Stasiun Pemalang

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Pemalang (PML) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Pelutan, Pemalang, Pemalang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +6 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang; merupakan stasiun utama dan satu-satunya yang melayani penumpang di Kabupaten Pemalang. Stasiun ini terletak dekat dengan Pasar Kota Pemalang.

Stasiun Pemalang
Kereta Api Indonesia

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun PML.png
Stasiun Pemalang 2019.jpg
Stasiun Pemalang
LokasiJalan Veteran 28
Pelutan, Pemalang, Pemalang, Jawa Tengah
Indonesia
Ketinggian+6 m
PengelolaKereta Api Indonesia
Daerah Operasi IV Semarang
Letak dari pangkalkm 120+087 lintas Semarang Poncol-Tegal-Cirebon[1]
Jumlah peron3 (satu peron sisi dan dua peron pulau yang sama-sama tinggi)
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus),jalur 1 dan 2 : penurunan ka penumpang/silang susul ka penumpang/ka barang/ ka parcel ons
Informasi lain
Kode stasiun
  • PML
  • 2416
[2]
KlasifikasiI[2]
Operasi layanan
Jayabaya, Gumarang, Ciremai, Kamandaka, Joglosemarkerto, Kaligung, Menoreh, Airlangga, Tawang Jaya, dan Tawang Jaya Premium
Stasiun sebelumnya Layanan aglomerasi Stasiun berikutnya
Pekalongan Kaligung
Semarang Poncol–Cirebon Prujakan, p.p.
Tegal
Pekalongan Kamandaka
Semarang Tawang–Cilacap, p.p.
Tegal
ke arah Cilacap
Tegal
Berlawanan jarum jam
Joglosemarkerto
Lingkar Jawa Tengah
Pekalongan
Searah jarum jam
Fasilitas dan teknis
FasilitasParkir Cetak tiket mandiri Ruang/area tunggu Pemesanan langsung di loket Pusat informasi Musala Toilet Galeri ATM Pertokoan/area komersial Ruang menyusui Isi baterai Area merokok 
Tipe persinyalanElektrik tipe VPI GRS/Alstom dengan interlocking Len[3]
Lokasi pada peta

Awalnya stasiun ini memiliki tiga jalur kereta api dengan jalur 2 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda pada petak stasiun ini hingga Stasiun Petarukan resmi dioperasikan mulai 30 Oktober 2008[4] dan kemudian segmen hingga Stasiun Larangan mulai 9 September 2009,[5] jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Semarang saja, jalur 3 dijadikan sebagai sepur lurus hanya untuk arah Cirebon, dan jalur 4 ditambahkan di sisi utara stasiun sebagai sepur belok baru. Selain itu, ditambahkan kanopi yang diyakini merupakan pindahan dari Stasiun Demak,[6] sehingga tampak sebagai stasiun yang cukup besar.

Keunikan stasiun ini adalah diperdengarkannya lagu Ande-ande Lumut versi instrumental setiap kali terjadi kedatangan, keberangkatan, dan penyusulan antarkereta api.

Layanan kereta apiSunting

AntarkotaSunting

Jalur Nama kereta api Kelas Tujuan akhir Keterangan
Lintas tengah Jawa Jayabaya Eksekutif dan ekonomi Malang Via Surabaya Pasarturi
Jakarta Pasar Senen
Lintas utara Jawa Gumarang Eksekutif dan bisnis Surabaya Pasarturi
Jakarta Pasar Senen
Ciremai Eksekutif dan ekonomi Semarang Tawang Hanya jadwal malam
Bandung Hanya jadwal pagi
Tawang Jaya Premium Semarang Tawang Dijalankan pada hari tertentu
Jakarta Pasar Senen
Menoreh Ekonomi Semarang Tawang Dijalankan pada hari tertentu
Jakarta Kota
Tawang Jaya Semarang Poncol Dijalankan pada hari tertentu
Jakarta Pasar Senen
Airlangga Surabaya Pasarturi
Jakarta Pasar Senen

AglomerasiSunting

Nama kereta api Kelas Tujuan akhir Keterangan
Joglosemarkerto (Solo Balapan–Yogyakarta–Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan) Eksekutif dan ekonomi Solo Balapan Perjalanan pagi-sore searah jarum jam
Joglosemarkerto (Solo Balapan–Semarang Tawang–Tegal–Purwokerto–Yogyakarta–Solo Balapan–Semarang Tawang) Semarang Tawang Perjalanan pagi-malam berlawanan arah jarum jam
Joglosemarkerto (Purwokerto–Tegal–Semarang Tawang–Solo Balapan) Solo Balapan Perjalanan sore-malam searah jarum jam
Kaligung (Semarang Poncol–Cirebon Prujakan pp) Semarang Poncol Hanya jadwal pagi
Cirebon Prujakan
Kaligung (Semarang Poncol–Brebes pp) Semarang Poncol
Brebes
Kaligung (Semarang Poncol–Tegal pp) Semarang Poncol Berjalan setiap hari, kecuali jadwal malam hanya pada hari tertentu
Tegal
Kamandaka (Semarang Tawang–Purwokerto pp) Semarang Tawang
Purwokerto
Kamandaka (Semarang Tawang–Cilacap pp) Ekonomi Semarang Tawang Berjalan setiap hari, kecuali Senin
Cilacap

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ "Detail Badan Usaha". lpjk.org. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2018-04-11. Diakses tanggal 2018-04-11. 
  5. ^ Media, Kompas Cyber. "Presiden SBY Resmikan Jalur Ganda KA - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-04-11. 
  6. ^ Berkarya, Mari. "Inilah Penampilan Stasiun Demak Ketika Masih Aktif". Diakses tanggal 2019-07-30. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Suradadi
ke arah Tegal
Tegal–Brumbung Petarukan
ke arah Brumbung

Koordinat: 6°53′15″S 109°23′18″E / 6.887375°S 109.3882084°E / -6.887375; 109.3882084