Buka menu utama

Mohammed Yusran Alkatiri atau yang dikenal cukup dengan nama Mamat Alkatiri (lahir di Fakfak, Papua Barat, Indonesia, 24 Juni 1992; umur 27 tahun) adalah seorang pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Mamat merupakan satu dari beberapa pelawak tunggal atau komika dari Indonesia Timur yang berbasis di komunitas Stand Up Indo Jogja, Yogyakarta. Berasal dari salah satu kota dari pulau paling timur di Indonesia, yaitu Fakfak yang terletak di provinsi Papua Barat, Mamat merupakan komika asal Papua pertama yang dikenal secara nasional[1]. Mamat mulai dikenal secara nasional setelah mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia season 7 (SUCI 7) yang diadakan oleh Kompas TV pada tahun 2017, di mana ia mencatatkan namanya sebagai komika asal Papua pertama yang bisa tampil di SUCI Kompas TV. Mamat melanjutkan prestasi komika Indonesia Timur di SUCI 7 di mana ia berhasil keluar sebagai runner up kompetisi.

Mamat Alkatiri
Matalkatiri.jpg
Nama lahir Mohammed Yusran Alkatiri
Nama lain Mamat Alkatiri
Lahir 24 Juni 1992 (umur 27)
Bendera Indonesia Fakfak, Papua Barat, Indonesia
Pekerjaan Pelawak tunggal, Mahasiswa
Tahun aktif 2014—sekarang

KarierSunting

Mamat yang lahir dan dibesarkan di Fakfak pergi merantau ke Yogyakarta untuk melanjutkan pendidikan. Mamat tercatat sebagai mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta jurusan kedokteran gigi, yang kemudian lulus di akhir tahun 2017. Di sana kemudian Mamat mengenal stand up comedy dan ikut bergabung dengan komunitas Stand Up Indo Jogja sekitar tahun 2014. Mamat memilih stand up comedy untuk menyampaikan keresahannya sebagai anak Papua yang hidup di rantau sekaligus kritis terhadap apa yang terjadi di sekitarnya, mengingat belum ada komika yang berasal dari Papua yang melakukan hal tersebut. Mamat sendiri sering mengisi acara stand up comedy seputar Yogyakarta, salah satunya ia pernah membuat show bersama tiga rekan sekomunitasnya di Stand Up Indo Jogja yang juga berasal dari Indonesia Timur yaitu Aly Akbar, Aan Papeda, dan Fathi Djunaedi bertajuk "Eastimewa"[2], di mana acara tersebut dibuat untuk menggalang dana bantuan untuk pendidikan khususnya di Indonesia Timur. Mamat juga pernah diundang salah satu institusi negara untuk mengisi salah satu acara stand up comedy. Mamat juga ditunjuk menjadi komika opener dari Pandji Pragiwaksono untuk tour nya yang bertajuk "Juru Bicara" di kota Yogyakarta[3].

Mamat kemudian melanjutkan langkahnya di stand up comedy dengan mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia yang diadakan Kompas TV. Mamat diketahui pernah mengikuti audisi SUCI 5 dan SUCI 6 pada tahun 2016 di Yogyakarta dan berhasil mendapatkan golden ticket di audisi SUCI 6, namun ia belum beruntung untuk lolos. Setahun kemudian ia kembali mengikuti audisi, kali ini untuk SUCI 7 di Surabaya dan kembali ia mendapatkan golden ticket bahkan ia akhirnya lolos sebagai salah satu finalis[4][5]. Mamat lolos bersama rekan sekomunitasnya yang lain di Stand Up Indo Jogja yaitu Coki Anwar. Mamat di kompetisi SUCI 7 mengikuti jejak komika Indonesia Timur sebelumnya seperti Arie Kriting dan Abdur Arsyad, yaitu menyuarakan keresahannya sebagai wakil dari Indonesia Timur di mana ia juga mencatatkan namanya sebagai komika asal Papua pertama yang mampu tampil di kompetisi SUCI. Meskipun penampilannya sempat naik turun, kekonsistenannya dengan persona "Anak Papua" di kompetisi patut diacungi jempol, hingga pada akhirnya ia berhasil mencapai babak grand final meskipun banyak masyarakat yang tidak menyangka langkahnya akan sangat panjang di kompetisi. Di babak grand final, Mamat berhadapan dengan komika asal Bogor yang sudah berpengalaman dan dilabeli komika nasional yaitu Ridwan Remin. Mamat akhirnya harus puas mendapat gelar runner up SUCI 7 meskipun duel terlihat berimbang sepanjang penampilannya.

Acara TelevisiSunting

FilmografiSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting