Buka menu utama

Thailand

negara Monarki di Asia Tenggara

Kerajaan Thai (nama resmi bahasa Thai: ราชอาณาจักรไทย Ratcha Anachak Thai; atau Prathēt Thai), yang lebih sering disebut Thailand dalam bahasa Inggris, atau dalam bahasa aslinya Mueang Thai (dibaca: "meng-thai", sama dengan versi Inggrisnya, berarti "Negeri Thai"), adalah sebuah negara di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Laos dan Kamboja di timur, Malaysia dan Teluk Siam di selatan, dan Myanmar dan Laut Andaman di barat. Kerajaan Thai dahulu dikenal sebagai Siam sampai tanggal 11 Mei 1949. Kata "Thai" (ไทย) berarti "kebebasan" dalam bahasa Thai, tetapi juga dapat merujuk kepada suku Thai, sehingga menyebabkan nama Siam masih digunakan di kalangan warga negara Thai terutama kaum minoritas Tionghoa dan Amerika.

Kerajaan Thailand

  • ราชอาณาจักรไทย (Thai)
  • Ratcha-anachak Thai
Semboyanชาติ ศาสนา พระมหากษัตริย์
Chat, Satsana, Phra Maha Kasat
(Thai: "Bangsa, Agama, Raja")
Lagu kebangsaanPhleng Chat Thai
(bahasa Thai: เพลงชาติไทย)

Lagu kerajaanSansoen Phra Barami
(bahasa Thai: สรรเสริญพระบารมี)
Lokasi Thailand (hijau tua) di ASEAN (abu-abu)
Lokasi Thailand (hijau tua) di ASEAN (abu-abu)
Lokasi Thailand
Ibu kota
Bangkok
13°45′N 100°29′E / 13.750°N 100.483°E / 13.750; 100.483
Bahasa resmiThai[1]
Bahasa yang dituturkan
Kelompok etnik
(2009;[6] 2011[3]:95–99)
Agama
DemonimThai
Siamese (kuno)
PemerintahanKesatuan parlementer monarki konstitusional di bawah kuasa junta militer
• Monarki
Maha Vajiralongkorn
Prayut Chan-o-cha
LegislatifMajelis Legislatif Nasional (bertindak sebagai Ratthasapha)
รัฐสภา
Senat
Dewan Perwakilan Rakyat
Pembentukan
1238–1448
1351–1767
1768–1782
6 April 1782
24 Juni 1932
6 April 2017
Area
 - Total
513,120 km2 (198,117 sq mi) (50)
 - Perairan (%)
0.4 (2,230 km2)
Population
 - Perkiraan 2016
68.863.514[8] (20)
 - Sensus Penduduk 2010
64,785,909[9]
132,1/km2 (342,1/sq mi) (88)
PDB (KKB)2018
 - Total
$1.323 triliun[10]
$19,126[10]
PDB (nominal)2018
 - Total
$490 miliar[11]
$7,084[11]
Gini (2015)36[12]
sedang
IPM (2017) 0.755[13]
tinggi · 83
Mata uangBaht (฿)
(THB)
Zona waktuICT
(UTC+7)
Lajur kemudikiri
Kode telepon+66
Kode ISO 3166TH
Ranah Internet

Daftar isi

SejarahSunting

Asal mula Kerajaan Thai secara tradisional dikaitkan dengan sebuah kerajaan yang berumur pendek, Kerajaan Sukhothai yang didirikan pada tahun 1238. Kerajaan ini kemudian diteruskan Kerajaan Ayutthaya yang didirikan pada pertengahan abad ke-14 dan berukuran lebih besar dibandingkan Sukhothai. Kebudayaan Kerajaan Thai dipengaruhi dengan kuat oleh Tiongkok dan India. Hubungan dengan beberapa negara besar Eropa dimulai pada abad ke-16 namun meskipun mengalami tekanan yang kuat, Kerajaan Thai tetap bertahan sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh negara Eropa[14], (namun pernah diduduki oleh tentara Jepang sebagai Teritori Imperial. Oleh karena mendapat pengaruh dan tekanan bangsa Barat yang mengakibatkan berbagai perubahan pada abad ke-19 maka diberikan banyak kelonggaran bagi pedagang-pedagang Britania di Thailand.

