Kota Dumai

kota di Propinsi Riau, Indonesia
(Dialihkan dari Dumai)

Kota Dumai adalah sebuah kota di Provinsi Riau, Indonesia, sekitar 188 km dari Kota Pekanbaru. Dumai adalah kota dengan wilayah administrasi terluas ketiga di Indonesia, setelah Kota Palangka Raya dan Kota Tidore Kepulauan. Kota ini berawal dari sebuah dusun kecil di pesisir timur Provinsi Riau.

Kota Dumai
Sumatra 1rightarrow blue.svg Riau
Lambang Kota Dumai.png
Lambang
Motto: 
Peduli beri Solusi
Lokasi Riau Kota Dumai.svg
Kota Dumai berlokasi di Sumatra
Kota Dumai
Kota Dumai
Kota Dumai berlokasi di Indonesia
Kota Dumai
Kota Dumai
Koordinat: 1°40′00″N 101°27′00″E / 1.6667°N 101.45°E / 1.6667; 101.45
Negara Indonesia
ProvinsiRiau
Tanggal peresmian20 April 1999
Dasar hukumUU Nomor 16 Tahun 1999 Tentang Pembentukan Kotamadya DATI II Dumai
Pemerintahan
 • Wali kotaDrs. H. Zulkifli AS.MSi
 • Wakil WalikotaEko Suharjo
Luas
 • Total1.772,38 km2 (68,432 sq mi)
Populasi
 ((2019)[1])
 • Total308.812 jiwa
Demografi
 • Suku bangsaMelayu (29,90%), Batak (11%), Minangkabau (9,51%), Jawa (9,52%), bugis (7,52%),Tionghoa (3,75%), lain-lain (23,8%)
 • AgamaIslam 84,74%
- Kristen 11,26%
- Protestan 10,43%
- Katolik 0,83%
Buddha 3,22%
Konghucu 0,19%
Hindu 0,01%
Kepercayaan 0,01%[2]
 • BahasaMelayu, Minangkabau, Jawa, Batak, Bugis
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon+62 765
Kode Kemendagri14.72 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan7
Jumlah kelurahan33
DAURp. 567.158.030.000,-(2013)[3]
Bandar udaraBandara Pinang Kampai
Fauna resmiHarimau Sumatra
Situs webhttp://www.dumaikota.go.id

Kota Dumai merupakan hasil pemekaran dari Kabupaten Bengkalis. Diresmikan sebagai kota pada 20 April 1999, dengan UU No. 16 tahun 1999 tanggal 20 April 1999 setelah sebelumnya sempat menjadi kota administratif (kotif) di dalam Kabupaten Bengkalis. Pada awal pembentukannya, Kota Dumai hanya terdiri atas 3 kecamatan, 13 kelurahan dan 9 desa dengan jumlah penduduk hanya 15.699 jiwa dengan tingkat kepadatan 83,85 jiwa/km2.

GeografiSunting

Rata-rata ketinggian adalah 3 meter di atas muka laut. Wilayah Kota Dumai beriklim tropis dengan curah hujan antara 100-300 cm dan suhu udara 24-30 °C dengan kondisi tanah rawa bergambut.

Dumai sebagian terdiri dari dataran rendah di bagian utara dan di sebelah selatan sebagian adalah dataran tinggi. Kondisi tanahnya mayoritas berupa tanah rawa yang bergambut dengan kedalaman antara 0-0,5 m. Struktur tanah umumnya terdiri dari tanah podsolik merah kuning dari batuan endapan, alluvial dan tanah organosol dan gley humus dalam bentuk rawa-rawa atau tanah basah. Terdapat 15 sungai di wilayah Dumai. Sungai-sungai tersebut dapat dilayari kapal pompong, sampan dan perahu sampai jauh ke hulu sungai.

