Stasiun Surabaya Pasarturi

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Surabaya Pasarturi (SBI), juga dikenal sebagai Stasiun Pasar Turi, merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di perbatasan antara Kelurahan Gundih dan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, Jawa Timur; termasuk dalam Daerah Operasi VIII Surabaya pada ketinggian +1 meter. Stasiun ini merupakan stasiun dengan ketinggian terendah di Daop VIII dan terendah di Indonesia. Stasiun ini merupakan stasiun utama kedua wilayah Gerbangkertosusila di Provinsi Jawa Timur.

Stasiun Surabaya Pasarturi
L S C B Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun SBI.png
StasiunSurabayaPasarturi.jpg
Tampak depan Stasiun Surabaya Pasarturi pada tahun 2021 beserta monumen lokomotif B1239
Nama lainStasiun Pasar Turi
LokasiJalan Semarang No. 1
Gundih, Bubutan, Surabaya, Jawa Timur 60172
Indonesia
Ketinggian+1 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi VIII Surabaya
KAI Commuter
Letak dari pangkal
Jumlah peron4 (satu peron sisi yang tinggi, satu peron pulau yang cukup tinggi, dan dua peron pulau yang agak tinggi)
Jumlah jalur8:
  • jalur 2: sepur lurus jalur ganda dari arah Jakarta-Semarang
  • jalur 3: sepur lurus jalur ganda ke arah Semarang-Jakarta sekaligus sepur raya jalur tunggal dari dan ke arah Surabaya Gubeng atau Sidotopo maupun dari dan ke arah Kalimas
Informasi lain
Kode stasiun
  • SBI
  • 4500
[2]
KlasifikasiBesar tipe A[2]
Sejarah
Dibuka1 April 1900
Nama sebelumnyaStation Soerabaja NIS
Operasi layanan
Argo Bromo Anggrek, Sembrani (reguler & tambahan), Gumarang, Sancaka Utara, Dharmawangsa, Jayabaya, Harina, Kertajaya, Ambarawa Ekspres, Airlangga, Komuter, Ekonomi Lokal, dan angkutan logistik ONS.
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Tandes
ke arah Bojonegoro
Ekonomi Lokal
Bojonegoro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Surabaya Gubeng
ke arah Sidoarjo
Tandes
ke arah Cepu
Ekonomi Lokal
Cepu–Surabaya Pasarturi, p.p.
Terminus
Tandes
ke arah Lamongan
Komuter Lamongan
Lamongan–Surabaya Pasarturi, p.p.
Terminus Komuter
Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Surabaya Gubeng
ke arah Sidoarjo
Tandes
ke arah Indro
Komuter
Indro–Surabaya Pasarturi–Sidoarjo, p.p.
Layanan penghubung
Halte sebelumnya Suroboyo Bus Suroboyo Bus Halte berikutnya
Blauran
ke arah Purabaya
Koridor R1
Terminal Purabaya-Rajawali
transfer di Pirngadi
Pasarturi
ke arah Rajawali
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Layanan pelanggan Pusat informasi Musala Toilet Tempat naik/turun Pos kesehatan Galeri ATM Pertokoan/area komersial Restoran Ruang menyusui Jalur difabel Isi baterai Area merokok Terminal barang 
Tipe persinyalan
Lokasi pada peta

Stasiun ini merupakan stasiun terminus bagi kereta api antarkota di Kota Surabaya yang melalui lintas utara Pulau Jawa serta merupakan stasiun pemberhentian untuk kereta api antarkota lintas tengah Jawa, kereta api lokal dan komuter, sedangkan keberangkatan dan kedatangan kereta api yang melalui lintas selatan dan timur Pulau Jawa dilayani di Stasiun Surabaya Gubeng (khusus KA lokal, komuter, dan antarkota) dan Stasiun Surabaya Kota (khusus KA lokal, komuter, dan juga KA Sri Tanjung).

Di halaman depan stasiun ini terdapat monumen lokomotif uap B1239 milik SJS/OJS.

SejarahSunting

Berbeda dengan stasiun-stasiun lainnya di Surabaya yang dibangun oleh Staatsspoorwegen (SS) dan Oost-Java Stoomtram Maatschappij (OJSM), Stasiun Surabaya Pasarturi dibangun oleh perusahaan kereta api swasta pertama di Hindia Belanda, yaitu Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS). Setelah mendapat keuntungan pada 1890-an, NIS mengajukan konsesi pembangunan jalur baru. Pada 1 September 1897, perusahaan ini mendapat konsesi izin pembangunan jalur kereta api baru lintas Gundih–Gambringan–Bojonegoro–Surabaya.[3] Supaya dapat menampung penumpang dari Gresik, maka dilakukan pembangunan jalur cabang menuju Gresik. Selain itu, jalur kereta api lintas Babat hingga Merakurak juga dibangun.[4]

Stasiun beserta jalur kereta api lintas Lamongan–Surabaya mulai beroperasi sejak 1 April 1900. Kemudian pada 15 Oktober 1900, jalur kereta api ruas Gundih–Kradenan selesai dibangun dan pembangunannya dilanjutkan hingga Bojonegoro. Jalur ini selesai dibangun secara keseluruhan pada 1 Februari 1903.[5]

Nama "Surabaya Pasarturi" diberikan sejak Djawatan Kereta Api mulai mendata stasiun-stasiun di Indonesia pada 1950-an. Stasiun ini diberi nama "Pasar Turi" karena terdapat sebuah pasar dengan nama yang sama.

