Stasiun Kebonagung

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Kebonagung (KBA) merupakan stasiun kereta api nonaktif yang terletak di Kebonagung, Pakisaji, Malang; termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya. Stasiun ini dibangun oleh Staatsspoorwegen untuk melayani pengangkutan gula dari Pabrik Gula Kebonagung (sekarang milik PT Kebonagung) tepat di sebelah baratnya. Dahulu saat stasiun ini masih aktif, terdapat percabangan di utara stasiun serta terdapat perpotongan berbentuk X antara rel utama dengan rel lori tebu milik Pabrik Gula Kebonagung untuk mengambil tebu. Menurut warga sekitar, percabangan dari rel utama menuju Pabrik Gula Kebonagung dinonaktifkan sejak tahun 2004.

Stasiun Kebonagung
  • Singkatan: KBA
  • Nomor: 5032
Bekas Stasiun Kebonagung.jpg
Lahan bekas Stasiun Kebonagung di belakang Gedung PDAM Kabupaten Malang, tidak terdapat bekas bangunan hanya meninggalkan sisa fondasi dan semak belukar
AlamatNasional 23 Jalan Raya Kebonagung
Kebonagung, Pakisaji, Malang
Jawa Timur
Koordinat8°01′50″S 112°36′58″E / 8.0304805°S 112.6161772°E / -8.0304805; 112.6161772Koordinat: 8°01′50″S 112°36′58″E / 8.0304805°S 112.6161772°E / -8.0304805; 112.6161772
Letakkm 55+123 lintas Bangil-Blitar-Kertosono[1]
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Informasi lain
Kelas stasiunIII/kecil[2]
Sejarah
Ditutup2004(?)
Layanan
-
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Meski bangunan stasiun ini kini telah hilang tak berbekas, jejak-jejak stasiun ini masih ada seperti percabangan, fondasi bangunan, dan perpotongan di dekat Pabrik Gula Kebonagung. Jika dilihat dari tata letaknya, Stasiun Kebonagung sebenarnya merupakan tempat pengontrolan sepur simpang. Di selatan stasiun ini, terdapat tikungan yang sudah tidak asing lagi bagi kalangan penggemar kereta api dan masyarakat umum untuk memotret dan berburu kereta api.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
menuju Kertosono
Kertosono–Bangil
menuju Bangil