Batas WilayahSunting

Utara Pulau Rupat, Kabupaten Bengkalis
Timur Bukit Batu, Bengkalis
Selatan Mandau, Bengkalis dan Bukit Batu, Bengkalis
Barat Bangko, Rokan Hilir dan Tanah Putih, Rokan Hilir

PemerintahanSunting

Daftar Wali KotaSunting

Berikut ini adalah daftar Wali Kota Dumai dari masa ke masa:

No Wali Kota Awal menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Wali Kota
1
Wan Syamsir Yus
2000
2005
1
[4][5]
2
  Zulkifli AS
2005
2010
2
[6][7]
Sunaryo
3
Khairul Anwar
12 Agustus 2010
12 Agustus 2015
3
[8]
Agus Widayat
Arlisman Agus
(Penjabat)
12 Agustus 2015
17 Februari 2016
[9]
(2)
  Zulkifli AS
17 Februari 2016
Petahana
4
Eko Suharjo

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Dumai dalam dua periode terakhir.[10][11]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 1 0
  Gerindra 4 3
  PDI Perjuangan 5 4
  Golkar 3   3
  NasDem 3 4
  PKS 3 4
  PPP 2 3
  PAN 4 3
  Hanura 1   1
  Demokrat 2 5
  PBB 1 0
  PKPI 1 0
Jumlah Anggota 30   30
Jumlah Partai 12 9

KecamatanSunting

Kota Dumai memiliki 7 kecamatan dan 33 kelurahan. Luas wilayahnya mencapai 1.623,38 km² dan jumlah penduduk 280.174 jiwa (2017) dengan sebaran 172 jiwa/km².[12][13]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Dumai, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Status Daftar
Kelurahan
14.72.03 Bukit Kapur 5 Kelurahan
14.72.01 Dumai Barat 4 Kelurahan
14.72.06 Dumai Kota 5 Kelurahan
14.72.07 Dumai Selatan 5 Kelurahan
14.72.02 Dumai Timur 5 Kelurahan
14.72.05 Medang Kampai 4 Kelurahan
14.72.04 Sungai Sembilan 5 Kelurahan
TOTAL 33

PendudukSunting

Penduduk Kota Dumai Tahun 2010, berjumlah 253.803 jiwa yang terdiri atas 131.465 jiwa laki-laki dan 305.338 jiwa perempuan. Dengan Kepadatan Penduduk 178.00 jiwa/km² dengan laju pertumbuhan penduduk berkisar 3,51 persen/tahun.

No. Tahun Populasi
1 2000 [14] 173.188 jiwa
2 2008[15] 236.778 jiwa
3 2010[16] 253.803 jiwa
4 2012[17] 277.995 jiwa
5 2019[1] 308.812 jiwa

Menurut data tahun 2010, jumlah penduduk Kota Dumai yang terdiri dari berbagai suku bangsa seperti Melayu, Batak, Minang sebagai warga mayoritas, Jawa, Bugis, dan Tionghoa adalah sebanyak 286.000 jiwa dengan kepadatan rata-rata 156 jiwa/km² dan laju pertumbuhan sebesar 3,7% per tahun. Islam adalah agama mayoritas yang dipeluk penduduknya.

PendidikanSunting

Untuk ukuran sebuah kota, di Kota Dumai sekolah sebagai sarana pendidikan pembelajaran sangat lengkap. Mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak atau Raudatul Athfal hingga Sekolah Menengah Atas/Kejuruan atau Madrasah Aliyah. Baik itu yang merupakan sekolah negeri juga beberapa yang dikelola oleh yayasan swasta viz. prayoga seperti sekolah dasar dan menengah Santo Tarcisius. Beberapa sekolah milik Pertamina mulai dari SD, SMP dan SMA YKPP merupakan salah satu sekolah swasta favorite di kota Dumai. Dan semua sekolah di Dumai sudah menerapkan sistem standar nasional. Sehingga sekolah yang ada di dumai sangat berkualitas dan memiliki mutu yang tinggi.[butuh rujukan]

