Kereta api Purwojaya

Layanan kereta api eksekutif di Indonesia

Kereta api Purwojaya merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia untuk melayani rute CilacapJakarta Gambir via Kroya-Purwokerto dan sebaliknya.

Kereta api Purwojaya
PapanKeretaApi 2020.svg
KA PURWOJAYA
Cilacap - Gambir (PP)
Purwojaya BKS.jpg
Kereta Api Purwojaya Livery Idul Fitri Berhenti Di Stasiun Bekasi
Informasi umum
Jenis layananKereta api antarkota
StatusBeroperasi
Mulai beroperasi13 Maret 1995
Operator saat iniKereta Api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalCilacap
Stasiun akhirJakarta Gambir
Jarak tempuh404 km
Waktu tempuh rerata6 jam 54 menit
Frekuensi perjalananSatu kali keberangkatan tiap hari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif
Pengaturan tempat duduk50 tempat duduk disusun 2-2
kursi dapat direbahkan dan diputar
Fasilitas restorasiAda
Fasilitas observasiKaca panorama dupleks, dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas.
Fasilitas hiburanAda
Teknis sarana dan prasarana
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional81.5-110 km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal85-86

SejarahSunting

 
Kereta api Purwojaya saat melayani dua layanan kelas (eksekutif dan bisnis) – melintas langsung Stasiun Kebasen, 2011

Sejarah pengoperasian Kereta Api Purwojaya dimulai sejak tahun 1986. Saat itu, untuk mengakomodir besarnya okupansi Sawunggalih khususnya penumpang dari/dan Purwokerto, maka tiap hari libur dioperasikan Kereta asistensi Sawunggalih dengan relasi lebih pendek Jakarta Pasar Senen menuju Purwokerto, kemudian pada libur Natal dan Tahun Baru 1987 Kereta asistensi ini diperpanjang hingga Karanganyar dengan kelas campuran, bisnis dan ekonomi. Pertimbangan pengoperasian kereta asistensi dengan relasi tersebut, karena saat itu 60 hingga 70% penumpang Sawunggalih maupun Kutojaya Ekonomi adalah penumpang dari/menuju Purwokerto, Kroya, Gombong sampai Karanganyar saja. Kereta asistensi ini sempat diberi nama Kereta Api Romajaya yang diambil dari nama lain Karanganyar, Kebumen saat masih bersatus kadipaten.

Pada tahun 1995, kereta api ini beroperasi dengan layanan kelas dengan bisnis dengan relasi Purwokerto - Jakarta Gambir PP dengan nama Purwojaya, yang diambil dari singkatan relasi kereta ini, yaitu Purwokerto Jakarta Raya. Pada 31 Mei 1996, bersamaan dengan peluncuran kereta eksekutif bisnis Sawunggalih Plus (Jakarta Gambir-Kutoarjo) kereta ini menambah kelas Eksekutif dan relasinya diperpanjang sampai Stasiun Cilacap, namun relasi ini hanya beroprasi pada saat weekend dan hari libur saja. Barulah tahun 1997 kereta ini resmi melayani kelas eksekutif dan berelasi hingga Stasiun Cilacap. Di tahun 2012 kereta api ini sempat berelasi ke Stasiun Jakarta Pasar Senen namun tidak lama dirubah ke relasi semula.

Purwojaya kembali mengalami perubahan layanan kelas pada 23 Februari 2016, kereta api ini hanya melayani kelas eksekutif dan beroperasi menggunakan kereta eksekutif keluaran tahun 2009 dan 2010.[1] Sementara itu, beberapa bekas rangkaian kereta Purwojaya kelas eksekutif dimutasi ke Depo Kereta Kutoarjo, Yogyakarta, dan Bandung, sedangkan rangkaian kereta kelas bisnis dihibahkan ke Depo Kereta Kutoarjo, Jakarta Kota, dan Yogyakarta. Rangkaian kereta lama yang tersisa difungsikan sebagai rangkaian cadangan yang kini digunakan sebagai rangkaian kereta kelas eksekutif untuk Kereta api Kamandaka. Sebagian kereta api eksekutif keluaran tahun 2010 dimutasi ke Depo Kereta Cirebon.

Mulai 28 September 2018, kereta api Purwojaya sempat beroperasi menggunakan rangkaian kereta baja nirkarat keluaran tahun 2018 hingga dilakukan pertukaran rangkaian dengan Kereta api Bima yang menggunakan jenis Eksekutif New image dengan bahan baja ringan.

GaleriSunting

Pranala luarSunting


  1. ^ redigest.web.id (2016-02-22). "KA Purwojaya Sekarang Naik Kelas".