Stasiun Larangan (Tegal)

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Larangan (LR) merupakan stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Munjungagung, Kramat, Tegal. Stasiun yang terletak pada ketinggian +4 m ini termasuk dalam Daerah Operasi IV Semarang.

Stasiun Larangan
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun LR.png
  • Singkatan: LR
  • Nomor: 2412
Stasiun Larangan Tegal 2019.jpg
Stasiun Larangan, 2019
AlamatMunjungagung, Kramat, Tegal
Jawa Tengah
Ketinggian+4 m
Letakkm 142+592 lintas SemarangTegalCirebon[1]
OperatorDaerah Operasi IV Semarang
Konstruksi
Jumlah jalur4 (jalur 1 dan 2: sepur lurus)
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama agak tinggi, tetapi tidak ada peron di antara jalur 1 dan 2)
Informasi lain
Kelas stasiunIII/kecil[3]
Tipe persinyalan
Layanan
KA ketel/angkutan BBM dan persusulan antarkereta api
SARS-CoV-2 illustration (10).jpgPeringatan COVID-19: Tidak semua kereta api yang disebutkan di sini dijalankan pada masa-masa normal baru. Calon penumpang dimohon memeriksa daftar kereta api yang dijalankan di KAI Access atau kanal eksternal lain sebelum keberangkatan. Calon penumpang diharapkan mengikuti protokol kesehatan yang berlaku saat menggunakan kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, lihat Pandemi COVID-19 di Indonesia#Perkeretaapian.

Awalnya stasiun ini hanya memiliki dua jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus. Setelah jalur ganda pada segmen stasiun ini hingga Stasiun Pemalang resmi dioperasikan mulai 9 September 2009[4] dan kemudian petak hingga Stasiun Tegal mulai akhir Maret 2013[5], jumlah jalurnya bertambah menjadi tiga. Jalur 1 dijadikan sebagai sepur lurus untuk arah Cirebon saja, jalur 2 dijadikan sebagai sepur lurus hanya untuk arah Semarang–Surabaya, dan jalur 3 ditambahkan di sisi selatan stasiun sebagai sepur belok baru.

Di sebelah selatan stasiun ini terdapat depot BBM baru sebagai terminus dari perjalanan KA ketel/BBM Pertamina koridor Maos-Tegal untuk menggantikan depot BBM Slerok yang ada di Kota Tegal. Sejak dioperasikannya depot BBM yang baru tersebut, di sisi selatan stasiun ini ditambahkan jalur 4 dengan percabangan di ujung baratnya untuk jalur bongkar muat KA angkutan BBM ke arah dipo tersebut. Emplasemen stasiun ini diperpanjang ke arah barat untuk mendukung proses langsiran rangkaian KA angkutan BBM. Sistem persinyalan elektrik yang lama (tipe GRS/Alstom Vital Processor Interlocking) kini juga sudah digantikan dengan yang terbaru produksi PT Len Industri.[6]

Layanan kereta apiSunting

KA ketel/angkutan BBM, dari dan tujuan Kroya bersambung Maos via Tegal-Purwokerto

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  3. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  4. ^ Media, Kompas Cyber. "Presiden SBY Resmikan Jalur Ganda KA - Kompas.com". KOMPAS.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-04-11. 
  5. ^ "Double Track Mulai Dioperasikan - Radar Pekalongan | Tegal Raya". Issuu.com. 2013-03-27. Diakses tanggal 2020-05-01. 
  6. ^ "Relokasi Terminal BBM Pertamina Tegal Diharapkan Berdampak Positif Terhadap Daerah Sekitar". Tribun Jateng. Diakses tanggal 2020-02-12. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
Terminus
Tegal–Brumbung
menuju Brumbung

Koordinat: 7°41′51″S 109°42′05″E / 7.6973814°S 109.701308°E / -7.6973814; 109.701308