Buka menu utama

Stand Up Comedy Indonesia Kompas TV

acara televisi komedi

Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) adalah ajang kompetisi lawakan tunggal atau stand up comedy yang diikuti oleh pelawak tunggal berbakat melalui hasil seleksi dari seluruh wilayah di Indonesia yang diselenggarakan oleh Kompas TV. Acara ini berbeda dengan Stand Up Comedy Show yang ditayangkan oleh Metro TV yang berformat entertainment show. Dengan tagline "Let's Make Laugh!", acara kompetisi ini merupakan kompetisi stand up comedy pertama di Indonesia yang disiarkan oleh stasiun televisi. Oleh karena itu, acara ini juga dianggap sebagai tolak ukur pencapaian karier tertinggi bagi mayoritas pelawak tunggal khususnya pelawak tunggal di seluruh Indonesia apabila bisa tampil sebagai kontestan/ finalis di acara kompetisi ini dan sebagai acuan bagi acara pada stasiun TV lain dengan format serupa.[1]

Stand Up Comedy Indonesia
SUCI Season1new.jpg
Stand Up Comedy Indonesia
Judul lain'Stand Up Comedy Indonesia: Let's Make Laugh!'
PembuatIndra Yudhistira
Pandji Pragiwaksono
Raditya Dika
Indro Warkop
Pembawa acaraPandji Pragiwaksono (2011-2015)
Raditya Dika (2011)
Ryan Adriandhy (2012)
Ge Pamungkas (2013)
Ernest Prakasa (2014)
Babe Cabiita (2014-2016)
Uus (2014-2016)
David Nurbianto (2015-2016)
Hifdzi Khoir (2015-sekarang)
Rigen (2016)
Gita Bhebhita (2017)
Bianca Liza (2018)
JuriIndro Warkop (2011-sekarang)
Raditya Dika (2012-2015)
Feni Rose (2013-2015)
Butet Kertaradjasa (2011)
Astrid Tiar (2011)
Pandji Pragiwaksono (2016-sekarang)
Cak Lontong (2016-sekarang)
Nirina Zubir (2016)
NegaraIndonesia
Jumlah musim8
Jumlah episode161
Produksi
Produser eksekutifTeezar Sjamsuddin
ProduserJohanna D. K. (2011-2016)
Argalaras Kusumahananda (2011-2016)
Khasanah Nola (2013-sekarang)
Durasi60-120 menit
Rumah produksiKompas Gramedia Production
Rilis
Jaringan penyiarKompas TV
Format visual480i (SDTV) (2011-2014)
720p (HDTV) (2015-2018)
Format audioStereo
Tanggal rilis24 September 2011 – 11 Agustus 2018
Pranala luar
Situs web

Daftar isi

Latar belakang

Ide acara ini muncul seiring dengan mulai populernya stand up comedy di Indonesia pada tahun 2010. Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika, pesohor yang merupakan pelopor dalam pengenalan stand up comedy di Indonesia sepakat untuk membuat satu program kompetisi stand up comedy di salah satu stasiun TV swasta. Hal ini dikarenakan belum banyak TV yang menayangkan stand up comedy secara live. Maka dari itu, Pandji, Raditya Dika, Indro Warkop beserta Indra Yudhistira, salah satu produser dan sutradara program komedi di Kompas TV bersama membuat acara stand up comedy bertema kompetisi pertama di Indonesia. Di mana pada awalnya Pandji dan Raditya Dika bertindak sebagai pembawa acara, sementara Indro ditemani Butet Kertaradjasa dan Astrid Tiar menjadi juri kompetisi. Pada penyelenggaraan selanjutnya, Raditya Dika menjadi juri bersama Indro Warkop sementara Pandji sebagai pembawa acara berturut-turut didampingi oleh juara kompetisi musim sebelumnya. Acara ini dimulai pada tahun 2011 dan tayang setiap hari Sabtu pukul 20.00 WIB.[2] Lalu di musim ke-2 menjadi setiap hari Minggu di jam yang sama. Sejak musim ke-4 pada tahun 2014 tayang setiap hari Kamis pukul 22.00 WIB dengan waktu tayang ulang setiap hari Minggu pukul 15.00 WIB, meskipun sempat pindah jam tayang pada jam 20.00 WIB di musim ke-6. Pada musim ke-7 pada tahun 2017, ditayangkan setiap hari Jumat pukul 22.00 WIB serta tayang ulang setiap hari Minggu pukul 15.00 WIB. Acara ini sudah memasuki musim ke-8 pada tahun 2018 dan tayang setiap hari Sabtu pukul 19.00 WIB.[3]

Format kompetisi

Format kompetisi ini awalnya adalah 13 orang komika yang telah terpilih melalui audisi di 4 kota besar yaitu Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta (Medan ikut mengadakan audisi di musim pertama, sehingga ada 5 kota). Pada musim ke-3 jumlah peserta bertambah menjadi 18 komika. Lalu pada musim ke-4 selain 4 kota yang telah disebutkan, terbuka pula audisi di Medan, Padang, dan Denpasar yang nantinya 20 komika terpilih akan berjuang dalam babak Pre Show untuk mencari komika finalis yang nantinya menjadi 16 komika. Dan musim ke-5 audisi juga terbuka di Pontianak, Pekanbaru dan Makassar (pada musim ke-5 audisi tidak diadakan di Medan). Sama seperti sebelumnya, juga diadakan babak Pre Show dari 24 komika terpilih sehingga nanti kembali ada 16 komika yang berhak tampil di putaran final. Pada musim ke-6, audisi kembali hanya dilakukan di 5 kota besar yaitu Surabaya, Yogyakarta, Semarang (pertama kali mengadakan audisi SUCI), Medan (kembali mengadakan audisi SUCI), dan Jakarta. Pada musim ke-7, audisi dilakukan lewat "audisi digital" via Youtube dan audisi umum. Hanya dua kota saja yang melaksanakan audisi umum, yaitu Surabaya dan Jakarta. Dalam putaran final atau Babak Show, para komika akan berjuang dalam ber stand up comedy dengan tema dan tantangan yang berbeda dalam setiap minggunya, waktu yang diberikan untuk melawak adalah antara 3 hingga 7 menit. Proses penilaiannya dilakukan oleh tiga orang juri plus satu orang juri tamu yang menjadi bintang tamu show dan yang mendapat akumulasi nilai terendah akan di close-mic (eliminasi).

Pada musim ke-4 dikenalkan babak Pre Show, yaitu 20 komika finalis akan berjuang hingga tersisa menjadi 16 komika yang menjadi finalis sesungguhnya untuk Babak Show. Lalu pada minggu ke-7 terdapat babak yang bernama UTS (Ujian Team Stand Up), di mana kontestan 9 besar dibagi menjadi 2 kelompok dan masing-masing kelompok akan bertanding disekolah yang telah ditentukan, sistem penilaiannya dilakukan oleh para siswa-siswi sekolah tersebut dengan mem-voting, bagi kelompok yang kalah harus mengikuti UAS (Ujian Akhir Stand Up) dengan format yang sama seperti babak UTS sebelumnya. Dan pada saat mencapai 5 besar, terdapat babak Call Back, dimana para peserta yang telah close-mic dipertandingkan kembali untuk memperoleh 1 tempat menjadi 6 besar. Babak Call Back juga diadakan di musim ke-5, tetapi diadakan saat tersisa 7 besar komika sehingga peserta yang berhasil memenangkannya kembali sebagai 8 besar. Call Back kembali diadakan di musim ke-7 setelah di musim sebelumnya tidak diadakan dan kali ini diadakan saat tersisa 4 besar komika.

Pada musim ke-5, sama seperti sebelumnya dengan formasi 16 komika. Berbeda dengan sebelumnya dari total 24 finalis yang mengikuti Pre Show, akan berjuang hingga 14 finalis saja yang akan berlanjut ke Babak Show melalui format yang sama seperti tahun sebelumnya yang terbagi menjadi 12 finalis pada Pre Show 1 dan 2, sedangkan 2 finalis lagi akan masuk melalui jalur LKS Kompas TV yaitu komika yang tim komunitasnya mampu mencapai grand final LKS, 2 komika terbaik dari masing-masing tim langsung masuk menjadi peserta SUCI musim ke-5 tanpa mengikuti audisi dan Pre Show. Selain itu, juga dikenalkan Improv Comedy di mana komika finalis memainkan sketsa parodi secara spontan dan kreatif tanpa menghafal teks untuk menghibur para penonton.

