Kota Blitar

kotamadya di provinsi Jawa Timur, Indonesia
(Dialihkan dari Blitar)

Kota Blitar (Hanacaraka:ꦧ꧀ꦭꦶꦠꦂ, Pegon: كَوتَ بلِتَرْ) merupakan sebuah kota yang terletak di bagian selatan Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Kota ini terletak sekitar 167 km sebelah barat daya Surabaya dan 80 km sebelah barat Malang. Kota Blitar terkenal sebagai tempat dimakamkannya presiden pertama Republik Indonesia, Soekarno.[4]

Kota Blitar

ꦏꦸꦛ​ꦧ꧀ꦭꦶꦠꦂ
Kutha Blitar
كَوتَ بلِتَرْ
Kota Patria
Kota Proklamator
Jawa 1rightarrow blue.svg Jawa Timur
Dari kiri ke kanan: Makam Bung Karno, Candi Penataran, Masjid Agung Kota Blitar, Istana Gebang, dan Hutan Maliran.
Dari kiri ke kanan: Makam Bung Karno, Candi Penataran, Masjid Agung Kota Blitar, Istana Gebang, dan Hutan Maliran.
Lambang resmi Kota Blitar
Lambang
Motto: 
Kridha Hangudi Jaya
"Kerja Keras Mencapai Kejayaan"
Locator kota blitar.png
Kota Blitar berlokasi di Indonesia
Kota Blitar
Kota Blitar
Koordinat: 8°5′55″S 112°9′55″E / 8.09861°S 112.16528°E / -8.09861; 112.16528
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Timur
Tanggal peresmian1 April 1906
Pemerintahan
 • Wali KotaDrs. H. Santoso, M.Pd. (Plt.)
 • Wakil Wali Kota-
Luas
 • Total32,58 km2 (1,258 sq mi)
Peringkat luas wilayah85
Populasi
 • Total140.971 jiwa
 • Peringkat67
 • Peringkat32
Demografi
 • Suku bangsaJawa, Tionghoa, Arab, dll.
 • AgamaIslam 90,90%
Kristen 7,82%
- Protestan 4,18%
- Katolik 3,64%
Buddha 0,41%
Konghucu 0,10%
Hindu 0,06%
Lainnya 0,71%[2]
 • BahasaIndonesia, Jawa
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode area+62 342
Plat kendaraanAG
Kode Kemendagri35.72 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan3
Jumlah kelurahan21
DAURp355.673.006.000,00(2013)[3]
Situs webblitarkota.go.id

Selain disebut sebagai Kota Proklamator dan Kota Patria, kota ini juga disebut sebagai Kota Peta (Pembela Tanah Air) karena di bawah kepemimpinan Soeprijadi, Laskar Peta melakukan perlawanan terhadap pemerintahan Jepang untuk pertama kalinya pada tanggal 14 Februari 1945 yang mengilhami timbulnya perlawanan menuju kemerdekaan di daerah lain.

Ikan koi yang populer di Jepang dapat dibudidayakan dengan baik di kota ini sehingga memberikan julukan tambahan sebagai Kota Koi.[5]

Sejarah Kota BlitarSunting

 
Alun-Alun Blitar tahun 1900-an.
 
Hotel "Van Rheeden" di Blitar (tahun 1919-1926).

Berdasarkan legenda, dahulu bangsa Tartar dari Asia Timur sempat menguasai daerah Blitar yang kala itu belum bernama Blitar. Majapahit saat itu merasa perlu untuk merebutnya. Kerajaan adidaya tersebut kemudian mengutus Nilasuwarna untuk memukul mundur bangsa Tartar.

Keberuntungan berpihak pada Nilasuwarna, ia dapat mengusir bangsa dari Mongolia itu. Atas jasanya, ia dianugerahi gelar sebagai Adipati Aryo Blitar I untuk kemudian memimpin daerah yang berhasil direbutnya tersebut. Ia menamakan tanah yang berhasil ia bebaskan dengan nama Balitar yang berarti kembali pulangnya bangsa Tartar.

Akan tetapi, pada perkembangannya terjadi konflik antara Aryo Blitar I dengan Ki Sengguruh Kinareja yang tak lain adalah patihnya sendiri. Konflik ini terjadi karena Sengguruh ingin mempersunting Dewi Rayung Wulan, istri Aryo Blitar I.

