Nusa Tenggara Timur

Provinsi di Indonesia

Nusa Tenggara Timur (disingkat NTT) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang meliputi bagian timur Kepulauan Nusa Tenggara. Provinsi ini memiliki ibu kota di Kota Kupang dan memiliki 22 kabupaten/kota. Provinsi ini berada di Sunda Kecil.[5][6] Tahun 2020, penduduk provinsi ini berjumlah 5.325.566 jiwa, dengan kepadatan 111 jiwa/km2.[1]

Nusa Tenggara Timur
Provinsi di Indonesia
NTT
Pulau Komodo
Lambang resmi Nusa Tenggara Timur
Peta
Peta
Negara Indonesia
Hari jadi20 Desember 1958
Ibu kotaKota Kupang
Jumlah satuan pemerintahan
Pemerintahan
 • GubernurViktor Laiskodat
 • Wakil GubernurJosef Nae Soi
 • Sekretaris DaerahBenediktus Polo Maing
 • Ketua DPRDEmi Nomleni
Luas
 • Total47.931,54 km2 (18,506,47 sq mi)
Populasi
 • Total5.325.566
 • Kepadatan111/km2 (290/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 89,77%
Katolik 53,57%
Protestan 36,20%
Islam 9,45%
Marapu 0,66%
Hindu 0,11%
Buddha 0,01%[2]
 • BahasaIndonesia (bahasa resmi)
Uab Meto, Manggarai, Rote, Tetun
 • IPM 65,19  Sedang  (2020)
Increase 65,23  Sedang  (2019)[3]
Zona waktuUTC+08:00 (WITA)
Kode pos
85xxx-87xxx
Kode area telepon
ISO 3166 codeID-NT
Nomor TNKB
Dasar hukum pendirianUU 64/1958
DAURp 1.922.975.903.000,- (2020)[4]
Lagu daerahMoree, Bolelebo, Oras Loro Malirin, Es Kaubele, Aua Ia Mana Lolobanda, Anak Kambing Saya, O Nina Noi, Potong Bebek Angsa, Desaku, Lerang Wutun, Orere, Putar - Putar Kopi, Bale Nagi
FloraCendana
FaunaKomodo
Situs webnttprov.go.id

Setelah pemekaran, Nusa Tenggara Timur adalah sebuah provinsi Indonesia yang terletak di bagian tenggara Indonesia. Provinsi ini terdiri dari beberapa pulau, antara lain Pulau Flores, Pulau Sumba, Pulau Timor, Pulau Alor, Pulau Lembata, Pulau Rote, Pulau Sabu, Pulau Adonara, Pulau Solor, Pulau Komodo dan Pulau Palue.

Provinsi ini terdiri dari kurang lebih 550 pulau, tiga pulau utama di Nusa Tenggara Timur adalah Pulau Flores, Pulau Sumba dan Timor Belanda (biasa disebut Timor Barat).

Arti lambangSunting

Arti lambang Provinsi Nusa Tenggara Timur adalah sebagai berikut:

  • Berbentuk perisai dengan sudut lima dengan maksud, selain melambangkan makna perlindungan rakyat juga melambangkan Pancasila.
  • Dalam perisai terberkas: bintang, komodo, padi dan kapas, tombak dan pohon beringin.
  • Bintang melambangkan keagungan Tuhan yang Maha Esa, komodo satu-satunya reptil prasejarah yang hingga kini masih lestari. Binatang purba ini merupakan reptil raksasa yang oleh dunia dinyatakan dilindungi karena jenis hewan ini hanya terdapat di Nusa Tenggara Timur, tepatnya di pulau Komodo. Banyak wisatawan dari seluruh dunia datang ke pulau ini hanya untuk melihat komodo.
  • Padi-kapas melambangkan kemakmuran.
  • Tombak melambangkan keagungan dan kejayaan.
  • Pohon beringin melambangkan persatuan dan kesatuan yang tetap terpelihara.
  • Hari terbentuknya provinsi Nusa Tenggara Timur dilukiskan melalui jumlah padi (14) dan tahun 1958 tertera langsung pada sudut bawah lambang.

