Kabupaten Karawang

kabupaten di Jawa Barat, Indonesia

Kabupaten Karawang (aksara Sunda: ᮊᮘᮥᮕᮒᮦᮔ᮪ ᮊᮛᮝᮀ, Latin: Kabupatén Karawang) adalah sebuah kabupaten di Tatar Pasundan Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Ibu kotanya adalah Karawang. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor di Barat, Laut Jawa di Utara, Kabupaten Subang di Timur, Kabupaten Purwakarta di Tenggara, serta Kabupaten Cianjur di Selatan. Karawang memiliki luas wilayah 1.652,00 km2, dengan jumlah penduduk pada tahun 2020 sebanyak 2.361.019 jiwa, dan kepadatan penduduk 1.429,19 jiwa per km2.[1][4]

Kabupaten Karawang
Kabupaten di Jawa Barat, Indonesia
Dari atas searah jarum jam : Gedung Pemerintahan daerah (Pemda) kabupaten Karawang di kecamatan Karawang Timur, Pintu Jalan Bendungan Walahar di desa Walahar, Klari (dibangun 1918 - selesai 1925), Kompleks Pemakaman Bupati Karawang di desa Manggung Jaya, Cilamaya Kulon, Pantai Tanjung Baru di desa Pasir Jaya, Cilamaya Kulon, Curug Cigentis, di desa Mekar Buana, Tegal Waru, Persawahan Karawang dan Perbukitan di kawasan pegunungan Sanggabuana.
Dari atas searah jarum jam : Gedung Pemerintahan daerah (Pemda) kabupaten Karawang di kecamatan Karawang Timur, Pintu Jalan Bendungan Walahar di desa Walahar, Klari (dibangun 1918 - selesai 1925), Kompleks Pemakaman Bupati Karawang di desa Manggung Jaya, Cilamaya Kulon, Pantai Tanjung Baru di desa Pasir Jaya, Cilamaya Kulon, Curug Cigentis, di desa Mekar Buana, Tegal Waru, Persawahan Karawang dan Perbukitan di kawasan pegunungan Sanggabuana.
Lambang resmi Kabupaten Karawang
Lambang
Julukan: 
Kota Pangkal Perjuangan
Motto: 
Pangkal Perjuangan
ᮕᮀᮊᮜ᮪ ᮕᮨᮁᮔᮥᮃᮍᮔ᮪

Semboyan: INTERASIH (Indah, Tertib, Aman, Bersih)
Map of West Java highlighting Karawang Regency.svg
Kabupaten Karawang is located in Jawa
Kabupaten Karawang
Kabupaten Karawang
Kabupaten Karawang is located in Indonesia
Kabupaten Karawang
Kabupaten Karawang
Koordinat: 6°18′S 107°18′E / 6.3°S 107.3°E / -6.3; 107.3
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal peresmian14 September 1633
(10 Rabiul Awal 1043 H)
Ibu kotaKarawang
Pemerintahan
 • Bupatidr. Cellica Nurrachadiana
 • Wakil BupatiH. Aep Syaepuloh, S.E.
Luas
 • Total1.652,00 km2 (637,84 sq mi)
Populasi
 • Total2.361.019 jiwa
 • Kepadatan1.429,19/km2 (3,701,6/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 98,04%
Kristen 1,68%
Protestan 1,35%
Katolik 0,33%
Buddha 0,25%
Hindu 0,02%
Konghucu 0,01%
 • BahasaSunda
Indonesia
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode pos
Kode telepon0264 dan 0267 (Khusus Wilayah Eks-Kawedanan Cikampek)
Kode Kemendagri32.15 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan30
Jumlah kelurahan12
Jumlah desa297
DAURp 1.338.368.057.000,00- (2020)[2]
IPMPenurunan 70,66 (2020)
Kenaikan 70,86 (2019)
( Tinggi )[3]
Situs webwww.karawangkab.go.id

Pada tahun 2012, kabupaten Karawang memiliki pembangunan proyek-proyek besar yaitu Summarecon, Agung Podomoro, Agung Sedayu, Metland dan lain-lain. Sejarah Monumen Gempol Ngadeupa di Karawang Selatan, dalam catatan sejarah Indonesia, pada tanggal 16 Agustus 1945, Sukarno beserta beberapa orang merumuskan Kemerdekaan Republik Indonesia di Rengasdengklok.

ToponomiSunting

Kata "karawang" muncul pada Naskah Bujangga Manik dari akhir abad ke-15 atau awal abad ke-16. Bujangga Manik menuliskan sebagai berikut:

Leteng karang ti Karawang,
Leteng susuh ti Malayu,
Pamuat aki puhawang.
Dipinangan pinang tiwi,
Pinang tiwi ngubu cai,

Dalam bahasa Sunda, karawang mempunyai arti "penuh dengan lubang". Bisa jadi pada daerah Karawang zaman dulu banyak ditemui lubang.

Cornelis de Houtman, orang Belanda pertama yang menginjakkan kakinya di pulau Jawa, pada tahun 1596 menuliskan adanya suatu tempat yang bernama Karawang sebagai berikut:

Di tengah jalan antara Pamanukan dan Jayakarta, pada sebuah tanjung terletak Karawang.[5]

Meskipun ada sumber sejarah primer yaitu Naskah Bujangga Manik dan catatan dari Cornelis de Houtman yang menyebutkan kata Karawang, sebagian orang menyebutnya Kerawang adapula yang menyebut Krawang seperti yang ditulis dalam buku Miracle sight West Java[butuh rujukan] yang diterbitkan oleh Provinsi Jawa Barat.

R. Tjetjep Soepriadi dalam buku Sejarah Karawang[butuh rujukan] berspekulasi tentang asal-muasal kata karawang, pertama kemungkinan berasal dari kata karawaan yang mengandung arti bahwa daerah ini terdapat "banyak rawa", dibuktikan dengan banyaknya daerah yang menggunakan kata rawa di depannya seperti, Rawa Gabus, Rawa Monyet, Rawa Merta dan lain-lain; selain itu berasal dari kata kera dan uang yang mengandung arti bahwa daerah ini dulunya merupakan habitat binatang sejenis monyet yang kemudian berubah menjadi kota yang menghasilkan uang; serta istilah serapan yang berasal dari bahasa Belanda seperti caravan dan lainnya.

SejarahSunting

 
Hiasan penanda hajatan pernikahan pada masyarakat wilayah Kabupaten Karawang wilayah selatan, hiasan terbuat dari batang bambu utuh yang disisakan daun bagian atasnya dilengkapi dengan topi caping yang digantung lengkap dengan tali-tali berwarna-warni dibawahnya yang menjuntai (penggunaan tali bisa disubtitusi atau digantikan dengan kertas warna-warni).

Hiasan ini merupakan kearifan lokal masyarakat Kabupaten Karawang bagian selatan yang ditumbuhi banyak pohon bambu.

Pemerintahan mandiriSunting

Sebagai suatu daerah berpemerintahan sendiri tampaknya dimulai semenjak Karawang diduduki oleh Kesultanan Mataram, di bawah pimpinan Wiraperbangsa dari Sumedang Larang tahun 1632. Kesuksesannya menempatkannya sebagai wedana pertama dengan gelar Adipati Kertabumi III. Semenjak masa ini, sistem pertanian melalui pengairan irigasi mulai dikembangkan di Karawang dan perlahan-lahan daerah ini menjadi daerah pusat penghasil beras utama di Pulau Jawa hingga akhir abad ke-20.

Selanjutnya, Karawang menjadi kabupaten dengan bupati pertama Raden Adipati Singaperbangsa bergelar Kertabumi IV yang dilantik 14 September 1633. Tanggal ini dinobatkan menjapada hari jadi Kabupaten Karawang. Selanjutnya, bupatinya berturut-turut adalah R. Anom Wirasuta 1677-1721, R. Jayanegara (gelar R.A Panatayuda II) 1721-1731, R. Martanegara (R. Singanagara dengan gelar R. A Panatayuda III) 1731-1752, R. Mohamad Soleh (gelar R. A Panatayuda IV) 1752-1786. Pada rentang ini terjadi peralihan penguasa dari Mataram kepada VOC (Belanda).