Pada musim ke-6, format kompetisi dikembalikan ke format awal di mana babak Pre Show untuk musim ini ditiadakan. Sehingga terpanggil 16 komika terpilih dari audisi di 5 kota yang akan tampil langsung sebagai finalis di Babak Show. Begitu pula halnya dengan musim ke-7, namun 16 komika terpilih hanya berasal dari audisi di 2 kota, yaitu Surabaya dan Jakarta.[4] Format yang sama juga diberlakukan di penyelenggaraan musim ke-8, namun hanya dengan total finalis 15 komika.[5]

Lokasi

Tahun Musim Lokasi Show Reguler Lokasi Grand Final
2011 1 Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta
2012 2 Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta Teater Tanah Airku TMII, Jakarta
2013 3 Pusat Perfilman H. Usmar Ismail, Jakarta Balai Kartini, Jakarta
2014 4 Balai Kartini, Jakarta Balai Kartini, Jakarta
2015 5 Balai Kartini, Jakarta Balai Kartini, Jakarta
2016 6 Balai Sarbini, Jakarta Balai Sarbini, Jakarta
2017 7 Balai Sarbini, Jakarta Balai Sarbini, Jakarta
2018 8 Studio 1 Kompas TV, Jakarta Balai Kartini, Jakarta

Daftar pembawa acara

Tahun Musim Host Co-Host
2011 1 Pandji Pragiwaksono Raditya Dika
2012 2 Pandji Pragiwaksono Ryan Adriandhy
Insan Nur Akbar
2013 3 Pandji Pragiwaksono Ge Pamungkas
2014 4 Ernest Prakasa
Uus*
Babe Cabiita
Pandji Pragiwaksono**
2015 5 Pandji Pragiwaksono David Nurbianto
Babe Cabiita
Uus
Hifdzi Khoir**
2016 6 Uus Hifdzi Khoir
Rigen
Babe Cabiita
David Nurbianto
2017 7 Hifdzi Khoir Gita Bhebhita
2018 8 Hifdzi Khoir Bianca Liza
Uus**

Keterangan:

  • * Uus bertindak sebagai host menggantikan Ernest Prakasa mulai dari Show 8 SUCI musim ke-4.
  • ** Host tamu pada grand-final, Pandji Pragiwaksono menjadi host tamu grand final SUCI musim ke-4, Hifdzi Khoir menjadi host tamu grand final SUCI musim ke-5, Uus menjadi host tamu di dua show terakhir & grand final SUCI musim ke-8.

Daftar juri

Tahun Musim Juri 1 Juri 2 Juri 3 Juri 4
2011 1 Indro Warkop Butet Kertaradjasa Astrid Tiar
2012 2 Indro Warkop Raditya Dika 1 juri tamu yang berbeda setiap minggunya
2013 3 Indro Warkop Raditya Dika 1 juri tamu yang berbeda setiap minggunya
2014 4 Indro Warkop Raditya Dika Feni Rose 1 juri tamu yang berbeda setiap minggunya
2015 5 Indro Warkop Raditya Dika Feni Rose 1 juri tamu di beberapa minggu
2016 6 Indro Warkop Pandji Pragiwaksono Nirina Zubir Cak Lontong
2017 7 Indro Warkop Pandji Pragiwaksono Cak Lontong
2018 8 Indro Warkop Pandji Pragiwaksono Cak Lontong
Daftar juri tamu di Stand Up Comedy Indonesia

Keterangan:

  • * Astrid Tiar menjadi juri tamu di SUCI 2
  • ** Raditya Dika menjadi juri tamu di SUCI 6 bergantian dengan Pandji Pragiwaksono.
  • *** Ernest Prakasa menjadi juri tamu di SUCI 8 bergantian dengan Cak Lontong.

Babak-babak

Audisi

Audisi pada awalnya diadakan di 4 kota besar yaitu berurutan dari Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan berakhir di Jakarta, sebelumnya kota Medan sempat menjadi kota ke 5 yang menyelenggarakan audisi di musim pertama dan tidak ditunjuk kembali dua musim sesudahnya. Peserta yang datang audisi harus membawa persyaratan yang sudah ditentukan serta tampil ber stand up comedy dengan durasi 3 menit. Peserta yang dinyatakan lolos akan diberikan Golden Ticket oleh juri. Setelah itu, bagi peserta yang telah mendapat Golden Ticket akan dihubungi oleh pihak Kompas TV untuk dapat lanjut ke babak Pre Show/Show.

Pada musim ke-4, selain 4 kota yang telah disebutkan yang menjadi kota utama audisi, dibuka pula audisi di 3 kota besar lainnya yaitu kembali kota Medan, bersama dengan kota Padang dan Denpasar. Sehingga ada 7 kota tempat dilaksanakannya audisi SUCI Kompas TV. Lalu di musim ke-5, kembali audisi dilaksanakan di 7 kota, di mana selain 4 kota utama 3 kota besar lainnya ditunjuk untuk menyelenggarakan audisi yaitu Pontianak, Makassar, dan Pekanbaru. Untuk musim ke-6, audisi kembali diadakan di 5 kota, dimana 3 kota utama yaitu Surabaya, Yogyakarta, dan Jakarta tetap mengadakan audisi. Sementara kota Bandung digantikan oleh kota Semarang dan kota Medan juga kembali sebagai penyelenggara audisi. Pada musim ini ada dua format audisi yaitu Big Audition dan Small Audition. Big Audition dilaksanakan di Surabaya, Semarang, dan Jakarta dengan jumlah peserta yang tidak dibatasi, sementara Small Audition dilaksanakan di Yogyakarta dan Medan dengan jumlah peserta yang dibatasi maksimal 100 peserta dan diadakan di salah satu cabang KFC di dua kota tersebut. Khusus untuk Big Audition selain Golden Ticket untuk yang berhasil lolos berlaku pula Second Chance Ticket, yaitu tiket untuk peserta yang belum berhasil lolos di satu lokasi Big Audition namun materi dan penampilannya dinilai bagus oleh juri, sehingga mereka masih diberikan kesempatan lagi oleh para juri untuk mengikuti audisi kembali di lokasi paling lambat sehari setelah audisi reguler selesai dilaksanakan. Plus diadakan "Special Hunt" di 5 kota audisi oleh para juri untuk mencari komika yang merupakan tokoh yang sukses dibidangnya yang juga sering ber stand up comedy untuk berkesempatan mencicipi panggung SUCI Kompas TV, tentunya dengan audisi di hadapan para juri.

Pada musim ke-7, audisi terbagi menjadi dua yaitu audisi digital dan audisi umum. Audisi digital atau wild card dilakukan dengan mengunggah video penampilan stand up comedy sesuai durasi dan persyaratan yang telah ditentukan ke akun Youtube. Peserta audisi yang videonya terpilih akan dipanggil untuk ikut audisi umum tanpa harus ikut antrian peserta lainnya yang ikut audisi umum. Sementara audisi umum adalah audisi yang diadakan seperti biasanya dengan persyaratan yang telah ditentukan di hadapan juri. Hanya dua kota yang melaksanakan audisi umum kali ini, yaitu Surabaya dan Jakarta. Khusus untuk audisi umum di Jakarta, tidak hanya peserta yang lolos audisi digital saja yang diberi keistimewaan untuk bisa langsung audisi di hadapan juri. Peserta yang mengikuti event-event yang diadakan Kompas TV seperti "Study Tour (Tour SUCI 6)" dan "KFC Jagonya Comic" serta menjadi pemenang dalam ajang tersebut juga tidak harus mengantri untuk mengikuti audisi umum.[6] Konsep ini tetap dilanjutkan pada musim selanjutnya yaitu musim ke-8. Bedanya wild card dilakukan melalui akun Instagram di mana peserta hanya membuat one liner maksimal 1 menit sesuai durasi video maksimal, dan yang terpilih akan dipanggil untuk ikut audisi umum tanpa harus ikut antrian peserta lainnya yang ikut audisi umum.

Pada musim ke-1 dan ke-2, 13 besar komika berhak tampil di babak Show SUCI Kompas TV. Lalu di musim ke-3 jumlah peserta bertambah menjadi 18 besar komika. Pada musim ke-4 dan ke-5 diperkenalkan babak Pre Show, di mana peserta yang telah dipanggil pihak Kompas TV untuk tampil ditantang untuk open mic di depan 2 juri dengan durasi yang ditentukan. Peserta yang berhasil akan lolos ke babak Show sebagai finalis sesungguhnya. Total peserta SUCI musim ke-4 dan ke-5 pada babak Show adalah 16 besar komika. Khusus untuk musim ke-5, hanya 14 kontestan yang lolos ke babak Show melalui babak Pre Show. Sementara 2 komika lagi diambil dari kompetisi Liga Komunitas Stand Up (LKS), di mana 2 komika tersebut merupakan komika terbaik dari masing-masing tim komunitas yang berlaga di grand final LKS. Sehingga mereka langsung memperoleh Golden Ticket ke babak Show tanpa harus mengikuti audisi dan babak Pre Show. Pada musim ke-6, babak Pre Show ditiadakan sehingga ada 16 besar komika terpilih untuk langsung tampil di babak Show. Dan khusus di musim ini, 13 orang komika berasal dari komika jebolan komunitas daerah melalui audisi reguler dan 3 orang komika lainnya merupakan hasil audisi "Special Hunt" yang dilakukan oleh para juri pada masa audisi reguler. Sama seperti musim sebelumnya, di musim ke-7 juga terpilih 16 komika yang lolos lewat audisi umum/ reguler di mana diantara komika finalis juga ada yang berasal dari audisi digital dan pemenang event-event stand up comedy yang diadakan Kompas TV setahun sebelumnya. Hal ini berlanjut di musim ke-8 namun hanya 15 komika terpilih yang lolos baik dari audisi umum maupun audisi digital.

Persyaratan kontestan

  • Warga Negara Indonesia, atau Warga Negara Asing yang minimal tinggal di Indonesia selama 5 tahun.
  • Pria atau Wanita, berusia 17 tahun ke atas.
  • Membawa fotokopi kartu identitas ( KTP / SIM / Kartu Pelajar ).
  • Membawa pas foto ukuran 4R.
  • Materi stand up BEBAS dan BERSIH ( tidak mengandung unsur SARA, Pornografi dan Provokasi ).
  • Durasi stand up maksimal 3 menit.

Jika telah menyiapkan segala persyaratan, peserta bisa langsung mendatangi tempat audisi dan mendaftarkan diri. Pendaftaran juga bisa dilakukan online di situs Kompas TV lalu bukti pendaftaran dicetak sebagai bukti dan dibawa beserta persyaratan yang telah disebutkan saat hendak mendaftar audisi. Pendaftaran dibuka dari jam 09.00 hingga jam 12.00 waktu setempat.[7][8]

Pre Show

Babak ini baru muncul di penyelenggaraan musim ke-4 tahun 2014, karena banyaknya komika yang memiliki kriteria layak untuk tampil di babak Show. Komika terpilih yang telah lolos audisi dan telah dihubungi oleh pihak Kompas TV masing-masing diberi kesempatan untuk open mic pertama kalinya di panggung SUCI Kompas TV di hadapan 2 juri utama yaitu Indro Warkop dan Raditya Dika dengan durasi yang telah ditentukan. Mengingat jumlah komika yang dipanggil, para komika akan dibagi menjadi 2 kelompok dalam melakukan open mic. Tentunya bagi beberapa komika dengan nilai tertinggi yang menurut juri layak untuk lanjut akan langsung lolos ke babak Show sebagai finalis resmi SUCI. Sementara bagi beberapa komika dengan nilai terendah dan belum mampu memenuhi ekspektasi juri akan tereliminasi atau close mic.

Pada awal Pre Show di musim ke-4, ada 20 komika yang terpilih mengikuti babak ini. Mereka berkompetisi hingga menjadi 16 besar komika, yang artinya 4 orang komika dengan nilai terendah (3 komika dan 1 komika dari masing-masing kelompok) otomatis akan close mic. Lalu di musim ke-5, ada 24 komika yang terpilih mengikuti Pre Show. Berbeda dengan musim sebelumnya, hanya 14 komika yang akan melanjutkan ke babak Show. Di mana 10 komika dengan nilai terendah (4 komika dan 6 komika dari masing-masing kelompok) otomatis akan close mic.

Babak Show

Babak Show merupakan babak utama dalam kompetisi SUCI Kompas TV. Di tiga musim awal, para komika yang lolos audisi serta yang terpilih sesuai kriteria langsung lolos ke babak ini. Di mana musim selanjutnya komika yang berhak tampil di babak ini adalah komika yang mampu lolos di babak Pre Show. Pada babak ini, para komika terpilih yang menjadi finalis akan berjuang dalam ber stand up comedy dengan tema dan tantangan yang berbeda setiap minggunya. Durasi atau waktu yang diberikan untuk melawak adalah antara 3 hingga 7 menit. Proses penilaiannya dilakukan oleh tiga orang juri plus satu orang juri tamu yang menjadi bintang tamu show dan yang mendapat akumulasi nilai terendah akan di close-mic (eliminasi).

Dalam babak Show ini, diberikan tema dan tantangan yang berbeda setiap minggunya. Seiring berjalannya kompetisi, muncul beberapa tantangan baru yang membuat kompetisi makin menarik. Baik yang berhubungan dengan tema maupun yang terkait dengan teknik dalam ber stand up comedy. Berikut beberapa babak tantangan yang sudah populer dalam babak Show SUCI.

Open Mic

Merupakan babak yang selalu ada dalam babak Show (open mic dalam hal ini adalah nama babak, bukan dalam arti sebenarnya yaitu proses latihan seorang komika untuk tampil di depan orang banyak). Pada babak ini, masing-masing komika akan melakukan stand up comedy di hadapan penonton serta para juri sesuai dengan tema,tantangan, dan durasi telah ditentukan. Tantangan yang diberikan umumnya terkait teknik dalam ber stand up comedy seperti membawakan rule of three, impersonate, riffing, heckling, dan lain-lain. Penulisan materi, jumlah tawa penonton, keserasian materi dengan tema, serta durasi pembawaan materi menjadi poin penting penilaian juri agar komika yang bersangkutan tidak di close mic. Apabila jumlah komika sudah kurang dari 10 orang, maka babak ini bisa dilakukan 2 kali atau 2 putaran dalam 1 show tergantung tema yang diberikan.

Medley

Pada babak ini, masing-masing komika melakukan mini stand up sesuai tema yang diberikan, di mana setiap satu komika selesai menyampaikan sebuah bit singkat harus segera disambung oleh komika lainnya sehingga pada akhirnya terbentuk sebuah cerita mini bersambung dari bit materi yang diberikan seluruh komika menjadi satu materi komedi.

Battle of Comic dan Battle and Heckling

Pada babak ini, masing-masing komika berpasangan akan melakukan battle dalam ber stand up comedy. Di mana dua orang komika yang terlibat battle akan membawakan materi sesuai tema serta memasukkan komika lawan menjadi bahan roasting agar dapat mengundang tawa, dan tetap sesuai dengan durasi yang telah ditentukan. Babak ini biasanya dilakukan apabila jumlah komika tersisa adalah genap (misalnya 10 besar komika). Memasuki musim ke-6, babak ini berubah menjadi battle and heckling di mana pasangan komika tidak hanya melakukan battle tapi juga melibatkan komika finalis lain yang membela masing-masing peserta battle di mana mereka melakukan heckling atau gangguan saat lawan tampil (untuk memecah konsentrasi sang komika) dan komika yang diheckle harus bisa membalas atau menanggapi heckling yang dilakukan lawan tersebut, dan berlaku bagi tiap komika yang terlibat battle.

UTS dan UAS

Babak ini muncul di penyelenggaraan musim ke-4. UTS adalah Ujian Tengah Stand Up, sementara UAS adalah Ujian Akhir Stand Up. Pada babak UTS, para komika dibagi dalam kelompok dan akan ditantang untuk ber stand up comedy di tempat umum dan instansi seperti misalnya di sekolah, kantor, dan lain-lain. Setelah dihibur para komika, para penonton akan melakukan voting untuk masing-masing kelompok. Bagi kelompok dengan voting paling sedikit atau kalah akan kembali berjuang dalam babak UAS. Dalam babak UAS, komika dari kelompok yang kalah masing-masing akan tampil ber stand up comedy secara individu sesuai tema dan durasi yang diberikan. Komika yang penampilannya mendapat nilai terendah akan di close mic.

Pada musim ke-4, babak UTS dilangsungkan saat tersisa 9 besar komika dan diadakan di SMA Negeri 52 Jakarta, di mana komika Pras Teguh dari Padang harus close mic setelah penampilannya dinilai paling kurang di babak UAS. Sementara di musim ke-5, babak UTS dilangsungkan saat tersisa 8 besar komika dan diadakan di markas Kodam Jaya TNI AD, di mana komika Heri Horeh harus close mic di babak UAS karena melebihi durasi yang ditentukan saat tampil.