Tidak sebatas sekolah menengah, beberapa perguruan tinggi juga sudah berdiri sejak Dumai masih berstatus kota administratif. Dan seiring pembangunan yang sangat pesat, beberapa sekolah tinggi tersebut telah meningkatkan kualitasnya, dan mampu bersaing dengan sekolah tinggi yang berasal dari daerah lain yaitu Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Lancang Kuning, Sekolah Tinggi Manajemen Ilmu Komputer Dumai, Akademi Manajemen Ilmu Komputer Dumai, Sekolah Tinggi Teknologi Dumai, Akademi Keperawatan Sri Bunga Tanjung, Akademi Kebidanan Hang Jebat dan Akademi Akuntansi Riau.[butuh rujukan]


EkonomiSunting

 
Pusat perdagangan Dumai

Indikator ekonomi makro berupa Product Domestic Regional Bruto (PDRB) Kota Dumai yang terus meningkat tiap tahunnya sejak tahun 2000-2005 merupakan gambaran keberhasilan pembangunan perekonomian di Kota Dumai. Untuk mendukung peningkatan PDRB tersebut maka titik berat pembangunan ekonomi Kota Dumai adalah dengan mempertahankan dominasi pembangunan pada sektor industri, penjualan, pembangunan angkutan serta bangunan disamping memperhatikan sektor pertanian sebagai penghasil bahan baku industri. Tingkat pertumbuhan ekonomi yang cukup pesat juga telah memberikan kesempatan kerja bagi masyarakat di Kota Dumai sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

Kendala yang dihadapi selain masalah modal adalah Status lahannya masih disebut-sebut ex-HPH. Empat kecamatan di Kota Dumai yaitu Kecamatan Sungai Sembilan, Medang Kampai, Bukit kapur dan Dumai Barat merupakan wilayah yang memiliki sumber daya lahan yang potensial untuk pengembangan agrobisnis dan agroindustri dengan rekayasa teknologi tepat guna byocyclo farming seperti padi, palawija, sayuran Sumatra, pisang, nenas, durian, mangga, rambutan, sawit, aneka ternak (sapi, kambing, itik dan ayam) serta budidaya tambak ikan air tawar (patin, ikan mas, gurami serta ikan hias).yang lebih banyak yang di hasilkan dari kecamatan sungai sembilan untuk ke depan adalah sawit, pisang, dan palawija. Saat ini daerah kecamatan sungai sembilan khususnya kelurahan basilam baru sangat kekurangan sarana infra struktur untuk pembangunan jalan. Terutama pembangunan jalan utama simpang kaplingan hingga Pangkalan durian.[butuh rujukan]

KelautanSunting

Kota Dumai yang berada di tepi pantai timur Pulau Sumatra melakukan pengembangan secara terpadu kawasan pesisir pantainya sebagai kawasan tangkap dan budidaya keramba komoditas unggulan ekspor ikan hidup seperti kerapu, kakap putih, kepiting rajungan dan bawal melalui pemulihan fungsi hutan mangrove. Kota Dumai juga memiliki pelabuhan yang bisa dijadikan sebagai portal untuk menuju negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

PerdaganganSunting

Kawasan Dumai sangat strategis untuk dijadikan kawasan pengembangan perdagangan internasional, karena Dumai berada di kawasan lintas perdagangan internasional Selat Melaka. Sejak beberapa tahun Kotamadya Dumai telah mengajukan usulan sebagai kawasan perdagangan bebas/Free Trade Zone. Pemerintah RI sedang menyempurnakan produk hukum yang disebut UU kawasan FTZ.

