Kabupaten Bogor

kabupaten di Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Kabupaten Bogor (aksara Sunda: ᮊᮘᮥᮕᮒᮦᮔ᮪ ᮘᮧᮍᮁᮧ, Latin: Kabupatén Bogor) adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Pusat pemerintahannya adalah Kecamatan Cibinong. Kabupaten Bogor berbatasan dengan Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi di utara; Kabupaten Karawang di timur, Kabupaten Cianjur di tenggara, Kabupaten Sukabumi di selatan dan mengelilingi wilayah Kota Bogor.

Kabupaten Bogor
Jawa 1rightarrow blue.svg Jawa Barat
Lambang Kabupaten Bogor.png
Lambang
Motto: 
Prayoga Tohaga Sayaga Kuta Udaya Wangsa
ᮕᮢᮚᮧᮍ ᮒᮧᮠᮍ ᮞᮚᮍ ᮊᮥᮒ ᮅᮓᮚ ᮝᮀᮞ
Map of West Java highlighting Bogor Regency.svg
Kabupaten Bogor berlokasi di Jawa
Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor berlokasi di Indonesia
Kabupaten Bogor
Kabupaten Bogor
Koordinat: 6°19′S 106°10′E / 6.32°S 106.17°E / -6.32; 106.17
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal peresmian3 Juni 1482; 538 tahun yang lalu
Ibu kotaCibinong
Pemerintahan
 • BupatiAde Yasin
 • Wakil BupatiIwan Setiawan[1]
Luas
 • Total2.071,21 km2 (79,970 sq mi)
Populasi
 (2020)
 • Total6.915.402 jiwa
Demografi
 • Suku bangsaSunda (69%)
Jawa (21%)
Betawi (4%)
Lainnya (6%)
 • AgamaIslam (90,4%)
Kristen (7,55 %)
Katolik (2,03 %)
Hindu dan Buddha (0,01 %)
Konghucu (0,001 %)
Aliran Kepercayaan (0,001 %)
Lainnya (0,098 %)
 • BahasaBahasa Indonesia
Bahasa Jawa
Bahasa Sunda
Bahasa Betawi
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode telepon021 dan 0251
Kode Kemendagri32.01 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan40
Jumlah kelurahan410 Desa
16 Kelurahan
1.896 Dusun
DAURp. 2.867.770.112.500.-(2020)
Situs webwww.bogorkab.go.id
Pemandangan Desa di Daerah Bogor Pada Tahun 1880-an, Dengan Latar Belakang Gunung Salak.

Kabupaten Bogor terdiri atas 40 kecamatan, yang dibagi atas sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan Kabupaten Bogor terletak di Kecamatan Cibinong, yang berada di sebelah utara Kota Bogor.[2]

SejarahSunting

Pada tahun 1745, cikal bakal masyarakat Bogor semula berasal dari 9 kelompok pemukiman digabungkan oleh Gubernur Baron van Inhof menjadi inti kesatuan masyarakat Kabupaten Bogor.

Pada waktu itu, Bupati Demang Wartawangsa berupaya meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan kesejahteraan rakyat yang berbasis pertanian dengan menggali terusan dari Sungai Ciliwung ke Cimahpar dan dari Nanggewer sampai ke Kalimulya.[3]

Terdapat berbagai pendapat tentang lahirnya nama Bogor itu sendiri. Salah satu pendapat menyatakan bahwa nama Bogor berasal dari bahasa arab yaitu Baqar yang berarti sapi dengan alasan terdapat bukti berupa patung sapi di Kebun Raya Bogor. Pendapat lainnya menyebutkan bahwa nama Bogor berasal dari kata Bokor yang berarti tunggul pohon enau. Pendapat di atas memiliki dasar dan alasan tersendiri diyakini kebenarannya oleh setiap ahlinya.

Namun berdasarkan catatan sejarah, pada tanggal 7 April 1752 telah muncul kata Bogor dalam sebuah dokumen dan tertulis Hoofd van de Negorij Bogor, yang berarti Kepala Kampung Bogor. Pada dokumen tersebut diketahui juga bahwa kepala kampung itu terletak di dalam lokasi Kebun Raya itu sendiri yang mulai dibangun pada tahun 1817.

Perjalanan sejarah Kabupaten Bogor memiliki keterkaitan yang erat dengan zaman kerajaan yang pernah memerintah di wilayah tersebut. Pada 4 abad sebelumnya, Sri Baduga Maharaja dikenal sebagai raja yang mengawali zaman Kerajaan Pajajaran, raja tersebut terkenal dengan ajaran dari leluhur yang dijunjung tinggi yang mengejar kesejahteraan. Sejak saat itu secara berturut-turut tercatat dalam sejarah adanya kerajaan-kerajaan yang pernah berkuasa di wilayah tersebut, yaitu:

  • Kerajaan Tarumanegara, diperintah oleh 12 orang raja. Berkuasa sejak tahun 358 sampai dengan tahun 669.
  • Kerajaan Galuh, diperintah oleh 14 raja. Berkuasa sejak 516 hingga tahun 852.
  • Kerajaan Sunda, diperintah oleh 28 raja. Bertahta sejak tahun 669 sampai dengan tahun 1333.
  • Kerajaan Kawali, diperintah oleh 6 orang raja. Berkuasa sejak tahun 1333 hingga 1482.
  • Kerajaan Pajajaran, berkuasa sejak tahun 1482 hingga tahun 1579. Pelantikan raja yang terkenal sebagai Sri Baduga Maharaja, menjadi satu perhatian khusus. Pada waktu itu terkenal dengan Upacara Kuwedabhakti, dilangsungkan tanggal 3 Juni 1482. Tanggal itulah kiranya yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Jadi Kota Bogor dan Kabupaten Bogor.

Pada tahun 1975, Pemerintah Pusat menginstruksikan bahwa Kabupaten Bogor harus memiliki Pusat Pemerintahan di wilayah Kabupaten sendiri. Atas dasar tersebut, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor mengadakan penelitian di beberapa wilayah Kabupaten Bogor untuk dijadikan calon ibukota sekaligus berperan sebagai pusat pemerintahan. Alternatif lokasi yang akan dipilih diantaranya adalah wilayah Kecamatan Ciawi, Kecamatan Leuwiliang, Kecamatan Parung, dan Kecamatan Cibinong.

Hasil penelitian lebih lanjut menunjukkan bahwa yang diajukan ke Pemerintah Pusat untuk mendapat persetujuan sebagai calon ibukota adalah Desa Rancamaya wilayah Kecamatan Ciawi. Akan tetapi Pemerintah Pusat menilai bahwa Rancamaya masih relatif dekat letaknya dengan Pusat Pemerintahan Kota Bogor dan dikhawatirkan akan masuk ke dalam rencana perluasan dan pengembangan wilayah Kota Bogor.

Oleh karena itu atas petunjuk Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah Kabupaten Bogor mengambil salah satu alternatif wilayah dari hasil penelitian lainnya. Dalam sidang Pleno DPRD Kabupaten Bogor tahun 1980, ditetapkan bahwa calon ibukota Kabupaten Bogor terletak di Desa Tengah, Kecamatan Cibinong.

Penetapan calon ibukota ini diusulkan kembali ke pemerintah Pusat dan mendapat persetujuan serta dikukuhkan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1982, yang menegaskan bahwa ibukota Pusat Pemerintahan Kabupaten Bogor berkedudukan di Desa Tengah, Kecamatan Cibinong.

Sejak saat itu, dimulailah rencana persiapan pembangunan Pusat Pemerintahan ibukota Kabupaten Bogor dan pada tanggal 5 Oktober 1985 dilaksanakan peletakan batu pertama oleh Bupati Kabupaten Bogor saat itu.

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

Berikut ini adalah Daftar Bupati Kabupaten Bogor dari masa ke masa.

No Bupati Awal menjabat Akhir menjabat Prd. Ket. Wakil Bupati
1
Ipik Gandamana
1948
1949
1
2
R.E. Abdoellah
1950
1958
2
3
Raden Kahfi
1958
1960
3
Asep Subridi
(Pejabat sementara)
1960
1960
[ket. 1]
(3)
Raden Kahfi
1960
1961
4
Karta Dikaria
1961
1967
4
5
Wisatya Sasmita
1968
1973
5
6
Raden Mochamad Muchlis
1973
1976
6
7
Ayip Rughby
1976
1978
1978
1983
7
8
Soedrajat Nataatmaja
30 Desember 1983
30 Desember 1988
8
9
Eddie Yoso Martadipura
30 Desember 1988
30 Desember 1993
9
30 Desember 1993
30 Desember 1998
10
10
Kol. TNI (Purn.) H.
Agus Utara Effendi
30 Desember 1998
30 Desember 2003
11
[ket. 2]
30 Desember 2003
30 Desember 2008
12
Laode Albert Pribadi
11
  Drs. H.
Rahmat Yasin
M.M.
30 Desember 2008
30 Desember 2013
13
H.
Karyawan Faturahman
S.H, M.H
30 Desember 2013
25 November 2014
14
Hj.
Nurhayanti
S.H., M.M., M.Si.
  Hj.
Nurhayanti
S.H., M.M., M.Si.
8 Desember 2014
16 Maret 2015
[ket. 3]
12
16 Maret 2015
30 Desember 2018
13
  Ade Yasin
30 Desember 2018
Petahana
15
Iwan Setiawan
Catatan
  1. ^ Pejabat sementara. Kemudian dilantik sebagai Kepala desa Jabung (sekarang Jatimekar) yang menjabat tahun 1964—1969 dan kepala Stasiun interchange Jabung (nama lama dari Jatimekar yang telah jadi kelurahan di Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi) yang menjabat tahun 1969—1972
  2. ^ Saat menjabat, bupati menutup sejumlah lintas-lintas kereta api cabang di Kabupaten Bogor berikut prasarana dan sarananya akibat banyaknya mobil angkot da bencana alam seperti banjir dan tanah longsor pada awal tahun 1996, diantaranya seperti lintas KA Nambo-Jabung
  3. ^ Pelaksana tugas Bupati


Dewan PerwakilanSunting

DPRD Kabupaten Bogor periode 2019-2024 hasil Pemilu 2019 terdiri dari 55 anggota dalam 9 partai politik.[4] Sedangkan pada periode 2014-2019, DPRD Kabupaten Bogor terdiri dari 50 anggota dalam 10 partai politik.[5]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 3 2
  Gerindra 6 14
  PDI Perjuangan 7 6
  Golkar 9 6
  NasDem 3 0
  PKS 5 9
  PPP 7 6
  PAN 3 5
  Hanura 3 1
  Demokrat 4 6
Jumlah Anggota 50 55
Jumlah Partai 10 9

KecamatanSunting

Kabupaten Bogor memiliki 40 kecamatan, 19 kelurahan dan 416 desa. Pada tahun 2017, jumlah penduduk mencapai 4.246.307 jiwa dengan luas wilayah 2.710,62 km² dan sebaran penduduk 1.566 jiwa/km².[6][7]

Daftar kecamatan dan kelurahan di Kabupaten Bogor, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Kelurahan Desa Status Daftar
Desa/Kelurahan
32.01.05 Babakan Madang 9 Desa
32.01.13 Bojonggede 1 8 Desa
Kelurahan
32.01.27 Caringin 12 Desa
32.01.08 Cariu 10 Desa
32.01.15 Ciampea 13 Desa
32.01.24 Ciawi 13 Desa
32.01.01 Cibinong 13 - Kelurahan
32.01.16 Cibungbulang 15 Desa
32.01.38 Cigombong 9 Desa
32.01.22 Cigudeg 15 Desa
32.01.28 Cijeruk 9 Desa
32.01.07 Cileungsi 12 Desa
32.01.29 Ciomas 1 10 Desa
Kelurahan
32.01.25 Cisarua 1 9 Desa
Kelurahan
32.01.33 Ciseeng 10 Desa
32.01.03 Citeureup 2 12 Desa
Kelurahan
32.01.30 Dramaga 10 Desa
32.01.02 Gunung Putri 10 Desa
32.01.11 Gunung Sindur 10 Desa
32.01.19 Jasinga 16 Desa
32.01.06 Jonggol 14 Desa
32.01.12 Kemang 1 8 Desa
Kelurahan
32.01.32 Klapanunggal 9 Desa
32.01.14 Leuwiliang 11 Desa
32.01.39 Leuwisadeng 8 Desa
32.01.26 Megamendung 12 Desa
32.01.21 Nanggung 11 Desa
32.01.17 Pamijahan 15 Desa
32.01.10 Parung 9 Desa
32.01.20 Parung Panjang 11 Desa
32.01.34 Ranca Bungur 7 Desa
32.01.18 Rumpin 14 Desa
32.01.35 Sukajaya 11 Desa
32.01.09 Sukamakmur 10 Desa
32.01.04 Sukaraja 13 Desa
32.01.37 Tajur Halang 7 Desa
32.01.31 Tamansari 8 Desa
32.01.36 Tanjungsari 10 Desa
32.01.23 Tenjo 9 Desa
32.01.40 Tenjolaya 7 Desa
TOTAL 19 416

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 40 tahun 2003 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 35 tahun 2002 saat ini wilayah Kabupaten Bogor terdiri dari 40 kecamatan, 410 desa dan 16 kelurahan.

PendudukSunting

Saat ini populasi penduduk di Kabupaten Bogor mencapai hampir 5.000.000 jiwa dengan laju pertumbuhan penduduk yang sangat tinggi, membuat Kabupaten Bogor menjadi Kabupaten dengan penduduk terbanyak di Indonesia.

Sejak masa Orde Baru banyak pendatang yang memilih Kabupaten Bogor karena lokasinya yang tak jauh dari Jakarta kebanyakan pendatang dari Suku Jawa, bahkan di Kecamatan Cibinong populasi orang Jawa mencapai 32% dan di Kecamatan Gunung Putri 30%. Sementara di Kecamatan Sukamakmur dan Kecamatan Tanjungsari populasi orang Jawa dibawah 3%.

Suku BangsaSunting

BahasaSunting

Bahasa Sunda mayoritas diturutkan penduduk di kecamatan bagian selatan kabupaten Bogor yang berbatasan dengan kota Bogor. Sementara Bahasa Betawi yang hampir seluruh kecamatan yang berbatasan dengan Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi, Kota Depok, Tangerang Selatan dan Kabupaten Tangerang menggunakan bahasa ini.

TransportasiSunting

Kabupaten Bogor dilintasi Jalan Tol Jakarta-Bogor-Ciawi. Jalan tol ini adalah jalur wisata utama dari Jakarta menuju Bandung. Jalur ini melewati rute Jalan Tol Jagorawi-Puncak-Cianjur-Bandung. Jalur Ciawi-Puncak merupakan salah satu yang terpadat pada musim libur, karena kawasan tersebut merupakan tempat berlibur warga Jakarta dan sekitarnya.[8]

Apabila jalur wisata utama tersebut macet, yang biasanya terjadi pada hari-hari libur, maka dapat menggunakan rute alternatif melewati Cibubur-Cileungsi-Jonggol-Cariu-Cianjur-Bandung.

