Buka menu utama

Kabupaten Banjarnegara

kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia
(Dialihkan dari Banjarnegara)

Banjarnegara (Hanacaraka: ꦏꦧꦸꦥꦠꦼꦤ꧀​ꦧꦚ꧀ꦗꦂꦤꦼꦒꦫ , Dialek Banyumasan: Kabupatên Banjarnegara, Mataraman dan Semarangan: Kabupatèn Banjarnegara) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Tengah, Indonesia. Ibu kotanya juga bernama Banjarnegara. Kabupaten Banjarnegara terletak di antara 7° 12' - 7° 31' Lintang Selatan dan 109° 29' - 109° 45'50" Bujur Timur. Luas Wilayah Kabupaten Banjarnegara adalah 106.970,997 ha atau 3,10 % dari luas seluruh Wilayah Provinsi Jawa Tengah. Kabupaten ini berbatasan dengan Kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Batang di sebelah utara, Kabupaten Wonosobo di sisi timur, Kabupaten Kebumen di sisi selatan, serta Kabupaten Banyumas dan Kabupaten Purbalingga di sebelah barat.

Kabupaten Banjarnegara
Lambang Kabupaten Banjarnegara
Lambang Kabupaten Banjarnegara


Moto: Wani Memetri Rahayuning Praja



Locator kabupaten banjarnegara.gif
Peta lokasi Kabupaten Banjarnegara di Jawa Tengah
Koordinat: 7° 12' -7° 31' LS dan 109° 29' -109° 45' BT
Provinsi Jawa Tengah
Dasar hukum UU No. 13/1950
Ibu kota Banjarnegara
Pemerintahan
-Bupati Budhi Sarwono (Wing Cin)(2017- 2022)
APBD
-DAU Rp763.426.566.000.-(2013)[1]
Luas 1.069,71 km2
Populasi
-Total 916.875 jiwa
-Kepadatan 857,12 jiwa/km2
Demografi
-Kode area telepon 0286
Pembagian administratif
-Kecamatan 20
-Kelurahan 12
-Desa 266
Simbol khas daerah
-Flora resmi Kayu manis cina
-Fauna resmi Pelatuk bawang
Situs web banjarnegarakab.go.id

Daftar isi

GeografiSunting

Bentang alam berdasarkan bentuk tata alam dan penyebaran geografis, wilayah ini dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu:

TopografiSunting

Topografi wilayah ini sebagian besar (65% lebih) berada di ketinggian antara 100 s/d 1000 meter dari permukaan laut. Secara rinci pembagian wilayah berdasarkan topografi.

Sungai Serayu mengalir menuju ke Barat, serta anak-anak sungainya termasuk Kali Tulis, Kali Merawu, Kali Pekacangan, Kali Gintung dan Kali Sapi. Sungai tersebut dimanfaatkan sebagai sumber irigasi pertanian.

Wilayah kabupaten Banjarnegara memiliki iklim tropis, dengan curah hujan rata-rata 3.000 mm/tahun, serta suhu rata-rata 20°- 26 °C.

SejarahSunting

Dalam perang Diponegoro, R.Tumenggung Dipoyudo IV berjasa kepada pemerintah mataram, sehingga di usulkan oleh Sri Susuhunan Pakubuwono VII untuk di tetapkan menjadi bupati banjar berdasarkan Resolutie Governeor General Buitenzorg tanggal 22 agustus 1831 nomor I, untuk mengisi jabatan Bupati Banjar yang telah dihapus setatusnya yang berkedudukan di Banjarmangu dan dikenal dengan Banjarwatulembu. Usul tersebut disetujui.

Persoalan meluapnya Sungai Serayu menjadi kendala yang menyulitkan komunikasi dengan Kasunanan Surakarta. Kesulitan ini menjadi sangat dirasakan menjadi beban bagi bupati ketika dia harus menghadiri Pasewakan Agung pada saat-saat tertentu di Kasultanan Surakarta. Untuk mengatasi masalah ini diputuskan untuk memindahkan ibu kota kabupaten ke selatan Sungai Serayu. Daerah Banjar (sekarang Kota Banjarnegara) menjadi pilihan untuk ditetapkan sebagai ibu kota yang baru. Kondisi daerah yang baru ini merupakan persawahan yang luas dengan beberapa lereng yang curam. Di daerah persawahan (Banjar) inilah didirikan ibu kota kabupaten (Negara) yang baru sehingga nama daerah ini menjadi Banjarnegara (Banjar: Sawah, Negara: Kota).

