Kabupaten Muara Enim

kabupaten di Sumatra Selatan, Indonesia
(Dialihkan dari Muara Enim)

Kabupaten Muara Enim (Surat Ulu: ꤰꥍꤷꥈꤶꥍ ꤳꥉꥐ ꤸꥈꥀꥍꤽꥍ ꥆꥉꤵꥇꤸ꥓) (Jawi: كابوڤاتين موارا آنيم) adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sumatra Selatan, Indonesia. Ibu kota kabupaten ini terletak di kecamatan Muara Enim. Salah satu perusahan tambang batu bara PT Bukit Asam berada di kabupaten ini, tepatnya di Tanjung Enim, Lawang Kidul. Jumlah penduduk Kabupaten Muara Enim sebanyak 612.900 jiwa.[3]

Kabupaten Muara Enim
ꤰꥍꤷꥈꤶꥍ ꤳꥉꥐ ꤸꥈꥀꥍꤽꥍ ꥆꥉꤵꥇꤸ꥓
كابوڤاتين موارا آنيم
Wisata Danau Shuji - Muara Enim
Wisata Danau Shuji - Muara Enim
Lambang resmi Kabupaten Muara Enim
Lokasi Sumatera Selatan Kabupaten Muara Enim.svg
Peta
Kabupaten Muara Enim is located in Sumatra
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim
Peta
Kabupaten Muara Enim is located in Indonesia
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim
Kabupaten Muara Enim (Indonesia)
Koordinat: 4°13′58″S 103°36′51″E / 4.2327°S 103.6141°E / -4.2327; 103.6141
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Selatan
Tanggal berdiri26 Juni 1959[1]
Dasar hukumUU Nomor 28 Tahun 1959[1]
Hari jadi20 November 1946
Ibu kotaMuara Enim
Jumlah satuan pemerintahan
Daftar
Pemerintahan
 • BupatiKurniawan (Ph)[2]
Luas
 • Total7.486,21 km2 (2,890,44 sq mi)
Populasi
 • Total612.900
 • Kepadatan82/km2 (210/sq mi)
Demografi
 • AgamaIslam 98,75%
Kristen 0,89%
- Protestan 0,66%
- Katolik 0,23%
Hindu 0,23%
Buddha 0,13%[4]
 • IPMKenaikan 68,86 (2021)
sedang[5]
Zona waktuUTC+07:00 (WIB)
Kode area telepon0734
0713
Pelat kendaraanBG xxxx D**
Kode Kemendagri16.03 Edit the value on Wikidata
DAURp 692.439.925.000,-(2020)[6]
Semboyan daerahSerasan Sekundang (سراسن سكوندڠ)
(ꤼꤽꥍꤼꥍꥐ ꤼꤰꥈꥄꥍꥏ)
Situs webwww.muaraenimkab.go.id
Jembatan kayu di atas sungai Lematang dekat Muara Enim (tahun 1920-an)

GeografiSunting

Secara geografis posisi Kabupaten Muara Enim terletak antara 4° sampai 6° Lintang Selatan dan 104° sampai 106° Bujur Timur.[7] Kabupaten Muara Enim merupakan daerah agraris dengan luas wilayah 7.483,06 km², terdiri atas 22 kecamatan, 246 desa, dan 10 kelurahan. Bumi Serasan Sekundang memiliki batas wilayah:

Batas WilayahSunting

Berikut adalah

Utara Kabupaten Banyuasin, Kota Palembang, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir
Timur Kabupaten Ogan Komering Ulu, Kabupaten Ogan Ilir, Kota Prabumulih
Selatan Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, Kabupaten Kaur (Provinsi Bengkulu)
Barat Kabupaten Musi Rawas, Kabupaten Lahat, Kota Pagar Alam

Kondisi topografi daerah cukup beragam, daerah dataran tinggi di bagian barat daya, merupakan bagian dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan, meliputi Kecamatan Semende Darat Laut, Semende Darat Ulu, Semende darat Tengah dan Kecamatan Tanjung Agung. Daerah dataran rendah, berada di bagian tengah (Muara Enim, Ujan Mas, Benakat, Gunung Megang, Rambang Dangku, Rambang, Lubai) terus ke utara–timur laut, terdapat daerah rawa yang berhadapan langsung dengan daerah aliran Sungai Musi, meliputi Kecamatan Gelumbang, Sungai Rotan, dan Muara Belida.

