Kota Bogor

kota di Jawa Barat, Indonesia
(Dialihkan dari Bogor)

Kota Bogor (bahasa Sunda: ᮊᮧᮒ ᮘᮧᮌᮧᮁ, translit. Kota Bogor) adalah sebuah kota yang berada di provinsi Jawa Barat, Indonesia. Kota ini terletak 59km² di sebelah selatan Jakarta, dan posisi wilayahnya berada di tengah-tengah Kabupaten Bogor. Pada tahun 2021, jumlah penduduk kota Bogor sebanyak 1.075.457 jiwa, dengan kepadatan 9.075 jiwa/km2.[1]

Kota Bogor
Kota di Jawa Barat, Indonesia
Bendera Kota Bogor
Bendera
Lambang resmi Kota Bogor
Lambang
Julukan: 
Kota Hujan
Motto: 
Dinu Kiwari Ngancik Nu Bihari, Seja Ayeuna Sampeureun Jaga
Segala hal di masa kini adalah pusaka masa silam, dan ikhtiar hari ini adalah untuk masa depan.
Map of West Java highlighting Bogor City.svg
Kota Bogor is located in Jawa
Kota Bogor
Kota Bogor
Kota Bogor is located in Indonesia
Kota Bogor
Kota Bogor
Koordinat: 6°36′S 106°48′E / 6.6°S 106.8°E / -6.6; 106.8
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal peresmian3 Juni 1482; 539 tahun lalu (1482-06-03)
Pemerintahan
 • Wali KotaBima Arya Sugiarto
 • Wakil Wali KotaDedie A. Rachim
 • Sekretaris DaerahSyarifah Sofiah
Luas
 • Total118,50 km2 (45,75 sq mi)
 • Darat116,13 km2 (44,84 sq mi)
 • Air2,37 km2 (0,92 sq mi)
Peringkat luas wilayah61
Populasi
 • Total1.075.457 jiwa
 • Peringkat18
 • Kepadatan9.075/km2 (23,500/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 93,23%
Kristen 5,90%
- Protestan 3,88%
- Katolik 2,02%
Buddha 0,73%
Hindu 0,10%
Konghucu 0,04%[1]
 • BahasaIndonesia, Sunda
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode pos
Kode area0251
Plat kendaraanF
Kode Kemendagri32.71 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan6 kecamatan
Jumlah kelurahan68 kelurahan
DAURp 850.811.547.000,- (2020)[2]
IPMPenurunan 76,11 (2020)
Tinggi[3]
Situs webwww.kotabogor.go.id
Lambang Buitenzorg pada zaman Hindia Belanda yang diadopsi tahun 1932.

Bogor dikenal dengan julukan Kota Hujan, karena memiliki curah hujan yang sangat tinggi. Kota Bogor terdiri atas 6 kecamatan yang dibagi lagi atas sejumlah 68 kelurahan. Pada masa Kolonial Belanda, Bogor dikenal dengan nama Buitenzorg yang berarti tanpa kecemasan atau aman tenteram.

Hari Jadi Kota Bogor dan Kabupaten Bogor diperingati setiap tanggal 3 Juni, karena tanggal 3 Juni 1482 merupakan hari penobatan Prabu Siliwangi sebagai raja dari Kerajaan Pajajaran.

SejarahSunting

Kerajaan TarumanegaraSunting

Kota Bogor dulunya adalah tempat berdirinya Kerajaan Tarumanagara di abad ke-5. Beberapa kerajaan lainnya lalu memilih untuk bermukim di tempat yang sama dikarenakan daerah pegunungannya yang secara alamiah membuat lokasi ini mudah untuk bertahan terhadap ancaman serangan, dan di saat yang sama adalah daerah yang subur serta memiliki akses yang mudah pada sentra-sentra perdagangan saat itu.[butuh rujukan]

Kerajaan SundaSunting

Di antara prasasti-prasasti yang ditemukan di Kota Bogor tentang kerajaan silam, salah satu prasasti tahun 1533 menceritakan kekuasaan Prabu Surawisesa dari Kerajaan Sunda. Prasasti ini dipercayai memiliki kekuatan gaib dan keramat, sehingga dilestarikan sampai sekarang.[butuh rujukan]

Kerajaan Sunda yang memiliki ibukota di Pajajaran diyakini terletak di Kota Bogor, dan menjadi pusat pemerintahan Prabu Siliwangi yang dinobatkan pada 3 Juni 1482. Hari penobatannya ini diresmikan sebagai Hari Jadi Kota Bogor dan Kabupaten Bogor pada tahun 1973 dan diperingati setiap tahunnya hingga saat ini.

Zaman Kolonial BelandaSunting

Setelah penyerbuan tentara Banten, catatan mengenai Kota Pakuan hilang, dan baru ditemukan kembali oleh ekspedisi Belanda yang dipimpin oleh Scipio dan Riebeeck pada tahun 1687. Mereka melakukan penelitian atas Prasasti Batutulis dan beberapa situs lainnya, dan menyimpulkan bahwa pusat pemerintahan Kerajaan Pajajaran terletak di Kota Bogor.[butuh rujukan]

Pada tahun 1745, Gubernur Jenderal Gustaaf Willem Baron van Imhoff membangun Istana Bogor seiring dengan pembangunan Jalan Raya Daendels yang menghubungkan Jakarta dengan Bogor. Bogor direncanakan sebagai sebagai daerah pertanian dan tempat peristirahatan bagi Gubernur Jenderal. Dengan pembangunan-pembangunan ini, wilayah Bogor pun mulai berkembang.

Setahun kemudian, van Imhoff menggabungkan 9 distrik (Cisarua, Pondok Gede, Ciawi, Ciomas, Cijeruk, Sindang Barang, Balubur, Dramaga, dan Kampung Baru) ke dalam satu pemerintahan yang disebut Regentschap Kampung Baru Buitenzorg.

Di kawasan itu van Imhoff kemudian membangun sebuah Istana Gubernur Jenderal. Dalam perkembangan berikutnya, nama Buitenzorg dipakai untuk menunjuk wilayah Puncak, Telaga Warna, Megamendung, Ciliwung, Muara Cihideung, hingga puncak Gunung Salak, dan puncak Gunung Gede.

Pada masa pendudukan Inggris, yang menjadi Gubernur Jendralnya adalah Thomas Stamford Raffles, beliau cukup berjasa dalam mengembangkan Kota Bogor, dimana Istana Bogor direnofasi dan sebagian tanahnya dijadikan Kebun Raya (Botanical Garden), beliau juga memperkejakan seorang Planner yang bernama Carsens yang menata Bogor sebagai tempat peristirahatan yang dikenal dengan Buitenzorg.

Pada tahun 1903, terbit Undang-undang Desentralisasi yang bertujuan menghapus sistem pemerintahan tradisional diganti dengan sistem administrasi pemerintahan modern sebagai realisasinya dibentuk Staadsgemeente diantaranya adalah.

1. Gemeente Batavia ( S. 1903 No.204 )
2. Gemeente Meester Cornelis ( S. 1905 No.206 )
3. Gemeente Buitenzorg ( S. 1905 No.208 )
4. Gemeente Bandoeng ( S. 1906 No.121 )
5. Gemeente Cirebon ( S. 1905 No.122 )
6. Gemeente Soekabumi ( S. 1914 No.310 )

(Regerings-Almanak Voor Nederlandsch Indie 1928 : 746-748)

Pembentukan Gemeente tersebut bukan untuk kepentingan penduduk Pribumi tetapi untuk kepentingan orang-orang Belanda dan masyarakat Golongan Eropa dan yang dipersamakan (yang menjadi Burgermeester atau Walikota dari Staatsgemeente Buitenzoorg selalu orang-orang Belanda dan baru tahun 1940 diduduki oleh orang Bumiputra yaitu Mr. Soebroto).

Pada tahun 1922 sebagai akibat dari ketidakpuasan terhadap peran desentralisasi yang ada, maka terbentuklah Bestuursher Voorings Ordonantie atau Undang-undang perubahan tata Pemerintahan Negeri Hindia Belanda (Staatsblad 1922 No. 216), sehinga pada tahun 1922 terbentuklah Regentschaps Ordonantie (Ordonantie Kabupaten) yang membuat ketentuan-ketentuan daerah Otonomi Kabupaten (Staatsblad 1925 No. 79).

Provinsi Jawa Barat dibentuk pada tahun 1925 (Staatsblad 1924 No. 378 bij Propince West Java) yang terdiri dari 5 Keresidenan, 18 Kabupaten (Regentscape) dan Kotapraja (Staads Gemeente), dimana Buitenzorg (Bogor) salah satu Staads Gemeente di Provinsi Jawa Barat di bentuk berdasarkan (Staatsblad 1905 No. 208 jo. Staatsblad 1926 No. 368), dengan prinsip Desentralisasi Modern, dimana kedudukan Burgermeester menjadi jelas.

Pada masa pendudukan Jepang kedudukan pemerintahan di Kota Bogor menjadi lemah karena pemerintahan dipusatkan pada tingkat keresidenan yang berkedudukan di Kota Bogor, pada masa ini nama-nama lembaga pemerintahan berubah namanya yaitu: Keresidenan menjadi Syoeoe, Kabupaten/Regenschaps menjadi Ken, Kota/Staads Gemeente menjadi Si, Kewedanaan menjadi/Distrik menjadi Gun, Kecamatan/Under Districk menjadi Soe dan desa menjadi Koe.

Pada masa setelah kemerdekaan, yaitu setelah pengakuan kedaulatan RI Pemerintahan di Kota Bogor namanya menjadi Kota Besar Bogor yang dibentuk berdasarakan Udang-undang Nomor 16 Tahun 1950.

Selanjutnya pada tahun 1957 nama pemerintahan berubah menjadi Kota Praja Bogor, sesuai dengan Undang-undang Nomor. 1 Tahun 1957, kemudian dengan Undang-undang Nomor 18 tahun 1965 dan Undang-undang No. 5 Tahun 1974 berubah kembali menjadi Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor.

Dengan diberlakukanya Undang-undang Nomor 22 Tahun 1999, Kotamadya Daerah Tingkat II Bogor dirubah menjadi Kota Bogor. [4]

GeografisSunting

Kota Bogor terletak di antara 106°43’30”BT - 106°51’00”BT dan 30’30”LS – 6°41’00”LS serta mempunyai ketinggian rata-rata minimal 190 meter, maksimal 350 meter dengan jarak dari ibukota kurang lebih 60 km.

Batas WilayahSunting

Utara Kecamatan Kemang (Kabupaten Bogor) dan Kecamatan Bojong Gede (Kabupaten Bogor)
Timur Kecamatan Sukaraja (Kabupaten Bogor) dan Kecamatan Ciawi (Kabupaten Bogor)
Selatan Kecamatan Cijeruk (Kabupaten Bogor), Kecamatan Caringin (Kabupaten Bogor) dan Kecamatan Tamansari (Kabupaten Bogor)
Barat Kecamatan Dramaga (Kabupaten Bogor) dan Kecamatan Ciomas (Kabupaten Bogor)

IklimSunting

Seperti wilayah lain di Indonesia, Bogor memiliki iklim tropis dengan tipe Hutan Hujan Tropis. Kondisi iklim di Kota Bogor suhu rata-rata tiap bulan 26 °C dengan suhu terendah 21,8 °C dan suhu tertinggi 30,4 °C.

