Buka menu utama

Indra Gunawan atau yang lebih populer dengan nama Indra Jegel (lahir di Medan, Indonesia, 5 November 1989; umur 29 tahun) adalah seorang pelawak tunggal berkebangsaan Indonesia. Indra Jegel adalah pelawak tunggal asal Medan yang sudah berpengalaman sejak berdirinya komunitas Stand Up Indo Medan pada tahun 2012. Jegel, sapaannya dikenal sebagai komika yang kental dengan logat Melayu nya ketika tampil ber stand up comedy, sehingga namanya pun dikenal hingga ke negara tetangga, Malaysia. Di Malaysia, Jegel juga sering diundang untuk mengisi acara stand up comedy[1]. Jegel adalah juara Stand Up Comedy Indonesia season 6 (SUCI 6) yang diadakan Kompas TV pada tahun 2016.

Indra Jegel
220px
Nama lahir Indra Gunawan
Nama lain Indra Jegel
Lahir 5 November 1989 (umur 29)
Bendera Indonesia Medan, Indonesia
Pekerjaan Pelawak tunggal, Mahasiswa
Tahun aktif 2012—sekarang
Pasangan Sasqya H. Batubara (k. 2018)
Anak Jihane Kallula Kiyandra

Daftar isi

KarierSunting

Indra Jegel yang asli dari Binjai ini telah memulai ber stand up comedy sejak berkuliah. Berawal dari keisengannya mengikuti sebuah kegiatan kampusnya, Jegel yang berkuliah di Universitas Muhammadiyah Sumatra Utara ini mulai tertarik dengan stand up comedy[2]. Bersamaan dengan didirikannya komunitas Stand Up Indo Medan pada tahun 2012, Jegel ikut bergabung dan sering mengisi acara komunitas. Tidak butuh waktu lama baginya untuk muncul di televisi. Bersama dua rekannya kala itu, Lolox dan Ridho Brado, Jegel diundang untuk tampil di salah satu stasiun TV swasta[3] yang akhirnya membuat namanya dikenal secara nasional seiring seringnya ia dipanggil untuk mengisi acara di stasiun televisi tersebut.

Tahun 2014, Indra Jegel mewakili komunitas Stand Up Indo Medan tampil di kompetisi Liga Komunitas Stand Up yang diadakan Kompas TV (LKS Kompas TV). Jegel tampil kembali bersama rekannya, Lolox dan Ridho serta Cacink Newe sebagai anggota keempat. Hasilnya, mereka berhasil menjuarai kompetisi tersebut setelah mengandaskan tim komunitas Stand Up Indo Jakarta Barat. Pasca kompetisi, Jegel makin sering tampil ber stand up comedy baik mengisi acara di dalam negeri, maupun di luar negeri seperti Malaysia. Salah satunya adalah ikut menjadi pengisi acara StandUpFest 2015 di Jakarta yang merupakan event rutin komunitas Stand Up Indo setiap tahun sejak 2011.

Tahun 2016, Indra Jegel lolos sebagai salah satu finalis Stand Up Comedy Indonesia season keenam (SUCI 6) yang diadakan oleh Kompas TV. Setelah beberapa kali mencoba audisi di musim sebelumnya serta belum berkesempatan menjadi finalis pada tahun 2015 karena sebagai juara LKS Kompas TV pada tahun 2014, tim komunitas Stand Up Indo Medan mengirimkan Ridho Brado kala itu untuk ikut di SUCI 5 pada tahun 2015. Barulah setahun kemudian lewat audisi di Medan, Indra Jegel berhak lolos ke SUCI 6. Tidak tanggung-tanggung, Jegel di setiap show selalu tampil konsisten baik dengan gaya story telling serta pantun yang jadi ciri khasnya. Kekonsistenannya ini akhirnya mengantarkannya ke grand final SUCI 6 di mana ia berhadapan dengan Ardit Erwandha, komika asal Samarinda. Jegel pun akhirnya keluar sebagai juara SUCI 6 setelah persaingan sengit di tiga putaran babak grand final.

KarakterSunting

Indra Jegel dikenal dengan kemampuan story telling dengan diselingi logat Batak dan Melayu saat ber stand up comedy. Tidak jarang pula, Jegel membawakan pantun Melayu yang jenaka untuk memperkuat materinya saat tampil. Pantun inilah yang menjadi ciri khas Indra Jegel dan membuatnya dikenal oleh para penonton.

Berikut beberapa bait pantun yang pernah dilantunkan Jegel kala ber stand up comedy:

Memang pahit biji kopi
Tak usah diseduh berulang kali
Memang lah pahit jadi lelaki
Apa lagi masalah hati


Indah nian si bunga mawar
Jangan di petik bunga melati
Memang gagah ku lihat Anwar
Tapi sayang pacarnya laki


Roda pedati berputar selalu
Jangan disentuh si putri malu
Bagaimana negara ini mau maju
kalau acara tv boy band melulu


Asam kandis buah mentimun
Jangan di ambil asam di laut
Mbak manis kalau melamun
Apa lagi pas cukur janggut


Sungguh indah bunga yang tumbuh
Untuk si kumbang penghisap madu
Memang benar aku selingkuh
Aku selingkuh dengan ayahmu


Tinta bukan sembarang tinta
Mengubah putih menjadi biru
Wahai engkau gadis tercinta
Mengapa tega kau jual laptop ku?[4]

Acara TelevisiSunting

SinetronSunting

FilmografiSunting

FilmSunting

ReferensiSunting

Pranala luarSunting