Bahasa DaerahSunting

Berdasarkan persebaran bahasa di setiap Kabupaten, dapat diketahui bahasa daerah Provinsi NTT adalah sebagai berikut

  1. Di Kabupaten Sikka terdapat 6 bahasa daerah yaitu:
    • Sara Sikka Krowe, merupakan bahasa daerah yang banyak dipakai oleh Etnis Ata Sikka Krowe dengan sub-etnis lainnya seperti Ko'ung Sikka-Lela, Ko'ung Koting, Ko'ung Nele-Halat-Baluele, Ko'ung ili Wetak-Arat, Ko'ung tiewekloang Watublapi, Ko'ung Wagete-Mudung-Hoder, Ko'ung Bola-Wolokoli-Wolon Walu dan Ko'ung Doreng Halehebing
    • Sara Sikka Muhan atau Sikka Krowe Muhan digunakan oleh etnis Ai yang mendiami wilayah Kringa dan sekitarnya
    • Sara Muhan, digunakan oleh penduduk di sebelah timur utama perbatasan wilayah Kabupaten Flores Timur-Larantuka-Muhang Jawa
    • Sara Lu'a Kapa Raja disebut juga bahasa Palu'e yang digunakan di Pulau Api Rokatenda oleh sub entis Nge Rajawawi dan Nge Lajakrapaw, Nge Kimaloja, Nge Kinje, Nge Pima dan Nge Uwi Muri.
    • Sara Lio Krowe dipakai oleh subetnis Mbengu, Bu, Mego dan Nuo Lolo
    • Sara Tindung Bajo Lau digunakan oleh penduduk etnis Sulawesi Selatan seperti subetnis Bugis, Bajo dan Bonarate.[7]
  2. Di Kabupaten Manggarai Barat, ditemui bahasa Austronesia dan bahasa Dieng yang digunakan oleh etnis Dieng[7]
  3. Di Kabupaten Flores Timur, dijumpai empat bahasa daerah yaitu bahasa Kedong, Lamaholot, Melayu dan Boru Hewa[7].

PemerintahanSunting

Daftar gubernurSunting

No Foto Gubernur Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil
Gubernur
1   W. J. Lalamentik 20 Desember 1958 12 Juli 1966 1 El Tari
(1965–66)
2   El Tari 12 Juli 1966 Agustus 1972 2 [ket. 1] Tidak ada
Agustus 1972 29 April 1978 3
  Wang Suwandi 29 April 1978 16 Juni 1978 [ket. 2]
3   Ben Mboi 1978 1983 4 [ket. 3]
1983 1988 5 G. Boeky
(1986–1991)
4   Hendrikus Fernandez 1988 1993 6 [ket. 4]
S. H. M. Lerick
(1991–1996)
5   Herman Musakabe 1993 1998 7 [ket. 5]
Piet Alexander Tallo
(1996–1998)
6   Piet Alexander Tallo 1998 2003 8 Johanes Pake Pani
2003 2008 9 [ket. 6] Frans Lebu Raya
7   Frans Lebu Raya 16 Juli 2008 16 Juli 2013 10 [ket. 7] Esthon L. Foenay
16 Juli 2013 16 Juli 2018 11 [8] Benny Alexander Litelnoni
  Robert Simbolon
(Penjabat)
17 Juli 2018 5 September 2018 [9]
8   Viktor Laiskodat 5 September 2018 Petahana 12 Josef Nae Soi