PemerintahanSunting

Pada awal terbentuknya, Kabupaten Muara Enim bernama Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah (LIOT). Terbentuknya Kabupaten Muara Enim berawal dari panitia Sembilan sebagai realisasi surat Keputusan Bupati Daerah Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah tanggal 20 November 1946, hasil karya panitia tersebut disimpulkan dalam bentuk laporan yang terdiri dari 10 bab, dangan judul Naskah Hari Jadi Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah dan telah dikukuhkan dengan surat keputusan Bupati Kepala Daerah Kabupaten Lematang Ilir Ogan Tengah tanggal 14 Juni 1972 No. 47/Deshuk/1972. Tanggal 20 November tersebut kemudian menjadi dasar hari jadi Kabupaten Muara Enim. Namun, dasar hukum pembentukan Kabupaten Muara Enim juga tertuang dalam Undang-undang nomor 28 tahun 1959, tanggal 26 Juni 1959.[1]

Kabupaten Muara Enim sebelumnya terdiri dari 22 kecamatan[8] kemudian pada tahun 2012 bertambah tiga kecamatan, yaitu Belimbing, Belida Darat, dan Lubai Ulu, sehingga menjadi 25 kecamatan, dan menjadi 20 kecamatan sejak keluarnya UU Nomor 7 Tahun 2013, di mana lima kecamatan dalam kabupaten ini, yaitu Talang Ubi, Penukal Utara, Penukal, Abab, dan Tanah Abang, bergabung membentuk kabupaten sendiri yaitu Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir,[9] serta terakhir menjadi 22 kecamatan dengan ditetapkannya Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 10 Tahun 2018.[10]

Daftar BupatiSunting

No Bupati Mulai Jabatan Akhir Jabatan Prd. Ket. Wakil Bupati
1
  Amaludin
1950
1956
1
2
  Aziz
1956
1958
2
3
  Abbas Ali Rachman
1958
1958
3
4
  Ahmad Wani
1958
1965
4
5
  Ahmad Kasim Djaki
1965
1974
5
6
  Asnawi Mangkualam
1974
1975
6
7
  Muhammad Sai Sohar
1975
1980
7
1980
1985
8
8
  Nang Ali Solichin
1985
1990
9
9
  H.
Hasan Zen
S.H., M.M.
1990
1995
10
1995
1998
11
10   Ramli Hasan Basri (Ct) 1998 1998 -
11
  Sofyan Effendi
1998
2003
12
12
  H.
Kalamudin Djinab
S.H., M.H.
2003
2008
13
Ir. H. Hanan Zulkarnain, MTP
2008
27 Mei 2009
14
[Ket. 1]
Ir. H. Muzakir Sai Sohar
13
  Ir. H. Muzakir Sai Sohar
2009
2013
H. Nurul Aman, S.H.
2013
2018
15
H. Nurul Aman, S.H.
14
  Teddy Meilwansyah
S.STP., M.M.
21 Juni 2018
18 September 2018
-
[Ket. 2]
[11]
15
  Ir. H.
Ahmad Yani
M.M.
18 September 2018
3 September 2019
16
[12]
H.
Juarsah
S.H.
16
  H.
Juarsah
S.H.
4 September 2019
16 September 2019
[Ket. 3]
[13]
16 September 2019
11 Desember 2020
[Ket. 4]
[14]
11 Desember 2020
16 Februari 2021
[15]
17
  Dr. H.
Nasrun Umar
S.H., M.M.
16 Februari 2021
11 Mei 2021
[Ket. 5]
[16]
11 Mei 2021
11 Mei 2022
[Ket. 6]
[17]
  Kurniawan
A.P., M.Si.
12 Mei 2022
23 Juni 2022
[Ket. 7]
[18]

23 Juni 2022

Sekarang

[Ket. 8]
[19]
Catatan
  1. ^ Meninggal dunia saat menjabat
  2. ^ Penjabat Bupati Muara Enim
  3. ^ Pelaksana Harian Bupati Muara Enim
  4. ^ Pelaksana Tugas Bupati Muara Enim
  5. ^ Pelaksana Harian Bupati Muara Enim
  6. ^ Penjabat Bupati Muara Enim
  7. ^ Pelaksana Harian Bupati Muara Enim
  8. ^ Penjabat Bupati Muara Enim