Sebuah revolusi tak berdarah pada tahun 1932 menyebabkan dimulainya monarki konstitusional. Sebelumnya dikenal dengan nama Siam, negara ini mengganti nama internasionalnya menjadi "Thailand" pada tahun 1939 dan untuk seterusnya, setelah pernah sekali mengganti kembali ke nama lamanya pasca-Perang Dunia II. Pada perang tersebut, Kerajaan Thai bersekutu dengan Jepang; tetapi saat Perang Dunia II berakhir, Kerajaan Thai menjadi sekutu Amerika Serikat. Beberapa kudeta terjadi dalam tahun-tahun setelah berakhirnya perang, tetapi Kerajaan Thai mulai bergerak ke arah demokrasi sejak tahun 1980-an.

Kalender Kerajaan Thai didasarkan pada Tahun Buddha, yang lebih cepat 543 tahun dibandingkan kalender Barat. Tahun 2000 Masehi sama dengan tahun 2543 dalam kalender Kerajaan Thai.

Pada tanggal 26 Desember 2004, pesisir barat Kerajaan Thai diterjang tsunami setinggi 10 meter setelah terjadinya gempa bumi Samudra Hindia 2004, menewaskan 5.000 orang di Kerajaan Thai, dan setengahnya merupakan wisatawan.

Pada awal 2005 terjadi sebuah tragedi di Kerajaan Thai Selatan yang mempunyai populasi dengan mayoritas Muslim. Sekitar 70 orang terbunuh akibat kekerasan yang dilakukan oleh rezim Shinawatra. Banyak negara yang mengecam keras tragedi ini. Namun dalam pemilihan kepala pemerintahan, Thaksin Shinawatra kembali memerintah negara ini untuk empat tahun berikutnya.

GeografiSunting

Kerajaan Thai merupakan tempat terletaknya beberapa wilayah geografis yang berbeda. Di sebelah utara, keadaannya bergunung-gunung, dan titik tertingginya berada di Doi Inthanon (2.576 m). Sebelah timur laut terdiri dari Hamparan Khorat, yang dibatasi di timur oleh sungai Mekong. Wilayah tengah negara didominasi lembah sungai Chao Phraya yang hampir seluruhnya datar, dan mengalir ke Teluk Thailand. Di sebelah selatan terdapat Tanah Genting Kra yang melebar ke Semenanjung Melayu.

Cuaca setempat adalah tropis dan bercirikan monsun. Ada monsun hujan, hangat dan berawan dari sebelah barat daya antara pertengahan Mei dan September, serta monsun yang kering dan sejuk dari sebelah timur laut dari November hingga pertengahan Maret. Tanah genting di sebelah selatan selalu panas dan lembap. Kota-kota besar selain ibu kota Bangkok termasuk Nakhon Ratchasima, Nakhon Sawan, Chiang Mai, dan Songkhla.

Kerajaan Thai berbatasan dengan Laos dan Myanmar di sebelah utara, dengan Malaysia dan Teluk Siam di selatan, dengan Myanmar dan Laut Timur di barat dan dengan Laos dan Kamboja di timur. Koordinat geografisnya adalah 5°-21° LU dan 97°-106° BT

Lihat juga: Pulau-pulau Thailand.

PolitikSunting

 
Balai Takhta Ananta Samakhom, gedung parlemen lama Kerajaan Thai, di Bangkok.

Raja Thailand mempunyai sedikit kekuasaan langsung di bawah konstitusi sekaligus merupakan pelindung Buddhisme Kerajaan Thai dan lambang jati diri dan persatuan bangsa. Raja yang memerintah saat ini sangat dihormati oleh rakyatnya dan dianggap sebagai pemimpin dari segi moral, suatu hal yang telah dimanfaatkan pada beberapa kesempatan untuk menyelesaikan krisis politik. kepala pemerintahan adalah Perdana Menteri, yang dilantik oleh raja dari anggota-anggota parlemen dan biasanya adalah pemimpin partai mayoritas.