Dewan PerwakilanSunting

DPRD NTT beranggotakan 65 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD NTT terdiri dari 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD NTT yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 3 September 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Kupang, Andreas don Rade, di Gedung DPRD Provinsi NTT. Komposisi anggota DPRD NTT periode 2019-2024 terdiri dari 11 partai politik dimana PDI Perjuangan dan Partai Golkar adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu masing-masing 10 kursi.[10][11][12][13][14] Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD NTT dalam empat periode terakhir.[15][16][17]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2004-2009 2009-2014 2014-2019 2019-2024
  RepublikaN (baru) 1
  PPI (baru) 1
  PKP (baru) 1
  PPRN (baru) 1
  PNBK 1 0
  PKPB 0   3
  PDK 2 1
  PPDI 4 1
  Pelopor 2 1
  PDS 4 3
  PKB 4 1   5   7
  PDI Perjuangan 12 9   10   10
  Golkar 21 11   11 10
  PKS 0   1   2 0
  PPP 1   1 0   1
  PAN 0   1   5   6
  Demokrat 2   7   8 4
  PKPI 2 0   3 0
  Gerindra (baru) 6   8 6
  Hanura (baru) 5   5   5
  NasDem (baru) 8   9
  Perindo (baru) 6
  PSI (baru) 1
Jumlah Anggota 55   55   65   65
Jumlah Partai 11   18 10   11


Kabupaten dan KotaSunting

No. Kabupaten/kota Pusat pemerintahan Bupati/wali kota Luas wilayah (km2)[18] Jumlah penduduk (2017)[18] Kecamatan Kelurahan/desa Lambang Peta lokasi
1 Kabupaten Alor Kalabahi Amon Djobo 2.864,60 209.974 17 17/158
2 Kabupaten Belu Atambua Willybrodus Lay 1.284,97 220.699 12 12/69
3 Kabupaten Ende Ende Djafar H. Achmad 2.046,50 270.207 21 23/255
4 Kabupaten Flores Timur Larantuka Antonius Hubertus Gege Hadjon 1.813,20 280.178 19 21/229
5 Kabupaten Kupang Oelamasi Korinus Masneno 5.434,76 402.320 24 17/160
6 Kabupaten Lembata Lewoleba Eliaser Yentji Sunur 1.266,00 133.552 9 7/144
7 Kabupaten Malaka Betun Stefanus Bria Seran 1.160,63 190.561 12 -/127
8 Kabupaten Manggarai Ruteng Herybertus Geradus Laju Nabit 2.096,44 318.115 12 26/145
9 Kabupaten Manggarai Barat Labuan Bajo Edistasius Endi 2.397,03 256.491 12 5/164
10 Kabupaten Manggarai Timur Borong Agas Andreas 2.642,93 262.606 9 17/159
11 Kabupaten Nagekeo Mbay Johanes Don Bosco Do 1.416,96 160.180 7 16/97
12 Kabupaten Ngada Bajawa Paru Andreas 1.645,88 164.703 12 16/135
13 Kabupaten Rote Ndao Baa Paulina Haning Bullu 1.280,00 143.585 10 7/112
14 Kabupaten Sabu Raijua Seba Nikodemus Rihi Heke 460,54 92.991 6 5/58
15 Kabupaten Sikka Maumere Fransiskus Roberto Diogo 1.731,90 314.809 21 13/147
16 Kabupaten Sumba Barat Waikabubak Agustinus Niga Dapawole 737,42 145.061 6 11/63
17 Kabupaten Sumba Barat Daya Tambolaka Markus Dairo Talu 1.480,46 307.331 11 2/173
18 Kabupaten Sumba Tengah Waibakul Paulus SK Limu 1.868,74 84.174 5 -/65
19 Kabupaten Sumba Timur Waingapu Khristofel Praing 7.000,50 237.119 22 16/140
20 Kabupaten Timor Tengah Selatan Soe Egusem Piether Tahun 3.947,00 463.857 32 12/266
21 Kabupaten Timor Tengah Utara Kefamenanu Juandi David 2.669,70 263.149 24 33/160
22 Kota Kupang - Jefirstson Riwu Kore 180,27 438.005 6 51/-

