Stasiun Karangtalun

Stasiun Kereta Api di Kabupaten Cilacap

Stasiun Karangtalun (KRL) adalah stasiun kereta api barang kelas besar tipe C yang terletak di Karangtalun, Cilacap Utara, Cilacap. Stasiun ini berada di dalam pabrik semen PT Solusi Bangun Indonesia Tbk. sehingga otomatis stasiun ini tidak melayani penumpang dan hanya kereta angkutan semen. Stasiun yang terletak pada ketinggian +6,75 m ini termasuk dalam Daerah Operasi V Purwokerto.

Stasiun Karangtalun

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun KRL.png
Stasiun KRL 2019.jpeg
Stasiun Karangtalun
LokasiKarangtalun, Cilacap Utara, Cilacap, Jawa Tengah 53234
Indonesia
Koordinat7°41′06″S 109°01′23″E / 7.6849405°S 109.0230022°E / -7.6849405; 109.0230022Koordinat: 7°41′06″S 109°01′23″E / 7.6849405°S 109.0230022°E / -7.6849405; 109.0230022
Ketinggian+6,75 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi V Purwokerto
Letak dari pangkalkm 3+035 lintas Gumilir-Karangtalun[1]
Jumlah peronSatu peron sisi yang rendah dan dua peron pulau barang yang rendah
Jumlah jalur7
Informasi lain
Kode stasiun
  • KRL
  • 2315
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Sejarah
Dibuka1999
Layanan
Hanya untuk KA Semen Dynamix
Lokasi pada peta
Stasiun Karangtalun berlokasi di Indonesia
Stasiun Karangtalun
Stasiun Karangtalun
Lokasi di Indonesia
Tampak emplasemen Stasiun Karangtalun

Meskipun stasiun yang beralamat di Jalan Nusantara ini tidak melayani angkutan penumpang,[3] berat angkut semen Dynamix dari Karangtalun mencapai seberat 3.000 ton per harinya.[4]

Stasiun yang beroperasi sekarang adalah stasiun baru yang didirikan bersamaan pabrik semen baru pada akhir dekade 1990-an, menggantikan Stasiun Karangtalun Lama yang terletak disebelah barat laut. Stasiun ini pada awal berdirinya memiliki sepuluh jalur, naum pada antara tahun 2012-2013, area bongkar muat semen mengalami renovasi dan kini hanya memiliki tujuh jalur dengan jalur 1 merupakan sepur lurus menuju arah Stasiun Karangtalun Lama dan sekarang jalur 1 hanya memiliki panjang sekitar 400 m dari percabangan utama dikarenakan percabangan menuju karangtalun Lama ditutup dan digunakan sebagai tempat parkir gerbong TTW. Jalur 2, 3, dan 4 digunakan untuk parkir gerbong dan langsiran, sedangkan jalur 5, 6, dan 7 menuju area bongkar muat. Pemangkasan jumlah jalur ini dilakukan seiring beroperasinya kereta api semen rangkaian panjang yang terdiri dari 30 gerbong datar.[4]

Stasiun ini tidak melayani penumpang dan berada di wilayah kerja PT Solusi Bangun Indonesia sehingga stasiun ini dijaga ketat 24 jam dan tidak sembarang orang dapat memasuki stasiun ini, kecuali yang telah mendapatkan izin dan yang berkepentingan.

Sekitar tahun 2015, bantalan rel kereta pada jalur Gumilir–Karangtalun diganti dengan konstruksi beton yang sebelumnya menggunakan konstruksi kayu dan besi sehingga muatan untuk mengangkut semen dapat lebih banyak dan peningkatan rel mengunakan tipe R42. Pada tahun 2021, jalur Gumilir-Karangtalun dupgrade lagi dengan penggantian rel yang semula tipe R42 menjadi R54.

Layanan kereta apiSunting

KA Semen Dynamix, dari dan tujuan Solo Balapan, Sragen, Brumbung, Lempuyangan, dan Cirebon Prujakan

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ PT Kereta Api Indonesia (Persero) (2019). Sekilas Cerita Daop 5 Purwokerto (PDF). e-PPID PT Kereta Api Indonesia. 
  3. ^ "Inilah Stasiun Kereta Api Tanpa Penumpang di Indonesia". Twisctre. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-12-24. Diakses tanggal 2018-12-23. 
  4. ^ a b "PT KAI Daop 5 Uji Coba Rangkaian KA Sepanjang 400 Meter". Republika Online. 2013-09-03. Diakses tanggal 2018-12-23. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Gumilir
Terminus
Percabangan menuju Karangtalun Karangtalun (lama)
Terminus