Kabupaten Gowa

kabupaten di Sulawesi Selatan, Indonesia

Kabupaten Gowa (Makassar: ᨀᨅᨘᨄᨈᨙ ᨁᨚᨓ) adalah salah satu Daerah Tingkat II di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. ibu kota kabupaten ini terletak di kelurahan Sungguminasa. Kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.883,33 km² dan berpenduduk sebanyak 772.684 jiwa ditahun 2020.[2]

Kabupaten Gowa
New Coat of Arms of Gowa.png
Lambang
Locator Gowa Regency.svg
Kabupaten Gowa is located in Sulawesi
Kabupaten Gowa
Kabupaten Gowa
Kabupaten Gowa is located in Indonesia
Kabupaten Gowa
Kabupaten Gowa
Koordinat: 5°20′S 119°40′E / 5.33°S 119.67°E / -5.33; 119.67
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
Ibu kotaKota Sungguminasa
Pemerintahan
 • BupatiAdnan Purichta Ichsan
Luas
 • Total1.883,33 km2 (727,16 sq mi)
Populasi
 • Total772.684 jiwa
 • Kepadatan410,27/km2 (1,062,6/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 98,52%
Kristen 1,36%
- Protestan 0,83%
- Katolik 0,53%
Buddha 0,08%
Hindu 0,02%
Kepercayaan 0,02%[1][3]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode Kemendagri73.06 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan18
Jumlah desa167
DAURp 900.469.427.000,00- (2020)[4]
IPMKenaikan 70,14 (2020) ( Tinggi )
Kenaikan 69,66 (2019) ( Sedang ) [5]
Flora resmiMarkissa Malino
Fauna resmiSerindit Sulawesi
Situs webwww.gowakab.go.id
Peta administrasi kabupaten Gowa

SejarahSunting

 
Masjid di Gowa Tahun 1924.

Dalam khasanah sejarah nasional, nama Gowa sudah tidak asing lagi. Mulai abad ke-15, Kerajaan Gowa merupakan kerajaan maritim yang besar pengaruhnya di perairan Nusantara. Bahkan dari kerajaan ini juga muncul nama pahlawan nasional yang bergelar Ayam Jantan dari Timur, Sultan Hasanuddin, Raja Gowa XVI yang berani melawan VOC Belanda pada tahun-tahun awal kolonialisasinya di Indonesia. Kerajaan Gowa memang akhirnya takluk kepada Belanda lewat Perjanjian Bungaya. Namun meskipun sebagai kerajaan, Gowa tidak lagi berjaya, kerajaan ini mampu memberi warisan terbesarnya, yaitu Pelabuhan Makassar. Pelabuhan yang kemudian berkembang menjadi Kota Makassar ini dapat disebut anak kandungnya, sedangkan Kerajaan Gowa sendiri merupakan cikal bakal Kabupaten Gowa sekarang.

Kota Makassar lebih dikenal khalayak dibandingkan dengan Kabupaten Gowa. Padahal kenyataannya sampai sekarang Kabupaten Gowa ibaratnya masih menjadi ibu bagi kota ini. Kabupaten yang hanya berjarak tempuh sekitar 10 menit dari Kota Makassar ini memasok sebagian besar kebutuhan dasar kehidupan kota. Mulai dari bahan material untuk pembangunan fisik, bahan pangan, terutama sayur-mayur, sampai aliran air bersih dari Waduk Bili-bili.

Kemampuan Kabupaten Gowa menyuplai kebutuhan bagi daerah sekitarnya dikarenakan keadaan alamnya. Kabupaten seluas 1.883,32 kilometer persegi ini memiliki enam gunung, di mana yang tertinggi adalah Gunung Bawakaraeng. Daerah ini juga dilalui Sungai Jeneberang yang di daerah pertemuannya dengan Sungai Jenelata dibangun Waduk Bili-bili. Keuntungan alam ini menjadikan tanah Gowa kaya akan bahan galian, di samping tanahnya subur.

GeografiSunting

Secara geografis, Kabupaten Gowa terletak pada 5°33' - 5°34' Lintang Selatan dan 120°38' - 120°33' Bujur Timur. Luas wilayah kabupaten Gowa adalah ±1.883,33 km².

TopografiSunting

Kabupaten Gowa terdiri dari wilayah dataran rendah dan wilayah dataran tinggi dengan ketinggian anatar 10-2800 meter diatas permukaan air laut. Namun demikian wilayah Kabupaten Gowa sebagian besar merupakan dataran tinggi yaitu sekitar 72,26% terutama di bagian timur hingga selatan karena merupakan Pegunungan Tinggimoncong, Pegunungan Bawakaraeng-Lompobattang dan Pegunungan Batureppe-Cindako. Dari total luas Kabupaten Gowa 35,30% mempunyai kemiringan tanah di atas 40 derajat, yaitu pada wilayah Kecamatan Parangloe, Tinggimoncong, Bungaya dan Tompobulu. Kabupaten Gowa dilalui oleh banyak sungai yang cukup besar yaitu ada 15 sungai. Sungai dengan luas daerah aliran yang terbesar adalah Sungai Jeneberang yaitu seluas 881 km² dengan panjang sungai utama 90 Km.

Batas wilayahSunting

Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:

Utara Kota Makassar, Kabupaten Maros dan Kabupaten Bone
Timur Kabupaten Sinjai, Kabupaten Bantaeng dan Kabupaten Jeneponto
Selatan Kabupaten Takalar dan Kabupaten Jeneponto
Barat Kota Makassar dan Kabupaten Takalar

IklimSunting

Wilayah kabupaten Gowa menurut klasifikasi iklim Koppen beriklim muson tropis (Am) dengan dua musim yang dipengaruhi oleh pergerakan angin muson, yaitu musim penghujan dan musim kemarau. Musim kemarau di wilayah Gowa disebabkan oleh hembusan angin muson timur–tenggara yang bersifat kering dan tidak banyak membawa uap air dan terjadi pada periode Mei hingga Oktober. Sementara itu, musim penghujan di wilayah kabupaten ini diakibatkan oleh hembusan angin muson barat laut–barat daya yang bersifat basah dan lembab. Musim penghujan di wilayah Gowa berlangsung pada periode November hingga April dengan bulan terbasah adalah Januari yang curah hujan bulanannya lebih dari 500 mm per bulan. Curah hujan tahunan di wilayah kabupaten Gowa berkisar pada angka 2.000–3.000 mm per tahun dengan jumlah hari hujan berkisar antara 100–180 hari hujan per tahun. Suhu udara di wilayah kabupaten Gowa berkisar pada angka 22°–33 °C dengan tingkat kelembapan nisbi ±81%.

Data iklim Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Indonesia
Bulan Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nov Des Tahun
Rata-rata tertinggi °C (°F) 29.2
(84.6)
29.4
(84.9)
30.1
(86.2)
30.7
(87.3)
31.1
(88)
30.6
(87.1)
30.7
(87.3)
31.2
(88.2)
31.5
(88.7)
32.5
(90.5)
31.7
(89.1)
30.3
(86.5)
30.75
(87.37)
Rata-rata harian °C (°F) 26.1
(79)
26.3
(79.3)
26.4
(79.5)
26.8
(80.2)
26.9
(80.4)
25.8
(78.4)
25.8
(78.4)
26.2
(79.2)
26.8
(80.2)
27.6
(81.7)
26.7
(80.1)
26.1
(79)
26.46
(79.62)
Rata-rata terendah °C (°F) 23.9
(75)
23.3
(73.9)
22.9
(73.2)
22.9
(73.2)
22.8
(73)
21.8
(71.2)
20.9
(69.6)
21.4
(70.5)
21.9
(71.4)
22.8
(73)
23.8
(74.8)
23.9
(75)
22.69
(72.82)
Presipitasi mm (inci) 604.5
(23.799)
552.8
(21.764)
376.6
(14.827)
197.3
(7.768)
85.4
(3.362)
70.6
(2.78)
44.9
(1.768)
23.5
(0.925)
36.2
(1.425)
66.7
(2.626)
220.4
(8.677)
493.1
(19.413)
2.772
(109,134)
Rata-rata hari hujan 24 23 20 17 8 6 4 2 3 5 18 22 152
% kelembapan 87.1 86.2 85.6 83.7 82.1 80.4 77.2 74.1 76.4 79.3 81.6 85.7 81.62
Rata-rata sinar matahari harian 5.3 5.8 6.4 7.5 8.2 8.7 9.5 10.3 9.7 8.9 7.6 5.9 7.82
Sumber #1: Weatherbase[6]
Sumber #2: Climate-Data.org[7]

DemografiSunting

BahasaSunting

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Gowa adalah bahasa Indonesia. Menurut Statistik Kebahasaan 2019 oleh Badan Bahasa, terdapat satu bahasa daerah di Kabupaten Gowa,[8] yaitu bahasa Makassar, khususnya dialek Lakiung, dialek Turatea, dan dialek Makassar Konjo.[9]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

Berikut ini adalah daftar bupati Gowa yang menjabat sejak pembentukannya pada tahun 1957.

No Bupati Mulai menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1 Andi Ijo Karaeng Lalolang 1957 1960 1 [10]
2 Andi Tau 1960 1967 2
3 K.S. Mas'ud 1967 1976 3
4 H.
M. Arief Sirajuddin
1976 1984 4
5 A. Kadir Dalle 1984 1989 5
6 A. Aziz Umar 1989 1994 6
7 Syahrul Yasin Limpo 1994 1999 7
1999 2002 8
8 Hasbullah Jabar 2002 2004
Andi Baso Machmud 2004 2005
9   H.
Ichsan Yasin Limpo
S.H.
2005 2010 9 [11] H.
Abd. Razak Badjidu
S.Sos.
2010 2015 10
Drs.
M. Sidik Salam
M.M.
27 Agustus 2015 17 Februari 2016 [12]
10   Adnan Purichta Ichsan
S.H., M.H.
17 Februari 2016 17 Februari 2021 11 [13] H.
Abdul Rauf Mallagani
S.Sos., M.Si.
Kamsina 17 Februari 2021 26 Februari 2021 [14]
(10) Adnan Purichta Ichsan
S.H., M.H.
26 Februari 2021 Petahana 12 [15] H.
Abdul Rauf Mallagani
S.Sos., M.Si.

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Gowa dalam dua periode terakhir.[16][17]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 1   4
  Gerindra 8   7
  PDI-P 4   2
  Golkar 9   3
  NasDem 3   5
  PKS 3   3
  Perindo (baru) 4
  PPP 6   8
  PAN 5   3
  Hanura 1   0
  Demokrat 5   6
Jumlah Anggota 45   45
Jumlah Partai 10   10

KecamatanSunting

Kabupaten Gowa terdiri dari 18 kecamatan, 46 kelurahan dan 121 desa. Pada tahun 2017, kabupaten ini memiliki luas wilayah 1.883,32 km² dan jumlah penduduk sebesar 752.896 jiwa dengan sebaran penduduk 400 jiwa/km².[18][19]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Gowa, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Jumlah Desa Status Daftar
Desa/Kelurahan
73.06.02 Bajeng 4 10 Desa
Kelurahan
73.06.18 Bajeng Barat 7 Desa
73.06.12 Barombong 2 5 Desa
Kelurahan
73.06.11 Biringbulu 2 9 Desa
Kelurahan
73.06.15 Bontolempangan 8 Desa
73.06.06 Bontomarannu 3 6 Desa
Kelurahan
73.06.01 Bontonompo 3 11 Desa
Kelurahan
73.06.16 Bontonompo Selatan 1 8 Desa
Kelurahan
73.06.09 Bungaya 2 5 Desa
Kelurahan
73.06.14 Manuju 7 Desa
73.06.07 Pallangga 4 12 Desa
Kelurahan
73.06.05 Parangloe 2 5 Desa
Kelurahan
73.06.17 Parigi 5 Desa
73.06.13 Pattallassang 8 Desa
73.06.08 Somba Opu 14 Kelurahan
73.06.04 Tinggimoncong 6 1 Desa
Kelurahan
73.06.03 Tompobulu 2 6 Desa
Kelurahan
73.06.10 Tombolo Pao 1 8 Desa
Kelurahan
TOTAL 46 121

EkonomiSunting

PertambanganSunting

Bahan-bahan galian golongan C di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Jenebarang, seperti pasir, batu kali dan kerikil secara turun-temurun mampu memberikan nafkah bagi penduduk sekitarnya. Kontribusi sektor ini dalam kegiatan ekonomi tahun 2000 nilainya mencapai Rp. 105,4 miliar atau 9,13 persen, tetapi sumbangan sektor ini terhadap kas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) cukup signifikan.

Pada tahun anggaran 2001, Pemkab menargetkan Rp. 2,03 miliar dari pajak bahan galian golongan C untuk mengisi Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kegiatan penggalian memang cukup besar karena selain tersedianya material dari DAS, juga ada batu gunung dan tanah liat. Truk-truk lalu-lalang mengangkut material ini di sepanjang jalan protokol yang menghubungkan Kabupaten Gowa dengan Kota Makassar.

Bahan galian memang mampu memberikan pemasukan yang besar bagi kas Pemkab Gowa. Pos pajak ini mendominasi pendapatan hingga mencapai 65 persen dalam PAD tahun anggaran 2001 yang besarnya Rp. 3,11 miliar.

PertanianSunting

Potensi Kabupaten Gowa yang sesungguhnya adalah sektor pertanian. Pekerjaan utama penduduk kabupaten yang pada tahun 2000 lalu berpendapatan per kapita Rp. 2,09 juta ini adalah bercocok tanam, dengan sub sektor pertanian tanaman pangan sebagai andalan. Sektor pertanian memberi kontribusi sebesar 45 persen atau senilai Rp. 515,2 miliar. Lahan persawahan yang tidak sampai 20 persen (3,640 hektare) dari total lahan kabupaten mampu memberikan hasil yang memadai. Dari berbagai produksi tanaman pertanian seperti padi dan palawija, tanaman hortikultura menjadi primadona.

Kecamatan-kecamatan yang berada di dataran tinggi seperti Parangloe, Bungaya dan terutama Tinggimoncong merupakan sentra penghasil sayur-mayur. Sayuran yang paling banyak dibudidayakan adalah kentang, kubis, sawi, bawang daun dan buncis. Per tahunnya hasil panen sayur-sayuran melebihi 5.000 ton. Sayuran dari Kabupaten Gowa mampu memenuhi pasar Kota Makassar dan sekitarnya, bahkan sampai ke Pulau Kalimantan dan Maluku melalui Pelabuhan Parepare dan Pelabuhan Mamuju.

Selain bertani sayur yang memiliki masa tanam pendek, petani Gowa juga banyak yang bertani tanaman umur panjang. Salah satunya adalah tanaman markisa (Fassifora sp). Mengunjungi Makassar kurang afdal rasanya kalau tidak membawa buah tangan sirup atau juice markisa. Jika kita melihat pemandangan di bandara atau pelabuhan, kebanyakan para calon penumpang yang akan meninggalkan Makassar membawa sari buah beraroma segar ini. Tanaman yang berasal dari daratan Amerika Selatan ini identik dengan Sulawesi Selatan. Desa Kanreapia, Kecamatan Tinggimoncong merupakan salah satu daerah penghasil markisa di Kabupaten Gowa. Sayangnya markisa yang rasa buahnya manis asam dan mampu menggerakkan industri kecil makanan dan minuman ini kini mulai kurang diminati petani. Menanam markisa memang tidak mudah, kecuali karena masa tanamnya panjang dan memerlukan perawatan khusus, seperti tinggi permukaan tanah, pupuk dan obat-obatan yang cukup mahal.

Selain itu harga markisa juga tidak stabil dan cenderung terus menurun. Tanaman merambat ini memiliki satu masa panen per tahun (November-Januari) dengan produksi sekitar 300.000 buah per hektare. Jika harga pada masa panen raya, satu kilo (kurang lebih 25 buah) hanya Rp. 500,- sampai Rp. 800,-[butuh rujukan] sehingga para petani hanya menerima Rp 6,0 juta sampai Rp 9,6 juta per hektarenya. Keadaan ini yang mendorong luas tanam markisa terus menurun. Pada tahun 1996 terdapat 1.241 hektare dengan produksi 21.861 ton. Empat tahun kemudian luas tanam menjadi 854 hektare dengan produksi 7.189 ton. Petani banyak beralih tanam dari markisa ke sayuran karena lebih pendek masa tanamnya.

