Sumatra Selatan

provinsi di Indonesia

Koordinat: 3°17′S 104°9′E / 3.283°S 104.150°E / -3.283; 104.150

Sumatra Selatan (umumnya disingkat menjadi Sumsel) adalah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Pulau Sumatra. Provinsi ini beribu kota di Palembang. Secara geografis, Sumatra Selatan berbatasan dengan provinsi Jambi di utara, provinsi Kep. Bangka-Belitung di timur, provinsi Lampung di selatan dan Provinsi Bengkulu di barat. Provinsi ini kaya akan sumber daya alam, seperti minyak bumi, gas alam dan batu bara. Selain itu, ibu kota provinsi Sumatra Selatan, Palembang, telah terkenal sejak dahulu karena menjadi pusat Kerajaan Sriwijaya.

Sumatra Selatan

ꤼꥈꤸꤳ꥓ꤽ ꤼꥉꤾꤳꤵ꥓
Provinsi di Indonesia
bahasa Melayu Transkripsi
 • Jawiسومترا سلاتن
Dari kanan atas searah jarum jam: Jembatan Ampera, Masjid Agung Palembang, Stadion Gelora Sriwijaya, Pempek Pelembang, Monumen Air Mancur, Hotel Arya Duta Kota Palembang
Dari kanan atas searah jarum jam: Jembatan Ampera, Masjid Agung Palembang, Stadion Gelora Sriwijaya, Pempek Pelembang, Monumen Air Mancur, Hotel Arya Duta Kota Palembang
Lambang resmi Sumatra Selatan
Motto: 
"Bersatu Teguh"
Peta
Peta
Negara Indonesia
Ibu kotaPalembang
Pemerintahan
 • GubernurHerman Deru
 • Wakil GubernurMawardi Yahya
 • Sekretaris DaerahNasrun Umar
 • Ketua DPRDAnita Noeringhati
Luas
 • Total91.592,43 km2 (3,536,403 sq mi)
Populasi
 (2018)[2]
 • Total8.391.489
 • Kepadatan91,61/km2 (23,730/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 94,18%
Kristen 3,12%
Protestan 1,99%
Katolik 1,13%
Buddha 1,81%
Hindu 0,89%[3]
 • Suku bangsaMelayu 36,37%
Jawa 25,01%
Komering 5,68%
Sunda 2,45%
Tionghoa 1,10%
Minangkabau 0,94%
Suku Batak dan Lain-lain 28,45% [4]
 • BahasaIndonesia (resmi)
Melayu (dominan)
Melayu Palembang
Melayu Tengah
Batak
Jawa
Komering
Minangkabau
Ogan
Penesak
Sunda
Arab
Tamil
Tionghoa
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode pos
30xxx-32xxx
Kode area telepon
ISO 3166 codeID-SS
Nomor TNKBBG
DAURp788.813.301.000,00 (2013)[5][6]
Lagu daerahDek Sangke
FloraDuku
FaunaIkan belida
Situs websumselprov.go.id

Di samping itu, provinsi ini banyak memiliki tujuan wisata yang menarik untuk dikunjungi seperti Sungai Musi, Jembatan Ampera, Pulau Kemaro, Danau Ranau, Kota Pagaralam dan lain-lain. Karena sejak dahulu telah menjadi pusat perdagangan, secara tidak langsung ikut memengaruhi kebudayaan masyarakatnya. Makanan khas dari provinsi ini sangat beragam, di antaranya adalah pempek, model, tekwan, pindang patin, pindang tulang, sambal jokjok, berengkes dan tempoyak.

SejarahSunting

Provinsi Sumatra Selatan dikenal juga dengan sebutan "Bumi Sriwijaya". Pada abad ke-7 hingga abad ke-12 Masehi wilayah ini merupakan pusat Kerajaan Sriwijaya yang juga terkenal dengan kerajaan maritim terbesar dan terkuat di Nusantara. Gaung dan pengaruhnya bahkan sampai ke Madagaskar di Benua Afrika.[butuh rujukan]

Sejak abad ke-13 sampai abad ke-14, wilayah ini berada di bawah kekuasaan Majapahit. Selanjutnya wilayah ini pernah menjadi daerah tak bertuan dan bersarangnya bajak laut dari Mancanegara terutama dari negeri China.[butuh rujukan] Pada awal abad ke-15 berdirilah Kesultanan Palembang yang berkuasa sampai datangnya Kolonialisme Barat, lalu disusul oleh Jepang.[butuh rujukan] Ketika masih berjaya, Kerajaan Sriwijaya juga menjadikan Palembang sebagai Kota Kerajaan.[butuh rujukan]

Menurut Prasasti Kedukan Bukit yang ditemukan pada 1926 menyebutkan, pemukiman yang bernama Sriwijaya itu didirikan pada tanggal 17 Juni 683 Masehi.[butuh rujukan] Tanggal tersebut kemudian menjadi hari jadi Kota Palembang yang diperingati setiap tahunnya.