Bangunan dan tata letakSunting

 
Emplasemen Stasiun Surabaya Pasarturi dilihat dari Pasar Grosir Surabaya, 2017

Stasiun Surabaya Pasarturi memiliki delapan jalur kereta api. Awalnya, jalur 2 merupakan sepur lurus dari dan ke arah Jakarta–Semarang, sedangkan jalur 3 merupakan sepur raya dari dan ke arah Surabaya Gubeng/Sidotopo maupun Kalimas. Setelah jalur ganda pada segmen mulai stasiun ini hingga Stasiun Kandangan resmi dioperasikan pada 3 September 2014,[6] jalur 2 difungsikan sebagai sepur lurus jalur ganda dari arah Jakarta-Semarang saja dan jalur 3 difungsikan sebagai sepur lurus jalur ganda arah Semarang-Jakarta.

Sejak Juli 2014, sistem persinyalan mekanik di stasiun ini telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik buatan PT Len Industri.[7]

Stasiun ini dilengkapi dengan depo lokomotif di sebelah selatan dan depo kereta di sebelah barat. Ke arah utara stasiun ini, terdapat jalur kereta api di bawah bangunan pusat grosir sebelum percabangan di utara perlintasan sebidang Jalan Dupak—ke arah barat menuju Kalimas dan ke arah timur menuju Sidotopo sekaligus jalur pintas menuju Surabaya Gubeng.[8]

Saat ini lintas jalur pada stasiun ini sudah berupa jalur ganda. Dengan adanya jalur ganda tersebut, perjalanan dari Surabaya (Pasar Turi) menuju Jakarta melalui jalur lintas utara Jawa dapat ditempuh selama 8 hingga 11 jam, sedangkan perjalanan menuju Semarang dapat ditempuh selama 3,5 hingga 4,5 jam.

Pada tahun 2019, peron sisi stasiun ini dilakukan pemanjangan dan penambahan kanopi untuk mendukung pelayanan kereta api penumpang rangkaian panjang.

Stasiun ini merupakan bagian dari segitiga pembalik yang digunakan untuk memutar lokomotif; hanya digunakan jika turntable yang ada di dipo lokomotif sedang tidak bisa difungsikan.

Ciri khasSunting

Stasiun ini memiliki melodi penyambutan kereta api bergaya keroncong berjudul "Soerabaja" dengan Sundari Soekotjo sebagai penyanyi—dipopulerkan pertama kali oleh grup musik bergenre rock and roll asal Surabaya, Dara Puspita—per tahun 2020. Melodi ini juga digunakan untuk menyambut kedatangan kereta api di Stasiun Surabaya Gubeng per Mei 2021. Pada awalnya, melodi yang digunakan berupa musik instrumental dengan lagu yang sama. Lagu "Surabaja" diciptakan oleh Adjie Rachman dengan mengutip inspirasi dari kelompok teater Bintang Soerabaja serta muncul dalam album studio debut Dara Puspita Jang Pertama.[9] Sekarang lagu "Soerabaja" menjadi bel penyambutan kereta api semua stasiun terminus kereta api antarkota di Kota Surabaya.

InsidenSunting

Pada tanggal 3 Oktober 2015 sebuah gerbong kontainer anjlok di petak Surabaya Pasarturi–Mesigit, 1 orang tewas tertimpa reruntuhan bangunan akibat anjloknya gerbong kontainer. dan membuat perjalanan kontainer dari dan ke Kalimas tersendat.[10][11]

Pada 20 April 2021, pukul 19.20 WIB, plafon pada ruang tunggu kelas ekonomi Stasiun Pasar Turi runtuh dan menimpa kursi tunggu. Mengingat situasi yang masih sepi, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Akibat dari kejadian tersebut, ruang tunggu kelas ekonomi Stasiun Pasar Turi ditutup. Dugaan sementara, plafon Stasiun Pasar Turi runtuh karena faktor usia.[12][13]

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

AntarkotaSunting

Jalur lintas utara JawaSunting
Jalur lintas tengah JawaSunting

Kelas campuran

Lokal dan komuterSunting

BarangSunting

Angkutan logistik Overnight Services (ONS) Parcel Utara, dari dan tujuan Jakarta Gudang

Antarmoda pendukungSunting

Stasiun kereta api di Kota Surabaya
 
Pelabuhan Tanjung Perak
 
 
 