Improv Comedy

Babak ini muncul di penyelenggaraan musim ke-5. Babak ini adalah babak di mana para komika memainkan sebuah sketsa parodi singkat. Sketsa yang dimainkan dilakukan tanpa persiapan seperti menghafal teks sehingga dituntut spontanitas dan kreativitas dari para komika dalam memainkan sketsa tersebut. Sketsa yang dimainkan harus teratur agar dapat mengundang tawa penonton dan juri. Seluruh komika diharuskan aktif dalam ber improv comedy agar masuk penilaian juri dan terhindar dari close mic.

Guest Star Roasting

Babak ini muncul di penyelenggaraan musim ke-5. Babak ini adalah babak di mana para komika finalis melakukan roasting terhadap bintang tamu yang diundang khusus dalam satu show untuk mengundang kelucuan dari informasi berupa fakta yang diperoleh dari sang bintang tamu. Komika diutamakan melakukan roasting atau serangkaian lawakan yang meledek sang bintang tamu untuk mengundang tawa dari penonton tanpa menyakiti perasaan sang bintang tamu. Pada musim ke-5, Agung Hercules menjadi bintang tamu pertama yang di roast oleh para komika 7 besar. Selanjutnya di musim ke-6 berturut-turut Raditya Dika dan Ernest Prakasa yang di roast oleh para komika, berturut-turut saat komika tersisa 10 besar dan 4 besar. Memasuki musim ke-7, komedian Bedu menjadi bintang tamu yang di roast saat tersisa 7 besar komika.

Mission Show

Babak ini muncul di penyelenggaraan musim ke-8. Sama seperti babak UTS dan UAS yang pernah diadakan di musim ke-4 dan ke-5, para komika yang telah dibagi dalam kelompok (di musim ini kelompok telah dibagi 3 dan dimentori oleh masing-masing 3 juri utama) akan ditantang untuk ber stand up comedy di tempat umum dan instansi seperti misalnya di sekolah, kantor, dan lain-lain. Setelah dihibur para komika, para penonton akan melakukan voting untuk masing-masing kelompok dan masih memungkinkan adanya komika yang close mic bagi yang memperoleh voting terendah. Perbedaannya dengan babak UTS dan UAS adalah babak ini disajikan full dalam 1 Show dan bagi komika yang memperoleh voting tertinggi akan memperoleh keuntungan untuk Show selanjutnya di lokasi show reguler. Keuntungan yang diberikan kepada komika dengan voting tertinggi ada tiga dan sang komika hanya boleh memilih satu keuntungan saja. Keuntungan atau privilege yang diberikan antara lain boleh menentukan urutan tampil para komika finalis saat show berikutnya, bebas durasi tampil saat show berikutnya, dan penambahan 5 poin pada akumulasi penilaian juri pada babak ini dan di show berikutnya.

Callback

Babak Callback adalah babak di mana komika yang pernah close mic dan dirasa masih layak berkompetisi oleh juri dipanggil kembali untuk ber stand up comedy dan bagi komika yang berhasil memperoleh nilai tertinggi akan kembali menjadi finalis SUCI. Babak ini juga baru muncul di penyelenggaraan musim ke-4 dan komika yang ikut babak ini dipilih sesuai kesepakatan juri, lalu di musim ke-5 dan musim ke-7 komika yang akan ikut callback dipilih berdasarkan voting yang dilakukan oleh masyarakat se-Indonesia.

Pada musim ke-4, babak callback diadakan saat tersisa 5 besar komika. Ada 4 komika yang dipanggil kembali mengikuti babak ini yaitu Yudha Keling, Pras Teguh, Coki, dan Liant. Pras Teguh yang pernah close mic di 9 besar akhirnya menjadi komika pertama yang memenangkan babak callback dan kembali sebagai komika 6 besar SUCI 4. Lalu pada musim ke-5, babak callback diadakan saat tersisa 7 besar komika. Berdasarkan voting, ada 3 komika yang terpanggil kembali yaitu Kalis, Rachman, dan Wira. Penampilan Kalis, komika dari Purwakarta yang pernah close mic di 13 besar menjadi yang paling baik dari dua pesaingnya, sehingga berhasil membawanya kembali sebagai 8 besar SUCI 5. Karena format kompetisi yang dikembalikan ke format awal, babak ini kembali ditiadakan di musim selanjutnya. Namun karena tingginya minat, babak ini kembali diadakan di musim ke-7 dan diadakan saat tersisa 4 besar komika. Kembali dilakukan melalui voting, ada 4 komika yang terpanggil kembali yaitu Coki Anwar, Alip, Jupri, dan Didi. Didi lah yang akhirnya berhasil kembali menjadi finalis dan membuat SUCI 7 kembali jadi 5 besar finalis.

Reunion Show

Babak Reunion Show adalah babak yang diadakan menjelang babak Grand Final. Babak ini baru muncul di musim ke-5 di mana telah tersisa komika grand finalis yang akan tampil di babak Grand Final. Pada babak ini, 10 besar komika termasuk komika grand finalis dalam satu musim akan reuni dan kembali hadir menghibur para juri dan para penonton di panggung SUCI Kompas TV. Acaranya bebas mulai dari open mic para komika hingga improv comedy, dan tidak ada penilaian dari juri. Serta babak ini merupakan ajang pemanasan jelang babak Grand Final.[9]

Grand Final

Grand Final adalah babak penentuan juara, di mana 2 komika tersisa akan berjuang dalam 3 putaran dalam ber stand up comedy. Tiap putaran memiliki tema dan tantangan berbeda, di mana putaran pertama tema nya bebas, lalu putaran kedua membawakan materi dengan tema "juara", dan putaran ketiga membawakan tema yang ditentukan serta diharuskan memakai beberapa teknik stand up comedy yang biasanya melibatkan kembali komika finalis di musim yang sama untuk bertindak sebagai heckler atau pengganggu. Urutan putaran serta temanya bisa berubah sesuai kesepakatan juri. Komika yang berhasil mengumpulkan nilai tertinggi dari tiga putaran tersebut akan dinobatkan sebagai Juara Stand Up Comedy Indonesia.

Pada empat penyelenggaraan sebelumnya hanya 2 komika tersisa yang menjadi grand finalis. Berturut-turut dijuarai oleh Ryan Adriandhy, Ge Pamungkas, Babe Cabiita, dan David Nurbianto. Dan pada musim ke-5 untuk pertama kalinya babak Grand Final dilangsungkan saat tersisa 3 komika. Di mana Rigen, komika asal Bima menjadi Juara SUCI 5 setelah menyisihkan dua pesaingnya, Rahmat Hidayat dan Indra Frimawan di babak Grand Final. Pada musim ke-6, format grand final kembali hanya diikuti 2 komika tersisa, di mana Indra Jegel keluar sebagai juaranya, dilanjutkan pada musim ke-7 di mana Ridwan Remin lah yang keluar sebagai juara, dan Popon Kerok yang selanjutnya berhasil menjadi juara di musim ke-8.

Musim

SUCI (2011)

Di musim pertama ini, Pandji Pragiwaksono dan Raditya Dika bertindak sebagai pembawa acara, sementara Indro Warkop ditemani Butet Kertaradjasa dan Astrid Tiar menjadi juri kompetisi. Terpilih 13 orang komika dari audisi di 5 kota besar yakni Medan, Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Sempat diwarnai dengan pengunduran diri salah satu komika, yaitu komika Diyah dari Yogyakarta di Show 2 SUCI. Diyah yang merupakan satu-satunya kontestan wanita mengundurkan diri karena alasan keluarga.

Di Grand Final, Ryan komika asal Jakarta yang merupakan kontestan termuda di musim ini berhasil menjadi juara SUCI setelah unggul atas komika Surabaya, Akbar. Ryan dengan gaya observasionalnya unggul setelah mengimpersonate gaya Akbar yang kental dengan materi politik serta teknik one liner ketika ber stand up comedy.[10] Hingga saat ini Ryan merupakan juara termuda SUCI karena meraih juara saat berumur 21 tahun.

SUCI 2 (2012)

Di musim kedua ini, Pandji Pragiwaksono sebagai pembawa acara didampingi oleh Ryan Adriandhy, juara SUCI. Nantinya di beberapa Show, Insan Nur Akbar sang runner up SUCI yang mendampingi Pandji membawakan acara. Sementara Raditya Dika menemani Indro Warkop menjadi juri kompetisi. Selain itu, di setiap minggunya akan ada juri tamu berbeda dari kalangan selebriti yang bertindak sebagai juri ketiga. Kembali terpilih 13 orang komika dari audisi di 4 kota besar yakni Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta. Isman HS, penulis humor yang juga mentor para kontestan secara mengejutkan juga ikut menjadi kontestan dan mampu menembus 6 besar.