Singkat cerita, Aryo Blitar I lengser dan Sengguruh meraih tahta dengan gelar Adipati Aryo Blitar II. Akan tetapi, pemberontakan kembali terjadi. Aryo Blitar II dipaksa turun oleh Joko Kandung, putra dari Aryo Blitar I. Kepemimpinan Joko Kandung dihentikan oleh kedatangan bangsa Belanda. Sebenarnya, rakyat Blitar yang multietnis saat itu telah melakukan perlawanan, tetapi dapat diredam oleh Belanda.

Kota Blitar mulai berstatus gemeente (kotapraja) pada tanggal 1 April 1906 berdasarkan peraturan Staatsblad van Nederlandsche Indie No. 150/1906. Pada tahun itu, juga dibentuk beberapa kota lain di Pulau Jawa, antara lain Batavia, Buitenzorg, Bandoeng, Cheribon, Kota Magelang, Samarang, Salatiga, Madioen, Soerabaja, dan Pasoeroean.

Dengan statusnya sebagai gemeente, selanjutnya di Blitar juga dibentuk Dewan Kotapradja Blitar yang beranggotakan 13 orang dan mendapatkan subsidi sebesar 11.850 gulden dari Pemerintah Hindia Belanda. Untuk sementara, jabatan burgemeester (wali kota) dirangkap oleh Residen Kediri.

Pada zaman pendudukan Jepang, berdasarkan Osamu Seirei tahun 1942, kota ini disebut sebagai Blitar-shi dengan luas wilayah 16,1 km² dan dipimpin oleh seorang shi-chō.

Selanjutnya, berdasarkan ketentuan dalam Undang-Undang No. 17/1950, Kota Blitar ditetapkan sebagai daerah kota kecil dengan luas wilayah 16,1 km². Dalam perkembangannya, nama kota ini kemudian diubah lagi menjadi Kotamadya Blitar berdasarkan Undang-Undang No. 18/1965. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 48/1982, luas wilayah Kotamadya Blitar ditambah menjadi 32,58 km² serta dikembangkan dari satu menjadi tiga kecamatan dengan dua puluh kelurahan. Terakhir, berdasarkan Undang-Undang No. 22/1999, nama Kotamadya Blitar diubah menjadi Kota Blitar.[6]

GeografiSunting

Secara geografis, Kota Blitar terletak di sebelah selatan Provinsi Jawa Timur, berada di kaki Gunung Kelud dengan ketinggian 156 meter dari permukaan laut, dan bersuhu udara rata-rata cukup sejuk antara 24°–34° Celsius.

PemerintahanSunting

Wali kotaSunting

No. Foto Wali Kota Awal Jabatan Akhir Jabatan Wakil Wali Kota Keterangan
Masa Pemerintahan Hindia Belanda
1.
 
J.H. Boerstra
Asisten Residen Kediri.
[cat. 1]
2.
 
Th. J. Cathero[cat. 2][7]
Asisten Residen Kediri.[7]
Masa Pendudukan Jepang (1942-1945)
3.
 
Dradjad Prawiro Soebroto
1942
1943
Shi-chō, Ditunjuk oleh Jepang.
4.
 
R. Soedradjad
1943
1944
 
5.
 
R. Mochtar Praboe Mangkoenegoro
1944
1945
 
Masa Pemerintahan Indonesia
6.
 
Soeroso Harsono
1945
1947
 
7.
 
R. Soenarjo Adiprodjo
1947
1948
 
8.
 
Soenarjo
1948
1948
Pejabat sementara.
9.
 
Soetadji
1949
1950
 
10.
 
Soepardi
1950
1953
 
11.
 
R. Ismaoen Danoe Soesastro
1953
1956
 
12.
 
Soeparngadi
1956
1960
 
13.
 
R. Koesmadi
1960
1964
 
14.
 
R.M. Prawiro Koesoemo
19661968
19661968
 
15.
 
Fakhihudin
1968
1968
 
16.
 
Drs. Soejadi
1969
1975
 
17.
 
Drs. Soekirman
1975
1985
 
18.
 
Drs. Harjono Koesoemo
1985
1990
 
19.
 
Drs. H. Achmad Boedi Soesetyo
1990
1995
 
20.
 
H. Istijono Sunarto, S.H.
1995
3 Mei 2000
 
21.
 