2019- Juarsah (Plh), (Plt), - 2020, 2021

2021- Dr. H. Nasrun Umar, S.H., M.M. (Plh) kemudian (Pj)

2022- Kurniawan, A.P., M.Si. (Plh) kemudian (Pj)

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kabupaten Muara Enim dalam dua periode terakhir. [20][21][22][23]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019
Sebelum Pemekarana
2014-2019
Sesudah Pemekaranb
2019-2024
  PKB 2   3   2
  Gerindra 3   3   4
  PDI-P 6   8   7
  Golkar 5   5   5
  NasDem 4   4   4
  Berkarya (baru) 2
  PKS 4   4   4
  Perindo (baru) 1
  PPP 5   4   5
  PAN 4   3   2
  Hanura 4   3   3
  Demokrat 5   5   5
  PBB 3   3   1
Jumlah Anggota 45   45   45
Jumlah Partai 11   11   13
Keterangan:
aDPRD Muara Enim dan PALI
bDPRD Muara Enim

KecamatanSunting

DemografiSunting

Berdasarkan Sensus Penduduk Indonesia 2010, jumlah penduduk kabupaten ini sebanyak 716.676 jiwa. Kemudian pada Sensus Penduduk Indonesia 2020, penduduk Muara Enim menjadi 6152.900 jiwa, dengan kepadatan 82 jiwa/km. Jumlah penduduk terbanyak berada di kecamatan Muara Enim (73.550 jiwa) dan Lawang Kidul (72.120 jiwa), sementara penduduk lebih sedikit berada di kecamatan Muara Belida (7.940 jiwa).[3]

Mayoritas penduduk Kabupaten Muara Enim, memeluk agama Islam, yang umumnya dianut oleh penduduk asli setempat, seperti Suku Melayu Lahat, kemudian Jawa, Sunda dan lainnya. Adapun besaran penduduk Kabupaten Muara Enim menurut agama yang dianut yakni Islam sebanyak 98,75%. Kemudian Kekristenan sebanyak 0,89%, dengan rincian Protestan sebanyak 0,66% dan Katolik sebanyak 0,23%. Sebagian lagi menganut agama Hindu sebanyak 0,23% dan Buddha sebanyak 0,13%.[4] Sara rumah ibadah, terdapat 812 masjid, 499 mushala, 9 gereja Protestan, 6 gereja Katolik, 6 vihara dan 3 pura.[3]

PendidikanSunting

Data sarana pendidikan pada semua jenjang pendidikan pada tahun 2010 adalah jumlah sekolah TK sebanyak 110 atau bertambah 23,6 persen dibanding tahun 2009. Jumlah sekolah dasar dan MI sebanyak 507 atau meningkat 2,01 persen. Pada tingkat SLTP/MTs terdapat 153 sekolah atau meningkat 12,5 persen. Sedangkan Sekolah SMU/SMK/MA pada tahun ini menjadi 78 atau meningkat 5,4 persen.

KesehatanSunting

Pada tahun 2010 di Kabupaten Muara Enim telah terdapat 3 buah rumah sakit, 24 unit puskesmas dan 107 unit puskesmas pembantu. Sementara untuk jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Muara Enim seluruhnya sebanyak 1.872 orang dengan rincian 101 dokter, 13 Apoteker, 185 Sarjana Kesehatan, 804 tenaga keperawatan, 571 Bidan, dan 198 Non Medis.

EkonomiSunting

Kabupaten Muara Enim mengandalkan pertanian terutama perkebunan dalam mendorong perekonomiannya. Hal ini terlihat dari besarnya luas lahan yang digunakan untuk perkebunan. Lahan yang ada di Kabupaten Muara Enim umumnya merupakan lahan bukan sawah yaitu sekitar 96,19 persen dan sisanya merupakan lahan sawah.

Sektor pertambangan juga berperan cukup besar dalam perekonomian Kabupaten Muara Enim, baik komposisi dengan migas maupun tanpa migas. Dalam komposisi dengan migas, peranan dominan sektor pertambangan dibentuk oleh dominasi produk minyak dan gas bumi, sementara dalam komposisi tanpa migas, sumbangan batubara masih cukup dominan. Jumlah produksi batubara tahun 2010 tercatat sebanyak 11.948.767 ton atau naik 3,54 persen dari tahun lalu yang mencapai 11.540.720 ton. Walaupun produksi briket batubara turun 88,64 persen dibanding tahun sebelumnya.

Pelayanan umumSunting

PLTU Tanjung Enim merupakan pembangkit listrik yang berada di Kabupaten Muara Enim, tidak hanya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan lokal tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan energi listrik di wilayah Sumatra bagian selatan yang dihubungkan melalui jaringan transmisi interkoneksi Sumatra bagian selatan. Daya terpasang pembangkit listrik PLTU Tanjung Enim mencapai 260.000 kW dengan tenaga listrik yang dibangkitkan mencapai 1.753.805 MWh.

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c "Pembentukan Daerah-Daerah Otonom di Indonesia s/d Tahun 2014" (PDF). www.otda.kemendagri.go.id. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 12 Juli 2019. Diakses tanggal 12 Februari 2022. 
  2. ^ Pejabat Bupati Muara Enim, www.muaraenimkab.go.id, Diakses tanggal 12 Februari 2022}}
  3. ^ a b c d "Kabupaten Muara Enim Dalam Angka 2021" (pdf). muaraenimkab.bps.go.id. hlm. 10, 75. Diakses tanggal 12 Februari 2022. 
  4. ^ a b "Visualisasi Data Kependudukan - Kementerian Dalam Negeri 2021". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 12 Februari 2022. 
  5. ^ "Indeks Pembangunan Manusia 2020-2021". www.bps.go.id. Diakses tanggal 12 Februari 2022. 
  6. ^ "Dana Alokasi Umum (DAU" (PDF). 
  7. ^ bappeda.muaraenimkab.go.id Muara Enim Dalam Angka 2010[pranala nonaktif permanen]
  8. ^ "Lampiran Permendagri No 66 Tahun 2011" (PDF). Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 2012-07-10. Diakses tanggal 2012-11-01. 
  9. ^ Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 07 Tahun 2013 Tentang Pembentukan Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir di Provinsi Sumatra Selatan
  10. ^ Peraturan Daerah Kabupaten Muara Enim Nomor 10 Tahun 2018[pranala nonaktif permanen]
  11. ^ Gubernur Alex Noerdin Lantik Teddy Meilwansyah Sebagai PJ Bupati Muaraenim, diakses 27 Desember 2020.
  12. ^ "Alex Noerdin lantik 7 kepala daerah hasil pilkada serentak di Sumsel". merdeka.com. 18-09-2018. Diakses tanggal 08-03-2022. 
  13. ^ "Juarsah Resmi Menjadi PLH Bupati Muara Enim". tribunnews.com. 05-09-2019. Diakses tanggal 08-03-2022. 
  14. ^ "H Juarsah SH Terima SK Plt Bupati Muara Enim". sriwijayaonline.com. 16-09-2019. Diakses tanggal 08-03-2022. 
  15. ^ "Usai Dilantik, Juarsah Resmi Jabat Bupati Muara Enim". kabarmuaraenim.com. 12-12-2020. Diakses tanggal 08-03-2022. 
  16. ^ Inge, Nefri (17-02-2021). "Ditunjuk Jadi Plh Bupati Muara Enim, Sekda Sumsel Akan Lakukan Pembenahan". liputan6.com. Diakses tanggal 08-03-2022. 
  17. ^ "Herman Deru Lantik Nasrun Umar Jadi Penjabat Bupati Muara Enim". palugadanews.com. 11-05-2021. Diakses tanggal 08-03-2022. 
  18. ^ Tobari, ed. (12-05-2022). "Gubernur Sumsel Tunjuk Kurniawan Jadi Plh Bupati Muara Enim". infopublik.id. Diakses tanggal 30-05-2022. 
  19. ^ "Kurniawan Resmi Dilantik Menjadi Penjabat Bupati Muara Enim". muaraenimkab.go.id. 23-06-2022. Diakses tanggal 24-06-2022. 
  20. ^ DPRD Muara Enim 2014-2019 Sebelum Pemekaran
  21. ^ 10 Anggota Pengganti DPRD Muara Enim 2014-2019 Setelah Pemekaran
  22. ^ 10 Nama Anggota DPRD Muara Enim yang Dipindah ke DPRD PALI 2014-2019
  23. ^ Perolehan Kursi DPRD Muara Enim 2019-2024

Pranala luarSunting