Musim ini menjadi milik kota Bandung, karena dua komika perwakilan dari Bandung yang kebetulan juga satu almamater universitas yaitu Ge dan Gilang bertemu di Grand Final. Ge yang unggul lewat kemampuan act out nya berhasil mengungguli Gilang yang terkenal dengan gaya observasi cerdasnya. Atas keputusan juri, Ge berhasil meraih juara SUCI 2.[11]

SUCI 3 (2013)

Di musim ketiga ini, Pandji Pragiwaksono sebagai pembawa acara didampingi oleh Ge Pamungkas, juara SUCI 2. Raditya Dika dan Indro Warkop konsisten menjadi juri utama kompetisi, di samping setiap minggunya akan ada juri tamu berbeda dari kalangan selebriti yang bertindak sebagai juri ketiga. Kali ini, 18 orang komika dari audisi di 4 kota besar yakni Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta berhak tampil di babak Show. Pada musim ini, komika yang close mic bisa lebih dari 1 komika. Dan banyak sekali komika yang memiliki sisi unik, diantaranya Fico dan Rizki yang merupakan saudara kandung, Mang Obed yang seorang debt collector, serta Briptu Ferry yang seorang polisi. Lalu untuk pertama kalinya ada komika yang berasal dari luar negeri, yaitu Alison yang berkebangsaan Inggris dan lolos audisi di Bandung.

Fico, komika asal Jakarta yang terkenal dengan gaya absurdnya dan terkesan bego berhasil melaju hingga Grand Final. Ia berhadapan dengan komika dari Medan, Babe yang terkenal dengan act out nya yang unik. Namun akhirnya Babe lah yang berhasil meraih juara SUCI 3 karena mampu unggul dua putaran dari Fico.[12]

SUCI 4 (2014)

Di musim keempat ini, Ernest Prakasa bertindak sebagai pembawa acara didampingi oleh Babe Cabiita, juara SUCI 3. Di mana Pandji kali ini tidak bertindak sebagai pembawa acara karena sedang melakukan stand up tour. Nantinya Ernest di tengah kompetisi digantikan oleh Uus, salah satu kontestan SUCI 3 sebagai pembawa acara. Feni Rose hadir sebagai juri tetap menemani Raditya Dika dan Indro Warkop, di samping setiap minggunya akan ada juri tamu berbeda dari kalangan selebriti yang bertindak sebagai juri keempat. Pada musim ini diperkenalkan babak Pre Show, di mana dari 20 komika terpilih melalui audisi di 7 kota besar akhirnya disaring menjadi 16 komika finalis SUCI 4 yang akan berkompetisi di babak Show.

Selain babak Pre Show, ada lagi babak UTS dan UAS di pertengahan kompetisi. Lalu babak Callback yang memberi kesempatan bagi komika yang telah di close mic untuk kembali ke kompetisi. Diadakan di 5 besar, Pras Teguh, komika asal Padang menjadi komika pertama yang berhasil memenangkan babak callback dan kembali ke kompetisi sebagai komika 6 besar serta berhasil bertahan hingga 4 besar. Selain itu ada komika yang menjadi sorotan yaitu Dodit, komika asal Blitar dengan gayanya yang polos membawakan materi one liner sebagai orang desa berbudaya kota ditemani dengan sebuah biola untuk menunjang penampilannya, menjadikannya sebagai komika kejutan yang secara tidak langsung menjadi idola para penonton.

Pandji Pragiwaksono akhirnya muncul sebagai pembawa acara tamu di Grand Final. Grand Final musim ini mempertemukan dua komika yang sama-sama unggul lewat materi komedi mengenai etnik daerahnya, yaitu Abdur dari NTT dan David dari Jakarta. Abdur kental dengan materi ala Indonesia Timur nya yang diselingi beberapa catchphrase unik seperti "aduh mama sayangee..", sementara David dengan materi ala Betawi beserta sang Nyai sebagai tokoh pendukung juga tak kalah lucu. Gelar juara SUCI 4 akhirnya direngkuh oleh David, setelah persaingan sengit dalam tiga putaran.[13]

SUCI 5 (2015)

Di musim kelima ini, kembali Pandji Pragiwaksono bertindak sebagai pembawa acara dan didampingi oleh David Nurbianto, juara SUCI 4. Dan sesekali posisi pendamping pembawa acara diisi oleh Babe Cabiita dan Uus. Formasi tiga juri tetap tidak berubah yaitu Indro Warkop, Raditya Dika, dan Feni Rose, serta sesekali ada juri tamu yang diundang dalam beberapa show. Kali ini, kembali 16 komika finalis akan berkompetisi di babak Show, di mana 14 komika adalah mereka yang lolos di babak Pre Show dari 25 komika terpilih dari audisi di 7 kota besar, dan 2 komika lagi adalah jebolan dari tim grand finalis LKS Kompas TV musim sebelumnya. 2 komika tersebut adalah Ridho Brado dari Medan, dan Dicky dari Jakarta Barat.

Kembali beberapa orang komika menjadi sorotan. Beberapa diantaranya adalah Heri Horeh, komika senior berpengalaman yang baru menjadi kontestan SUCI musim ini. Lalu Dicky, komika yang dikenal dengan persona kemayu seperti seorang banci ketika tampil di panggung. Serta Dani yang paling banyak mengundang perhatian karena merupakan seorang difabel yang mengharuskannya tampil di kursi roda, mampu mencapai 4 besar kompetisi. Selain itu, pada musim ini di beberapa show muncul babak improv comedy di mana komika finalis memainkan sketsa parodi secara spontan dan kreatif tanpa menghafal teks untuk menghibur para penonton. Babak callback kembali diadakan kali ini di 7 besar komika, di mana Kalis komika dari Purwakarta yang pernah close mic saat 13 besar memenangkan babak ini dan kembali sebagai komika 8 besar. Kalis sendiri berhasil bertahan hingga 5 besar.

Di samping Hifdzi Khoir yang diundang sebagai pembawa acara tamu, untuk pertama kalinya di SUCI musim kali ini babak Grand Final melibatkan 3 besar komika, yaitu Indra Frimawan, Rahmet, dan Rigen. Setelah sebelumnya diadakan babak Reunion Show dengan komika lainnya yang masuk 10 besar. Indra yang dikenal lewat teknik one liner dan gaya absurdnya, serta Rahmet yang dikenal dengan act out serta materinya yang sering membahas latar belakang dirinya sebagai lulusan STM digadang-gadang sebagai juara. Namun penampilan keduanya dianggap kurang maksimal dan Rigen yang berstatus bukan unggulan secara mengejutkan mampu tampil lepas dan berhasil meraih gelar juara SUCI 5.[14] SUCI 5 menjadi penyelenggaraan terakhir di bawah arahan Indra Yudhistira selaku salah satu founder, karena setelah itu ia mengundurkan diri dari Kompas TV untuk mencari tantangan baru.

SUCI 6 (2016)

SUCI 6 menjadi penyelenggaraan pertama pasca pindahnya sang founder, Indra Yudhistira dari Kompas TV. Di musim keenam ini, terjadi perubahan besar-besaran dalam susunan pengisi acara. Komika alumni SUCI 3 yaitu Uus tampil sebagai pembawa acara. Uus didampingi oleh Hifdzi Khoir dalam membawakan acara, meski sesekali ada Rigen yang merupakan juara SUCI 5, lalu David Nurbianto, serta Babe Cabiita yang bergantian ikut mendampingi pembawa acara. Formasi juri juga mengalami perubahan, kecuali Indro Warkop yang tetap sebagai juri utama. Pandji Pragiwaksono yang lima musim berturut-turut menjadi pembawa acara naik posisi menjadi juri mendampingi Indro. Juri lainnya adalah Nirina Zubir serta Cak Lontong. Kali ini, kembali 16 komika finalis akan berkompetisi di babak Show dan kembali ke format awal bahwa semua finalis murni langsung lolos tanpa babak Pre Show. Komposisi 16 komika finalis ini adalah 13 komika berasal dari audisi reguler di 5 kota besar, dan 3 komika adalah hasil "Special Hunt" dari para juri di masa audisi reguler. Tiga komika tersebut adalah Radit Vent yang merupakan seorang ventriloquis dan dosen dari Yogyakarta, lalu Irvan Karta yang merupakan seorang dosen dan ilmuwan dari Tangerang serta Zarry Hendrik, seorang penulis muda berbakat yang lebih dulu dikenal sebagai seorang selebriti di media sosial twitter.

Format kompetisi dikembalikan ke format awal, yaitu tanpa adanya babak callback dan babak reuni. Banyak kejutan yang terjadi di kompetisi musim ini. Diantaranya dua komika unggulan, yaitu Rin Hermana dan Muhammad Sabiq harus tersisih lebih awal. Sementara itu muncullah banyak kontestan yang berstatus kuda hitam, diantaranya pak polisi Gamayel, mahasiswa sastra Kamaludin, dosen & ilmuwan Irvan Karta, dan Sadana Agung atau Dana yang memiliki persona anak dusun, yang pada awalnya tidak diprediksi akan melangkah lebih jauh dalam kompetisi. Keempat komika tersebut sukses melaju minimal hingga babak 8 besar. Dana dan Gamayel lah yang menjadi kontestan kuda hitam terbaik karena Dana berhasil mencapai 4 besar dan Gamayel meraih juara ketiga.

Kembali di babak Grand Final hanya melibatkan 2 orang komika tersisa, yaitu Ardit dari Samarinda dan Indra Jegel dari Medan. Setelah melewati tiga putaran sengit di babak ini, akhirnya Indra Jegel resmi menjadi juara SUCI 6.[15]

SUCI 7 (2017)

Di musim ketujuh ini, juga banyak perubahan dalam susunan acara. Hifdzi Khoir yang pada musim lalu menjadi co-host menjadi host untuk musim ini. Hifdzi didampingi oleh Gita Bhebhita sebagai co-host, yang juga merupakan alumni SUCI 4. Ini menjadi SUCI pertama yang tidak mengambil juara musim sebelumnya untuk menjadi co-host di musim berikutnya. Kembali Indro Warkop dan Pandji Pragiwaksono didaulat sebagai juri utama di musim ini, bersama Cak Lontong yang kembali menjadi juri di musim ini untuk kedua kalinya. Sama seperti musim sebelumnya, akan ada 16 finalis yang tampil di Babak Show di mana mereka semua lolos dari audisi umum di dua kota, Surabaya dan Jakarta. Dari semua finalis, beberapa dari mereka juga berasal dari audisi digital dan rangkaian event kompetisi stand up comedy yang diadakan oleh Kompas TV sebelum mengikuti audisi umum. Mereka adalah Ridwan Remin dan Dany Beler, dua kontestan asal Bogor yang lolos via audisi digital, lalu Rommy Hakim dari Bekasi yang menjadi juara kompetisi "KFC Jagonya Comic", serta Rere Rassofyan yang menjadi juara "MyTea Comic Hunt" regional Jakarta dalam rangkaian "Study Tour (Tour SUCI 6)" setahun sebelumnya. Pada musim ini, kompetisi dilakukan dengan sistem grup di mana ke 16 finalis dibagi ke dalam dua grup yaitu tim A dan tim B. Tim A terdiri dari Arya, Boah, Deswin, Didi, Jupri, Meggy, Putra Uma, dan Rommy. Sementara Tim B terdiri dari Alip, Coki Anwar, Dany, Mamat, Nury, Patra, Rere, dan Ridwan. Setiap tim akan tampil bergantian per minggu nya dan akan ada satu kontestan yang akan close mic tiap grupnya apabila sang komika mendapat nilai terendah pada penampilannya. Format ini diberlakukan hingga finalis tersisa 10 orang atau jelang fase 10 besar, lalu kembali ke format kompetisi penuh.

Seiring banyaknya perubahan format, banyak pula kejutan yang hadir. Dua komika berpengalaman yaitu Arya Novrianus dan Rere Rassofyan harus terhenti di dua penampilan awalnya. Sorotan kemudian tertuju pada beberapa finalis yang masih bertahan, sebut saja Coki Anwar yang menggunakan persona yang sulit dan tidak mudah tertawa saat di panggung dan Didi Sunardi yang berlatar belakang sebagai seorang kuli bangunan, di mana mereka tetap konsisten meskipun harus terhenti juga di tengah kompetisi. Setelah musim sebelumnya tidak diselenggarakan, babak callback kembali diadakan musim ini di mana empat komika yang telah close mic dan mendapat voting tertinggi dari masyarakat kembali tampil untuk kembali sebagai finalis. Hasilnya Didi lah yang kembali sebagai finalis dan menjadi finalis 5 besar, meskipun akhirnya ia kurang memanfaatkan kesempatan yang diberikan karena ia kembali close mic setelahnya.

Di musim ini dihadirkan pula babak semifinal, di mana komika 4 besar murni (setelah callback) berkompetisi untuk menjadi dua komika grand finalis, serta akan ada juara tiga pada hasil akhirnya. Dany Beler, komika asal Bogor akhirnya meraih juara tiga dan Deswin Faqih harus puas berada di peringkat 4. Sementara dua komika lainnya, Ridwan Remin dan Mamat Alkatiri akhirnya melaju dan melanjutkan pertarungan di babak grand final. Unggul pengalaman dan kualitas penampilan, Ridwan Remin akhirnya menyabet gelar juara SUCI 7.[16]

SUCI 8 (2018)

Di musim kedelapan ini, susunan acara tidak begitu banyak diubah dan masih menggunakan pakem di musim sebelumnya. Hifdzi Khoir masih bertindak sebagai host utama namun kali ini didampingi oleh Bianca Liza sebagai co-host. Formasi tiga juri Indro Warkop, Pandji Pragiwaksono, dan Cak Lontong juga tetap dipertahankan. Sama seperti musim sebelumnya, finalis yang tampil adalah mereka yang berhasil lolos audisi di dua kota yaitu Surabaya dan Jakarta tetapi hanya 15 total finalis yang tampil di Babak Show musim ini. Di musim ini, terdapat variasi baru di mana ke-15 komika finalis dibagi menjadi tiga kelompok dan akan dipimpin oleh masing-masing juri utama tiap kelompoknya sebagai mentor. Tim Indro terdiri dari Popon, Agungprov, Jobe, Bakriyadi, dan Riztegh. Tim Pandji terdiri dari Wahyu Togog, Fianita, Arif Brata, Fedro, dan Ken. Dan tim Cak Lontong terdiri dari Bu Haris, Bintang, Oki, Yudha, dan Ipin. Dari segi finalis, tiga diantaranya merupakan alumni dari SUCI 5 yang harus terhenti di Babak Pre-Show dan akhirnya berhasil menjadi finalis musim ini, yaitu Popon Kerok, Wahyu Togog, dan Yudha Ilham. Bintang Bete menjadi sorotan karena sudah sangat berpengalaman serta berlabel komika nasional dan pernah bermain film, baru mengikuti SUCI musim ini setelah beberapa tahun kompetisi ini diadakan. Para finalis akan diberi tantangan yang disebut "Mission Show" di setiap minggunya di tempat yang tidak diduga sebelumnya, dan tentunya meskipun merangkap mentor para juri akan tetap objektif dalam memberikan penilaian kepada setiap finalis tanpa melebih-lebihkan atau mengurangi poin setiap finalis yang jadi anggota tim mereka masing-masing.[17] Format ini berlangsung hingga tersisa 9 komika finalis setelah masing-masing tim mengeliminasi 2 komika di timnya. Setelah itu, 9 komika tersisa akan berkompetisi bersama-sama seperti musim-musim sebelumnya.

Tiga komika berpengalaman yaitu Bakriyadi, Wahyu Togog, dan Yudha Ilham secara mengejutkan tereliminasi di format tim ini. Setelah itu lahirlah beberapa finalis yang dilabeli kuda hitam seperti Riztegh asal Medan dan Ipin asal Bekasi yang kurang bagus di awal penampilan namun konsisten memberikan perkembangan positif hingga mereka juga terhenti langkahnya atau close mic di posisi yang sangat baik, meskipun belum mencapai 3 besar. Di musim ini babak callback kembali ditiadakan sehingga peringkat yang diperoleh seluruh kontestan adalah peringkat murni. Babak semifinal kembali diadakan dan hanya melibatkan 3 besar finalis, di mana komika senior Bintang Bete akhirnya keluar sebagai juara tiga. Sementara babak grand final mempertemukan antara Oki Rengga sang pemain sepak bola yang juga menjadi "kuda hitam" kompetisi musim ini dan Popon Kerok yang konsisten dengan persona "Anak Menteng" nya. Setelah melalui persaingan sengit dan memiliki nilai total akumulasi penampilan yang beda tipis, gelar juara SUCI 8 akhirnya jatuh ke tangan Popon Kerok.[18]

Daftar finalis

Nama finalis diurutkan berdasarkan peringkat saat kompetisi, mulai dari juara/pemenang hingga yang tereliminasi pertama kali. Informasi tambahan adalah kota asal finalis, komunitas Stand Up Indo asal finalis bernaung (kalau ada), dan kota tempat audisi di mana para finalis lolos.