Kelembaban udara ≥70%, curah hujan rata-rata setiap tahun di Kota Bogor sangatlah tinggi, yaitu sekitar 3.500–4000 mm dengan curah hujan terbesar pada bulan Januari, karenanya Kota Bogor dijuluki sebagai "Kota Hujan".[5]

Data iklim Bogor, Jawa Barat, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rekor tertinggi °C (°F) 34
(93)
34
(93)
33
(91)
35
(95)
34
(93)
34
(93)
34
(93)
36
(97)
37
(99)
37
(99)
36
(97)
35
(95)
37
(99)
Rata-rata tertinggi °C (°F) 28.3
(82.9)
28.5
(83.3)
29.3
(84.7)
30
(86)
30.3
(86.5)
30.2
(86.4)
30.5
(86.9)
30.9
(87.6)
31.2
(88.2)
30.7
(87.3)
30.1
(86.2)
29.6
(85.3)
29.97
(85.94)
Rata-rata harian °C (°F) 24.7
(76.5)
24.6
(76.3)
25
(77)
25.5
(77.9)
25.5
(77.9)
25.2
(77.4)
25.2
(77.4)
25.3
(77.5)
25.6
(78.1)
25.4
(77.7)
25.4
(77.7)
25.4
(77.7)
25.23
(77.43)
Rata-rata terendah °C (°F) 21.1
(70)
20.8
(69.4)
20.7
(69.3)
21
(70)
20.8
(69.4)
20.2
(68.4)
19.9
(67.8)
19.7
(67.5)
20
(68)
20.2
(68.4)
20.7
(69.3)
21.3
(70.3)
20.53
(68.98)
Rekor terendah °C (°F) 17
(63)
17
(63)
15
(59)
16
(61)
14
(57)
12
(54)
12
(54)
13
(55)
14
(57)
15
(59)
17
(63)
16
(61)
12
(54)
Presipitasi mm (inci) 442
(17.4)
378
(14.88)
385
(15.16)
428
(16.85)
354
(13.94)
225
(8.86)
216
(8.5)
240
(9.45)
295
(11.61)
390
(15.35)
378
(14.88)
355
(13.98)
4.086
(160,86)
Rata-rata hari hujan 26 22 23 24 20 13 11 15 17 19 21 22 233
% kelembapan 83 80 81 82 77 73 70 74 75 81 80 79 77.9
Rata-rata sinar matahari bulanan 136 154 197 240 260 250 287 290 256 248 196 145 2.659
Sumber #1: Climate-Data.org[6]
Sumber #2: Weatherbase[7]

PemerintahanSunting

WalikotaSunting

No Wali Kota Awal menjabat Akhir menjabat Prd. Wakil Wali Kota Ref.
1 R.Odang Prawiradirja 1945 1946 1
2 M.Witjaksono Wirjodihardjo 1947 1948 2
3 JJ. Penoch 1948 1950 3
4 R. Djoekardi 1950 1952 4
5 R.H.S.A Kartadjoemena 1952 1956 5
6 Pramono Notosudiro 1956 1959 6
7 Abdul Rachman 1960 1961 7
8 Achmad Adnawidjaja 1961 1965 8
9 Achmad Syam 1965 1979 9
10
10 Achmad Sobana 1979 1984 11
11 Muhammad 1984 1989 12
12 Drs. Suratman 1989 1994 13
13 Eddy Gunardi 1994 1999 14
14 Iswara Natanegara 1999 2004 15
15 Diani Budiarto 2004 2009 16 M Sahid
2009 2014 17 Achmad Ru’yat [8]
16   Bima Arya Sugiarto 7 April 2014 7 April 2019 18 Usmar Hariman
20 April 2019 Petahana 19 Dedie Rachim


Walikota Bogor berkantor di Balai Kota Bogor yang menjadi pusat pemerintahan resmi Kota Bogor.