Drs. H. Djarot Saiful Hidayat, M.S.
3 Mei 2000
3 Agustus 2010
 
22.
 
Muhammad Samanhudi Anwar, S.H. M.M.
3 Agustus 2010
3 Agustus 2015
 
-
Suprianto, S.H. M.H.
19 Agustus 2015
17 Februari 2016
Pejabat sementara.
(22.)
 
Muhammad Samanhudi Anwar, S.H. M.M.
17 Februari 2016
15 Februari 2019
 
23.
 
Drs. H. Santoso, M.Pd.
19 Mei 2020
sekarang
[8]

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Blitar dalam dua periode terakhir.[9]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 3 4
  Gerindra 3 2
  PDI Perjuangan 10   10
  Golkar 1 2
  NasDem 1 -
  PKS 1   1
  PPP 3   3
  Hanura 1   1
  Demokrat 2   2
Jumlah Anggota 25   25
Jumlah Partai 9 8


KecamatanSunting

Kota Blitar terdiri dari 3 kecamatan dan 21 kelurahan (dari total 666 kecamatan, 777 kelurahan, dan 7.724 desa di Jawa Timur). Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 154.181 jiwa dengan luas wilayah 32,57 km² dan sebaran penduduk 4.733 jiwa/km².[10][11]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kota Blitar, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
35.72.01 Kepanjenkidul 7
35.72.03 Sananwetan 7
35.72.02 Sukorejo 7
TOTAL 21

KependudukanSunting

Tahun 1942 1957 1965 1982 2003 2007
Jumlah penduduk 45.000 60.000 73.142 106.500 124.767 132.106
Sejarah kependudukan Kota Blitar.

PariwisataSunting

 
Gerbang selatan Alun-Alun Kota Blitar yang menghadap Jalan Merdeka.
 
Istana Gebang, rumah masa kecil Bung Karno.
 
Perempatan Lovi pada tahun 1920-an.
 
Pemandangan jalan menuju Stasiun Blitar pada tahun 1900-an.

Tempat WisataSunting

Tempat tujuan wisata di Kota Blitar antara lain:

  •  
    Taman Pecut Kota Blitar pada saat malam hari
    Makam Bung Karno, tempat dimakamkannya presidan pertama sekaligus proklamator kemerdekaan Republik Indonesia, Soekarno. Makam ini terletak di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sananwetan, sekitar 2 kilometer sebelah utara pusat kota.
  • Perpustakaan dan Museum Bung Karno merupakan perpustakaan yang selain berisi segala bentuk memorabilia Bung Karno, juga dikembangkan sebagai pusat studi terpadu. Beberapa koleksi yang ada saat ini adalah lukisan hidup Bung Karno yang dapat berdetak tepat pada bagian jantungnya, uang bergambar Bung Karno yang dapat menggulung sendiri, dan koleksi sumbangan dari Yayasan Idayu.
  • Istana Gebang atau lebih dikenal dengan sebutan Ndalem Gebang, merupakan rumah tempat tinggal orang tua Bung Karno. Istana ini bertempat di Jalan Sultan Agung 69. Di rumah ini pada setiap bulan Juni ramai didatangi pengunjung, baik dalam rangka peringatan hari ulang tahun Bung Karno maupun karena adanya kegiatan tahunan yang diselenggarakan oleh Pemkot Blitar, seperti Grebeg Pancasila.
  • Petilasan Arya Blitar merupakan sebuah makam dari Adipati Arya Blitar yang terletak di Kelurahan Blitar, Kecamatan Sukorejo. Makam ini ramai dikunjungi pada bulan Sura dan juga setiap malam Jumat legi.
  • Monumen Supriyadi merupakan sebuah monumen untuk mengenang jasa Soeprijadi. Pada tahun 1945, Kota Blitar menjadi pusat pemberontakan tentara Peta yang dipimpin oleh Shodancho Soeprijadi melawan tentara Jepang. Monumen ini terletak di depan bekas Markas Peta dan Taman Makam Pahlawan Raden Wijaya. Selain itu, juga dibangun sebuah patung setengah dada Soeprijadi yang terletak di depan Pendapa Rangga Hadinegara.
  • Kebon Rojo, yaitu taman hiburan dan rekreasi keluarga yang berada di belakang kompleks rumah dinas Wali Kota Blitar yang disediakan untuk masyarakat umum maupun wisatawan secara cuma-cuma. Di taman tersebut, terdapat beberapa jenis hewan peliharaan, fasilitas bermain anak-anak, tempat bersantai, panggung apresiasi seniman, air mancur, dan juga berbagai jenis tanaman langka yang berfungsi sebagai paru-paru kota.
  • Taman Air Sumberudel merupakan taman air yang terletak di Jalan Kali Brantas. Taman air ini diresmikan kembali oleh Wali Kota Blitar pada tanggal 10 Oktober 2007 setelah direnovasi selama kurang lebih satu setengah tahun. Fasilitas yang dimilikinya cukup lengkap bila dibandingkan dengan taman-taman air lain di Jawa Timur.
  • Green Park merupakan taman hijau terbuka yang terletak di Kelurahan Bandogerit, Sananwetan. Fasilitas yang ada di taman ini berupa gazebo, tempat duduk, jungkat-jungkit, dan beberapa permainan lain untuk anak-anak.
  • Taman Pecut merupakan ruang terbuka hijau yang terletak di sebelah selatan Alun-Alun Kota Blitar.Taman ini diresmikan hari Kamis, 22 Juni 2017 oleh Wali kota Blitar. Di taman ini, pengunjung bisa menyaksikan atraksi air mancur dengan sinar lampu berwarna-warni yang bisa menari dengan iringan suara musik setiap malam Minggu. Taman Pecut juga menyediakan fasilitas seperti gazebo, kamar mandi, dan beberapa titik swafoto.

Pusat Informasi Pariwisata dan PerdaganganSunting

Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) adalah pusat layanan informasi bagi para pelaku ekonomi, khususnya pelaku perdagangan, selain sebagai pusat layanan informasi tentang pariwisata. Pembangunan pusat informasi ini adalah bentuk realisasi kebijakan pembangunan sarana-prasarana ekonomi pada umumnya, serta sarana-prasarana perdagangan dan pariwisata pada khususnya. Ini adalah penjabaran dari pembangunan sistem perdagangan barang dan jasa unggulan sebagaimana yang tersurat dalam rumusan visi Kota Blitar.

PIPP menjadi media integrasi informasi dan publikasi pariwisata dan potensi daerah secara bersama-sama antara daerah Kota Blitar beserta daerah sekitarnya, seperti Kabupaten Blitar, Kabupaten Kediri, Kota Kediri, Kabupaten Trenggalek, Kabupaten Tulungagung, Kabupaten Nganjuk, serta daerah-daerah lainnya di wilayah administrasi Badan Koordinasi Wilayah I Madiun. PIPP diresmikan pada tanggal 3 Juli 2004 oleh Presiden Megawati Soekarnoputri bersamaan dengan peresmian beberapa objek lainnya, antara lain Stadion Gelora Supriyadi, Pasar Legi, dan Perpustakaan Persada Bung Karno.

Fasilitas PendukungSunting

  • Stadion Gelora Soeprijadi merupakan markas dari klub sepak bola PSBK Blitar yang berlaga di liga 3 dan Blitar United yang baru saja promosi ke liga 2
  • Pusat Layanan Autis (PLA)
  • Hotel Tugu Sri Lestari terletak di Jalan Merdeka. Hotel ini lebih dikenal dengan sebutan Sri Lestari saja. Hotel bergaya kolonial ini merupakan hotel tertua yang berdiri di pusat Kota Blitar dan merupakan saksi sejarah dari peristiwa Pemberontakan Peta yang terjadi pada tanggal 14 Februari 1945.
  • Patria Plaza Hotel terletak di Jalan Kartini. Hotel ini diresmikan oleh Wali Kota Blitar pada tanggal 1 Januari 2005.
  • Hotel Puri Perdana terletak di Jalan Anjasmoro. Hotel ini adalah hotel pertama di Kota Blitar yang memberikan fasilitas internet gratis

Rupa-rupaSunting


TransportasiSunting

Kota Blitar dihubungkan dengan jalan provinsi yang menuju Kabupaten Kediri, Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Malang.Transportasi umum di Kota Blitar dapat dilayani dengan moda transportasi Bus di Terminal Patria dan Kereta Api di Stasiun Blitar.