Menjelang Kemerdekaan IndonesiaSunting

Pada masa menjelang Kemerdekaan Indonesia, Kabupaten Karawang menyimpan banyak catatan sejarah. Rengasdengklok merupakan tempat disembunyikannya Soekarno dan Hatta oleh para pemuda Indonesia untuk secepatnya merumuskan naskah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia pada tanggal 16 Agustus 1945.

Kabupaten Karawang juga menjadi inspirasi sastrawan Chairil Anwar menulis karya Antara Karawang-Bekasi karena peristiwa pertempuran di daerah sewaktu pasukan dari Divisi Siliwangi harus meninggalkan Bekasi menuju Karawang yang masih menjadi daerah kekuasaan Republik.

Kecamatan Rengasdengklok adalah daerah pertama milik Republik Indonesia yang gagah berani mengibarkan bendera Merah Putih sebelum Proklamasi kemerdekaan Indonesia di Gaungkan.[butuh rujukan] Oleh karena itu selain dikenal dengan sebutan Lumbung Padi Karawang juga sering disebut sebagai Kota Pangkal Perjuangan. Di Rengasdengklok didirikan sebuah monumen yang dibangun oleh masyarakat sekitar, kemudian pada masa pemerintahan Megawati didirikan Tugu Kebulatan Tekad atau warga sekitar menyebutnya dengan Tugu Peureup/Tugu Bojong, untuk mengenang sejarah Republik Indonesia.

Setelah Kemerdekaan IndonesiaSunting

Wilayah Karawang pada masa lalu (hasil pembagian oleh Sunan Gunung Jati pada abad ke 15) kemudian dipecah menjadi dua bagian pada masa perang kemerdekaan sekitar tahun 1948 dengan sungai Citarum dan sungai Cilamaya menjadi pembatasnya, wilayah Kabupaten Karawang Barat meliputi wilayah Kabupaten Karawang sekarang ditambah desa-desa di sebelah barat Citarum yaitu desa-desa Sukasari dan Kertamanah dengan ibu kota di kecamatan Karawang, sementara Kabupaten Karawang Timur meliputi wilayah Kabupaten Purwakarta dikurangi desa-desa di kecamatan Sukasari (yang dahulu masih bagian dari Kabupaten Karawang) dan Kabupaten Subang dengan ibu kota di kecamatan Subang.[6]

lalu kemudian pada tahun 1950 nama Kabupaten Karawang Timur diubah menjadi Kabupaten Purwakarta dengan ibu kota di kecamatan Subang dan Kabupaten Karawang Barat menjadi Krawang dengan ibu kota di kecamatan Karawang.[7]

Pada tahun 1968 terjadi pemekaran wilayah Kabupaten Purwakarta yang sebelumnya bernama Kabupaten Karawang Timur menjadi Kabupaten Subang dengan ibu kota di kecamatan Subang dan Kabupaten Purwakarta dengan ibu kota di kecamatan Purwakarta, karena pada tahun yang sama berlangsung proyek besar bendungan Ir. Djuanda atau yang dikenal dengan nama Bendungan Jatiluhur maka pemerintah pusat pada masa itu merasa perlu untuk menyatukan wilayah waduk Jatiluhur ke dalam satu wilayah kerja yang akhirnya diputuskan dimasukan ke dalam wilayah Kabupaten Purwakarta sehingga pada tahun 1968 wilayah Kabupaten Krawang harus melepaskan desa-desa yang berada disebelah barat sungai Citarum yang masuk dalam proyek besar bendungan Ir. Djuanda atau Bendungan Jatiluhur, desa-desa tersebut adalah desa-desa Sukasari dan Kertamanah yang sekarang masuk dalam kecamatan Sukasari, Kabupaten Purwakarta, sehingga dengan diterbitkannya Undang-Undang No. 4 Tahun 1968 maka wilayah Kabupaten Krawang menjadi berkurang dan wilayah inilah yang dikemudian hari disebut sebagai Kabupaten Karawang[8]