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Bogor dalam tiga periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009–2014 2014–2019[9] 2019–2024
  PKB 0   1   3
  Gerindra (baru) 2   6   8
  PDI-P 6   8   8
  Golkar 6   6   5
  NasDem (baru) 1   1
  PKS 7   5   10
  PPP 3   5   5
  PAN 2   3   3
  Hanura (baru) 3   4   1
  Demokrat 15   5   5
  PBB 1   1   1
Jumlah Anggota 45   45   50
Jumlah Partai 9   11   11


KecamatanSunting

Kota Bogor memiliki 6 kecamatan dan 68 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.005.012 jiwa dengan luas wilayah 118,50 km² dan sebaran penduduk 8.481 jiwa/km².[10][11]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Bogor, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.71.04 Bogor Barat 16
32.71.01 Bogor Selatan 16
32.71.03 Bogor Tengah 11
32.71.02 Bogor Timur 6
32.71.05 Bogor Utara 8
32.71.06 Tanah Sareal 11
TOTAL 68

PariwisataSunting

KulinerSunting

Bogor memiliki beberapa makanan khas, antara lain:

  • Soto Bogor
  • Cungkring
  • Doclang
  • Gepuk Karuhun
  • Ikan Balita
  • Asinan Bogor
  • Toge Goreng
  • Roti Unyil
  • Laksa Bogor
  • Lapis Talas Bogor

Sementara, minuman yang khas antara lain Es Pala dan Bir Kocok.

Transportasi UmumSunting

TerminalSunting

Selain itu, Kota Bogor dilalui oleh Jalur KA Manggarai-Padalarang.

StasiunSunting

Kota Bogor memiliki 1 stasiun KRL, 1 stasiun LRT dan 2 stasiun KA Pangrango yang masih beroperasi, diantaranya:

Selain itu, Kota Bogor juga memiliki 2 stasiun yang sudah berhenti beroperasi dikarenakan Vandalisme serta 3 stasiun KRL yang sedang dalam usulan, yaitu:[12]

KesehatanSunting

Rumah SakitSunting

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)Sunting

  • Puskesmas Cipaku
  • Puskesmas Gang Aut
  • Puskesmas Bogor Selatan
  • Puskesmas Tanah Sereal
  • Puskesmas Pondok Rumput
  • Puskesmas Lawang Gintung
  • Puskesmas Bondongan
  • Puskesmas Kedung Badak
  • Puskesmas Mekarwangi
  • Puskesmas Warung Jambu
  • Puskesmas Kayu Manis
  • Puskesmas Bogor Utara
  • Puskesmas Tegal Gundil
  • Puskesmas Pulo Armyn
  • Puskesmas Bogor Tengah
  • Puskesmas Bogor Timur
  • Puskesmas Sempur
  • Puskesmas Merdeka
  • Puskesmas Pancasan
  • Puskesmas Semplak
  • Puskesmas Gang Kelor
  • Puskesmas Sindang Barang
  • Puskesmas Pasir Mulya
  • Puskesmas Mulyaharja
  • Puskesmas Belong

InfrastrukturSunting

Tempat IbadahSunting

  • Masjid Agung At-Tohiriyah, Jl. Empang 1 No.1, RT.01/RW.02, Empang, Kec. Bogor Sel., Kota Bogor, Jawa Barat 16132
  • Masjid Raya Kota Bogor, Jl. Raya Pajajaran, Baranangsiang, Kec. Bogor Timur
  • Masjid Jami' Al-Juman Bogor, Jl. Pahlawan, Bondongan, Kec. Bogor Selatan
  • Masjid Agung Bogor, Jl. Nyi Raja Permas, Cibogor, Kec. Bogor Tengah
  • Gereja Batak Karo Protestan Bogor, Jl. Tumapel Ujung, Kedung Jaya, Kec. Tanah Sareal
  • Gereja Methodist Jemaat Immanuel Bogor, Jl. Cincau, Gudang, Kec. Bogor Tengah
  • Gereja Zebaoth Bogor, Jl. Ir. H. Juanda, Paledang, Kec. Bogor Tengah
  • Gereja BMV Katedral Bogor, Jl. Kapten Muslihat, Paledang, Kec. Bogor Tengah
  • Gereja Saint Fransiskus Asisi Bogor, Jl. Siliwangi, Bondongan, Kec. Bogor Selatan
  • Gereja Kristen Indonesia Bogor, Jl. Pengadilan, Pabaton, Kec. Bogor Tengah
  • Gereja Kristus Bogor, Jl. Siliwangi, Sukasari, Kec. Bogor Timur
  • Gereja Sidang Jemaat Allah (GSJA) Bogor, Jl. Suryakencana, Gudang, Kec. Bogor Tengah
  • Gereja HKBP Bogor, Jl. Paledang, Paledang, Kec. Bogor Tengah
  • Gereja Bethel Bogor, Jl. Jenderal Sudirman, Sempur, Kec. Bogor Tengah
  • Klenteng Hok Tek Bio Bogor, Jl. Otto Iskandardinata, Babakan Pasar, Kec. Bogor Tengah