R.Tumenggung Dipoyuda menjabat Bupati sampai tahun 1846, kemudian diganti R. Adipati Dipodiningkrat, tahun 1878 pensiun. Penggantinya diambil dari luar Kabupaten Banjarnegara. Gubermen (pemerintahan) mengangkat Mas Ngabehi Atmodipuro, patih Kabupaten Purworejo(Bangelan) I Gung Kalopaking di panjer (Kebumen) sebagai penggantinya dan bergelar Kanjeng Raden Tumenggung Jayanegara I. Dia mendapat ganjaran pangkat "Adipati" dan tanda kehormatan "Bintang Mas" Tahun 1896 dia wafat diganti putranya Raden Mas Jayamisena, Wedana distrik Singomerto (Banjarnegara) dan bergelar Kanjeng Raden Tumenggung JayanegaraII. Dari pemerintahan Belanda Raden Tumenggung Jayanegara II mendapat anugrah pangkat "Adipati Aria" Payung emas Bintang emas besar, Officer Oranye. Pada tahun 1927 dia berhenti, pensiun. Penggantinya putra dia Raden Sumitro Kolopaking Purbonegoro, yang juga mendapat anugrah sebutan Tumenggung Aria, dia keturunan kanjeng R. Adipati Dipadingrat, berarti kabupaten kembali kepada keturunan para penguasa terdahulu. Di antarapara Bupati Banjarnegara, Arya Sumitro Kolopaking yang menghayati 3 zaman, yaitu zaman Hindia Belanda, Jepang dan RI, dan menghayati serta menangani langsung Gelora Revolusi Nasional (1945 - 1949). Ia mengalami sebutan "Gusti Kanjeng Bupati", lalu "Banjarnegara Ken Cho" dan berakhir "Bapak Bupati". Selanjutnya yang menjadi Bupati setelah Raden Aria Sumtro Kolopaking Purbonegoro ialah: R. Adipati Dipadiningrat (1846-1878)

  • Mas Ngabehi Atmodipuro (1878-1896)
  • Raden Mas Jayamisena (1896-1927)
  • Raden Sumitro Kolopaking Purbonegoro (1927-1949)
  • Raden Sumitro, Tahun 1949 - 1959.
  • Raden Mas Soedjirno, Tahun 1960 - 1967.
  • Raden Soedibjo, Tahun 1967 - 1973.
  • Drs. Soewadji, Tahun 1973 - 1980.
  • Drs.H. Winarno Surya Adisubrata, Tahun 1980 - 1986.
  • H. Endro Soewarjo, Tahun 1986 - 1991.
  • Drs.H.Nurachmad, Tahun 1991 - 1996.
  • Drs.H.Nurachmad, tahun 1996 - 2001.
  • Drs.Ir. Djasri, MM, MT dan Wabup: Drs. Hadi Supeno, Msi, tahun 2001-2006
  • Drs.Ir. Djasri, MM, MT dan Wabup: Drs. Soehardjo. MM, tahun 2006-2011
  • Sutedjo dan Wabup: Hadi Supeno tahun 2011-2016
  • Budhi Sarwono (Wing Chin) dan Wabup: H. Syamsudin, S.Pd,, M.Pd.

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

No. Bupati Foto Mulai menjabat Selesai menjabat Partai Wakil Bupati Periode
1 Raden Tumenggung Dipoyuda 22 Agustus 1831 1846 1
2 Raden Adipati Dipodiningkrat 1846 1878 2
3 Mas Ngabehi Atmodipuro 1878 1896 3
4 Raden Mas Jayamisena 1896 1927 4
5 Raden Adipati Arya Poerbonegoro Soemitro Kolopaking 1927 1949 5
6 Raden Sumarto[2] 1949 1959 6
6 Raden Sumitro 1949 1959 6
7 Raden Mas Soedjirno 1960 1967 7
8 Raden Soedibjo 1967 1973 8
9 Drs.Soewadji 1973 1980 9
10 Drs.H.Winarno Surya Adisubrata 1980 1986 10
11 H. Endro Soewarjo 1986 1991 11
12 Drs.H. Nurachmad 1991 1996 12
1996 2001 13
13 Drs.Ir. Djasri, MM, MT 2001 2006 Drs. Hadi Supeno, M.Si 14
2006 2011 Drs. Soehardjo, MM 15
14 Sutedjo Slamet Utomo 17 Juli 2011 2016 Drs. H. Hadi Supeno, M.Si 16
Prijo Anggoro BR
Penjabat Bupati
100px 7 November 2016 Mei 2017 17
15 Budhi Sarwono 22 Mei 2017 petahana

Dewan PerwakilanSunting

KecamatanSunting

Kabupaten Banjarnegara terdiri atas 20 kecamatan, yang dibagi lagi atas 266 desa dan 12 kelurahan. Pusat pemerintahan berada di Kecamatan Banjarnegara, untuk Kecamatan Terluas adalah Kecamatan Punggelan yang juga memiliki penduduk terbanyak.