IndustriSunting

Dumai, juga dikenal sebagai kota minyak. Tiga industri yang turut serta memajukan Dumai secara tidak langsung adalah PT. CPI (dahulu Caltex Pacific Indonesia sekarang Chevron Pacific Indonesia) yang bergerak mayoritas dalam bidang pertambangan dan ekspor minyak dan gas bumi, kemudian PT. Pertamina yang bergerak dalam bidang pengolahan dan pendistribusian minyak dan gas bumi dalam negeri serta disusul oleh industri pengolahan minyak sawit (CPO) PT. BKR (Bukit Kapur Reksa).

Selain Industri Skala besar seperti di atas, terdapat juga beberapa industri kecil atau home Industri. Pengolahan hasil pertanian seperti Kelapa dijadikan VCO minyak kelapa murni. Kota Dumai dalam memainkan peranannya ke depan telah memiliki lima kawasan Industri yang strategis yaitu Kawasan Industri Dumai (KID) di Pelintung, Kawasan Industri Lubuk Gaung, Kawasan Industri Dock Yard, Kawasan Industi Bukit Kapur dan Kawasan Industri di Bukit Timah.

Salah satu kawasan inidustri ini telah menjadi kawasan industri yang paling pesat kemajuannya di Provinsi Riau yakni kawasan industri Pelintung. Di kawasan industri ini telah dibangun satu dermaga ekspor dengan kapasitas tiga kapal tanker sekali sandar. Telah dibangun juga pabrik pupuk NPK dan telah berproduksi yang diyakini menjadi pabrik pupuk NPK terbesar di Asia Tenggara.

Perkembangan terakhir dari kota dumai adalah beberapa perusahaan besar yang bergerak di bidang perkebunan sawit dan turunannya sudah membangun pabrik di kota Dumai, tepatnya di Lubuk Gaung seperti PT. Sari Dumai Sejati (Asian Agri), PT. Ivo Mas Tunggal (Sinarmas), PT. Energi Sejahtera Mas(anak perusahaan Sinarmas Cepsa Pte.Ltd.) dan PT Energi Unggul Persada.

TransportasiSunting

PelabuhanSunting

Dumai memiliki Bandar Udara Pinang Kampai yang terletak berdekatan dengan Kompleks Perumahan PT. CPI. Disamping akses udara, Kota Dumai memiliki keunggulan sebagai salah satu kota di Provinsi Riau yang berpeluang untuk memanfaatkan potensi pengembangan pelabuhan laut, dimana Dumai berada pada posisi lintas perdagangan internasional Selat Melaka yang dikelola oleh PELINDO dan beberapa pelabuhan rakyat. Pelabuhan Sungai Pakning di Dumai telah dibangun sebagai pelabuhan penghubung untuk kegiatan ekspor impor, begitu juga para penumpang yang ingin menuju ke Malaka – Malaysia. Pelabuhan Dumai terdiri dari 15 unit, 4 unit dimilki Chevron, 6 unit dimiliki PT. Pertamina (Persero) dan 5 unit milik pemerintah. Sepanjang daerah pantai Dumai terdapat beberapa pabrik minyak dan pengolahan minyak dengan kapasitas 170.000 barrel per hari dan dapat menampung 850.000 barrel minyak per hari. Dumai juga disebut sebagai gerbang ekspor minyak Indonesia. Pada saat ini aktivitas ekspor gas sejumlah USD 426.123 juta per tahun.[butuh rujukan]

BudayaSunting

 
Masjid Dumai

Kota Dumai mempunyai keragaman suku dan budaya, selain memiliki budaya asli yaitu budaya Melayu, pengaruh budaya dari provinsi tetangga juga sangat terasa, seperti budaya Minangkabau (Sumatra Barat) karena dikota Dumai sendiri suku Minangkabau sangat dominan. Keragaman yang ada merupakan aset yang bisa menghasilkan devisa. Kebudayaan Melayu dianggap sebagai "Roh Pembangunan Kota Dumai" dengan cara menjabarkan nilai-nilai budayanya sebagai inspirasi dan dasar pembangunan. Pelaksanaan pembangunan dibidang kebudayaan telah meningkatkan daya tarik/promosi daerah tentang seni budaya daerah.[butuh rujukan]