Museum dan PerpustakaanSunting

Pusat PerbelanjaanSunting

  • Bogor Indah Plaza
  • Bogor Trade Mall
  • Botani Square
  • Lippo Plaza Ekalokasari
  • Giant Taman Yasmin
  • Lottemart Taman Yasmin
  • Plaza Jambu Dua
  • Citiplaza Bogor
  • Ramayana Bogor Square
  • Taman Topi Square
  • The Jungle Mall
  • Yogya Bogor Junction

PendidikanSunting

Kota Bogor memiliki sekitar 1.487 sekolah, 211.456 siswa, dan 13.292 guru.

Perguruan TinggiSunting

  • Institut Pertanian Bogor
  • Politeknik AKA Bogor|Politeknik Akademi Kimia Analisis
  • Politeknik Kesehatan Bandung
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Hidayah
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Al-Karimiyah
  • Sekolah Tinggi Agama Islam Nurul Iman (STAI Nurul Iman)
  • Sekolah Tinggi Ekonomi Islam Tazkia
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pandu Madaniyah
  • Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Triguna
  • Sekolah Tinggi Ilmu Komputer Binaniaga
  • Sekolah Tinggi Ilmu Komputer El-Rahma
  • Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Albana
  • Sekolah Tinggi Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Bogor
  • Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian Bogor
  • Sekolah Tinggi Sandi Negara
  • Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor
  • Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Cakrawala
  • Universitas Bina Sarana Informatika
  • Universitas Djuanda
  • Universitas Ibn Khaldun
  • Universitas Muhammadiyah
  • Universitas Nusa Bangsa
  • Universitas Pakuan
  • Universitas Terbuka

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021" (visual). www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 21 Agustus 2021. 
  2. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (pdf). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 21 Agustus 2021. 
  3. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020" (pdf). www.bps.go.id. Diakses tanggal 21 Agustus 2021. 
  4. ^ "Kota Bogor". Diakses tanggal 2 November 2021. 
  5. ^ https://kotabogor.go.id/index.php/page/detail/9/letak-geografis
  6. ^ "Bogor, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 19 Agustus 2020. 
  7. ^ "Bogor, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 19 Agustus 2020. 
  8. ^ "Setelah 15 Tahun, Mantan Wali Kota Bilang Hal Inilah yang Berubah di Kota Bogor - Tribunnews Bogor". Tribunnews Bogor. 2016-06-03. Diakses tanggal 2018-11-06. 
  9. ^ https://bogornews.com/inilah-namanama-anggota-dprd-kota-bogor-periode-20142019
  10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  12. ^ "Pemkot Bogor usulkan KAI bangun 5 stasiun kecil di Bogor". m.antaranews.com. Diakses tanggal 2021-11-25. 

Pranala luarSunting

6°35′48″S 106°47′50″E / 6.5966°S 106.7972°E / -6.5966; 106.7972Koordinat: 6°35′48″S 106°47′50″E / 6.5966°S 106.7972°E / -6.5966; 106.7972