GeografiSunting

 
Curug Cigentis

Wilayah Kabupaten Karawang sebagian besar dataran pantai yang luas, terhampar di bagian pantai Utara dan merupakan endapan batuan sedimen yang dibentuk oleh bahan–bahan lepas terutama endapan laut dan aluvium vulkanik. Sedangkan di bagian tengah kawasan perbukitan yang sebagian besar terbentuk oleh batuan sedimen, sedang di bagian Selatan terdapat Gunung Sanggabuana dengan ketinggian ± 1.291 m di atas permukaan laut.

TopografiSunting

Sebagian besar wilayah Kabupaten Karawang adalah dataran rendah, dan di sebagian kecil di wilayah selatan berupa dataran tinggi.

IklimSunting

Sesuai dengan bentuk morfologinya Kabupaten Karawang terdiri dari dataran rendah yang mempunyai temperatur udara rata-rata 27 °C dengan tekanan udara rata-rata 0,01 milibar, penyinaran matahari 66 persen dan kelembaban nisbi 80 persen. Iklim di wilayah Kabupaten Karawang adalah iklim muson tropis (Am) dengan dua musim, yaitu musim penghujan yang disebabkan oleh angin muson baratan yang bersifat basah & lembab dan musim kemarau yang disebabkan oleh angin muson timuran yang bersifat kering. Curah hujan tahunan berkisar antara 1.100 – 3.200 mm/tahun. Pada bulan Januari sampai April bertiup angin muson barat dan sekitar bulan Juni bertiup angin muson timur–tenggara. Kecepatan angin antara 30 – 35 km/jam, lamanya tiupan rata-rata 5 – 7 jam.

Data iklim Karawang, Jawa Barat, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 30.2
(86.4)
31.2
(88.2)
32
(90)
32.8
(91)
33.1
(91.6)
32.3
(90.1)
32.2
(90)
32.7
(90.9)
33.3
(91.9)
34.3
(93.7)
32.7
(90.9)
31.2
(88.2)
32.33
(90.24)
Rata-rata harian °C (°F) 26.5
(79.7)
27.4
(81.3)
27.9
(82.2)
27.4
(81.3)
26.5
(79.7)
26.2
(79.2)
26.1
(79)
27.2
(81)
27.8
(82)
28
(82)
27.4
(81.3)
27
(81)
27.12
(80.81)
Rata-rata terendah °C (°F) 22.8
(73)
23.7
(74.7)
23.8
(74.8)
24
(75)
23.2
(73.8)
22.2
(72)
21.9
(71.4)
22.8
(73)
23.5
(74.3)
24
(75)
23.8
(74.8)
23.2
(73.8)
23.24
(73.8)
Presipitasi mm (inci) 291
(11.46)
253
(9.96)
217
(8.54)
139
(5.47)
90
(3.54)
75
(2.95)
46
(1.81)
39
(1.54)
52
(2.05)
83
(3.27)
151
(5.94)
220
(8.66)
1.656
(65,19)
Rata-rata hari hujan 19 18 17 14 10 8 5 4 6 10 14 17 142
% kelembapan 84 83 81 80 79 77 75 73 74 76 78 80 78.3
Rata-rata sinar matahari bulanan 149 172 215 244 258 251 285 301 269 257 209 184 2.794
Sumber #1: Climate-Data.org[9]
Sumber #2: Weatherbase[10]

HidrografiSunting

Kabupaten Karawang dilalui oleh aliran sungai yang melandai ke arah utara: Cibe'et yang mengalir dari selatan karawang menuju sungai citarum yang juga menjadi batas antara Kabupaten Karawang dan Bekasi, Citarum, yang merupakan pemisah Kabupaten Karawang dari Kabupaten Bekasi, dan Cilamaya, yang merupakan batas wilayah dengan Kabupaten Subang. Selain sungai, terdapat juga tiga buah saluran irigasi yang besar yaitu Saluran Induk Tarum Utara, Saluran Induk Tarum Tengah dan Saluran Induk Tarum Barat yang dimanfaatkan untuk pengairan sawah, tambak, dan pembangkit tenaga listrik.

