itu, kereta api ini beroperasi menggunakan bekas rangkaian kereta eksekutif Argo Lawu keluaran 1996 setelah ia beroperasi menggunakan rangkaian berbogie K9.[3]

Kereta api Argo Dwipangga saat itu memiliki ciri khas, yaitu logo "Dwipangga" dengan gambar gajah baik saat masih menjadi kereta kelas spesial maupun kelas eksekutif Argo—tidak seperti logo pada kereta api Argo saat itu—sebelum dilakukan perubahan logo seperti kereta api kelas eksekutif Argo lainnya.

Pengoperasian kereta api mulai 2011–sekarangSunting

 
Kereta api Argo Dwipangga saat meninggalkan Stasiun Purwokerto, 2020

Setelah Balai Yasa Manggarai melakukan penyehatan kereta eksekutif keluaran tahun 1984 dan 1986 sebagai eksekutif new image dengan kaca berbentuk "seperti pesawat", kereta api Argo Dwipangga beroperasi menggunakan kereta eksekutif hasil penyehatan tersebut mulai 2011, sementara kereta buatan tahun 1996 digunakan untuk pengoperasian kereta api Taksaka.

Setelah hari raya Idul Fitri pada 2016, kereta api Argo Dwipangga untuk perjalanan reguler sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif terbaru keluaran 2016 oleh PT INKA—bersama kereta api Argo Lawu—sebelum dilakukan penggantian rangkaian kereta pada 2019.

Kereta api Argo Dwipangga melayani kelas luxury mulai 26 Mei 2019.[4]

Data teknisSunting

Lintas pelayanan Solo BalapanGambir pp.
Susunan rangkaian kereta
Kereta nomor Kereta pembangkit (P) 1 2 3 4 Kereta makan (M1) 5 6 7 8 9 1
Keterangan Kereta penumpang kelas eksekutif (K1) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1) Kereta penumpang kelas Luxury (K1)
Catatan: Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu

InsidenSunting

Pada 10 Desember 2002, kereta api Argo Dwipangga terguling ke sawah di Sarwogadung, Mirit, Kebumen, akibat truk yang menyenggol jembatan kereta dan mengakibatkan rel bergeser. Akibatnya, empat orang tewas dan 24 lainnya luka berat, serta ratusan penumpang terluka ringan akibat anjlokan tersebut.[5]

Pada 3 April 2007, kereta api Argo Dwipangga mengalami anjlok di km 342+500, Babakan, Karanglewas, Banyumas yang mengakibatkan perjalanan kereta api terhambat.[6]

Pada 1 Oktober 2013, kereta api Argo Dwipangga menabrak mobil bak terbuka yang mengangkut rombongan haji di Kertasemaya, Indramayu. Ketiga belas orang tewas dalam kejadian tersebut.[7]

Pada 25 Agustus 2019, kereta api Argo Dwipangga menabrak truk di km 463+4/5 antara Stasiun Kutowinangun dan Stasiun Prembun yang mengakibatkan sopir truk meninggal dunia dan satu orang lainnya luka-luka.[8]

GaleriSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Liem, Dewangga (2019-09-02). "Dwipangga, Tunggangan Dewa Indra yang Disematkan HB X Sebagai Nama Kereta Api | GenPI Jogja". Diakses tanggal 2020-01-04. 
  2. ^ a b "Dwipangga". Perusahaan Umum Kereta Api. Diarsipkan dari versi asli tanggal 20 Februari 2002. 
  3. ^ a b "Argo Dwipangga, Gajah Sakti dari Solo". Roda Sayap. Diakses tanggal 2020-04-22. 
  4. ^ "Mengenal Kemewahan KA Luxury 2, Ini Fasilitas dan Jadwal Keberangkatan". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-04-10. 
  5. ^ "Suara Merdeka: KA Dwipangga Terguling, 4 Tewas". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2016-05-31. Diakses tanggal 2016-11-12. 
  6. ^ Detikcom: KA Dwipangga Anjlok di Banyumas, Jalur Tengah Terganggu
  7. ^ Vivanews: Argo Dwipangga Tabrak Pick Up Rombongan Haji, 13 Meninggal
  8. ^ [1]

Pranala luarSunting