Parlemen Kerajaan Thai yang menggunakan sistem dua kamar, yaitu Majelis Nasional atau Rathasapha - รัฐสภา, yang terdiri dari Dewan Perwakilan (Sapha Phuthaen Ratsadon - สภาผู้แทนราษฎร) yang beranggotakan 480 orang dan Senat (Wuthisapha - วุฒิสภา) yang beranggotakan 150 orang. Anggota Dewan Perwakilan menjalani masa bakti selama empat tahun, sementara para senator menjalani masa bakti selama enam tahun. Badan kehakiman tertinggi adalah Mahkamah Agung (Sandika - ศาลฎีกา), yang jaksanya dilantik oleh raja. Kerajaan Thai juga adalah anggota aktif ASEAN.

Pembagian administratifSunting

Kerajaan Thai dibagi kepada 76 provinsi (changwat), yang dikelompokkan ke dalam 5 kelompok provinsi. Nama tiap provinsi berasal dari nama ibu kota provinsinya.

Provinsi-provinsi tersebut kemudian dibagi lagi menjadi 795 distrik (Amphoe), 81 sub-distrik (King Amphoe) dan 50 distrik Bangkok (khet) (jumlah hingga tahun 2000), dan dibagi-bagi lagi menjadi 7.236 komunitas (Tambon), 55.746 desa (Muban), 123 kotamadya (Tesaban), dan 729 distrik sanitasi (Sukhaphiban) (jumlah hingga tahun 1984).

EkonomiSunting

Setelah menikmati rata-rata pertumbuhan tertinggi di dunia dari tahun 1985 hingga 1995 - rata-rata 9% per tahun - tekanan spekulatif yang meningkat terhadap mata uang Kerajaan Thai, Baht, pada tahun 1997 menyebabkan terjadinya krisis yang membuka kelemahan sektor keuangan dan memaksa pemerintah untuk mengambangkan Baht. Setelah sekian lama dipatok pada nilai 25 Baht untuk satu dolar AS, Baht mencapai titik terendahnya pada kisaran 56 Baht pada Januari 1998 dan ekonominya melemah sebesar 10,2% pada tahun yang sama. Krisis ini kemudian meluas ke krisis finansial Asia.

Kerajaan Thai memasuki babak pemulihan pada tahun 1999; ekonominya menguat 4,2% dan tumbuh 4,4% pada tahun 2000, kebanyakan merupakan hasil dari ekspor yang kuat - yang meningkat sekitar 20% pada tahun 2000. Pertumbuhan sempat diperlambat ekonomi dunia yang melunak pada tahun 2001, tetapi kembali menguat pada tahun-tahun berikut berkat pertumbuhan yang kuat di Tiongkok dan beberapa program stimulan dalam negeri serta Kebijakan Dua Jalur yang ditempuh pemerintah Thaksin Shinawatra. Pertumbuhan pada tahun 2003 diperkirakan mencapai 6,3%, dan diperkirakan pada 8% dan 10% pada tahun 2004 dan 2005.

Sektor pariwisata menyumbang banyak kepada ekonomi Kerajaan Thai, dan industri ini memperoleh keuntungan tambahan dari melemahnya Baht dan stabilitas Kerajaan Thai. Kedatangan wisatawan pada tahun 2002 (10,9 juta) mencerminkan kenaikan sebesar 7,3% dari tahun sebelumnya (10,1 juta).

PertanianSunting

Thailand saat ini merupakan negara pengekspor terbesar produk pertanian dunia. Ekonomi Thailand bergantung pada ekspor, dengan nilai ekspor sekitar 60% PDB, dan dari sekitar 60 % dari seluruh angkatan kerja Thailand dipekerjakan di bidang pertanian. Komoditi pertanian yang dihasilkan adalah beras dengan kualitas super, tapioka, karet, biji-bijian, gula, ikan dan produk perikanan lainnya. Thailand adalah produsen sekaligus eksportir terbesar dunia untuk beras, gula, karet, bunga potong, bibit tanaman, minyak kelapa sawit, tapioka, buah-buahan dan lain-lain produk pertanian, termasuk makanan jadi. Hal ini terwujud berkat tingginya perhatian dan usaha yang diberikan oleh pemerintah Thailand dalam meningkatkan pendapatan petani, dan tentunya, hal ini juga didukung oleh model atau sistem pertanian yang baik sehingga dihasilkan kualitas pangan yang sangat baik. Itu sebabnya, negara mengelola sektor ini secara sangat serius, bahkan didukung riset dan rekayasa teknologi yang melibatkan para ahli dan pakar dunia. Melalui hasil riset dan rekayasa teknologi ini Pemerintah Thailand mengambil kebijakan untuk mengembangkan satu produk pada satu wilayah yang dikenal dengan kebijakan satu desa satu komoditas (one village one commodity) dengan memperhatikan aspek keterkaitannya dengan sektor-sektor lain (backward and forward linkages), skala ekonomi dan hubungannya dengan outlet (pelabuhan). Hal ini mendorong tumbuhnya kelompok-kelompok bisnis, sehingga masing-masing wilayah memiliki kekhasan sendiri sesuai dengan potensi wilayahnya.