PemerintahanSunting

Kabupaten Karawang terdiri atas 30 kecamatan, yang dibagi lagi atas 297 desa dan 12 kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Karawang Timur, tepatnya di kelurahan Karawang Wetan.

Daftar BupatiSunting

No Foto Nama Mulai Jabatan Akhir Jabatan Wakil Bupati Keterangan
1 Raden Djuarsa 1945 1948
2 Raden Ateng Surya Satjakusumah 1948 1949
3 Raden Hasan Surya Satjakusumah 1949 1950
4 Raden H. Rubaya Suryanatamihardja 1950 1951
5 Raden Tohir Mangkudijoyo 1951 1961
6 Letkol Inf. Husni Hamid 1961 1971
7 Letkol Inf.Setia Syamsi 1971 1976
8 Kol.Inf.Tata Suwanta Hadisaputra 1976 1981
9 Kol.Cpl.H.Opon Supandji 1981 1986
10 Kol.Czi.H.Sumarmo Suradi 1986 1996
11 Kol.Inf. Drs. H. Dadang S. Muchtar 1996 1999
12 R. H. Daud Priatna, SH 1999 2000
13 Letkol.Inf.Achmad Dadang 2000 2005 Drs. H. D. Shalahudin Muftie, M.Si.
14 Drs. H. D. Shalahudin Muftie, M.Si, 2005 2005 Hj. Eli Amalia Priyatna
15 Kol.Inf. Drs. H. Dadang S. Muchtar 2005 2010
16 Ir. H. Iman Sumantri 2010 2010
17 - Drs. H. Ade Swara, MH 2010 2014 dr. Cellica Nurrachadiana  
18   dr. Cellica Nurrachadiana 2014 2015
* Ir. Deddi Mulyadi
(Penjabat)
2015 2016
19   dr. Cellica Nurrachadiana 2016 2021 H. Ahmad Zamakhsyari, S.Ag.
* Drs. H. Acep Jamhuri.
(Pelaksana Harian)
2021 2021
20   dr. Cellica Nurrachadiana 2021 Sekarang H. Aep Syaepuloh, S.E.

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Karawang dalam dua periode terakhir.[11][12]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 5   7
  Gerindra 6   8
  PDI-P 9   6
  Golkar 8   7
  NasDem 3   2
  PKS 3   6
  PPP 2   1
  PAN 3   1
  Hanura 2   1
  Demokrat 6   9
  PBB 3   2
Jumlah Anggota 50   50
Jumlah Partai 11   11

KecamatanSunting

Kabupaten Karawang terdiri dari 30 kecamatan, 12 kelurahan, dan 297 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 2.110.476 jiwa dengan luas wilayah 1.652,20 km² dan sebaran penduduk 1.277 jiwa/km².[13][14]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Karawang, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah
Desa
Kodepos Status Daftar
Desa/Kelurahan
32.15.24 Banyusari 12 41374 Desa
32.15.08 Batujaya 10 41354 Desa
32.15.04 Ciampel 7 41363 Desa
32.15.11 Cibuaya 11 41356 Desa
32.15.13 Cikampek 10 41373 Desa
32.15.23 Cilamaya Kulon 12 41384 Desa
32.15.15 Cilamaya Wetan 12 41384 Desa
32.15.30 Cilebar 10 41353, 41385 Desa
32.15.14 Jatisari 14 41374 Desa
32.15.22 Jayakerta 8 41352 Desa
32.15.01 Karawang Barat 8 41311, 41312, 41315, 41316 Kelurahan
32.15.26 Karawang Timur 4 4 41314, 41371 Desa
Kelurahan
32.15.05 Klari 13 41371 Desa
32.15.25 Kotabaru 9 41374 Desa
32.15.07 Kutawaluya 12 41358 Desa
32.15.19 Lemahabang 11 41383 Desa
32.15.21 Majalaya 7 41371 Desa
32.15.12 Pakisjaya 8 41355 Desa
32.15.02 Pangkalan 8 41362 Desa
32.15.10 Pedes 12 41353 Desa
32.15.29 Purwasari 8 41371 - 41373 Desa
32.15.18 Rawamerta 13 41382 Desa
32.15.06 Rengasdengklok 9 41352 Desa
32.15.28 Tegalwaru 9 41362 Desa
32.15.17 Talagasari 14 41381 Desa
32.15.27 Telukjambe Barat 10 41361 Desa
32.15.03 Telukjambe Timur 9 41361 Desa
32.15.20 Tempuran 14 41385 Desa
32.15.09 Tirtajaya 11 41357 Desa
32.15.16 Tirtamulya 10 41372 Desa
TOTAL 12 297