PariwisataSunting

Wisata ReligiSunting

  • Masjid Katangka
  • Makam Sultan Hasanuddin
  • Makam Arung Palakka
  • Makam Syech Yusuf

Wisata SejarahSunting

  • Kompleks Istana Balla Lompoa
  • Benteng Somba Opu
  • Gowa Discovery Park

Wisata AlamSunting

 
Air terjun Parangloe
 
Air terjun Tombolo Pao
  • Air Terjun Parang Loe, merupakan air terjun yang berada di Desa Belapunranga, Kecamatan Parangloe. Air terjun ini merupakan salah satu yang paling indah di Sulawesi selatan karena memiliki karakteristik air terjun yang bertingkat dengan susunan batu yang menarik. Tempat ini masih sangat alami dan masih jarang orang yang berkunjung. Untuk sampai dilokasi harus melewati jalan berbatu dan menuruni jalan setapak yang lumayan terjal. Air terjun ini berada tidak jauh dari jalan poros Makassar-Malino dan berjarak kurang lebih 25 kilometer dari Kota Makassar.[20]
  • Air Terjun Tombolo Pao, atau biasa juga disebut Air terjun Bantimurung Gallang. Terletak di Desa Pao, Kecamatan Tombolo Pao atau sekitar kurang lebih 10 kilometer dari Kota Malino. Air Terjun ini sangat indah dan mudah untuk diakses.[21]
  • Air Terjun Takapala
  • Air Terjun Lembanna
  • Air Terjun Ketemu Jodoh
  • Permandian Lembah Biru
  • bendungan Bili-Bili
  • Hutan Wisata Malino (Hutan Pinus)
  • Perkebunan Teh
  • Perkebunan Markisa

OlahragaSunting

Sarana OlahragaSunting

Klub olahragaSunting

KomunikasiSunting

Stasiun radioSunting

  • Radio Gama 93,7 FM
  • Radio Rewako 100,4 FM

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 24 Februari 2021. 
  2. ^ a b "Kabupaten Gowa Dalam Angka 2020" (pdf). www.gowakab.bps.go.id. Diakses tanggal 10 November 2020. 
  3. ^ "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Gowa". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 10 November 2020. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 24 Februari 2021. 
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 24 Februari 2021. 
  6. ^ "Kabupaten Gowa, Indonesia". Weatherbase. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  7. ^ "Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, INDONESIA". Climate-Data.org. Diakses tanggal 9 Januari 2021. 
  8. ^ Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 11. ISBN 9786028449182. 
  9. ^ "Bahasa di Provinsi Sulawesi Selatan". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  10. ^ "Profil Pemerintah Kabupaten Gowa". gowakab.go.id. Diakses tanggal 2 Februari 2017. [pranala nonaktif permanen]
  11. ^ "Bupati Gowa Akhirnya Dilantik". okezone.com. 14 Agustus 2010. Diakses tanggal 2 Februari 2017. 
  12. ^ "Ini Dia Karteker Bupati Pangkep, Barru, Maros, dan Gowa". pojoksulsel.com. 26 Agustus 2015. Diakses tanggal 2 Februari 2017. [pranala nonaktif permanen]
  13. ^ "Gubernur Sulsel Lantik 10 Bupati dan Wakil Bupati". detik.com. 17 Februari 2016. Diakses tanggal 2 Februari 2017. 
  14. ^ "Pj Sekda Kamsina Ditunjuk Jadi Plh Bupati Gowa". Humas Gowa. 17 Februari 2021. Diakses tanggal 2 Maret 2021. 
  15. ^ "Adnan-Kio Lanjutkan Periode Kedua Pimpin Gowa". Humas Gowa. 17 Februari 2021. Diakses tanggal 2 Maret 2021. 
  16. ^ Perolehan Kursi DPRD Gowa 2014-2019
  17. ^ Perolehan Kursi DPRD Gowa 2019-2024
  18. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  19. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  20. ^ Air Terjun Parangloe
  21. ^ Air Terjun Tombolo Pao

Pranala luarSunting