Pemerintah Thailand juga memproteksi produk pertanian dengan memberikan insentif dan subsidi kepada petani. Kebijakan ini telah mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong dan tak produktif untuk ditanami dengan tanaman yang berprospek ekspor. Sistem contract farming yang dipakai di Thailand berbeda dari yang biasa kita kenal di Indonesia. Perusahaan melakukan kontrak dengan petani tanpa mengharuskan petani menyerahkan jaminan. Di Indonesia, umumnya tanah petani menjadi agunan, sehingga kalau petani gagal, tanah mereka akan disita. Kegagalan petani akan ditanggung oleh negara. Statuta utama dalam kontrak tersebut adalah perusahaan menjamin harga minimal dari produk yang dimintanya untuk ditaman oleh petani. Jika harga pasar diatas harga kontrak, petani bebas untuk menjualnya ke pihak lain. Selain itu di Thailand juga menggunakan model pertanian Hidroponik untuk meminimalisir penggunaan tanah. Karena, disana kualitas dan kuantitas tanah kurang memadai.

DemografiSunting

Agama Menurut Wilayah atau Regional di Thailand (2015)[15] dari 67,328,562 jiwa, dengan spesifik sebagai berikut:

Religion Bangkok % Region Pusat % Region Utara % Region Timur Laut % Region Selatan %
Buddha 8,197,188 93.95% 18,771,520 97.57% 11,044,018 96.23% 18,698,599 99.83% 6,908,973 75.45%
Islam 364,855 4.18% 247,430 1.29% 35,561 0.31% 16,851 0.09% 2,227,613 24.33%
Kristen 146,592 1.68% 214,444 1.11% 393,969 3.43% 13,825 0.07% 18,759 0.21%
Hindu 16,306 0.19% 5,280 0.03% 207 0.002% 318 0.001% -
Sikh - 0.00% - 0.00% 378 0.003% - 0.00% 491 0.005%
Tanpa Agama 289 0.00% 473 0.002% 1,001 0.01% 436 0.002% 726 0.008%
Lainnya - 0.00% 294 0.00% 1,808 0.16% - 0.00% 359 0.004%
Agama di Thailand (2015)[16]
Religion Percent
Buddha
  
94.50%
Islam
  
4.29%
Kristen
  
1.17%
Hindu
  
0.03%
Tanpa Agama/Lainnya
  
0.01%

Populasi Kerajaan Thai didominasi etnis Thai dan etnis Lao, yang berjumlah 3/4 dari seluruh penduduk. Selain itu juga terdapat komunitas besar etnis Tionghoa yang secara sejarah memegang peranan yang besar dalam bidang ekonomi. Etnis lainnya termasuk etnis Melayu di selatan, Mon, Khmer dan berbagai suku orang bukit.

Sekitar 94.63% penduduk Kerajaan Thai adalah pemeluk agama Buddha aliran Theravada, tetapi ada minoritas kecil pemeluk agama Islam, Kristen dan Hindu. Bahasa Thai merupakan bahasa nasional Kerajaan Thai, yang ditulis menggunakan aksaranya sendiri, tetapi ada banyak juga bahasa daerah lainnya. Bahasa Inggris juga diajarkan secara luas di sekolah.

BudayaSunting

Muay Thai, sejenis seni bela diri kickboxing ala Kerajaan Thai, adalah olahraga nasional di Kerajaan Thai dan merupakan seni beladiri setempat. Popularitasnya memuncak di seluruh dunia pada tahun 1990-an. Ada pula seni beladiri yang mirip dengan muay Thai di negara-negara lain di Asia Tenggara.

Ucapan penyambutan yang umum di Kerajaan Thai adalah isyarat bernama wai, yang gerakannya mirip dengan gerakan sembahyang. Hal-hal yang tabu dilakukan di antaranya menyentuh kepala seseorang dan menunjuk dengan kaki, karena kepala dan kaki masing-masing merupakan bagian tubuh yang paling atas dan bawah.

Masakan Kerajaan Thai mencampurkan empat macam rasa yang dasar: manis, pedas, asam dan asin.

OlahragaSunting

Ajang olahraga bergengsi di Asia tenggara Southeast Asian Games 2007 diadakan di Nakhon Ratchasima, Kerajaan Thai dari 6 Desember sampai 15 Desember 2007. Ini merupakan keenam kalinya, Kerajaan Thai menjadi tuan rumah Southeast Asian Games. Dan pada Southeast Asian Games 2009 Kerajaan Thai memimpin klasemen di posisi pertama[17].

Lihat pulaSunting

Pranala luarSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Thailand Diarsipkan 3 July 2015 di Wayback Machine., The World Factbook.
  2. ^ Draper, John; Kamnuansilpa, Peerasit (2016). "The Thai Lao Question: The Reappearance of Thailand's Ethnic Lao Community and Related Policy Questions". Asian Ethnicity. 19: 81–105. doi:10.1080/14631369.2016.1258300. 
  3. ^ a b International Convention on the Elimination of All Forms of Racial Discrimination; Reports submitted by States parties under article 9 of the Convention: Thailand (PDF) (dalam bahasa English and Thai). United Nations Committee on the Elimination of Racial Discrimination. 28 July 2011. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 9 October 2016. Diakses tanggal 8 October 2016. 
  4. ^ David Levinson (1998), Ethnic Groups Worldwide: A Ready Reference Handbook, Oryx Pres, hlm. 287, ISBN 978-1-57356-019-1 
  5. ^ Paul, Lewis M.; Simons, Gary F.; Fennig, Charles D. (2013), Ethnologue: Languages of the World, SIL International, ISBN 978-1-55671-216-6, diarsipkan dari versi asli tanggal 27 December 2007 
  6. ^ Barbara A. West (2009), Encyclopedia of the Peoples of Asia and Oceania, Facts on File, hlm. 794, ISBN 978-1-4381-1913-7 
  7. ^ "Population by religion, region and area, 2015" (PDF). NSO. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 10 December 2017. Diakses tanggal 12 October 2017. 
  8. ^ "World Population Prospects: The 2017 Revision". ESA.UN.org (custom data acquired via website). Departemen_Urusan_Ekonomi_dan_Sosial_PBB, Population Division. Diakses tanggal 10 September 2017. 
  9. ^ (Thai) National Statistics Office, "100th anniversary of population censuses in Thailand: Population and housing census 2010: 11th census of Thailand" Diarsipkan 12 July 2012 di Wayback Machine.. popcensus.nso.go.th.
  10. ^ a b "Thailand". International Monetary Fund. Diarsipkan dari versi asli tanggal 3 February 2019. Diakses tanggal 29 April 2018. 
  11. ^ a b "Thai Economic Performance in Q4 and 2017 and Outlook for 2018". Badan Pengembangan Ekonomi dan Sosial Nasional. Diarsipkan dari versi asli tanggal 22 February 2018. Diakses tanggal 21 February 2018. 
  12. ^ "Gini Index". World Bank. Diarsipkan dari versi asli tanggal 4 December 2017. Diakses tanggal 3 December 2017. 
  13. ^ Global 2016 Human Development Report Overview – English (PDF). New York: United Nations Development Programme (UNDP). 2017. hlm. 22–24. Diarsipkan (PDF) dari versi asli tanggal 23 March 2017. Diakses tanggal 22 March 2017. 
  14. ^ "King, country and the coup". The Indian Express. Mumbai. 22 September 2006. Diakses tanggal 3 November 2011. 
  15. ^ "Population by religion, region and area, 2015" (PDF). NSO. Diakses tanggal 2017-10-12. 
  16. ^ "Population by religion, region and area, 2015" (PDF). NSO. Diakses tanggal 2017-10-12. 
  17. ^ Sea Games 2009