Buka menu utama

Stasiun Kepanjen (KPN) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Kepanjen, Kepanjen, Malang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +335 m ini termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya. Stasiun ini kini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 1 sebagai sepur badug (rel buntu), jalur 2 (spoor 1) sebagai sepur lurus, dan jalur 3 (spoor 2) untuk persilangan kereta api atau dalam keadaan darurat.

Stasiun Kepanjen
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun KPN.png
  • Singkatan: KPN
  • Nomor: 5030
PN Stasiun Kepanjen.jpg
Stasiun Kepanjen
Lokasi
ProvinsiJawa Timur
KabupatenMalang
KecamatanKepanjen
KelurahanKepanjen
AlamatJalan Banurejo
Koordinat8°07′55″S 112°34′24″E / 8.132009°S 112.573263°E / -8.132009; 112.573263Koordinat: 8°07′55″S 112°34′24″E / 8.132009°S 112.573263°E / -8.132009; 112.573263
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi VIII Surabaya
Kelas stasiun[1]I
Ketinggian+335 m
Letak[2]
LayananGajayana (reguler dan tambahan), Malabar, Malioboro Ekspres, Majapahit, Matarmaja (reguler dan tambahan), dan Penataran
Pemesanan tiketSistem tiket online, melayani pemesanan langsung di loket
Operasi
Stasiun sebelumnya   Layanan lokal/komuter   Stasiun berikutnya
Penataran
Surabaya Kota–Malang–Blitar, p.p.
menuju Blitar
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur2 (jalur 1: sepur lurus)
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama agak tinggi)
Gaya arsitekturIndische Empire
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya Area merokok: Ya
Toilet: Ya
Boarding pass: Ya, kecuali KA lokal menggunakan tiket thermal.
Layanan pelanggan: Ya, satu tempat dengan loket
Tempat ibadah: Ya


Di petak antara Stasiun Kepanjen dan Stasiun Ngebruk, terdapat jembatan KA yang melintasi Kali Metro, salah satu sungai terkenal di Kabupaten Malang.

Daftar isi

Bangunan dan tata letakSunting

Sebenarnya stasiun ini memiliki empat jalur kereta api. Jalur 1 dulunya merupakan jalur aktif, tetapi pada perkembangannya dibangunlah peron stasiun dan musala di utara stasiun serta pemindahan ruang PPKA yang sebelumnya terletak di ruang tunggu VIP/reservasi tiket. Jalur 2 dan 3 tetap tidak berubah. Jalur 4 berada di sebelah timur jalur 3 yang saat ini menjadi ruko stasiun dan kantor jasa ekspedisi pengiriman barang yang dikelola oleh PT Herona Express dan PT KA Logistik. Jalur 4 dulunya juga merupakan jembatan timbang dan depot kereta api, tetapi sejak tahun 1990-an jalur tersebut dihilangkan dan depotnya dipindahkan ke Stasiun Malang.

Dahulu ada dua stasiun yang bernama Kepanjen pada zaman kolonial Belanda, yaitu Stasiun Kepanjen milik Staatsspoorwegen (SS), dan yang satunya lagi milik Malang Stoomtram Maatschappij (MS) yang mengoperasikan trem uap dan berlokasi di belakang Masjid Agung Baiturrahman Kepanjen (saat ini menjadi SMP Islam). Trem tersebut dulunya merupakan transportasi antardesa/kecamatan, baik angkutan orang maupun barang/rempah-rempah hasil rampasan Belanda.[3] Jalur rel Stasiun Kepanjen Trem sangat panjang koridornya. Trem tersebut melayani jalur kereta api Kepanjen–Gondanglegi.

Jalur kereta api ini telah dinonaktifkan oleh pekerja romusha Jepang pada tahun 1943[4][5] dan tidak dicatat dalam daftar Nama, Kode, dan Singkatan Stasiun dan Perhentian koleksi alm. Totok Purwo. Dari Stasiun Gondanglegi, kemudian jalur tersebut mengalami percabangan terpisah menjadi tiga jalur. Satu jalur dari arah Kepanjen, satu jalur menuju arah Malang Kotalama, dan satu jalur lagi menuju arah Stasiun Dampit.

Layanan kereta apiSunting

Kelas eksekutifSunting

Gajayana (reguler dan tambahan), tujuan Jakarta via Blitar-Madiun-Yogyakarta-Purwokerto dan tujuan Malang

Kelas campuranSunting

Kelas ekonomi AC plusSunting

Majapahit, tujuan Jakarta via Blitar-Madiun-Semarang dan tujuan Malang (terkadang ditambahkan kelas eksekutif)

Kelas ekonomi ACSunting

Matarmaja (reguler dan tambahan), tujuan Jakarta via Blitar-Madiun-Semarang dan tujuan Malang

Lokal ekonomi ACSunting

Penataran, tujuan Blitar dan tujuan Surabaya (Gubeng atau Kota) via Malang

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Kepanjen per 29 Mei 2019 (revisi Gapeka 2017).

  • KA Reguler
No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
96 Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 03.18 03.21
432 Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi AC 06.12 06.15
92 Malabar Malang Kotabaru (ML) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi AC 06.32 06.35
172 Matarmaja Ekonomi AC 07.18 07.23
429 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi AC 07.47 07.50
42 Gajayana Malang Kotabaru (ML) Eksekutif Satwa 08.34 08.37
93 Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 09.00 09.02
142 Majapahit Malang Kotabaru (ML) (Eksekutif & )Ekonomi AC Plus 09.33 09.36
431 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi AC 10.49 10.51
434 Surabaya Kota (SB) 12.01 12.03
41 Gajayana Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Satwa 13.58 14.01
433 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi AC 15.05 15.13
94 Malioboro Ekspres Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 15.11 15.15
436 Penataran Surabaya Gubeng (SGU) Lokal Ekonomi AC 15.35 15.38
91 Malabar Bandung Hall (BD) Eksekutif, Bisnis, & Ekonomi AC 16.30 16.34
171 Matarmaja Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 17.54 17.57
141 Majapahit (Eksekutif & )Ekonomi AC Plus 18.58 19.01
438 Penataran Surabaya Kota (SB) Lokal Ekonomi AC 19.23 19.26
95 Malioboro Ekspres Yogyakarta Tugu (YK) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 20.38 20.41
435 Penataran Blitar (BL) Lokal Ekonomi AC 21.15 21.18
  • KA Tambahan (beroperasi pada masa lebaran dan natal-tahun baru; terkadang juga pada hari libur nasional atau akhir pekan tertentu)
No. PLB KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
7034A Matarmaja Tambahan Malang Kotabaru (ML) Ekonomi AC 10.34 10.37
7008B Gajayana Tambahan Eksekutif Satwa 14.46 14.49
7033A Matarmaja Tambahan Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC 19.28 19.31
7007A Gajayana Tambahan Jakarta Gambir (GMR) Eksekutif Satwa 20.14 20.17

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Widodo, D.I. (2006). Malang tempo doeloe. Malang: Bayumedia. 
  4. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  5. ^ Media, Kompas Cyber (2009-04-08). "FOTO CITIZEN: Saksi Bisu Jalur Trem Gondanglegi-Kepanjen". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2018-12-13. 

Pranala luarSunting