GeografiSunting

Provinsi Sumatra Selatan secara geografis terletak antara 1–4° Lintang Selatan dan 102–106° Bujur Timur, dan luas daerah seluruhnya adalah 87.017.41 km2.

Batas batas wilayah Provinsi Sumatra Selatan sebagai berikut:

  • sebelah utara berbatasan dengan Provinsi Jambi,
  • sebelah selatan berbatasan dengan Provinsi Lampung,
  • sebelah timur berbatasan dengan Provinsi Bangka Belitung,
  • sebelah barat berbatasan dengan Provinsi Bengkulu.

Secara topografi, wilayah Sumatra Selatan di Pantai Timur tanahnya terdiri dari rawa-rawa dan payau yang dipengaruhi oleh pasang surut. Vegetasinya berupa tumbuhan palmase dan kayu rawa (bakau). Sedikit makin ke barat merupakan dataran rendah yang luas. Lebih masuk kedalam wilayahnya semakin bergunung-gunung. Disana terdapat bukit barisan yang membelah Sumatra Selatan dan merupakan daerah pegunungan dengan ketinggian 900 – 1.200 meter dari permukaan laut. Bukit barisan terdiri atas puncak Gunung Seminung (1.964 m), Gunung Dempo (3.159 m), Gunung Patah (1.107 m) dan Gunung Bengkuk (2.125m). Disebelah Barat Bukit Barisan merupakan lereng. Provinsi Sumatra Selatan mempunyai beberapa sungai besar. Kebanyakan sungai-sungai itu bermata air dari Bukit Barisan, kecuali Sungai Mesuji, Sungai Lalan dan Sungai Banyuasin. Sungai yang bermata air dari Bukit Barisan dan bermuara ke Selat Bangka adalah Sungai Musi, sedangkan Sungai Ogan, Sungai Komering, Sungai Lematang, Sungai Kelingi, Sunga Lakitan, Sungai Rupit dan Sungai Rawas merupakan anak Sungai Musi.

Secara administratif Sumatra Selatan terdiri dari 13 (tiga belas) Pemerintah Kabupaten dan 4 (empat) Pemerintah Kota, dengan Palembang sebagai ibu kota provinsi. Pemerintah kabupaten dan kota membawahi pemerintah kecamatan dan desa atau kelurahan. Sumatra Selatan memiliki 13 kabupaten, 4 kota madya, 212 kecamatan, 354 kelurahan, dan 2.589 desa.[butuh rujukan] Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi Kabupaten dengan luas wilayah terbesar dengan luas 16.905,32 ha, diikuti oleh Kabupaten Musi Banyuasin dengan luas wilayah sebesar 14.477 ha.

Terdapat empat sektor yang memberikan sumbangan cukup besar terhadap PDRB. Pada 2010, empat sektor yang memberikan sumbangan terbesar adalah sektor industri pengolahan, diikuti oleh sektor pertambangan dan penggalian, sektor pertanian serta sektor perdagangan, hotel dan Restoran. Pada tahun yang sama, kontribusi masing-masing sektor diatas secara berurutan adalah 23,67%, 21,62%, 16,85%, 12,70%.[butuh rujukan]

Sebagai salah satu provinsi tujuan investasi, Sumatra Selatan memiliki berbagai sarana dan prasarana penunjang, di antaranya adalah Bandara S.M. Badaruddin II yang terdapat di Kota Palembang, Bandara Silampari yang terletak di kota Lubuklinggau, Bandara Tanjung Enim di Kabupaten Muara Enim, Bandara Banding Agung yang terletak di Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Pelabuhan Palembang yang terketak di Kota Palembang juga Pelabuhan Khusus Kerta Pati di Kabupaten Muara Enim.[7]