Pemekaran DaerahSunting

Karawang merupakan ibu kota Kabupaten Karawang yang direncanakan akan dimekarkan dari Kabupaten Karawang yang terdiri dari 4 kecamatan, yakni kecamatan Karawang Barat, kecamatan Karawang Timur, kecamatan Telukjambe Timur dan kecamatan Telukjambe Barat dan nantinya ibu kota Kabupaten Karawang akan dipindahkan ke Cikampek.[15]

Namun jika Cikampek juga dimekarkan menjadi kota juga seperti Karawang, maka ibu kota Kabupaten Karawang akan dipindahkan ke kecamatan Talagasari karena selain terletak ditengah - tengah Kabupaten Karawang, juga dekat dengan Pelabuhan Cilamaya yang akan dibangun dan akan menjadi pusat perekonomian yang baru.[16]

DemografiSunting

Penduduk Karawang umumnya adalah suku Sunda yang menggunakan Bahasa Sunda.

Penduduk Kabupaten Karawang mempunyai mata pencaharian yang beragam, tetapi di sejumlah kecamatan, mayoritas masyarakatnya bekerja sebagai petani atau pembajak sawah karena Kabupaten Karawang adalah daerah penghasil padi.

Penduduk menurut jenis kelaminSunting

Tahun/
Jenis Kelamin
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
Laki-laki - 916.554 935.634 972.174 968.511 985.727 - - -
Perempuan - 872.971 927.205 931.337 965.761 985.736 - - -
Total - 1.799.525 1.862.839 1.903.511 1.934.272 1.971.463 - - -
Sumber: Buku DDA: BPS Kabupaten Karawang[17]

Jumlah penduduk, rumah tangga, dan rata-rata penduduk per rumah tanggaSunting

Tahun/
Rincian
2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008
Penduduk - - - - 1.934.272 1.971.463 - - -
Rumahtangga - - - - 475.251 490.414 - - -
Penduduk/Rumahtangga - - - - 4,07 4,02 - - -
Sumber: Buku DDA: BPS Kabupaten Karawang[17]

EkonomiSunting

Kabupaten Karawang merupakan lokasi dari beberapa kawasan industri, antara lain Karawang International Industry City KIIC, Kawasan Surya Cipta, Kawasan Bukit Indah City atau BIC di jalur Cikampek (Karawang). Salah satu industri strategis milik negara juga memiliki fasilitasnya di deretan kawasan industri tersebut, yaitu Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (http://www.peruri.co.id/) yang mencetak uang kertas, uang logam, maupun dokumen-dokumen berharga seperti paspor, pita cukai, meterai dan lain sebagainya.

Di bidang pertanian, Karawang terkenal sebagai lumbung padi Jawa Barat.