Stand Up Comedy Indonesia
Finalis Stand Up Comedy Indonesia
(disertai nama panggung, kota asal, komunitas asal, kota audisi, dan status finalis)
SUCI (2011)
Ryan Adriandhy Ryan Jakarta
-
Jakarta Pemenang
Insan Nur Akbar Akbar Sidoarjo
-
Surabaya Runner up
Ernest Prakasa Ernest Jakarta
-
Jakarta Juara 3
Wisben Antoro Wisben Yogyakarta
-
Yogyakarta Finalis
Mohamad Ali Sidik Mo Sidik Bandung
-
Bandung Finalis
Daned Gustama Daned Jakarta
-
Surabaya Finalis
Asep Suaji Asep Bogor
-
Jakarta Finalis
Daslan Cukup Daslan Surabaya
-
Surabaya Finalis
Dwiyanto Gareng Yogyakarta
-
Yogyakarta Finalis
Zulfan Firdaus Hasan Ifan Balikpapan
-
Bandung Finalis
Budi Kusumah Budi Bandung
-
Bandung Finalis
Sakdiyah Ma'rufWO Diyah Yogyakarta
-
Yogyakarta Finalis
M. Fauzi Saleh Fauzi Medan
-
Medan Finalis
SUCI 2 (2012)
Genrifinadi Pamungkas Ge Bandung SUI Bandung Bandung Pemenang
Gilang Bhaskara Gilang Jakarta SUI Bandung Bandung Runner up
Ahmad Kemal Palevi Kemal Samarinda
-
Jakarta Juara 3
Frendy Pradana Putra Topenk Madiun SUI Surabaya Surabaya Finalis
Randhika Djamil Dhika Bandung SUI Bandung Bandung Finalis
Isman Hidayat Suryaman Isman Bandung SUI Bandung Yogyakarta Finalis
Boris Thompson Manullang Boris Bokir Medan SUI Bandung Bandung Finalis
Arry Bagoes Wibowo Arry Jakarta
-
Jakarta Finalis
Sigit Hariyo Seno Imot Yogyakarta SUI Jogja Yogyakarta Finalis
Irawan Raharja Irawan Bogor SUI Bogor Jakarta Finalis
Yulyanikasih Yuli Paser SUI Malang Surabaya Finalis
Agung Hartanto Agung Jakarta
-
Yogyakarta Finalis
Jessica Farolan Jessica Jakarta
-
Jakarta Finalis
SUCI 3 (2013)
Priya Prayogha P. Babe Medan SUI Medan Jakarta Pemenang
Fico Fachriza Fico Jakarta SUI Depok Jakarta Runner up
Satriaddin M.D Arie Kriting Wakatobi SUI Malang Surabaya Juara 3
Rachmaditiya Alphiandi Alphi Jakarta SUI Depok Jakarta Finalis
Bene Dionysius Bene Tebing Tinggi SUI Jogja Yogyakarta Finalis
Aditya Muslim Muslim Bangkalan SUI Surabaya Surabaya Finalis
Gianluigi Christoikov Gian Ambon SUI Bandung Bandung Finalis
Renato Fenady Alf. Reno Yogyakarta SUI Bandung Bandung Finalis
Ferry Ardilesmana Ferry Bogor SUI Bogor Bandung Finalis
Alison Victoria Alison Newcastle upon Tyne
-
Bandung Finalis
Chandra MarethaB3 Chandra Bandung SUI Bandung Bandung Finalis
Dimas YudhistiraB3 Dimzy Jakarta SUI Tangerang Jakarta Finalis
Liongky NugrahaB3 Liongky Jakarta SUI Tangerang Jakarta Finalis
Ilham Renzia FauzanB2 Iam Jakarta SUI Depok Jakarta Finalis
Rizki Ananta PutraB2 Rizki Jakarta SUI Depok Jakarta Finalis
Pian IswantoB1 Obed Bandung SUI Bandung Bandung Finalis
Pulung SiswantaraB1 Pulung Jombang SUI Surabaya Surabaya Finalis
Rizky Firdaus WijaksanaB1 Uus Bandung SUI Bandung Bandung Finalis
SUCI 4 (2014)
David Nurbianto David Jakarta SUI Tangerang Jakarta Pemenang
Abdurrahim Arsyad Abdur Larantuka SUI Malang Surabaya Runner up
Dzawin Nur Ikram Dzawin Bogor SUI Bogor Bandung Juara 3
Teguh PrasetyoC9 Pras Teguh Padang SUI Padang Padang Finalis
Hifdzi Khoir Hifdzi Bandar Lampung SUI Jogja Jakarta Finalis
Dodit Mulyanto Dodit Blitar SUI Surabaya Surabaya Finalis
Yullianto Lin Liant Tangerang SUI Bali Denpasar Finalis
Reza Pardede Coki Jakarta SUI Depok Jakarta Finalis
Arif Alfiansyah Arif Surabaya SUI Surabaya Surabaya Finalis
Sri Rahayu Sri Makassar SUI Makassar Bandung Finalis
Yudha Ramadhan Yudha Keling Depok SUI Depok Jakarta Finalis
Wendi Septian Newendi Bandar Lampung SUI Lampung Jakarta Finalis
Benidictus Siregar Beni Kulon Progo SUI Jogja Yogyakarta Finalis
Yudha Iqbal M.B2 Yudha Khan Cirebon SUI Cirebon Bandung Finalis
Yudhit CiphardianB2 Yudhit Surabaya SUI Surabaya Surabaya Finalis
Anggita Butarbutar Gita Medan SUI Medan Medan Finalis
SUCI 5 (2015)
M. Rizki Rakelna Rigen Bima SUI Jakarta Barat Surabaya Pemenang
Rahmat Hidayat Rahmet Jakarta SUI Jakarta Timur Jakarta Runner up
Indra Frimawan Indra Jakarta SUI Jakarta Barat Jakarta Juara 3
Adityanta Dani Dani Malang SUI Malang Surabaya Finalis
Isro Kalis RubedaC13 Kalis Yogyakarta SUI Purwakarta Bandung Finalis
Afif Syafi'i Afif Jakarta SUI Jakarta Barat Surabaya Finalis
Barry Williem Barry Bekasi SUI Bekasi Bandung Finalis
Heri Saputra Heri Horeh Jakarta SUI Depok Bandung Finalis
Dicky Fachrizal Dicky Jakarta SUI Jakarta Barat LKS* Finalis
Muhammad Tomi P. Tomy Babap Tangerang SUI Tangerang Jakarta Finalis
Wira Setianagara Wira Banjarnegara SUI Purwokerto Yogyakarta Finalis
Abdul Rachman Rachman Jakarta SUI Jakarta Utara Bandung Finalis
Anjas Wirabuana Anjas Makassar SUI Makassar Makassar Finalis
Yan Al Ridho Ridho Brado Medan SUI Medan LKS* Finalis
Rizky Ubaidillah Ubay Purwokerto SUI Purwokerto Yogyakarta Finalis
Ichsan Dhanny Baim Balikpapan SUI Balikpapan Yogyakarta Finalis
SUCI 6 (2016)
Indra Gunawan Indra Jegel Medan SUI Medan Medan Pemenang
Arditya Taqwa Erwandha Ardit Samarinda SUI Samarinda Surabaya Runner up
Mei Mahatthir Gamayel Gamayel Balikpapan SUI Balikpapan Surabaya Juara 3
Sadana Agung Sulistya Dana Semarang SUI Salatiga Semarang Finalis
Gebi Ramadhan Gebi Serang SUI Serang Jakarta Finalis
Fajar Nugraha Fajar Bogor SUI Bogor Jakarta Finalis
Kamaludin Kamal Bandung SUI Bandung Jakarta Finalis
Irvan S. Kartawiria Irvan Karta Sukabumi SUI Tangerang Jakarta** Finalis
Muhammad Sabiq Sabeq Watampone SUI Malang Surabaya Finalis
M. Fadjrin Hermana Rin Padang SUI Padang Jakarta Finalis
Tri Vina Maryana Vyna Pekalongan SUI Pekalongan Semarang Finalis
Raditya Adipramono Radit Vent Yogyakarta SUI Jogja Yogyakarta** Finalis
Zarry Hendrik Zarry Jakarta
-
Jakarta** Finalis
Ahmad Syarif Firmansyah Firman Malang SUI Malang Surabaya Finalis
Bentang Putra Beno Pamulang SUI Pamulang Jakarta Finalis
Noval Firmansyah Firza Surabaya SUI Surabaya Surabaya Finalis
SUCI 7 (2017)
Muhammad Ridwan Ridwan Bogor SUI Bogor Jakarta Pemenang
Mohammed Yusran Alkatiri Mamat Fakfak SUI Jogja Surabaya Runner Up
Danny Wahyu Nugraha Dany Beler Bogor SUI Bogor Jakarta Juara 3
Deswin Faqih Deswin Tarakan SUI Tarakan Surabaya Finalis
Didi SunardiC8 Didi Bandung SUI Cimahi Jakarta Finalis
Choirul Anwar Coki Anwar Pati SUI Jogja Jakarta Finalis
Sartika Yulianti Boah Cikarang SUI Cikarang Jakarta Finalis
Muhammad Al Jufri Jupri Pamulang SUI Pamulang Surabaya Finalis
Alif Baihaki Alip Jakarta SUI Jakarta Timur Jakarta Finalis
Putra Aria Abu Jafar Putra Uma Jakarta SUI Tangerang Jakarta Finalis
Siti Nuryah Nury Banjarnegara SUI Pamulang Jakarta Finalis
Rommy Hakim Rommy Bekasi SUI Bekasi Jakarta Finalis
Renaldi Rassofyan Rere Jakarta SUI Jakarta Barat Jakarta Finalis
Arya Novrianus Arya Bekasi SUI Bekasi Jakarta Finalis
Fadhil Patra D. Gumala Patra Jakarta
-
Jakarta Finalis
Meggy Wiyatna Meggy Cilacap SUI Purwokerto Surabaya Finalis
SUCI 8 (2018)
Muhammad Saleh Popon Medan SUI Jakarta Selatan Jakarta Pemenang
Oki Rengga Winata Oki Medan SUI Medan Jakarta Runner Up
A. Bintang Timur Bintang Bekasi SUI Bekasi Jakarta Juara 3
Arif Suryadi Brata Arif Brata Makassar SUI Makassar Jakarta Finalis
Fianita Andriyati Fianita Ponorogo SUI Ponorogo Surabaya Finalis
Nur Arifin Ipin Bekasi SUI Bekasi Jakarta Finalis
Rizky Teguh Riztegh Medan SUI Medan Jakarta Finalis
Joshua M. Bertus Jobe Manado SUI Manado Surabaya Finalis
Fedro Dwi Putra Fedro Palembang SUI Palembang Jakarta Finalis
Yudha Ilham Yudha Jakarta SUI Jakarta Utara Jakarta Finalis
Michael William Wahyu N. Wahyu Togog Sidoarjo SUI Sidoarjo Surabaya Finalis
Bakriyadi Arifin Bakri Padang SUI Bogor Jakarta Finalis
Radhiq Ken Nuansa Ken Blitar SUI Malang Surabaya Finalis
Agung Widodo Agungprov Pati SUI Depok Jakarta Finalis
Haris T. Kurniawati Haris Surabaya SUI Sidoarjo Surabaya Finalis

