Stasiun Lawang

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Lawang (LW) merupakan stasiun kereta api kelas I yang terletak di Lawang, Lawang, Malang serta merupakan stasiun yang letaknya paling utara dan timur sekaligus terbesar di Kabupaten Malang.

Stasiun Lawang
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun LW.png
  • Singkatan: LW
  • Nomor: 5110
Stasiun Lawang 2019.jpg
Tampak depan Stasiun Lawang, 2019
AlamatNasional 36 di {{Rute/Kode daerah Jalan Thamrin/Raya Malang-Surabaya
Lawang, Lawang, Malang
Jawa Timur 65216
Koordinat7°50′12″S 112°41′52″E / 7.836634°S 112.697836°E / -7.836634; 112.697836Koordinat: 7°50′12″S 112°41′52″E / 7.836634°S 112.697836°E / -7.836634; 112.697836
Ketinggian+491 m
Letakkm 31+114 lintas Bangil-Blitar-Kertosono[1]
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Konstruksi
Jumlah jalur3 (jalur 1: sepur lurus)
Jumlah peron2 (satu peron sisi yang rendah dan satu peron pulau yang agak tinggi,)
Fasilitas
  • Parkir
  • Toilet
  • Boarding pass
  • Musala
  • Ruang ibu menyusui
Informasi lain
Kelas stasiunI[2]
Pemesanan tiketSistem tiket daring, melayani pemesanan langsung di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah di loket stasiun.
Sejarah
Dibuka20 Juli 1879
Layanan
Bima, Mutiara Selatan, Jayabaya, Songgoriti, Tawang Alun, Penataran, Tumapel, dan KA ketel/angkutan BBM
Semua kereta api yang ditarik lokomotif dari dan ke Stasiun Malang wajib melakukan pengecekan blok rem.
Operasi
Stasiun sebelumnya Layanan lokal/komuter Stasiun berikutnya
Bangil Penataran
Surabaya Kota–Malang–Blitar, p.p.
Singosari
ke arah Blitar
Tumapel
Surabaya Kota–Malang, p.p.
Singosari
ke arah Malang
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.
Bangunan asli Stasiun Lawang, terbuat dari kayu, sekitar tahun 1880-an (foto oleh H. Salzwedel).

Stasiun ini merupakan stasiun yang terletak pada ketinggian tertinggi di Daerah Operasi VIII Surabaya, yakni +491 m. Akibatnya, jalur antara Bangil–Lawang—yang berjarak 31 km—tergolong terjal. Stasiun Bangil—yang notabene merupakan stasiun percabangan antara jalur Surabaya, Malang, dan Probolinggo—terletak pada ketinggian +9 m, sehingga rata-rata kemiringan jalur adalah sekitar 25‰ (permil). Sementara itu, walaupun sempat menanjak lagi setelah lepas stasiun ini, jalur ke arah selatan relatif menurun.

Stasiun Lawang terletak tepat di pinggir jalan raya Malang-Surabaya dan di seberang pasar. Ke arah utara, jalur kereta api melintas di bawah jembatan layang jalan raya tersebut.

Stasiun ini mulai beroperasi bersama dengan pembukaan segmen Bangil–Malang pada 20 Juli 1879; menjadikan stasiun ini merupakan bangunan tertua di Lawang.[3] Stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus. Mirip dengan Stasiun Cipeundeuy, semua kereta api yang melintasi jalur Bangil–Malang wajib berhenti untuk melakukan pemeriksaan rem sebelum melanjutkan perjalanan.

Bangunan eksisting stasiun ini kini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya oleh Unit Pusat Pelestarian dan Desain Arsitektur PT KAI.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas eksekutifSunting

Bima, tujuan Surabaya bersambung Jakarta via Madiun-Yogyakarta-Purwokerto dan tujuan Malang

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi premiumSunting

Songgoriti, tujuan Malang dan tujuan Surabaya

Kelas ekonomiSunting

Tawang Alun, tujuan Bangil bersambung Banyuwangi dan tujuan Malang

Lokal ekonomiSunting

BarangSunting

KA ketel/angkutan BBM, tujuan Malang dan tujuan Bangil-Surabaya

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Lawang per 1 Desember 2019 (sesuai Gapeka 2019).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
448 Tumapel/Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi 05.01 05.04
114/115 Jayabaya Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Plus 06.16 06.19
447 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi 06.47 06.50
450 Surabaya Kota (SB) 07.14 07.23
283 Songgoriti Malang Kotabaru (ML) Ekonomi Premium 07.21 07.25
72/73 Bima Eksekutif 08.00 08.03
449 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi 09.50 09.53
284 Songgoriti Surabaya Gubeng (SGU) Ekonomi Premium 11.33 11.36
334/335 Tawang Alun Malang Kotalama (MLK) Ekonomi 12.14 12.20
116/113 Jayabaya Surabaya Pasarturi (SBI) bersambung Jakarta Pasar Senen (PSE)

via Bojonegoro (BJ)-Cepu (CU)-Semarang Poncol (SMC)

Eksekutif & Ekonomi Plus 12.18 12.22
104/105 Mutiara Selatan Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi Premium 13.01 13.05
452 Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi 13.29 13.32
451 Blitar (BL) 14.00 14.04
74/71 Bima Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jakarta Gambir (GMR)

via Madiun (MN)-Yogyakarta Tugu (YK)-Purwokerto (PWT)

Eksekutif 14.48 14.52
336/333 Tawang Alun Bangil (BG) bersambung Banyuwangi Ketapang (KTG) Ekonomi 16.33 16.36
106/103 Mutiara Selatan Surabaya Gubeng (SGU) bersambung Jakarta Gambir (GMR)

via Madiun (MN)-Yogyakarta Tugu (YK)-Bandung Hall (BD)

Eksekutif & Ekonomi Premium 17.24 17.27
454 Penataran Surabaya Gubeng (SGU) Lokal Ekonomi 18.05 18.08
453 Blitar (BL) 20.07 20.10
456 Surabaya Kota (SB) 20.57 21.00
455 Tumapel/Penataran Malang Kotabaru (ML) 22.52 22.55

InsidenSunting

Pada tanggal 23 September 2009 pukul 13.05, rangkaian kereta api pengangkut BBM dalam keadaan kosong menabrak toko cat yang berada 200 meter di utara Stasiun Lawang karena rem blong. Akibat kejadian ini, satu orang tewas dan tujuh orang mengalami luka-luka.[4][5][6]

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ "Kereta Bahan Bakar Minyak Keluar Jalur, Satu Tewas". Tempo. 2009-09-23. Diakses tanggal 2018-02-21. 
  5. ^ "Satu tewas terjepit gerbong KA BBM". Solopos.com. 2009-09-23. Diakses tanggal 2020-03-14. 
  6. ^ "Dugaan Awal Disebabkan Gangguan Rem". detiknews. Diakses tanggal 2020-03-14. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Singosari
ke arah Kertosono
Kertosono–Bangil Sengon
ke arah Bangil