Kereta api Argo Muria

kereta api eksekutif di Indonesia

Kereta api Argo Muria merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif yang dioperasikan PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk melayani lintas Semarang TawangGambir dan sebaliknya. Nama "Muria" diambil dari salah satu gunung di Jawa Tengah, Gunung Muria.

Kereta api Argo Muria
PapanKeretaApi 2020.svg
KA ARGO MURIA
SEMARANG TAWANG - GAMBIR (PP)
Muria K9.jpg
Kereta api Argo Muria saat akan melintas langsung Stasiun Semarang Poncol
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Mulai beroperasi22 Desember 1997
Operator saat iniPT Kereta Api Indonesia
Jumlah penumpang700-900 penumpang per hari (rata-rata)
Lintas pelayanan
Stasiun awalSemarang Tawang
Jumlah pemberhentianLihatlah di bawah.
Stasiun akhirGambir
Jarak tempuh407 km
Waktu tempuh reratasekitar 6 jam
Frekuensi perjalananSekali pergi pulang sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif
Pengaturan tempat duduk50 tempat duduk disusun 2-2
kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks dengan tirai dan lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas hiburanAda
Fasilitas lainLampu baca, toilet, alat pemadam api ringan, rem darurat, penyejuk udara, dan peredam suara
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC 201, CC 203, CC 206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional70 s.d. 100 km/jam
Pemilik jalurDirektorat Jenderal Perkeretaapian
Nomor pada jadwal13-14 (reguler)
63F-64F (fakultatif)
Peta rute
Semarang Tawang - Gambir
Untuk KA Argo Muria dan Argo Sindoro
baik perjalanan reguler maupun tambahan
ke Jakarta Kota
Jakarta Gambir Roundeltjk2.png Roundeltjk2A.png Roundeltjk2D.png Roundeltjk7.png
ke Bogor
ke Tanah Abang
Jatinegara B L Roundeltjk4.png Roundeltjk5.png Roundeltjk5C.png Roundeltjk5D.png Roundeltjk5E.png Roundeltjk7.png Roundetjk10.png Roundetjk11.png
DKI Jakarta
Jawa Barat
Bekasi B
Jembatan Sungai Citarum
ke Bandung
 
Cirebon
ke Purwokerto
via Ketanggungan
ke Purwokerto
via Slawi
Tegal
Jembatan Kali Comal
Pekalongan
Semarang Tawang Trans Semarang 2.svg Trans Semarang 3A.svg Trans Semarang 3B.svg Trans Semarang 4.svg Trans Semarang 7.svg
ke Solo, Surabaya
Hanya Argo Muria reguler arah Jakarta saja yang berhenti di Bekasi

SejarahSunting

Awal pengoperasian kereta apiSunting

 
Kereta api Argo Muria saat menggunakan rangkaian kereta lama, sekitar tahun 2002 hingga 2006

Kereta api Argo Muria pertama kali beroperasi pada 22 Desember 1997 yang menawarkan perjalanan dengan jadwal pemberangkatan pagi hari dari arah Jakarta ke Semarang dan sore hari dari arah sebaliknya menggunakan rangkaian kereta berbogie K9 sehingga menjadi salah satu kereta unggulan di zamannya. Namun, kereta api Argo Muria I sempat berhenti beroperasi pada 20–26 Mei 1998 akibat tingkat okupansi yang rendah.[1] Selain kereta api Argo Muria I, beberapa pengoperasian kereta api penumpang juga sempat dihentikan akibat kerusuhan yang terjadi di Jakarta.[1]

Pada 1998, kereta api ini sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta keluaran tahun 1965 hasil pemulihan.[1]

Mulai 2002, kereta api Argo Muria I dan Argo Muria II beroperasi menggunakan rangkaian kereta buatan PT INKA keluaran 2002, sehingga rangkaian kereta sebelumnya digunakan untuk menambah perjalanan kereta api Argo Gede. Kereta api yang baru dioperasikan tersebut memiliki waktu perjalanan yang berkebalikan dengan Argo Muria I sehingga tersedia dua jadwal pemberangkatan kereta api relasi Semarang–Jakarta.[1]

Sejak tahun 2007, nama "Argo Muria I" dilakukan perubahan nama menjadi Argo Sindoro dan mulai beroperasi menggunakan rangkaian kereta dengan bogie K9 yang sebelumnya pernah digunakan untuk pengoperasian kereta api Argo Lawu.[1] Kemudian, kereta api ini kembali beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif keluaran tahun 2002 sejak rangkaian kereta api dengan bogie K9 milik Argo Bromo Anggrek dan Argo Sindoro ditarik oleh PT INKA untuk dilakukan perbaikan ulang.

Pengoperasian kereta api saat iniSunting

 
Kereta api Argo Muria saat melintas langsung Stasiun Semarang Poncol

Pada tahun 2017, kereta api ini sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta eksekutif buatan PT INKA keluaran tahun 2017.

Mulai bulan April 2019, kereta api ini (bersama kereta api Argo Sindoro) kembali beroperasi menggunakan rangkaian kereta dengan bogie K9 dalam pengoperasiannya—sebelumnya digunakan untuk pengoperasian kereta api Argo Bromo Anggrek.

Rangkaian kereta eksekutif keluaran tahun 2017 tersebut dimutasi ke Depo Kereta Cirebon (CN) untuk pengoperasian kereta api Argo Cheribon.

Data teknisSunting

Rute Semarang TawangGambir pp.
Susunan rangkaian kereta
Kereta nomor 1 2 3 4 Kereta makan (M1) 5 6 7 8 9 Kereta pembangkit (P)
Keterangan Kereta penumpang kelas eksekutif (K1) Kereta penumpang kelas eksekutif (K1)
Catatan :
  • Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu
  • Pada hari-hari tertentu ditambahkan kereta priority

Pada budaya populerSunting

Kereta api Argo Muria bersama kereta api kelas Argo lainnya diangkat menjadi lagu campur sari karya Cak Diqin, "Sepur Argo Lawu". yang mana disebutkan nama-nama kereta api, seperti Argo Lawu, Argo Dwipangga, Argo Wilis, Argo Muria, Argo Bromo Anggrek, dan Sri Tanjung.[2]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e "Sindoro-Muria, Dua Bersaudara dari Semarang". Roda Sayap. 2019-05-26. 
  2. ^ Lirik dan Kunci Gitar untuk lagu "Sepur Argo Lawu"

Pranala luarSunting