Kereta ApiSunting

Berikut ini rute kereta api yang melintas di Kabupaten Blitar berdasarkan revisi Gafik Perjalanan Kereta Api (GAPEKA) tahun 2015:

Nama Kereta Relasi Lewat Kelas Pemberhentian di Kabupaten Blitar Pemberhentian di Kota Blitar
Gajayana Malang Kota Baru - Jakarta Gambir Yogyakarta Eksekutif Wlingi Blitar
Majapahit Malang Kota Baru - Jakarta Pasar Senen Semarang Tawang Ekonomi Wlingi Blitar
Matarmaja Malang Kota Baru - Jakarta Pasar Senen Semarang Tawang Ekonomi Wlingi, Kesamben Blitar
Malabar Malang Kota Baru - Jakarta Pasar Senen Yogyakarta Campuran (Eksekutif + Bisnis + Ekonomi) Wlingi Blitar
Malioboro Ekspres Malang Kota Baru - Yogyakarta Madiun Campuran (Eksekutif + Ekonomi) Kesamben Blitar
Penataran Blitar - Surabaya Kota Malang Kota Baru Ekonomi Garum, Talun, Wlingi, Kesamben, Pohgajih Blitar
Rapih Dhoho Blitar - Surabaya Kota Kertosono Ekonomi - Blitar
Brantas Blitar - Jakarta Pasar Senen Semarang Tawang Campuran (Eksekutif + Ekonomi) - Blitar
Kahuripan Blitar - Bandung Kiaracondong Yogyakarta Lempuyangan Ekonomi - Blitar
Singasari Blitar - Jakarta Pasar Senen Yogyakarta Lempuyangan Campuran (Eksekutif + Ekonomi) - Blitar

BusSunting

Nama PO Relasi Jumlah Armada
Kramat Jati Blitar - Jakarta 1 Bus
Pahala Kencana Blitar - Jakarta 2 Bus
Lorena Blitar - Jakarta 2 Bus
Rosalia Indah Blitar - Jakarta 3 Bus
Harapan Jaya Blitar - Jakarta 2 Bus
Restu Blitar - Surabaya 10 Bus
Medali Mas Blitar - Surabaya 4 Bus
Tenterm Blitar - Surabaya 6 Bus
Sumber Lumayan Blitar - Surabaya 6 Bus
Dhana Dhasih Blitar - Surabaya 1 Bus
Restu Mulya Blitar - Denpasar 1 Bus
Gunung Harta Blitar - Denpasar 1 Bus
Handoyo Blitar - Sumatra 1 Bus
SAN Blitar - Sumatra 1 Bus
Merta Sari Blitar - Sumatra 1 Bus
Famili Raya Blitar - Sumatra 1 Bus
Puspa Jaya Blitar - Sumatra 1 Bus
Damri Blitar - Sumatra 1 Bus
ALS Blitar - Sumatra 1 Bus
Bagong Blitar - Kota Malang 36 Bus
Rukun Jaya Blitar - Pare, Kediri - Kota Surabaya 4 Bus
Kawan Kita Blitar - Tamanan, Kota Kediri - Anjuk Ladang, Kabupaten Nganjuk 10 Bus


Tokoh TerkenalSunting

Kota KembarSunting

Kota PersahabatanSunting

CatatanSunting

  1. ^ Penomoran ini merujuk pada daftar resmi Wali Kota Blitar susunan Bappeda Kota Blitar.
  2. ^ Kemungkinan besar sebenarnya bernama O.J.A. Quartero berdasarkan sumber ini.

ReferensiSunting

  1. ^ "Kota Blitar Dalam Angka 2019". Diakses tanggal 18 Februari 2020. 
  2. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kota Blitar". Diakses tanggal 18 Februari 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 4 Februari 2013. Diakses tanggal 15 Februari 2013. 
  4. ^ "Bung Karno Lahir di Surabaya, Bukan di Blitar". 2011-05-30. Diakses tanggal 2013-09-14. 
  5. ^ Buku Potensi Pariwisata dan Produk Unggulan Jawa Timur, 2009.
  6. ^ Sejarah Pemerintahan
  7. ^ a b Burgemeesters der Oost-Indische stadsgemeenteraden (1941)
  8. ^ Santoso Dilantik Jadi Wali Kota Blitar, diakses 5 Juli 2020.
  9. ^ Perolehan Kursi DPRD Kota Blitar 2014-2019
  10. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  11. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting