Stasiun Karawang

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Karawang (KW) (Aksara Sunda Baku: ᮞ᮪ᮒᮞᮤᮇᮔ᮪ ᮊᮛᮝᮀ, Stasion Karawang) adalah stasiun kereta api kelas I yang terletak di Nagasari, Karawang Barat, Karawang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +16 m ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dan merupakan stasiun yang berlokasi paling barat di Kabupaten Karawang.

Stasiun Karawang
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun KW.png
  • Singkatan: KW
  • Nomor: 0520
Stasiun Karawang, 2019.jpg
Stasiun Karawang dipotret dari dalam kereta api Cilamaya/Walahar Ekspres, 2019 dan sudah memasang papan nama stasiun terbaru versi 2017
Lokasi
ProvinsiJawa Barat
KabupatenKarawang
KecamatanKarawang Barat
KelurahanNagasari
AlamatJalan Arif Rahman Hakim
Kode pos41311
Sejarah
Dibuka1898
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi I Jakarta
Kelas stasiunI[1]
Ketinggian+16 m
Letak[2]km 62+710 lintas JakartaJatinegaraCikampek
LayananSingasari, Jayabaya, Jaka Tingkir, Tawang Jaya Premium, Serayu (jadwal pagi arah Kroya-Purwokerto dan malam arah Jakarta), Walahar Ekspres/Lokal Purwakarta, dan Jatiluhur/Lokal Cikampek
Pemesanan tiketSistem tiket online; melayani pemesanan langsung keberangkatan di loket. Terdapat fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass khusus keberangkatan KA jarak jauh/menengah.
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur4 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Jumlah peronSatu peron sisi dan tiga peron pulau yang rendah
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya
Toilet: Ya
Boarding pass: Ya


Koordinat: 6°18′17.30″S 107°17′57.03″E / 6.3048056°S 107.2991750°E / -6.3048056; 107.2991750

Emplasemen Stasiun Karawang, dilihat dari arah timur

Stasiun ini menjadi stasiun utama penumpang di kabupaten tersebut selain Stasiun Cikampek. Arsitektur stasiun ini bergaya 1950-an, mirip dengan Stasiun Rambipuji di Jember dan Stasiun Garut. Stasiun Karawang memiliki lima jalur kereta api dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus serta jalur 5 yang menuju ke arah Dipo Lokomotif Karawang.

Di stasiun ini terdapat bangunan dipo lama untuk lokomotif trem uap. Ke arah selatan dari dipo lama (20 meter) didirikan dipo baru mendekat dengan emplasemen stasiun. Dipo baru ini memiliki dua jalur rel yang terhubung ke jalur 4. Dipo baru ini bukanlah dipo lokomotif, melainkan dipo mekanik.

SejarahSunting

 
Lokomotif TD10 di Dipo Lokomotif Karawang

Awalnya stasiun ini merupakan ekstensi dari jalur kereta api Jakarta–Kedunggedeh yang telah dibangun oleh Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij[3] (BOS) pada tahun 1887. Sejak jalur itu diambil alih oleh Staatsspoorwegen (SS) pada tanggal 4 Agustus 1898,[4] SS kemudian membangun stasiun baru di Kota Karawang. Namun, jalur dari Karawang ini dibuka pada tanggal 2 Mei 1906 karena konstruksi baru dilakukan setelah BOS diakuisisi.[5]

Pengembangan stasiun ini dicatat oleh De Stoomtractie op Java en Sumatra karya J.J.G. Oegema pada tahun 1982.[6] Trem Karawang sendiri mulai diinisiasi pada tahun 1911 dengan lebar sepur 600 mm oleh SS. Meski tidak banyak yang membahas jalur trem ini,[7] verslag yang dibuat SS menyebut bahwa jalur trem ini dibagi dua bagian, yaitu Cikampek–Wadas, diresmikan pada tanggal 15 Juli 1912 dan Lamaran–Wadas, diresmikan pada tanggal 9 Februari 1920. Dari Lamaran kemudian dibuatkan jalur trem cabang lagi hingga Rengasdengklok pada tanggal 15 Juni 1919.[5]

Namun, jalur ini dinonaktifkan pada tahun 1981–1984 karena kalah bersaing dengan mobil pribadi maupun angkutan umum, serta akses ke stasiun yang lebih mudah tanpa menggunakan trem lagi.

Layanan kereta apiSunting

PenumpangSunting

Kelas campuran eksekutif-ekonomi AC plusSunting

Kelas ekonomi AC premiumSunting

Tawang Jaya Premium, tujuan Jakarta dan tujuan Semarang

Kelas ekonomi AC plusSunting

Jaka Tingkir, tujuan Jakarta dan tujuan Solo

Kelas ekonomi ACSunting

Serayu, tujuan Jakarta (jadwal malam) dan tujuan Kroya bersambung Purwokerto via Bandung (jadwal pagi)

Lokal ekonomi ACSunting

Papasan dan persusulanSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api penumpang yang berhenti di Stasiun Karawang per 16 Januari 2020 (revisi Gapeka 2019).

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
116/113 Jayabaya Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 00.31 00.33
261 Tawang Jaya Premium Ekonomi AC Premium 02.09 02.11
328/325 Serayu Ekonomi AC 03.26 03.28
467 Jatiluhur/Lokal Cikampek Jakarta Tanjung Priuk (TPK) Lokal Ekonomi AC 04.55 05.15
469 05.40 05.45
465 Walahar Ekspres/Lokal Purwakarta 06.48 06.50
262 Tawang Jaya Premium Semarang Tawang (SMT) Ekonomi AC Premium 07.59 08.01
322/323 Serayu Kroya (KYA) bersambung Purwokerto (PWT) Ekonomi AC 10.19 10.21
468 Walahar Ekspres/Lokal Purwakarta Purwakarta (PWK) Lokal Ekonomi AC 11.41 11.52
470 12.53 12.55
110 Singasari Blitar (BL) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 13.46 13.48
471 Walahar Ekspres/Lokal Purwakarta Jakarta Tanjung Priuk (TPK) Lokal Ekonomi AC 14.32 14.34
257 Jaka Tingkir Jakarta Pasar Senen (PSE) Ekonomi AC Plus 15.12 15.15
473 Walahar Ekspres/Lokal Purwakarta Jakarta Tanjung Priuk (TPK) Lokal Ekonomi AC 15.29 15.31
258 Jaka Tingkir Solo Purwosari (PWS) Ekonomi AC Plus 16.53 16.55
114/115 Jayabaya Surabaya Pasarturi (SBI) bersambung Malang Kotabaru (ML) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 17.51 17.53
466 Walahar Ekspres/Lokal Purwakarta Purwakarta (PWK) Lokal Ekonomi AC 18.05 18.17
472 Jatiluhur/Lokal Cikampek Cikampek (CKP) 18.39 18.41
474 20.54 21.03
109 Singasari Jakarta Pasar Senen (PSE) Eksekutif & Ekonomi AC Plus 21.35 21.37

InsidenSunting

Pada tanggal 27 Desember 2019 pukul 15.52, perangkat persinyalan kereta api Stasiun Karawang tersambar petir. Akibatnya, sejumlah kereta api yang berhenti maupun melintas langsung di Stasiun Karawang menjadi terlambat.[8]

Panorama stasiunSunting

 
Panorama Stasiun Karawang. ruang-ruang di sisi kiri pintu masuk dipergunakan sebagai perkantoran stasiun dan ruang PPKA sementara ruang-ruang di sisi kanan pintu masuk dipergunakan sebagai fasilitas umum seperti musala dan toilet.

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ Sahari), Besari, M. Sahari (Mohamad (2008). Teknologi di Nusantara : 40 abad hambatan inovasi. Jakarta: Salemba Teknika. ISBN 9789799549259. OCLC 271921449. 
  4. ^ Nusantara., Tim Telaga Bakti; Indonesia., Asosiasi Perkeretaapian (1997-). Sejarah perkeretaapian Indonesia (edisi ke-Cet. 1). Bandung: Angkasa. ISBN 9796651688. OCLC 38139980. 
  5. ^ a b Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  6. ^ De Stoomtractie op Java en Sumatra, J.J.G. Oegema, 1982
  7. ^ "Napak Tilas Jalur Kereta Api di Karawang (Karawang-Rengasdengklok) | Karawang Info". www.karawanginfo.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-11. 
  8. ^ "Perangkat Persinyalan Tersambar Petir, Kereta Jarak Jauh Terlambat Tiba di Gambir | Ekonomi". Bisnis.com. Diakses tanggal 2019-12-28. 

Pranala luarSunting

(Indonesia) Situs resmi KAI dan jadwal kereta api tahun 2019

Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia   Stasiun berikutnya
menuju Rajawali
Rajawali–Cikampek
menuju Cikampek
Terminus Karawang–Cikampek
Karawang Trem
menuju Cikampek
Karawang–Rengasdengklok
Karawang Trem
menuju Rengasdengklok