Kota-kota kecamatan yang cukup signifikan adalah: Mandiraja, Wanadadi, Karangkobar dan Klampok. Kecamatan di Kabupaten Banjarnegara adalah:

Lambang DaerahSunting

Tanggal 17 Agustus 1967 merupakan tanggal bersejarah bagi rakyat Banjarnegara yang ditandai pembukaan selubung Lambang Daerah Kabupaten Banjarnegara oleh Bupati Banjarnegara ke-7, M.Soedjirno, di ruang sidang Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Gotong Royong (DPRDGR), setelah disahkan DPRDGR Kabupaten Banjarnegara 11 Agustus 1967.

Lambang Daerah tersebut dibuat oleh panitia khusus DPRDGR, ditambah gambar dari pemenang kedua dan pemenang harapan Sayembara Lambang Banjarnegara yang terdiri dari: R. Soenardi (Ketua merangkap anggota), Moh. Kosim (Wakil ketua merangkap anggota), Soetarno (anggota), Soedijono Tjokrosapoetra (anggota), dan Marchaban Mangunhardjo (anggota). Panitia khusus tersebut dibentuk berdasarkan Surat Keputusan DPRDGR Banjarnegara No. 145/17/DPRDGR-66 tertanggal 9 Desember 1966.

Arti lambangSunting

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Banjarnegara Nomor 11 Tahun 1988 tentang Perubahan Pertama Peraturan Daerah Kabupaten Daerah Tingkat II Tentang Lambang Daerah, Banjarnegara memiliki sesanti (semboyan) yang berbunyi Wani Memetri Rahayuning Praja. Maknanya; Segenap Warga Daerah Banjarnegara bertekad bulat melestarikan kemakmuran menuju kebahagiaan lahir batin bagi rakyat dan pemerintahannya.

PendidikanSunting

KesehatanSunting

Rumah Sakit yang memiliki fasilitas yang memadai di antaranya:

PariwisataSunting

Tempat WisataSunting

 
Danau bekas tambang batu Gunung Tampomas di desa Gentansari

Obyek wisata yang ada di Banjarnegara, antara lain:

PenginapanSunting

Di Kabupaten Banjarnegara Terdapat banyak hotel yang menjadi pilihan, baik yang berbintang maupun yang belum, di antaranya:

Kuliner khasSunting

Makanan khas Banjarnegara antara lain:

  • Dawet Ayu
  • Tempe Mendhoan
  • Combro Kering
  • Bakso (bukan merupakan asli Banjarnegara, melainkan dibawa oleh pendatang dari Wonogiri)
  • Apem Madukara
  • Jenang Salak Madukara
  • Buntil (di pasar tersedia banyak)
  • Jipang
  • Keripik kentang Batur
  • Keripik Mujahir dari Luwung

EkonomiSunting

TransportasiSunting

Banjarnegara dilalui jalan provinsi yang menghubungkan antara Banyumas dengan Magelang dan Semarang. Klampok merupakan persimpangan jalur menuju Purbalingga dan Banyumas. Selain itu terdapat jalan provinsi yang menghubungkan Banjarnegara dengan Batang, melintasi Dataran Tinggi Dieng.

Angkutan bus antarkota yang melewati Banjarnegara antara lain adalah jurusan Solo-Bawen-Wonosobo-Purwokerto, Semarang-Bawen-Wonosobo-Purwokerto, Wonosobo-Banjarnegara-Bandung, Wonosobo-Banjarnegara-Banyumas serta Banjarnegara-Jakarta. Alternatif lain adalah menggunakan jasa angkutan travel yang antara lain dilayani adalah:

  • Jakarta - Purwokerto - Banjarnegara - Wonosobo
  • Bandung - Purwokerto - Banjarnegara - Wonosobo
  • Purwokerto - Banjarnegara - Semarang
  • Purwokerto - Banjarnegara - Yogyakarta
  • Purwokerto - Banjarnegara - Semarang - Surabaya

Alternatif angkutan di dalam kota Banjarnegara adalah menggunakan angkutan kota (angkot), becak, dan dokar.

Tokoh BanjarnegaraSunting

  • M. Ma'ruf, Mantan Menteri Dalam Negeri dalam Kabinet Indonesia Bersatu (2004 s/d 2007)' lantas digantikan oleh H. Mardiyanto.
  • Ebiet G. Ade, Penyanyi lagu-lagu balada di era 70an hingga sekarang.
  • Chris John, Petinju dengan nama lengkap Yohannes Christian John, atau lebih dikenal sebagai Chris John adalah seorang petinju Indonesia. Ia tercatat sebagai petinju Indonesia kelima yang berhasil meraih gelar juara dunia, setelah Ellyas Pical, Nico Thomas, Ajib Albarado dan Suwito Lagola.
  • Herry Suhardiyanto, peneliti dan rektor Institut Pertanian Bogor.

Lihat PulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  2. ^ "Bupati Banjarnegara dari masa ke masa". 
  3. ^ Data Pokok Pendidikan (DAPODIK) Wilayah Kabupaten Banjarnegara (2010/2011)

Pranala luarSunting