Keterangan:

  • Beberapa finalis tidak memiliki komunitas karena komunitas Stand Up Indo (SUI) baru muncul dan menyebar se-Indonesia setelah SUCI 2011, serta beberapa finalis yang tidak memiliki komunitas setelah SUCI 2011 dikarenakan tidak terikat oleh komunitas atau belum terdaftar resmi sebagai anggota komunitas saat ikut audisi.
  • Bagi finalis yang diketahui tergabung atau ikut lebih dari satu komunitas SUI, yang dilampirkan adalah komunitas SUI yang melambungkan nama peserta hingga dikenal secara nasional pertama kali, untuk lebih jelasnya bisa dilihat di sini (klik).
  • ᐜ Nama komunitas SUI bisa berubah sewaktu-waktu. Untuk komunitas SUI pada tabel yang memiliki tanda ᐜ, komunitas yang bersangkutan telah berganti nama dengan nama baru dari nama awal saat komunitas yang bersangkutan didirikan pertama kali (SUI Bintaro, Tangerang, dan Serpong (BTS) berganti nama menjadi SUI Tangerang sejak Maret 2018, sementara SUI Banten, Serang, dan Cilegon (BSC) berganti nama menjadi SUI Serang sejak Juni 2016).
  • B Finalis dieliminasi bersama (ada lebih dari satu finalis yang dieliminasi) dalam satu show, angka setelah huruf B menandakan urutan show dari penampilan para finalis yang dieliminasi secara bersama tersebut.
  • C Finalis yang menjadi pemenang babak callback dan berhak tampil untuk berkompetisi kembali sampai menjadi juara atau kembali tereliminasi, angka setelah huruf C menandakan peringkat finalis yang bersangkutan sebelum kembali ke kompetisi via babak callback.
  • WO Finalis mengundurkan diri di tengah kompetisi.
  • * Finalis merupakan jebolan grand final LKS Kompas TV, sehingga lolos langsung ke Babak Show tanpa harus ikut audisi.
  • ** Khusus di SUCI 6 finalis adalah hasil "Special Hunt" oleh para juri di mana finalis merupakan tokoh sukses di bidangnya dan dikenal juga sering ber stand up comedy.

Peserta Pre Show

Nama-nama di bawah ini merupakan para pelawak tunggal atau komika yang berhasil masuk ke Babak Pre Show Stand Up Comedy Indonesia, namun belum beruntung untuk lolos sebagai finalis ke Babak Show (Pre Show diadakan di SUCI 4 dan SUCI 5).

Peserta Pre Show Stand Up Comedy Indonesia
(disertai nama panggung, kota asal, komunitas asal, kota audisi, dan status finalis)
Pre Show SUCI 4 (2014)
Irfan Fauzan Irfan Bandung SUI Bandung Jakarta Pre Show 1
Eka Novri Pamuji Koji Denpasar SUI Bali Denpasar Pre Show 1
Yudi Sulton Maulana Yudi Soreang SUI Kab. Bandung Bandung Pre Show 1
Pra Bhakti Wijaya Bhakti Samarinda SUI Samarinda Surabaya Pre Show 2
Pre Show SUCI 5 (2015)
Fransiskus Gandhi Gandhi Surabaya SUI Surabaya Surabaya Pre Show 1
Muhammad Saleh Popon Medan SUI Jakarta Selatan Jakarta Pre Show 1
Endi Rizal Ferdiansyah Rizal Blora SUI Semarang Yogyakarta Pre Show 1
Yudha Ilham Yudha Jakarta SUI Jakarta Utara Bandung Pre Show 1
Firman Nur Iman Firmanur Dumai SUI Jogja Yogyakarta Pre Show 2
Icky Kurniawan Icky Pekanbaru SUI Pekanbaru Pekanbaru Pre Show 2
Mohammad Lukman Lukman & Ludfi* Surabaya SUI Surabaya Surabaya Pre Show 2
Paulina Sandria Pawpao Jakarta
-
Jakarta Pre Show 2
Michael William Wahyu N. Wahyu Togog Sidoarjo SUI Sidoarjo Surabaya Pre Show 2
Aryo Tio Sefeni Yoyo Bakauheni SUI Lampung Bandung Pre Show 2

Keterangan:

  • Beberapa finalis tidak memiliki komunitas karena komunitas Stand Up Indo (SUI) baru muncul dan menyebar se-Indonesia setelah SUCI 2011, serta beberapa finalis yang tidak memiliki komunitas setelah SUCI 2011 dikarenakan tidak terikat oleh komunitas atau belum terdaftar resmi sebagai anggota komunitas saat ikut audisi.
  • * peserta Mohammad Lukman tampil bersama dengan saudara kembarnya, Mohammad Ludfi di Pre Show SUCI 5 sehingga diberi keistimewaan untuk bisa tampil berdua.

Daftar pemenang

Tahun Musim Juara I Juara II Juara III
2011 1 Ryan Akbar Ernest
2012 2 Ge Gilang Kemal
2013 3 Babe Fico Arie Kriting
2014 4 David Abdur Dzawin
2015 5 Rigen Rahmet Indra
2016 6 Indra Jegel Ardit Gamayel
2017 7 Ridwan Mamat Dany Beler
2018 8 Popon Oki Bintang

Galeri

Referensi

Pranala luar