PariwisataSunting

Kota Dumai yang terletak di tepi pantai memiliki potensi pengembangan pariwisata seperti wisata alam, Budaya dan belanja. Beberapa daerah wisata di antaranya kawasan konservasi di Kecamatan Sungai Sembilan, hutan wisata di Kecamatan Dumai Barat dan Dumai Timur, kawasan pantai Teluk Makmur di Kecamatan Medang Kampai dan Tasik Bunga Tujuh di Kecamatan Dumai Timur. Sebagai gerbang utama untuk memasuki Riau Daratan, beberapa turis sudah berulang kali mengunjungi Dumai, terutama yang ingin mengunjungi Malaka. Dumai sangat mudah dicapai karena transportasinya yang lancar.[butuh rujukan]

Ada beberapa objek wisata yang menarik dalam perjalanan menuju Dumai, seperti adanya suku terbelakang yang dinamakan suku Sakai, hutan tropis di sepanjang jalan, dan air sungai yang warnanya unik seperti warna teh. Selain itu juga dapat dilihat beratus pipa angguk yang mengangkat minyak dari perut bumi. Pusat perbelanjaan Ramayana di Jl. Jend Sudirman menambah ikon Dumai pada tahun 2007 dan sekarang telah ditemukan danau buatan di bagan besar.

Dumai juga memiliki pantai sangat indah tempat melepas lelah yaitu "Pantai Pasir" yang terletak di hulu Sungai Dumai.Pada malam hari kita juga bisa menikmati wisata kuliner di sepanjang Jl.Ombak yang menjajakan berbagai menu makanan khas Nusantara.

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Kota Dumai Dalam Angka 2020" (pdf). www.dumaikota.bps.go.id. Diakses tanggal 18 Juni 2020. 
  2. ^ "Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Penduduk Kabupaten Kota di Provinsi Riau". www.disdukcapildaldukkb.riau.go.id. Diakses tanggal 17 Juni 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ "Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 03 Tahun 2003 tentang Retribusi Pelayanan Kepelabuhanan" (PDF). Badan Pemeriksa Keuangan RI Perwakilan Pekanbaru. Pemerintah Kota Dumai. 8 Mei 2003. Diakses tanggal 4 Januari 2018.. 
  5. ^ "Visi dan Misi Calon Bupati/Wakil Bupati Rokan Hilir Periode 2016-2021" (PDF). Komisi Pemilihan Umum. Komisi Pemilihan Umum. 2015. Diakses tanggal 4 Januari 2018. 
  6. ^ "Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 05 Tahun 2007 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kelurahan" (PDF). JDIH Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Pemerintah Kota Dumai. 27 September 2007. Diakses tanggal 4 Januari 2018. 
  7. ^ "Peraturan Daerah Kota Dumai Nomor 17 Tahun 2008 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kecamatan dan Kelurahan" (PDF). JDIH Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Pemerintah Kota Dumai. 11 September 2008. Diakses tanggal 4 Januari 2018. 
  8. ^ Wadrianto, Glori K., ed. (10 Juni 2010). "Khairul Anwar Wali Kota Dumai". Kompas.com. Diakses tanggal 4 Januari 2018. 
  9. ^ Nasyuha (12 Agustus 2015). Harismanto, ed. "Khairul Anwar tak Hadiri Acara Pelantikan Pj Wali Kota Dumai". Tribun Pekanbaru. Diakses tanggal 4 Januari 2018. 
  10. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Dumai Periode 2014-2019
  11. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Dumai 2019-2024
  12. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  13. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  14. ^ BPS Kota Dumai
  15. ^ Penduduk Riau Tahun 2008
  16. ^ BPS Provinsi Riau
  17. ^ Penduduk Riau 2012

Pranala luarSunting