PopulasiSunting

Jumlah penduduk di provinsi ini adalah 4.683.827 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk sebesar 2,07%. Jumlah penduduk laki-laki sebanyak 2.326.487 jiwa dan penduduk perempuan sebanyak 2.357.340 jiwa (2010). Kepadatan penduduk di Nusa Tenggara Timur sebesar 96 jiwa/km2, dengan presentasi penduduk yang tinggal di perkotaan kurang lebih 20%, dan sisanya sebesar 80% mendiami kawasan pedesaan. Sesuai data Kementerian Dalam Negeri Nusa Tenggara Timur tahun 2020, sebagian besar penduduk beragama Kristen yakni 89,77%, dengan rincian persentase Katolik 53,57% kemudian Protestan 36,20%. Pemeluk agama Islam sebanyak 9,45%, kemudian kepercayaan setempat yakni Marapu 0,66%, sebagian kecil lagi beragama Hindu 0,11% dan Budha 0,01%.[2]

Tingkat pendaftaran Sekolah Menengah adalah 39% yang jauh di bawah rata-rata Indonesia, yaitu 80.49% tahun 2003/04 (menurut UNESCO). Minuman berupa air bersih, sanitasi dan kurangnya sarana kesehatan menyebabkan terjadinya kekurangan gizi anak (32%) dan kematian bayi (71 per 1000) juga lebih besar dari kebanyakan provinsi Indonesia lainnya.

EkonomiSunting

Menurut berbagai standar ekonomi, ekonomi di provinsi ini lebih rendah daripada rata-rata Indonesia, dengan tingginya inflasi (15%), pengangguran (30%) dan tingkat suku bunga (22-24%).

KepulauanSunting

Seperti halnya Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur merupakan provinsi yang didominasi oleh kepulauan, tiga pulau utama di wilayah ini adalah Pulau Flores, Pulau Sumba, dan Pulau Timor bagian Barat. Gugusan kepulauan ini sering disingkat dengan nama "Flobamora"

Sedangkan pulau-pulau lain di antaranya adalah Pulau-pulau Adonara, Alor, Babi, Besar, Bidadari, Dana, Komodo, Rinca, Lomblen, Loren, Ndao, Palue, Pamana, Pamana Besar, Pantar, Rusa, Raijua, Rote (pulau terselatan di Indonesia), Sawu, Semau dan Solor.

PariwisataSunting

 
Komodo spesies kadal terbesar di dunia
 
Danau Kelimutu
 
Rumah adat Bondokodi Sumba
  • Pulau Komodo dengan Komodo Naga
  • Danau Kelimutu di Flores, 3 danau kawah dengan warna berbeda
  • Gunung Mutis di Kecamatan Fatumnasi, Kab. TTS, titik tertinggi di provinsi ini dan dikenal sebagai area pendakian & pengamatan burung
  • Semana Santa di Larantuka
  • Rumah adat dan pasola di Pulau Sumba
  • Penyelaman di Pulau Alor
  • Pantai Nemberalla di Rote Ndao
  • Pantai Pink di Pulau Padar
  • Rumah Adat di Kampung Bena, Bajawa-Kabupaten Ngada
  • Taman Wisata 17 Pulau di Riung, Kabupaten Ngada
  • Taman Wisata Air Panas Mengeruda Soa, Bajawa- Kabupaten Ngada
  • Kelabba Madja di Sabu Raijua
  • Tradisi berburu Paus di Lembata
  • Rumah Adat Wae Rebo di Manggarai
  • Kampung Adat Bena, di Bajawa

Batas wilayahSunting

Utara Laut Flores
Timur Timor Leste, Provinsi Maluku, dan Laut Banda
Selatan Samudra Hindia
Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat

Lihat pulaSunting

Catatan kakiSunting

  1. ^ Pembentukan Desa Gaya Baru dari Kerajaan-kerajaan Tradisional. Mengerahkan tenaga motivator pembangunan Desa. Motto : "Tanam, Tanam, sekali lagi Tanam; Kalau bukan sekarang kapan lagi"
  2. ^ Penjabat Gubernur, Mempersiapkan pemilihan Gubernur periode berikutnya
  3. ^ Operasi Nusa Makmur (ONM); Operasi Nusa Hijau (ONH); Operasi Nusa Sehat (ONS); Operasi Benah Desa
  4. ^ Gerakkan Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (GEMPAR), Gerakan Membangun Desa (GERBADES)
  5. ^ Tujuh Program Strategis, Pengembangan Sumber Daya Manusia, Penanggulangan Kemiskinan Pembangunan Ekonomi Pengembangan dan Pemanfaatan IPTEK Penataan Ruang Pengembangan Sistem Perhubungan Pengembangan Kepariwisataan
  6. ^ Periode kedua. Kebijakan yang dilaksanakan: Program Tiga Batu Tungku, Ekonomi Rakyat, Pendidikan Rakyat, Kesehatan Rakyat. Motto : “Mulailah membangun dari apa yang dimiliki rakyat dan apa yang ada pada rakyat”
  7. ^ Periode pertama. Kebijakan yang dilaksanakan, ANGGUR MERAH. Motto : “Sehati se suara membangun NTT baru”

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Provinsi Nusa Tenggara Timur Dalam Angka 2021" (pdf). BPS. hlm. 9, 113. Diakses tanggal 2 April 2021. 
  2. ^ a b "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 2 April 2021. 
  3. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2 020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 2 April 2021. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 2 April 2021. 
  5. ^ "Badak Sunda dan Harimau Sunda". "[...] Mr. Muhamad Yamin yang pada 1950-an ketika menjadi Menteri P.P. dan K. mengganti istilah Kepulauan Sunda Kecil menjadi Kepulauan Nusa Tenggara. Sebab, istilah Kepulauan Sunda Kecil diganti dengan Kepulauan Nusa Tenggara, maka istilah Kepulauan Sunda Besar juga tidak lagi digunakan dalam ilmu bumi dan perpetaan nasional Indonesia – meskipun dalam perpetaan Internasional istilah Greater Sunda Islands dan Lesser Sunda Islands masih tetap digunakan." - Ajip Rosidi: Penulis, budayawan. Pikiran Rakyat, 21 Agustus 2010. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-07-08. Diakses tanggal Juli 7, 2015. 
  6. ^ "lifting devices - Article Shops Online Article Directory". 
  7. ^ a b c P, Rossalina (2018). Suku dan Bahasa Provinsi Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur. PT. Sarana Panca Karya. hlm. 84–88. 
  8. ^ "Direktorat Pejabat:Gubernur dan Wakil Gubernur". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Pusat Data Informasi, Komunikasi dan Telekomunikasi Kementerian Dalam Negeri. Diakses tanggal 30 Desember 2015. 
  9. ^ Bere, Sigiranus Marutho (17 Juli 2018). Damanik, Caroline, ed. "Robert Simbolon". Kompas.com. Diakses tanggal 19 Juli 2018. 
  10. ^ "65 Anggota DPRD NTT Dilantik". beritasatu.com. 03-09-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  11. ^ "65 Anggota DPRD NTT Periode 2019-2024 Dilantik". lintasntt.com. 03-09-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  12. ^ "Anggota DPRD NTT Periode 2019-2024 Resmi Dilantik". indonesiasatu.co. 04-09-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  13. ^ "65 Anggota DPRD NTT Dilantik". beritasatu.com. 03-09-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  14. ^ "Ketua Pengadilan Tinggi Kupang Melantik dan Mengambil Sumpah Jabatan Anggota DPRD Provinsi NTT masa bakti 2019 - 2024". pt-kupang.go.id. 03-09-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  15. ^ "KPU Provinsi NTT tetapkan 65 calon terpilih anggota DPRD". pemilu.antaranews.com. 24-07-2019. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  16. ^ "45 Orang Wajah Baru Huni DPRD NTT". pos-kupang.com. 14-05-2014. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  17. ^ "ANGGOTA DPRD NTT 2009-2014". pos-kupang.com. 15-09-2009. Diakses tanggal 03-12-2019. 
  18. ^ a b "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.137-2017) - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-07-10. 

Pranala luarSunting

Koordinat: 9°24′S 122°4′E / 9.400°S 122.067°E / -9.400; 122.067