Buka menu utama

Isman H. Suryaman

penulis, pelawak tunggal

Isman Hidayat Suryaman (lahir di Karawang, Indonesia, 1 Juli 1976; umur 43 tahun) adalah seorang penulis serta pelawak tunggal Indonesia. Pria kelahiran Karawang, Jawa Barat ini adalah penulis humor Indonesia yang piawai menggelitik urat tawa dengan menggunakan humor pengamatan. Ciri karyanya terlihat dalam sentilan pada berbagai pola pikir atau pengkondisian sosial di Indonesia. Ia juga tak ragu untuk menertawakan diri dalam tulisannya[1].

Isman H. Suryaman
Ismanhs.jpg
Nama lahir Isman Hidayat Suryaman
Nama lain Isman HS
Lahir 1 Juli 1976 (umurĀ 43)
Bendera Indonesia Karawang, Indonesia
Pekerjaan penulis, pelawak tunggal
Pasangan Primadonna Angela (Istri)

KepenulisanSunting

Pada September 2004, Isman menerbitkan buku pertamanya, Bertanya atau Mati, sebuah kumpulan esai humor yang mengajak pembacanya untuk berpikir dan tertawa. Ia percaya bahwa dua aktivitas tersebut (berpikir dan tertawa) tidak saling bertolak belakang. Menurutnya, "Seperti politikus dan kepedulian terhadap rakyat. Sama-sama dua hal yang tampak jarang berpadu, tetapi sebenarnya bisa."

Bersama sang istri yang juga penulis, Primadonna Angela, Isman menerbitkan buku keduanya, Jangan Berkedip, sebuah kumpulan flash fiction, cerita yang sangat pendek. Bahkan ada ceritanya yang hanya berisi satu kata.

Masih dengan gaya humor, ia menuliskan buku ketiganya, 7 Dosa Besar Penggunaan PowerPoint. Buku ini menyentil berbagai salah praktik presentasi yang terlalu mengandalkan perangkat lunak seperti PowerPoint, Impress, atau Keynote, sehingga "merupakan ajang pertempuran antara penyaji yang tidak kompeten melawan hadirin yang ingin kabur". Buku ini dipilih menjadi 1 dari 3 buku nonfiksi terbaik tahun 2007 versi pembaca Ruang Baca Koran Tempo.

Pada Ubud Writers and Readers Festival 2007, Isman terpilih sebagai salah satu penulis tuan rumah. Bertanya atau Mati bahkan disebut-sebut di kalangan panitia seleksi sebagai "Parasit Lajang versi Laki". Dalam festival sastra bergengsi ini, Isman menjadi salah satu panelis dalam topik "The Art of Satire". Penampilannya sebagai komedian solo (stand-up comedian) di Jazz Cafe Bali juga mendapatkan sambutan hangat.

Saat ditanya mengapa memilih berdomisili di Bandung, ia menjawab, "Di kota ini banyak orang yang senasib, sering kesulitan membedakan mana kiri dan kanan." Ia pun menertawakan latar belakangnya yang lulusan Teknik Informatika ITB tetapi kalau ditanya umur saja harus menghitung dulu pake jari.

Oksimoron adalah novel pertama dan buku kelimanya. Lalu bersama istri sempat menjadi editor pemerolehan naskah untuk sejumlah buku, di antaranya Nguping Jakarta dan Ocehan Si Mbot. Lalu berkolaborasi bersama dengan 3 orang komika, Sammy Notaslimboy, Miund, dan Andi Gunawan, menerbitkan buku Saya Cinta Indonesia: Ocehan Komika Tentang Kelucuan di Negerinya, seiring berkembangnya stand up comedy di Indonesia. Kini, Isman juga aktif sebagai penulis skenario untuk serial TV (dari Malam Minggu Miko hingga Comic Story) maupun film layar lebar.

Pada tahun 2012, Isman mengundurkan diri dari jabatannya sebagai direktur utama sebuah perusahaan konsultasi teknologi informasi, untuk fokus menjadi penulis dan komedian.

Karier stand up dan improv comedySunting

Selain sebagai penulis, Isman juga merupakan seorang komika. Dengan modal sebagai penulis humor inilah Isman mulai mencoba-coba untuk open mic. Pada waktu itu Stand Up Comedy belum begitu populer di Indonesia. Isman yang berdomisili di Bandung sering tampil open mic di beberapa kafe. Seiring mulai dikenalnya Stand Up Comedy di kalangan masyarakat pada akhir 2010, Isman mulai sering terlibat dan sekaligus menjadi pengamat stand up comedy[2]. Puncaknya pada tahun 2011, Isman bersama Raditya Dika, Pandji Pragiwaksono, Ryan Adriandhy, dan Ernest Prakasa mendirikan Stand Up Indo, sebuah komunitas pelawak tunggal pertama di Indonesia, yang hingga kini telah memiliki sub-komunitas di lebih dari 15 provinsi, dan dianggap sebagai salah satu perintis budaya komedi tunggal di Indonesia[3]. Tidak hanya itu, Isman juga tampil open mic di beberapa stasiun TV salah satunya mengikuti kompetisi Stand Up Comedy Indonesia musim kedua yang diadakan Kompas TV pada tahun 2012. Pada ajang kompetisi ini, Isman adalah perwakilan dari Bandung bersama dengan Ge Pamungkas, Randhika Djamil, Gilang Bhaskara, dan Boris Bokir, meskipun ia saat itu lolos audisi di Yogyakarta. Dari sinilah kemudian namanya mulai dikenal tidak hanya sebagai penulis, tetapi juga sebagai komika.

Pada tahun 2012, Isman bergabung dengan Improvindo, grup komedi improvisasi pertama di Indonesia yang dibentuk oleh Mosidik. Grup Improvindo sebagian besar anggotanya adalah jebolan komunitas Stand Up Indo Bandung, antara lain Mosidik, Isman, McDanny, Randhika Djamil, Boris Bokir, dan Reno Fenady. Tahun 2015, Improvindo merintis tur Asia-Pacific mulai dari Singapura sebagai kota pertama pada tanggal 15 April 2015. Tur ini meliputi 9 kota di empat negara (Singapura, Malaysia, Hong Kong, dan Australia).

Bersama Luqman Baehaqi, Ence Bagus, dan Arief Didu, Isman juga membentuk kelompok pelawak tunggal bernama Babe-Babe Berabe. Lawakan mereka fokus membahas perilaku pasangan dan kehidupan berkeluarga, serta mengincar segmentasi penonton berusia dewasa (18 tahun ke atas). Show pertama mereka diadakan di Tryst Living Kemang, pada tanggal 6 Desember 2013.

BibliografiSunting

Acara televisiSunting

FilmografiSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting