Kereta api Argo Lawu

kereta api eksekutif di Indonesia

Kereta api Argo Lawu merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia untuk melayani lintas Solo Balapan-Gambir melalui Purwokerto-Cirebon dan sebaliknya. Perjalanan kereta api ini menuju Jakarta dilakukan pada pagi hari sedangkan perjalanan menuju Solo dilakukan pada malam hari

Kereta api Argo Lawu
PapanKeretaApi 2020.svg
KA ARGO LAWU
Solo Balapan - Gambir (PP)
Argo Lawu TB.jpg
Kereta api Argo Lawu melintas di Tambun, Bekasi
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
PendahuluSolo Jaya
Mulai beroperasi21 September 1996
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalSolo Balapan
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh573 km
Waktu tempuh reratasekitar 8 jam
Frekuensi perjalananSatu kali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif dan Luxury
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2-2 (eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 26 tempat duduk disusun 1-2 (luxury)
    kursi dapat diputar dan dapat direbahkan hingga 140°
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, peredam suara.
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional60–105 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal
  • 7-8 (reguler)
  • 57F-58F (fakultatif)

Nama "Lawu" diambil dari salah satu gunung berapi, Gunung Lawu, yang terletak di sebelah timur Kota Surakarta.

SejarahSunting

Awal pengoperasian kereta api (1996–2002)Sunting

 
Kereta api Argo Lawu saat akan memasuki Stasiun Yogyakarta, 2014
 
Kereta eksekutif keluaran tahun 2016 yang pernah digunakan pada kereta api ini sebelum digantikan dengan rangkaian kereta berbahan baja nirkarat.

Kereta api Argo Lawu diluncurkan pada 21 September 1996 dengan nama lain "JSO-751" yang berarti "Jakarta-Solo ditempuh selama 7 jam pada peringatan 51 tahun kemerdekaan RI." Pada awal peluncurannya, kereta api Argo Lawu beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan PT INKA keluaran 1996 yang memiliki ciri khas, yaitu menggunakan pendingin udara dengan unit luar berbentuk trapesium, letak kaca yang lebih rendah, serta ukuran kereta yang lebih tinggi. Rangkaian kereta tersebut merupakan hasil penyehatan secara intensif—antara lain penggantian bogie menjadi bogie K8 (NT-60) sehingga dapat dipacu dengan kecepatan 120 km/jam—dari kereta kelas ekonomi buatan tahun 1950-an.

Menggunakan rangkaian kereta berbogie K9 (2002–2007)Sunting

Kereta api Argo Lawu sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta berbogie K9 sehingga rangkaian kereta sebelumnya (keluaran 1996) digunakan untuk pengoperasian kereta api Taksaka dan Argo Dwipangga. Rangkaian kereta tersebut memiliki corak yang berbeda dengan rangkaian kereta pada kereta api Argo Bromo Anggrek dan Argo Muria, yakni berwarna ungu. Kondisi geografi di jalur lintas selatan yang tidak sesuai kemampuan bogie K9 menyebabkan kereta api Argo Lawu sering anjlok.

Pengoperasian kereta api mulai 2008–sekarangSunting

 
Kereta api Argo Lawu ditarik lokomotif CC 206 15 02 CPN bertemakan Hari Natal, saat diberangkatkan dari Stasiun Purwokerto
 
Kereta api Argo Lawu ditarik lokomotif CC 206 15 05 CPN bertemakan Hari Ramadhan, melintasi Tambun, Bekasi

Mulai Oktober 2008, kereta api Argo Lawu beroperasi menggunakan rangkaian kereta keluaran 2008 buatan PT INKA.

Sejak 21 Juli 2016, kereta api ini untuk perjalanan reguler bersama Argo Dwipangga dan Bima pernah beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif keluaran tahun 2016 dari PT INKA—sebelum dilakukan penggantian rangkaian kereta pada 16 Agustus 2019 setelah rangkaian aslinya dimutasi ke Depo Kereta Cirebon (CN) untuk pengoperasian KA Argo Cheribon.

Kereta api Argo Lawu melayani kelas luxury generasi ke-2 sejak 26 Mei 2019 yang memiliki 26 tempat duduk.[1]

Pada budaya populerSunting

Kereta api Argo Lawu bersama kereta api lainnya diangkat menjadi lagu campur sari karya Cak Diqin, "Sepur Argo Lawu", yang menyebutkan nama-nama kereta api seperti Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Wilis, Argo Muria, Argo Bromo Anggrek, dan Sri Tanjung.

InsidenSunting

Pada 21 April 2007 pukul 12.30 WIB, kereta api Argo Lawu anjlok setelah berangkat dari Stasiun Purwokerto. Tidak ada korban dalam kecelakaan ini.[2]

Data teknisSunting

Nomor urut Lokomotif CC206 1* 1 2 3 4 Kereta makan (M1) 5 6 7 8 9 Kereta pembangkit (P)
Keterangan Kereta penumpang kelas Luxury (K1) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1)
Depo Kereta Solo Balapan (SLO)
Catatan:: Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.

GaleriSunting

Kereta api Argo Lawu saat melewati Jembatan Sakalimalas, Brebes
Lain-lain

ReferensiSunting

  1. ^ "Mengenal Kemewahan KA Luxury 2, Ini Fasilitas dan Jadwal Keberangkatan". KOMPAS. Diakses tanggal 2020-02-24. 
  2. ^ https://news.detik.com/berita/d-770676/ka-argo-lawu-anjlok-di-purwokerto-tidak-ada-korban

Pranala luarSunting