Stasiun Bandung

stasiun kereta api di Jawa Barat, Indonesia
(Dialihkan dari Stasiun Hall)

Stasiun Bandung (BD), juga dikenal sebagai Stasiun Hall, adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Jalan Stasiun Timur (selatan) dan Jalan Kebon Kawung (pintu utara), di Kebonjeruk, Andir, tepatnya di perbatasan antara Pasirkaliki, Cicendo dan Kebonjeruk, Andir, Kota Bandung, Jawa Barat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +709 meter ini merupakan stasiun utama wilayah Bandung Raya di Jawa Barat dalam pengelolaan Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi II Bandung dan KAI Commuter. Stasiun ini pada awalnya hanya terdapat satu buah bangunan stasiun; tetapi setelah dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kota Bandung, stasiun ini sekarang terbagi menjadi dua bagian dan tetap di dalam satu kawasan. Stasiun ini melayani kereta api antarkota kelas eksekutif dan sebagian besar kelas campuran ke berbagai tujuan di Jawa.

Stasiun Bandung
Kereta Api Indonesia
B16C16KC03

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun BD.png
Stasiun Bandung Selatan 2021.jpg
Pintu masuk selatan Stasiun Bandung yang hanya diperuntukkan kereta api lokal, Oktober 2021
Nama lainStasiun Hall
Lokasi
Koordinat6°54′51″S 107°36′09″E / 6.91417°S 107.60250°E / -6.91417; 107.60250Koordinat: 6°54′51″S 107°36′09″E / 6.91417°S 107.60250°E / -6.91417; 107.60250
Ketinggian+709 m
OperatorKereta Api Indonesia
Daerah Operasi II Bandung
KAI Commuter
KAI Logistik
Letak dari pangkal
Jumlah peron
  • Satu peron sisi tinggi (peron jalur 1)
  • Tiga peron pulau yang tinggi (peron jalur 2 dan 3, 4 dan 5, 6 dan 7)
  • Dua peron pulau yang agak tinggi (antara jalur 1 dan 2 serta jalur 5 dan 6)
Jumlah jalur10 (jalur 3 dan 4: sepur lurus)
Konstruksi
ArsitekE.H. de Roo (bangunan selatan)
Gaya arsitekturArt deco
Informasi lain
Kode stasiun
  • BD
  • 1430
[2]
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka17 Mei 1884; 138 tahun lalu (1884-05-17)
Dibangun kembali1927–1928
Perusahaan awalStaatsspoorwegen
Operasi layanan
Argo Parahyangan (reguler & tambahan), Argo Wilis, Turangga, Mutiara Selatan, Harina, Ciremai, Malabar, Lodaya (reguler & tambahan), Pangandaran, Baturraden Ekspres, Cikuray, Cibatuan, Garut Cibatuan, Lokal Bandung Raya, dan Angkutan logistik ONS
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Ciroyom
ke arah Purwakarta
Bandung Raya Ekonomi
Purwakarta-Cicalengka
Cikudapateuh
Perjalanan satu arah
Ciroyom
ke arah Padalarang
Bandung Raya Ekonomi
Padalarang-Cicalengka
Cikudapateuh
ke arah Cicalengka
Cibatuan
Padalarang-Cibatu
Cikudapateuh
ke arah Cibatu
Cimindi
ke arah Purwakarta
Garut Cibatuan
Purwakarta-Garut
Cikudapateuh
Perjalanan satu arah
Ciroyom
Perjalanan satu arah
Cikudapateuh
ke arah Garut
Layanan penghubung
Halte sebelumnya Trans Metro Pasundan Halte berikutnya
RS Kebon Jati
Perjalanan satu arah
Koridor 2
transfer di SMA Pasundan
Perintis Kemerdekaan
SMAN 6 Bandung
ke arah BEC
Koridor 3
transfer di Stasiun Bandung
Stasiun Timur
Perjalanan satu arah
Stasiun Bandung
ke arah BEC
Koridor 3
transfer di Stasiun Timur
Banceuy
Perjalanan satu arah
Astana Anyar RSIA Kota Bandung
Perjalanan satu arah
Koridor 4 Balai Kota
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Parkir sepeda Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Mesin tiket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Tempat naik/turun Pos kesehatan Galeri ATM Pertokoan/area komersial Restoran Ruang menyusui VIP Ruang kerja bersama Isi baterai Area merokok Troli Eskalator 
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta

Sejak tahun 2014, kereta api Lokal Bandung Raya dan Lokal Cibatu tidak dilayani di pintu utara stasiun, tetapi hanya dilayani di pintu selatan. Hal ini guna untuk meningkatkan pelayanan kepada penumpang dan calon penumpang di stasiun ini. Stasiun ini juga dikenal sebagai terminal angkutan kota (angkot) karena stasiun ini juga dijadikan tempat singgah banyak angkot ke berbagai tujuan.[4]

SejarahSunting

Stasiun generasi pertamaSunting

 
Bangunan Stasiun Bandung generasi pertama

Dalam buku Wajah Bandoeng Tempo Dulu (1984) karangan Haryoto Kunto, gagasan awal pembangunan Stasiun Bandung berkaitan dengan pembukaan perkebunan di Bandung sekitar tahun 1870. Stasiun ini diresmikan pada 17 Mei 1884 pada masa pemerintahan Bupati Koesoemadilaga; pada waktu yang sama juga dibuka jalur kereta Batavia–Bandung melalui Bogor dan Cianjur. Pada saat itu, para tuan tanah perkebunan (Preangerplanters) menggunakan jalur kereta api untuk mengirimkan hasil perkebunannya ke Batavia dengan lebih cepat. Untuk menampung dan menyimpan hasil perkebunan yang akan diangkut dengan kereta, maka dibangunlah gudang-gudang penimbunan barang di beberapa tempat di dekat Stasiun Bandung, yaitu Jalan Cibangkong, Jalan Cikudapateuh, daerah Kosambi, Kiaracondong, Braga, Pasirkaliki, Ciroyom, dan Andir. Setelah peresmian jalur Bandung–Surabaya pada 1 November 1894, para pemilik pabrik dan perkebunan gula dari Jawa Tengah dan Timur (Suikerplanters) menyewa gerbong kereta menuju Bandung untuk mengikuti Kongres Pengusaha Perkebunan Gula yang pertama. Kongres tersebut merupakan hasil pertemuan Pengurus Besar Perkumpulan Pengusaha Perkebunan Gula (Bestuur van de Vereniging van Suikerplanters) di Surabaya pada tahun 1896.[5]

Stasiun generasi keduaSunting

Bangunan sisi selatan Stasiun Bandung yang sudah menggunakan gaya art deco. Di depannya berdiri tugu peringatan 50 Tahun SS.
Pintu masuk Stasiun Bandung sisi utara hanya untuk keberangkatan dan kedatangan kereta api antarkota.

Untuk mengingat pentingnya stasiun ini, maka diresmikan sebuah monumen (tugu) di depan pintu selatan stasiun pada tanggal 6 April 1925 yang dirancang oleh arsitek E.H. de Roo, dibangun untuk memperingati 50 tahun Staatsspoorwegen (SS) berkarya di Jawa. Tugu itu diyakini sebagai hadiah dari Wali Kota Bandung kepada SS atas jasa-jasanya berhasil mempersatukan Jawa dengan kereta api. Tugu itu diterangi seribu lampu dan diresmikan dengan upacara yang dihadiri warga Bandung dan petinggi-petinggi SS.[6][7][8]

Pada tahun 1927–1928, beberapa tahun setelah peringatan lima puluh tahun SS, E.H. de Roo juga mengganti arsitektur Stasiun Bandung, salah satunya ditandai dengan hiasan kaca patri pada peron bagian selatan yang bergaya Art Deco.[9] Sebelumnya, pada tahun 1918, mulai dilaksanakan proyek pembangunan jalur baru Bandung–RancaekekJatinangorTanjungsari–Citali, kemudian dibangun lintas Bandung–CiteureupMajalaya setahun kemudian, dan dibangun jalur Citeureup-Banjaran–Pengalengan pada tahun 1921. Untuk jalur yang menuju ke perkebunan teh, maka dibangun jalur Bandung ke Kopo (Soreang) dan kemudian ke Ciwidey.[5]

Pada saat peresmian Stasiun Bandung baru, surat kabar Javabode menuliskan bahwa masyarakat sekitar merayakannya selama dua hari secara berturut-turut. Kereta api merupakan sarana transportasi hasil produksi perkebunan Bandung, seperti kina, teh, kopi, dan karet, sehingga pertumbuhan ekonomi di kota tersebut berkembang pesat.[5]

Pada 1990, dibangun peron utara yang akhirnya dijadikan bagian depan stasiun di Jalan Kebon Kawung.[5]

Bangunan dan tata letakSunting

Arsitektur dan letak bangunanSunting

 
Bagian dalam stasiun, dengan papan nama versi 2017

Bangunan sisi selatan Stasiun Bandung bergaya Art Deco, ditandai dengan bentuk bangunan yang cenderung kubus pada hall depan. Fasad bangunan didesain mengikuti fasad lama stasiun (bangunan lama stasiun ini bergaya Indische Empire seperti stasiun-stasiun SS lainnya), tetapi didominasi oleh bidang-bidang transparan yang membuatnya berbeda dengan arsitektur lama.[10]

Pintu utara stasiun ini dahulunya merupakan bekas Balai Yasa Bandung yang kini sudah dinonaktifkan, sementara pintu selatan dijadikan sebagai pintu masuk kedua. Di hadapan stasiun berderet-deret kantor Daerah Operasi II Bandung yang halamannya juga dibuat untuk lahan parkir stasiun, mess, kantor Reska Multi Usaha Bandung, unit polisi khusus kereta api, dan unit kesehatan KAI. Di sebelah timur laut stasiun terdapat kantor pusat KAI. Ke arah barat stasiun ini terdapat bekas Stasiun Bandung Gudang yang sudah tidak aktif karena sudah tidak ada lagi aktivitas pengangkutan barang di sana serta digantikan oleh pusat perbelanjaan Paskal Hyper Square.

Tata letak jalurSunting

 
Stasiun Bandung dari arah timur, terlihat jembatan penyeberangan khusus penumpang, pembangunannya hampir rampung

Stasiun ini memiliki sepuluh jalur kereta api; terdiri dari enam jalur utama dengan jalur 3 dan 4 merupakan sepur lurus ditambah empat jalur untuk aktivitas langsir kereta api. Semua jalur digunakan untuk pemberhentian kereta api dan juga sebagai titik langsiran kereta api. Semua kereta api yang melintas di jalur PadalarangKroya berhenti di stasiun ini.

Stasiun ini dilengkapi dengan depo lokomotif di barat laut kompleks stasiun dan depo kereta yang cukup besar dan batasnya sampai ke Stasiun Ciroyom serta memiliki pemutar rel.

Stasiun ini memiliki jembatan penyeberangan penumpang untuk menghubungkan penumpang baik dari stasiun utara maupun dari stasiun selatan menuju peron. Selain itu, dilakukan peninggian peron jalur 1 dan peron antara jalur 2 dan 3, serta pemanjangan peron antara jalur 4 dan 5 dan peron antara jalur 6 dan 7, untuk menunjang penumpang menuju jembatan layang. Oleh karena itu, penumpang yang dari/menuju peron tidak perlu menyeberangi rel.[11]

 

  B16C16KC03  

Bangunan utara stasiun
Jalur 10 Sepur simpan
Jalur 9
Peron pulau (dalam pembangunan)
Jalur 8 Sepur simpan
Jalur 7
Peron sisi (dalam pembangunan menjadi peron pulau)
Jalur 6   Pemberhentian kereta api antarkota
Jalur 5
Peron pulau
Jalur 4   Pemberhentian kereta api antarkota
Jalur 3   Pemberhentian kereta api antarkota
(Ciroyom/Cimindi)      Garut Cibatuan tujuan Purwakarta, Padalarang, Cibatu, dan Garut

     Bandung Raya Ekonomi tujuan Purwakarta, Padalarang, dan Cicalengka

(Cikudapateuh)

(Cikudapateuh)

Peron pulau
Jalur 2 (Ciroyom/Cimindi)      Garut Cibatuan tujuan Purwakarta, Padalarang, Cibatu, dan Garut

     Bandung Raya Ekonomi tujuan Purwakarta, Padalarang, dan Cicalengka

(Cikudapateuh)

(Cikudapateuh)

Jalur 1 (Ciroyom/Cimindi)      Garut Cibatuan tujuan Purwakarta, Padalarang, Cibatu, dan Garut

     Bandung Raya Ekonomi tujuan Purwakarta, Padalarang, dan Cicalengka

(Cikudapateuh)

(Cikudapateuh)

Peron sisi
Bangunan selatan stasiun

FasilitasSunting

Stasiun ini sering dijadikan sebagai stasiun kereta api percontohan oleh KAI supaya mutu pelayanan dibuat setara dengan bandara. Oleh karena itu, KAI menjadikan stasiun ini sebagai stasiun kereta api pertama di Indonesia yang menerapkan sistem cetak tiket boarding pass sejak Februari 2016[12] serta sistem pemeriksaan bagasi dengan sinar-X pada Oktober 2018.[13]

Dalam rangka menjawab kebutuhan kerja penumpang kereta api, KAI bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia (BUMN) meresmikan ruang kerja bersama di sembilan stasiun kereta api besar di Jawa. Ruang kerja bersama itu diresmikan oleh Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno di Stasiun Bandung pada 6 April 2019. Ruang kerja bersama ini dilengkapi meja kursi dan tersambung dengan internet melalui Wi-Fi.[14]

Pada 28 September 2022, KAI mulai melakukan uji coba layanan boarding menggunakan sistem pengenalan wajah di stasiun ini, sebelum rencananya digunakan di semua stasiun keberangkatan penumpang di Indonesia.[15]

PersinyalanSunting

 
Sinyal keluar buatan Siemens di barat emplasemen Stasiun Bandung yang kini telah diganti dengan sinyal baru buatan LEN.

Stasiun ini merupakan stasiun kereta api di Indonesia yang pertama kali menggunakan sistem persinyalan elektrik. Pada 1970, stasiun ini mulai menggunakan yang diproduksi oleh Siemens dengan seri DrS60.[3][16] Pada Desember 2021, sebagai bagian dari upaya modernisasi persinyalan, sistem persinyalan elektrik lama produksi Siemens digantikan dengan sinyal baru produksi PT Len Industri pada. Upaya ini dilakukan karena sistem persinyalan elektrik lama tersebut sudah digunakan selama 50 tahun.[17] Bersamaan dengan itu, lintasan jalur rel antara stasiun ini dengan Stasiun Ciroyom dijadikan sebagai jalur tunggal ganda atau sepur kembar.

Ciri khasSunting

Stasiun ini memiliki bel stasiun dengan instrumental dari lagu pop Sunda yang berjudul "Manuk Dadali", "Karatagan Pahlawan", dan "Sabilulungan" pada keberangkatan dan kedatangan kereta api penumpang.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

AntarkotaSunting

Jalur Nama kereta api Kelas Tujuan akhir Keterangan
Lintas selatan Jawa Argo Parahyangan (reguler & tambahan) Eksekutif Jakarta Gambir
Bandung
Eksekutif dan ekonomi premium Jakarta Gambir
Bandung
Argo Parahyangan Tambahan Eksekutif dan luxury Jakarta Gambir Hanya KA 36 & 49

Dijalankan pada hari tertentu


Kiaracondong
Argo Wilis Eksekutif Surabaya Gubeng
Bandung
Turangga Surabaya Gubeng
Bandung
Malabar Eksekutif, bisnis, dan ekonomi Malang
Bandung
Baturraden Ekspres Eksekutif dan bisnis Purwokerto

Dijalankan pada hari tertentu


Bandung
Mutiara Selatan Eksekutif dan ekonomi premium Surabaya Gubeng
Bandung
Lodaya Solo Balapan
Bandung
Lodaya Tambahan Solo Balapan Jadwal malam. Dijalankan pada hari tertentu.
Bandung Jadwal siang. Dijalankan pada hari tertentu.
Pangandaran Jakarta Gambir

Dihentikan sementara


Banjar
Cikuray Ekonomi Jakarta Pasar Senen
Garut
Lintas utara Jawa Harina Eksekutif dan ekonomi premium Surabaya Pasarturi
Bandung
Ciremai Eksekutif dan ekonomi Semarang Tawang
Bandung

LokalSunting

Nama kereta api Tujuan akhir Keterangan
Lokal Bandung Raya (Cicalengka–Padalarang pp) Padalarang
Cicalengka
Lokal Bandung Raya (Padalarang–Kiaracondong pp) Padalarang Hanya jadwal malam
Kiaracondong
Lokal Bandung Raya (Cicalengka–Purwakarta) Purwakarta
Lokal Cibatuan Padalarang
Cibatu
Garut Cibatuan (Garut–Padalarang) Padalarang Hanya jadwal pagi
Garut Cibatuan (Garut–Purwakarta pp) Purwakarta Hanya jadwal siang
Garut Perjalanan pagi dan malam

BarangSunting

Angkutan logistik Overnight Services (ONS) Parcel Selatan, dari dan tujuan Surabaya Kota

Nama kereta api Kelas Tujuan akhir Keterangan
Kereta api Over Night Services (Parcel ONS Selatan) Kereta Barang Bandung -
Surabaya Kota

Antarmoda pendukungSunting

Angkutan pendukung yang tersedia di Stasiun Bandung antara lain:[18]

Stasiun UtaraSunting

Transportasi umum lain yang melewati Jalan Kebon Kawung, meliputi bus Trans Metro Bandung, Trans Metro Pasundan, dan angkutan kota:

Jenis Angkutan Umum No. Trayek Trayek Tujuan Akhir
Trans Metro Bandung K6F Stasiun Hall–Gunung Batu Terminal Stasiun Hall
Trans Metro Pasundan (Teman Bus) 3D Baleendah–Bandung Electronic Center (BEC) Bandung Electronic Center (BEC)
Angkot Kota Bandung 11B Stasiun Hall–Ciumbuleuit via Cihampelas Terminal Stasiun Hall
Sekitar RSAU Dr. M. Salamun Ciumbuleuit
12 Stasiun Hall–Gedebage Terminal Stasiun Hall
13 Stasiun Hall–Sarijadi Terminal Stasiun Hall
Rusun Sarijadi
14 Stasiun Hall–Gunung Batu Terminal Stasiun Hall
17 Pasar Induk Caringin–Dago Pasar Induk Caringin
22 Sukajadi–Kebon Kalapa Terminal Sederhana
26 Cisitu–Tegalega Kawasan Jalan Cisitu Indah (Dago)
Terminal Tegalega
30 Kebon Kalapa–Elang via Pasar Baru Superindo Rajawali (Sekitar Pertigaan Jalan Elang Raya–Rajawali Barat)
31 Antapani–Ciroyom Dekat Akses Bandar Udara Husein Sastranegara
34 Caringin–Sadang Serang Jalan Caringin (Dekat Akses Kawasan Sentra Sepatu Cibaduyut)
35 Kebon Kalapa–Karang Setra Sekitar Jalan Ibu Inggit Garnasih (Rumah Bersejarah Inggit Garnasih)
Angkot Kota Cimahi Stasiun Hall–Cimahi–Padalarang Terminal Stasiun Hall
Terminal Pasar Antri Baru
Pasar Tagog Padalarang
Angkot Kabupaten Bandung Ciroyom–Ciburial Terminal Ciroyom
Angkot Kabupaten Bandung Barat Stasiun Hall–Lembang Terminal Stasiun Hall
Terminal Lembang

