Buka menu utama

Wikipedia β

Partai Hati Nurani Rakyat

partai politik di Indonesia

Partai Hati Nurani Rakyat, atau Partai Hanura, adalah sebuah partai politik di Indonesia. Dalam Pemilu 2009, partai ini bernomor urut 1.[1]

Partai Hati Nurani Rakyat
Ketua umum Oesman Sapta Odang
Sekretaris jenderal Sarifuddin Sudding
Ketua fraksi di DPR Dossy Iskandar
Didirikan 14 November 2006; 11 tahun lalu (2006-11-14)
Kantor pusat Menteng, Jakarta Pusat, Jakarta
Ideologi Pancasila
Kursi di DPR (2014)
16 / 560
Situs web
[1]
Politik Indonesia
Partai politik
Pemilihan umum

Hanura kembali lolos dalam Pemilu 2014, dan mendapat nomor urut 10.[2]

Daftar isi

Ketua UmumSunting

# Nama Tahun Menjabat
1 Wiranto 2006–2016
2 Oesman Sapta Odang 2016–Petahana (2021)

Tokoh-Tokoh yang jadi Menteri di Kabinet KerjaSunting

Utusan di DPR-RI 2014–2019Sunting

  1. Nurdin Tampubolon
  2. Rufinus Hotmaulana Hutauruk
  3. Samsudin Siregar
  4. Fauzih H. Amro
  5. Frans Agung Mula Putra
  6. Moh. Arief S. Suditomo
  7. Dadang Rusdiana
  8. Djoni Rolindrawan
  9. Miryam S Haryani
  10. Dossy Iskandar Prasetyo
  11. M. Farid Al Fauzi
  12. Inas Nasrullah Zubir
  13. Lalu Gede Syamsul Mujahidin
  14. Ferry Kase
  15. Sarifuddin Sudding
  16. Dewie Yasin Limpo

SejarahSunting

Partai Hanura dirintis oleh Wiranto bersama para tokoh nasional yang menggelar pertemuan di Jakarta pada tanggal 13 November-2006. Para tokoh tersebut adalah:

Pencapaian pada Pemilu Anggota DPR 2009Sunting

Partai Hanura mendapat 18 kursi (3,21%) di DPR hasil Pemilihan Umum Anggota DPR 2009, setelah mendapat sebanyak 3.922.870 suara (3,8%).

Pencapaian pada Pemilu Anggota DPR 2014Sunting

Partai Hanura mendapat 16 kursi (2,9%) di DPR hasil Pemilihan Umum Anggota DPR 2014, setelah mendapat sebanyak 6.579.498 suara (5,26%).

Menjelang Pemilu 2014Sunting

Persiapan Hanura menuju kontestasi Pemilihan Umum 2014 agak terganggu, setelah Akbar Faisal, yang dikenal sebagai vokalis Hanura di Senayan, mengundurkan diri.[3] Akbar mengaku ingin cari suasana politik baru dan merasa jenuh dengan tugas kedewanan yang diembannya. Namun pada akhirnya dia diumumkan sebagai Ketua DPP Bidang Politik Partai Nasdem[4] oleh Ketua Umum Nasdem, Surya Paloh.

Meskipun demikian, pada 17 Februari 2013, Hanura mendapat tambahan kekuatan partai menyusul bergabungnya pengusaha sekaligus Bos MNC Group, Hary Tanoe.[5] Mantan politisi Nasdem itu dianggap mampu untuk membangun citra Partai Hanura[6] lewat kekuatan media[7] yang dimilikinya.

Pada tanggal 10 Maret 2013, sepuluh partai politik yang gagal dalam verifikasi administrasi menyatakan bergabung dengan Hanura, yaitu:[8]

  1. Partai Kedaulatan
  2. Partai Republika Nusantara (RepublikaN)
  3. Partai Nasional Republik (Nasrep)
  4. Partai Indonesia Sejahtera (PIS)
  5. Partai Pemuda Indonesia (PPI)
  6. Partai Kongres
  7. Partai Damai Sejahtera (PDS)
  8. Partai Peduli Rakyat Nasional (PPRN)
  9. Partai Demokrasi Pembaruan (PDP)
  10. Partai Penegak Demokrasi Indonesia (PPDI)

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Partai-partai Pemilu 2009". Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia. 9 Juli 2008. 
  2. ^ http://www.kabar24.com/index.php/pemilu-2014-nasdem-nomor-urut-1-hanura-nomor-10/
  3. ^ Sikumbang, Zul (8 Februari 2013). Ratna, Heppy, ed. "Akbar Faizal keluar dari Hanura". AntaraNews.com. Diakses tanggal 8 Februari 2013. 
  4. ^ Sitompul, Marlen (8 Februari 2013). YEH, ed. "Paloh: Akbar Faisal vitamin tambahan NasDem". Inilah.com. Diakses tanggal 8 Februari 2013. 
  5. ^ "Hari Tanoe: Gabung Hanura target 3 Besar". Fajar.co.id. 12 Maret 2013. Diakses tanggal 12 Maret 2013. 
  6. ^ Revianur, Aditya (18 Februari 2013). Margianto, Heru, ed. "Hary Tanoe Dapat Bangun Citra Hanura". Kompas.com. Diakses tanggal 18 Februari 2013. 
  7. ^ ARA (18 Februari 2013). "Punya Media, Harry Tanoe Bakal Untungkan Hanura". Jawa Post News Network. Diakses tanggal 18 Februari 2013. 
  8. ^ Maharani, Dian (10 Maret 2013). Auliani, Palupi Annisa, ed. "Sepuluh Parpol Tak Lolos Verifikasi Gabung ke Hanura". Kompas.com. Diakses tanggal 10 Maret 2013. 

Pranala luarSunting