Stasiun Ngrombo

Stasiun Kereta Api di Kabupaten Grobogan

Stasiun Ngrombo (NBO) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Depok, Toroh, Grobogan; pada ketinggian +38 meter; termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang. Nama stasiun ini diambil dari dusun tempat stasiun ini berada. Stasiun ini merupakan stasiun aktif terbesar dan teramai di Kabupaten Grobogan, berjarak 1,7 km ke arah barat dari Stasiun Gambringan.

Stasiun Ngrombo
Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun NBO.png
Stasiun Ngrombo 2020.jpg
Tampak depan Stasiun Ngrombo, 2020
LokasiJalan Raya Purwodadi-Solo
Depok, Toroh, Grobogan, Jawa Tengah
Indonesia
Ketinggian+38 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi IV Semarang
Letak dari pangkalkm 58+710 lintas Semarang Tawang-Brumbung-Gambringan[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi yang agak tinggi di kedua ujungnya dan meninggi di bagian tengahnya, satu peron pulau yang agak tinggi, dan satu peron pulau yang tinggi; tidak ada peron pulau di antara jalur 2 dan 3)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • NBO
  • 2619
[3]
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibangun kembali2013
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Sedadi Kedung Sepur
Semarang Poncol–Ngrombo, p.p.
Terminus
Layanan
Sembrani, Jayabaya, Harina, Gumarang (reguler & tambahan), Dharmawangsa, Kertajaya, Maharani, Ambarawa Ekspres, Blora Jaya, dan Kedung Sepur
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalan
  • Mekanik tipe Siemens & Halske semiotomatis dengan modifikasi sinyal muka jenis elektrik (s.d. 2013)
  • Elektrik tipe Sinyal Interlocking Len-02 (2013-sekarang)
Pemesanan tiketSistem tiket daring, melayani pemesanan langsung di loket.
Lokasi pada peta
Stasiun Ngrombo is located in Indonesia
Stasiun Ngrombo
Stasiun Ngrombo
Lokasi di Indonesia

Dahulu ke arah barat stasiun ini, sebelum Stasiun Sedadi, terdapat Halte Ngloram yang kini sudah tidak aktif.[4]

Satu-satunya kereta api penumpang yang melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini adalah KA Argo Bromo Anggrek.

Bangunan dan tata letakSunting

 
Bangunan Stasiun Ngrombo sebelum dilakukan perbaikan
 
Peron di Stasiun Ngrombo (2016)

Pada awalnya, stasiun ini menggunakan sistem persinyalan mekanik dengan sedikit modifikasi berupa perangkat sinyal muka yang berjenis elektrik dan memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda mulai dari stasiun ini hingga Stasiun Gubug dioperasikan pada akhir November 2013 dan kemudian hingga Stasiun Jambon pada Desember 2013,[5] jumlah jalur bertambah menjadi empat. Jalur 2 hanya dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Semarang saja, jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus hanya untuk arah Surabaya, dan jalur 4 ditambahkan di sisi selatan stasiun sebagai jalur belok baru. Selain itu, peron stasiun ditinggikan serta diberi kanopi yang dibangun oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian. Sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.

Dahulu, stasiun ini memiliki percabangan menuju Purwodadi dan Gundih, terletak di sebelah timur stasiun ini. Warga Purwodadi yang hendak naik kereta api lebih memilih menuju stasiun ini karena letak stasiun yang berdekatan dengan jalan raya yang menghubungkan Purwodadi-Solo jika dibandingkan dengan Stasiun Gambringan.

Pada 2013, stasiun ini telah dilakukan perbaikan dan penataan, di antaranya berupa penambahan bangunan baru di sisi barat bangunan lama stasiun, pembangunan kanopi, peninggian peron, pelebaran lahan parkir, serta pembangunan musala dan toilet baru di sisi barat stasiun. Perbaikan dan penataan di stasiun ini merupakan yang paling besar dan terlihat dibanding dengan yang dilakukan di stasiun-stasiun lain yang ada di jalur kereta api lintas utara Jakarta-Surabaya. Saat ini wujud stasiun ini sudah jauh berbeda dari bentuk asalnya dan fasilitas yang tersedia sudah lebih baik dari sebelumnya.

Pada awal 2020, di stasiun ini dilakukan pemanjangan peron pulau dan penambahan kanopi baru untuk mendukung pelayanan kereta api penumpang dengan rangkaian panjang. Saat ini di sebelah timur laut stasiun ini sedang dibangun gedung workshop Balai Perawatan Perkeretaapian beserta jalur cabangnya yang terhubung langsung dengan sisi barat jalur 1. Gedung tersebut nantinya akan digunakan untuk merawat sarana perkeretaapian milik Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan.

Layanan kereta apiSunting

AntarkotaSunting

Kelas eksekutifSunting

Sembrani, tujuan Jakarta dan tujuan Surabaya (tersedia kereta eksekutif jenis luxury)

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi premiumSunting

Kelas ekonomi plusSunting

LokalSunting

Kedung Sepur, dari dan tujuan Semarang

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ PT Kereta Api Indonesia (Persero) (2019). Company Profile PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang (PDF). e-PPID PT Kereta Api Indonesia. 
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  4. ^ Officieele Reisgids der Spoor en Tramwegen en Aansluitende Automobieldiensten op Java en Madoera. Staatsspoor en Tramwegen Particuliere Spoor en Tramweg-Maatschappijen. 1932. hlm. 164–165. 
  5. ^ Prabowo, Andika (2013-12-12). "Pertengahan 2014, jalur rel ganda beroperasi". SindoNews.com. Diakses tanggal 2020-06-15. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Sedadi
ke arah Brumbung
Segitiga Brumbung–Gundih–Gambringan
Brumbung–Gambringan
Gambringan
Terminus
Depok (Grobogan)
ke arah Purwodadi
Purwodadi–Gundih
berpotongan di timur emplasemen stasiun
Toroh
ke arah Gundih

Koordinat: 7°08′43″S 110°54′03″E / 7.1452174°S 110.9008294°E / -7.1452174; 110.9008294