Stasiun SelatanSunting

Bangunan selatan Stasiun Bandung terintegrasi dengan Terminal Stasiun Hall. Terminal tersebut melayani bus Trans Metro Bandung, Trans Metro Pasundan, dan angkutan kota, sebagai berikut:

Jenis Angkutan Umum No. Trayek Trayek Tujuan Akhir
Trans Metro Bandung K2 Cicaheum–Cibeureum Terminal Cicaheum
K5 Antapani–Stasiun Hall Terminal Antapani
K6F Stasiun Hall–Gunung Batu Dekat Jembatan Gunung Batu (Sebelum Pertigaan Alfamart Rancabali)
Trans Metro Pasundan (Teman Bus) 2D Kota Baru Parahyangan (Padalarang)–Alun-alun Kota Bandung Alun-alun Kota Bandung
4D Leuwi Panjang–Dago UNPAD Dipatiukur
Angkot Kota Bandung 11B Stasiun Hall–Ciumbuleuit via Cihampelas Sekitar RSAU Dr. M. Salamun Ciumbuleuit
12 Stasiun Hall–Gedebage Terminal Gedebage
13 Stasiun Hall–Sarijadi Rusun Sarijadi
14 Stasiun Hall–Gunung Batu Dekat Jembatan Gunung Batu (Sebelum Pertigaan Alfamart Rancabali)
26 Cisitu–Tegalega Kawasan Jalan Cisitu Indah (Dago)
30 Kebon Kalapa–Elang via Pasar Baru Depan Terminal Abdul Muis (Sekitar Pertigaan Jalan Pungkur–Dewi Sartika)
Angkot Kota Cimahi Stasiun Hall–Cimahi–Padalarang Terminal Pasar Antri Baru
Pasar Tagog Padalarang
Angkot Kabupaten Bandung Barat Stasiun Hall–Lembang Terminal Lembang

Stasiun TimurSunting

Bangunan selatan Stasiun Bandung juga memiliki pintu keluar menuju Jalan Stasiun Timur yang melayani pemberhentian beberapa moda transportasi:

Jenis Angkutan Umum No. Trayek Trayek Tujuan Akhir
Trans Metro Bandung K2 Cicaheum–Cibeureum Terminal Cicaheum
K5 Antapani–Stasiun Hall Terminal Antapani
K6F Stasiun Hall–Gunung Batu Dekat Jembatan Gunung Batu (Sebelum Pertigaan Alfamart Rancabali)
Trans Bandung Raya (DAMRI) KBP Alun-alun Kota Bandung–Kota Baru Parahyangan via Tol Pasteur Halte Jingganagara (Dekat Pertigaan Jalan Gelap Nyawang–Guru Gantangan)
Trans Metro Pasundan (Teman Bus) 3D Baleendah–Bandung Electronic Center (BEC) Bandung Electronic Center (BEC)
Angkot Kota Bandung 9 Stasiun Hall–Dago Terminal Dago
10 Stasiun Hall–Sadang Serang Terminal Sadang Serang
11B Stasiun Hall–Ciumbuleuit via Cihampelas Sekitar RSAU Dr. M. Salamun Ciumbuleuit
13 Stasiun Hall–Sarijadi Rusun Sarijadi
14 Stasiun Hall–Gunung Batu Dekat Jembatan Gunung Batu (Sebelum Pertigaan Alfamart Rancabali)
22 Sukajadi–Kebon Kalapa Terminal Sederhana
26 Cisitu–Tegalega Kawasan Jalan Cisitu Indah (Dago)
30 Kebon Kalapa–Elang via Pasar Baru Superindo Rajawali (Sekitar Pertigaan Jalan Elang Raya–Rajawali Barat)
Angkot Kota Cimahi Stasiun Hall–Cimahi–Padalarang Terminal Pasar Antri Baru
Pasar Tagog Padalarang
Angkot Kabupaten Bandung Barat Stasiun Hall–Lembang Terminal Lembang