Media MassaSunting

Stasiun RadioSunting

  • Suara Kita 88,2 MHz
  • Sturada (Studio Radio Daerah) Pangkal Perjuangan 89,4 FM – milik Pemerintah Daerah
  • Duta Suara Karawang (DSK FM) 103.2 FM

TransportasiSunting

Ibu kota kabupaten Karawang berada di jalur pantura. Kabupaten Karawang dilintasi ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Jalan Tol Cipularang (yang menghubungkan Karawang dengan Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Bandung Barat, Kota Bandung) dan Jalan Tol Cipali (yang menghubungkan Karawang dengan Kabupaten Subang, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Indramayu dan Kota Cirebon). Cikampek Cikampek merupakan kecamatan yang terletak di bagian timur Kabupaten Karawang, di Cikampek terdapat stasiun kereta api yang merupakan pertemuan dua jalur utama dari Bandung dan dari Cirebon menuju Jakarta.

PariwisataSunting

Objek WisataSunting

  • Pantai Tanjung Pakis
  • Bendungan Walahar
  • Curug Bandung
  • Curug Cigeuntis
  • Pantai Tanjung Pakis
  • Pantai Samudra Baru
  • Pantai Pelangi
  • Pantai Tanjung Baru
  • Danau Cipule[18]
  • Candi Jiwa
  • Monumen Rawa Gede
  • Rumah Rengas Dengklok
  • Petilasan Jaka Tingkir[19]

OlahragaSunting

  • Karawang adalah tuan rumah PORPROV Jabar X tahun 2006.
  • Klub olahraga yang berbasis di kabupaten Karawang di antaranya adalah Persika Karawang (sepak bola), Persika Karawang menggunakan Stadion Singaperbangsa.
  • Salah satu Komunitas Bola Basket yang ada di Karawang adalah KP Ballers, komunitas ini dibentuk karena seringnya para penghobi olahraga bola basket berkumpul dan berlatih di lapangan Karangpawitan, karena sifat kekeluargaannya yang kental maka walaupun lapangan Karangpawitan tersebut sudah tidak ada (karena dirubah fungsinya menjadi area nongkrong) komunitas ini tetap hidup.

Lihat PulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 23 Februari 2021. 
  2. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 23 Februari 2021. 
  3. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan Manusia 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 23 Februari 2021. 
  4. ^ Gatra[pranala nonaktif permanen]
  5. ^ Sumber-sumber Asli Sejarah Jakarta Jilid II, Adolf Heuken SJ, Cipta Loka Caraka, Jakarta, 2000
  6. ^ Surat Keputusan DPRD Kabupaten Subang - DPRD No.: 01/SK/DPRD/1977
  7. ^ Undang-Undang No. 14 tahun 1950 - Tentang Pemerintahan Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Djawa Barat
  8. ^ Undang-Undang No. 4 Tahun 1968 - Pembentukan Kabupaten Purwakarta Dan Kabupaten Subang Dengan Mengubah Undang-Undang NO.14 Tahun 1950 Tentang Pembentukan Daerah-Daerah Kabupaten Dalam Lingkungan Propinsi Jawa Barat
  9. ^ "Karawang, Jawa Barat, Indonesia". Climate-Data.org. Diakses tanggal 1 Oktober 2020. 
  10. ^ "Karawang, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 1 Oktober 2020. 
  11. ^ PEROLEHAN KURSI DPRD KAB. KARAWANG 2014-2019
  12. ^ Perolehan Kursi DPRD Kab. Karawang 2019-2024
  13. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  14. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  15. ^ Wacana Pemekaran Kabupaten Karawang Kembali Santer Diarsipkan 2014-08-19 di Wayback Machine. pikiran-rakyat.com
  16. ^ Cikampek Layak Pisahkan Diri Dari Karawang Diarsipkan 2014-08-19 di Wayback Machine. inilah.com
  17. ^ a b Buku DDA: BPS Kabupaten Karawang
  18. ^ "Kutayu". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2015-12-08. Diakses tanggal 2015-12-02. 
  19. ^ "Blog - Rolling Hills, Perumahan Baru di Karawang". www.rolling-hills.id. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2020-12-05. Diakses tanggal 2020-10-04. 

Pranala luarSunting