IklimSunting

DemografiSunting

 
Tari kebagh dari Pagar Alam, Sumatra Selatan

Masalah kependudukan di antara lain meliputi jumlah, komposisi dan distribusi penduduk merupakan masalah yang perlu diperhatikan dalam proses pembangunan. Jumlah penduduk yang besar merupakan salah satu modal dasar pembangunan, tetapi dapat juga menjadi beban dalam proses pembangunan jika mempunyai kualitas yang rendah. Oleh sebab itu untuk menunjang keberhasilan pembangunan nasional dalam menangani permasalahan penduduk pemerintah tidak saja mengarahkan pada upaya pengendalian jumlah penduduk tetapi juga menitikberatkan pada peningkatan kualitas sumber daya manusianya. Di samping itu program perencanaan pembangunan sosial di segala bidang harus mendapat prioritas utama yang berguna untuk peningkatan kesejahteraan penduduk.

Pada tahun 2015 jumlah penduduk Sumatra Selatan sudah mencapai 8.370.281 jiwa, yang menempatkan Sumatra Selatan sebagai provinsi ke-6 terbesar penduduknya di Indonesia, BPS. Secara absolut jumlah penduduk Sumatra Selatan terus bertambah dari tahun ke tahun. Tercatat pada tahun 1971 jumlah penduduk sebesar 2,931 juta jiwa, meningkat menjadi 3,975 pada tahun 1980, 5,493 juta jiwa pada tahun 1990 serta 6,273 pada tahun 2000. Dengan jumlah penduduk yang begitu besar maka Sumatra Selatan dihadapkan kepada suatu masalah kependudukan yang sangat serius. Oleh karena itu, upaya mengendalikan pertumbuhan penduduk disertai dengan upaya peningkatan kesejahteraan penduduk harus merupakan suatu upaya yang berkesinambungan dengan program pembangunan yang sedang dan akan terus dilaksanakan.

Berikut adalah jumlah penduduk Sumatra Selatan dari tahun ke tahun:

Tahun 1971 1980 1990 2000 2003 2005 2010 2015
Jumlah penduduk 2.930.830   3.975.904   5.492.993   6.210.800   6.503.918   6.782.339   7.450.394   8.370.281
Sejarah kependudukan Sumatra Selatan
Sumber:[8]

Sosial BudayaSunting

Politik dan pemerintahanSunting

Daftar GubernurSunting

No
Foto
Gubernur
Mulai Jabatan
Akhir Jabatan
Prd.
Ket.
Wakil Gubernur
1
  A. K. Gani
1945
1946
[ket. 1]
2
  Mohammad Isa
1946
1948
 
1948
1952
[ket. 2]
3
Winarno Danuatmodjo
1952
1957
3
 
4
M. Husin
1957
1958
4
 
5
Mochtar Prabu Mangkunegara
1958
1959
5
 
6
H. A. Bastari
1959
1963
6
 
7
Abu Yasid Bustomi
1963
1966
7
Ali Amin
8
Ali Amin
1966
1967
8
[9]  
9
Asnawi Mangku Alam
1967
1978
9
 
10
  Sainan Sagiman
1978
1983
10
1983
1988
11
11
Ramli Hasan Basri
7 November 1988
7 November 1993
12
7 November 1993
7 November 1998
13
12
  Rosihan Arsyad
7 November 1998
7 November 2003
14
 
13
  Syahrial Oesman
7 November 2003
11 Juli 2008
15
Mahyuddin N. S.
14
  Mahyuddin N. S.
11 Juli 2008
7 November 2008
 
15
  Alex Noerdin
7 November 2008
7 November 2013
16
Edy Yusuf
7 November 2013
21 September 2018
17
[ket. 3]
Ishak Mekki
Hadi Prabowo
(Penjabat)
21 September 2018
1 Oktober 2018
[11][12][13]
16
  Herman Deru
1 Oktober 2018
Petahana
18
[ket. 4]
[14]
Mawardi Yahya
Catatan
  1. ^ Sebagai Gubernur Muda Sumatra Selatan
  2. ^ Sebagai Gubernur Sumatra Selatan
  3. ^ Mengundurkan diri karena mencalonkan diri dalam Pemilihan umum legislatif Indonesia 2019[10]
  4. ^ Masa jabatan Gubernur sebelumnya Alex Noerdin seharusnya berakhir pada 7 November, namun dipercepat menjadi 1 Oktober berhubung Alex Noerdin dan wakilnya mencalonkan diri sebagai calon legislatif pada Pemilu 2019

Dewan PerwakilanSunting

DPRD Sumsel beranggotakan 75 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Sumsel terdiri dari 1 Ketua dan 3 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Sumsel yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 24 September 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Palembang di Gedung DPRD Provinsi Sumatera Selatan.[15] Komposisi anggota DPRD Sumsel periode 2019-2024 terdiri dari 11 partai politik dimana Partai Golkar adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 13 kursi, kemudian disusul oleh PDI Perjuangan yang meraih 11 kursi dan Partai Gerindra yang meraih 10 kursi. Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Sumsel dalam tiga periode terakhir.[16][17][18][19]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2009-2014 2014-2019 2019-2024
  Partai Golkar 16 10 13
  PDI Perjuangan 11 13 11
  Partai Gerindra 6 10   10
  Partai Demokrat 13 11 9
Lambang PKB Partai Kebangkitan Bangsa 4 6 8
  Partai Keadilan Sejahtera 7 5 6
  NasDem (baru) 5 6
  Partai Amanat Nasional 4 6 5
  Partai Hati Nurani Rakyat (baru) 4 5 3
  Partai Perindo (baru) 3
  Partai Persatuan Pembangunan 5 2 1
  Partai Bulan Bintang 3 2 0
  Partai Karya Peduli Bangsa 1
  Partai Peduli Rakyat Nasional (baru) 1
Jumlah Anggota 75   75   75
Jumlah Partai 12 11   11

Kabupaten dan KotaSunting

No. Kabupatén/kota Pusat
pamréntahan
Bupati/wali kota Jimbar
(km²)[20]
Krama
(2017)[20]
Kecamatan Kelurahan/desa Logo Peta lokasi
1 Kabupaten Banyuasin Pangkalan Balai Askolani Jasi 11.832,99 803.895 19 16/288
2 Kabupaten Empat Lawang Tebing Tinggi Joncik Muhammad 2.256,44 327.053 10 9/147
3 Kabupaten Lahat Lahat Cik Ujang 5.311,74 427.320 24 18/360
4 Kabupaten Muara Enim Muara Enim Juarsah (Plt.) 7.383,90 567.450 20 10/245
5 Kabupaten Musi Banyuasin Sekayu Dodi Reza Alex Noerdin 14.266,26 608.125 14 13/227
6 Kabupaten Musi Rawas Muara Beliti Baru Hendra Gunawan 6.350,10 408.597 14 13/186
7 Kabupaten Musi Rawas Utara Rupit Syarif Hidayat 6.008,55 188.680 7 7/82
8 Kabupaten Ogan Ilir Indralaya Ilyas Panji Alam 2.666,09 410.529 16 14/227
9 Kabupaten Ogan Komering Ilir Kota Kayu Agung Iskandar 18.359,04 721.571 18 13/314
10 Kabupaten Ogan Komering Ulu Baturaja Kuryana Aziz 4.797,06 357.502 13 14/143
11 Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan Muaradua Popo Ali Martopo 5.493,94 410.303 19 7/252
12 Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur Martapura Kholid Mawardi 3.370,00 633.810 20 7/305
13 Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir Talang Ubi Heri Amalindo 1.840,00 170.497 5 6/65
14 Kota Lubuklinggau - SN Prana Putra Sohe 401,50 217.119 8 72/-
15 Kota Pagar Alam - Alfian Maskoni 633,66 139.867 5 35/-
16 Kota Palembang - Harnojoyo 369,22 1.569.297 18 107/-
17 Kota Prabumulih - Ridho Yahya 251,94 190.913 6 25/12


Perwakilan NasionalSunting

Anggota DPR dari provinsi Sumatra Selatan Periode 2009–2014Sunting

  • Prof. Dr. H. Mahyuddin NS, Sp.OG (K) – Fraksi Partai Demokrat
  • H. Juhaini Ali, SH, MM – Fraksi Partai Demokrat
  • Ustdz. H. Syofwatillah Mohzaib, S.Sos.i – Fraksi Partai Demokrat
  • H. Dodi Alex Noerdin, Lic.Econ, MBA – Fraksi Partai Golkar
  • Drs. Kahar Muzakir – Fraksi Partai Golkar
  • Tanthowi Yahya – Fraksi Partai Golkar
  • Mgs. Uzwar Fatommy, SH, M.S – Fraksi Partai Golkar
  • Bobby Adhityo Rizaldi, SE. Akt.,MBA, CFE – Fraksi Partai Golkar
  • Mustafa Kamal, SS. - Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
  • KH. Buchari Yusuf, LC, MA – Fraksi Partai Keadilan Sejahtera
  • Nur Iswanto, SH, MM – Fraksi Partai Gerindra
  • Eddhy Prabowo, MM, MB – Fraksi Partai Gerindra
  • Ahmad Yani, SH – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan
  • Acmad Hafisz Tohir – Fraksi Partai Amanat Nasional
  • Hanna Gayatri,SH – Fraksi Partai Amanat Nasional
  • Drs. H. A. Fauzi Acmad, MBA – Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat
  • Ir. Nazaruddin Kiemas, MM – Fraksi PDI Perjuangan
  • H. Dudhie Makmun Murod, MBA – Fraksi PDI Perjuangan

Anggota DPD dari Provinsi Sumatra Selatan tahun 2004–2009Sunting

  • Hj. Asmawati, S.E., M.M.
  • Drs. H. M. Kafrawi Rahim
  • M. Jum Perkasa
  • Ir. Ruslan Wijaya, S.E., M.Sc.

Anggota DPD dari Provinsi Sumatra Selatan tahun 2009–2014Sunting

  • Hj. Asmawati, S.E., M.M.
  • Hj. Percha Leanpuri, B.Bus., M.B.A.
  • Drs. H. Aidil Fitrisyah, M.M.
  • Abdul Aziz

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Statistik Indonesia 2017"
  2. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Kota di Provinsi Sumatera Selatan 2014 - 2018". www.bps.go.id. Diakses tanggal 24 Juli 2019. 
  3. ^ "Data Pemeluk Agama Sumatera Selatan 2016". www.sumsel.kemenag.go.id. Diakses tanggal 25 Juli 2019. 
  4. ^ Indonesia's Population: Ethnicity and Religion in a Changing Political Landscape. Institute of Southeast Asian Studies. 2003. 
  5. ^ "Perpres No. 6 Tahun 2011". 2011-02-17. Diakses tanggal 2011-05-23. 
  6. ^ Anggaran Daerah Provinsi Sumatra Selatan www.sumselprov.go.id
  7. ^ Sumatra Selatan Dalam Angka 2010
  8. ^ BPS Sensus 2010 www.bps.go.id
  9. ^ https://sipuu.setkab.go.id/PUUdoc/14127/kp2681967.pdf
  10. ^ Siregar, Raja Adil (5 September 2018). "Nyaleg, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel Mundur". detikNews. Diakses tanggal 19 September 2018. 
  11. ^ Irwanto (19 September 2018). "Prabowo gantikan Alex Noerdin sebagai Pj Gubernur Sumsel". Merdeka.com. Diakses tanggal 20 September 2018. 
  12. ^ Hafiz, Abdul (19 September 2018). Sudarwan, ed. "Hadi Prabowo Ditunjuk Jadi Pj Gubernur Sumsel Per 21 September 2018". TribunNews. Diakses tanggal 20 September 2018. 
  13. ^ Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Sumatra Selatan (21 September 2018). "Alex Noerdin Akhiri Masa Jabatan, Hadi Prabowo Resmi Penjabat Gubernur Sumsel". Portal Resmi Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan. Diakses tanggal 21 September 2018. 
  14. ^ MC Diskominfo Prov.Sumsel (1 Oktober 2018). "Presiden Jokowi Lantik Gubernur dan Wakil Gubernur Sumsel serta Kaltim". Portal Resmi Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan. Diakses tanggal 2 Oktober 2018. 
  15. ^ "75 Anggota DPRD Sumsel Dilantik". kaganga.com. Kanwil Kemenkumham Maluku Utara. 24-09-2019. Diakses tanggal 16-10-2019. 
  16. ^ "Komposisi Keanggotaan DPRD Provinsi Sumatera Selatan". dprd.sumselprov.go.id. 15-10-2015. Diakses tanggal 19-10-2019. 
  17. ^ "Ini Daftar Nama Anggota DPRD Sumsel yang Dilantik Hari Ini". rmolsumsel.com. 24-09-2014. Diakses tanggal 19-10-2019. 
  18. ^ "75 Anggota DPRD Sumsel Dilantik, Berikut Daftarnya…". sumeks.co. 24-09-2019. Diakses tanggal 19-10-2019. 
  19. ^ "Inilah 75 anggota DPRD Sumsel terpilih 2019 - 2024". antaranews.com. 12-08-2019. Diakses tanggal 19-10-2019. 
  20. ^ a b "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 

Pranala luarSunting