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ a b Susanti, D.M. (Januari 2008). Kajian atas Pengelolaan Pengetahuan dalam Pengoperasian Teknologi Persinyalan Kereta Api (Studi Kasus Daop 2 Bandung) (Tesis S2). Program Magister Studi Pembangunan, Sekolah Arsitektur, Pengembangan, dan Perencanaan Kebijakan, Institut Teknologi Bandung. 
  4. ^ "Angkutan Umum: Angkot Kota Bandung". Transportasiumum.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-09-14. Diakses tanggal 14 September 2017. 
  5. ^ a b c d Gregorius Magnus Finesso (15 September 2010). "Bangkitnya Tatar Sunda". Kompas. hlm. 3. 
  6. ^ Reitsma, S.A. (1925). Boekoe Peringetan dari Staatsspoor-en-Tramwegen di Hindia-Belanda. Weltevreden, Batavia: Topografische Inrichting. 
  7. ^ R. (1 September 1926). "Het gemeentelijk geschenk van Bandoeng aan de Staatsspoor-en-Tramwegen". Indie: Illustreerd Tijdschrift voor Nederland en Kolonien. 10 (12): 190. 
  8. ^ Hevi Abu Fauzan (4 Agustus 2022). "Monumen Lampu di Stasiun Bandung, Sebuah Hadiah Untuk SS". SejarahBandung.id. Diakses tanggal 1 November 2022. 
  9. ^ Redaksi (2013-03-15). "Jelajah Stasiun Bandung Tempo Doeloe". InfoBandung (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2019-02-07. Diakses tanggal 2019-02-05. 
  10. ^ Pradipta, P.P.; Faqih, M. (2015). "Gaya Art Deco Pada Revitalisasi Stasiun Selatan Bandung". Jurnal Sains dan Seni ITS. 4 (2): 71–74. 
  11. ^ Fatimah, Siti. "Wajah Baru Stasiun Bandung dengan Skybridge yang Instagrammable". detikcom. Trans Media. Diakses tanggal 2021-05-01. 
  12. ^ Haryadi, Malvyandie (22 Februari 2016). Haryadi, Malvyandie, ed. "Mulai Senin, Stasiun Bandung Berlakukan Aturan Boarding Pass, Ini yang Harus Dilakukan Penumpang". Tribunnews.com. Tribun Jabar. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-09-14. Diakses tanggal 14 September 2017. 
  13. ^ Indonesia, PT. Content First. "Optimalkan keamanan, Stasiun KA Bandung operasikan x-ray". elshinta.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-11-07. Diakses tanggal 2018-11-07. 
  14. ^ Aminuddin (6 April 2019). "KAI Punya Coworking Space di 9 Stasiun Kereta Api, Ini Daftarnya". Tempo.co. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2021-06-07. Diakses tanggal 11 Desember 2019. 
  15. ^ Rahayu, Riri (2022-09-30). Hidayat, Ali Akhmad Noor, ed. "Tidak Perlu Lagi Pakai KTP, PT KAI Uji Coba Face Recognition Boarding Gate di Stasiun Bandung". Tempo.co. Diakses tanggal 2022-10-04. 
  16. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 2020-02-27. Diakses tanggal 2020-05-09. 
  17. ^ Nantika Jelita, Insi (2021-02-19). "Kucurkan Rp13,8 M, Ini Progam Padat Karya KA Kemenhub di Jabar". Media Indonesia. Media Group. Diakses tanggal 2021-05-01. 
  18. ^ "Angkutan Umum | Angkot Kota Bandung – TRANSPORTASI UMUM". transportasiumum.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-09-14. Diakses tanggal 2018-04-30. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Bandung Gudang
ke arah Padalarang
Padalarang–Kasugihan Cikudapateuh
ke arah Kasugihan
Terminus Bandung–Ciwidey Cikudapateuh
ke arah Ciwidey