 
Depo minyak Pertamina Bandaran
Kalimas/
 
 
Depo Jln. Jakarta/Jln. Teluk Kumai
 
 
 
 
 
 
 
Benteng
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Stasiun Sidotopo
 
 
 
 
Depo lokomotif Sidotopo
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
Mesigit
 
 
 
 
 
Surabaya Kota B T S K J PD  
Jembatan KA Kali Mas
 
 
 
 
 
 
 
viaduk dekat SB & shortcut SGU-SBI
L B S C Surabaya Pasarturi
 
 
 
 
Tugu Pahlawan
Jalan Tol Surabaya–Gempol
 
 
 
Tandes
 
 
 
Jln. Prof. Dr. Mustopo
Kandangan
 
 
 
Surabaya Gubeng T  
ke Indro
 
 
 
 
Viaduk Kertajaya
Benowo
 
 
Ngagel
ke Semarang
 
 
 
Kali Jagir Wonokromo
 
Wonokromo B K J PD S T          
 
Jln. Jend. A. Yani
 
 
ke Yogyakarta
 
 
Margorejo
 
Jemursari
 
Kertomenanggal
 
Jalan Tol Waru-Juanda
 
ke Bangil/Malang/Jember
Jenis angkutan umum Trayek (lyn) Tujuan
Bus kota F Purabaya–Jembatan Merah Plaza
P3 Terminal Larangan (Sidoarjo)–Jembatan Merah Plaza
P5 Purabaya–Jembatan Merah Plaza(lewat jalan tol)
Bemo C Morokrembangan-Pasar Rakyat Karang Menjangan
D Rumah Sakit Islam Surabaya-Pegirian
WK Terminal Tambak Osowilangun-Terminal Keputih (turun di Dupak)
Q Jembatan Merah Plaza–Terminal Bratang (turun di Pasar Turi)
RT Stasiun Surabaya Pasar Turi-Pasar Baru Rungkut
BJ Terminal Benowo-Jembatan Merah Plaza (turun di Pasar Turi)
Suroboyo Bus   PurabayaRajawali (transfer di Halte Pirngadi)[14]

Sumber: Dinas Perhubungan Kota Surabaya[15]

GaleriSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Handinoto. (1996). Perkembangan kota dan arsitektur kolonial Belanda di Surabaya, 1870-1940 (edisi ke-Ed. 1., cet. 1). Yogyakarta: Diterbitkan atas kerjasama Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Kristen PETRA Surabaya dan Penerbit ANDI Yogyakarta. ISBN 9795333739. OCLC 38898570. 
  4. ^ Paulus, Jozlas dkk. (1921). Encyclopaedie van Nederlandsch-Indië. M. Nijhoff. 
  5. ^ Archiv Für Eisenbahnwesen. 58. 1935. 
  6. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur (2014-09-25). DOUBLE TRACK JAKARTA-SURABAYA TERSAMBUNG. Siaran pers.
  7. ^ "PT LEN Industri Segera Rampungkan Pemasangan SIL – Info Kereta Api". kereta-api.info. Diakses tanggal 2018-06-26. 
  8. ^ "Bangunan Terlalu Dekat dengan Rel". Jawa Pos. 4 Oktober 2015. 
  9. ^ Liputan6.com (2019-10-20). "Sepenggal Kisah Band Dara Puspita yang Populerkan Lagu Surabaya". liputan6.com. Diakses tanggal 2020-07-07. 
  10. ^ "Kereta Barang Anjlok di Surabaya, 1 Orang Tewas Tertimpa". m.liputan6.com. Diakses tanggal 2021-11-12. 
  11. ^ "Lebih Dari 14 Jam Kereta Barang Anjlok Dapat Dievakuasi". news.detik.com. Diakses tanggal 2021-11-23. 
  12. ^ Media, Kompas Cyber (2021-04-20). "Imbas Plafon Ambruk, Ruang Keberangkatan KA Ekonomi Stasiun Pasar Turi Surabaya Ditutup Halaman all". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-04-21. 
  13. ^ Media, Kompas Cyber (2021-04-20). "Plafon Stasiun Pasar Turi Surabaya Ambruk, PT KAI Pastikan Tak Ada Korban Jiwa". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2021-04-21. 
  14. ^ Cahyono, Sofyan. "Ini Rute dan Jam Operasional Suroboyo Bus". Jawa Pos. Jawa Pos Group. Diakses tanggal 2018-06-26. 
  15. ^ "Transportasi" (dalam bahasa Inggris). Dinas Perhubungan Kota Surabaya. Diakses tanggal 2018-06-26. 

Pranala luarSunting

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Tandes
ke arah Gambringan
Gambringan–Surabaya Pasarturi Terminus
Terminus Lintas Surabaya
Shortcut SBI–SGU
Surabaya Gubeng
lewat viaduk
Terminus
Mesigit
ke arah Kalimas
Lintas Surabaya
Kalimas–Surabaya Pasarturi
Terminus