Untuk angkutan kereta api, terdapat jalur Kereta Rel Listrik (KRL) Jakarta-Bogor yang jalur kereta apinya berlanjut hingga ke Stasiun Sukabumi, dan Stasiun Cianjur dengan menggunakan Kereta Rel Diesel (KRD). Dan jalur akhir berhenti di Stasiun Padalarang.

Untuk angkutan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP), biasanya terdapat di Terminal Cileungsi. Ada beberapa PO Bus AKAP diantaranya:

  • PO. Sumber Alam
  • PO. Rosalia Indah
  • PO. Ramayana
  • PO. Santoso
  • PO. Maju Lancar
  • PO. Sinar Jaya
  • PO. Harapan Jaya
  • PO. New Shantika
  • PO. Haryanto
  • PO. Bejeu
  • PO. Kramat Jati
  • PO. Rukun Jaya
  • PO. Dedi Jaya
  • PO. Dewi Sri
  • PO. Agra Mas
  • PO. Gunung Harta

Dan untuk bus Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) di Terminal Cileungsi ada beberapa PO Bus, diantaranya:

Sarana transportasi lain di wilayah Kabupaten Bogor adalah Angkutan Kota (Angkot), Angkutan Pedesaan (Angkudes), Ojek Motor, Becak Kayuh dan Delman.

Trayek Angkutan Kota:Sunting

  • 06: Parung-Merdeka PP
  • 06A: Merdeka-Bantar Kambing- Ciampea PP
  • 07: Pasar Anyar-Bojong Gede PP
  • 08: Citeureup-Pasar Anyar PP
  • 11: Leuwiliang-Ciampea PP
  • 12: Ciampea-Bojong Gede PP
  • 17: Laladon-Kampus Dalam PP
  • 18: Laladon-Neglasari PP
  • 19: Laladon-Cibeureum Petir PP
  • 23: Ciampea-Putat Nutug PP
  • 25: Parung-Rumpin PP
  • 26: Simpang Parung-Pasar Prumpung-Simpang Ciseeng PP
  • 27: Simpang Parung-BSD PP
  • 28: Parung-Kuripan PP
  • 29: Parung-Ciputat PP
  • 31: Bojong Gede-Jembatan Hitam, Ciluar PP
  • 32: Cibinong-Taman Pagelaran PP
  • 34: Bambu Kuning-Cibinong City Mall PP
  • 35: Cibinong-Bambu Kuning PP
  • 38: Citeureup-Simpang Nagrak PP
  • 40: Cileungsi-Serang PP
  • 40A: Cileungsi-Griya Alam Sentosa PP
  • 41: Gandaria-Cibinong PP
  • 42: Cileungsi-Situsari PP
  • 43: Citeureup-Sukamakmur PP
  • 44: Citeureup-Babakan Madang PP
  • 45: Cileungsi-Perumahan Graha Prima PP
  • 49: Cileungsi-Bojong Kulur PP
  • 50: Laladon-Tenjolaya Tumaritis PP
  • 53: Laladon-Segog PP
  • 54: Leuwiliang-Parabakti PP
  • 55: Leuwiliang-Segog PP
  • 56: Leuwiliang-Nanggung PP
  • 57: Leuwiliang-Puraseda PP
  • 59: Leuwiliang-Gunung Bunder PP
  • 60: Cileungsi-Pasir Tanjung PP
  • 64: Cibinong-Jonggol PP
  • 66: Citeureup RS Anissa-Perum Gunung Putri PP
  • D68: Leuwinanggung-Cibinong PP
  • 71: Cibinong-Kampung Bulak PP
  • 72: Cibinong-Kampung Sawah PP
  • 73: Citeureup-Lulut PP
  • 74: Citeureup-Nambo PP
  • 83: Stasiun Parung Panjang-Perumahan Griya Parung Panjang PP
  • 90: Leuwiliang-Hamaro PP
  • 90A: Leuwiliang-Cisaranten PP
  • 92: Cileungsi-Bantar Gebang PP
  • 106: Parung-Bandar Udara Pondok Cabe-Lebak Bulus PP
  • 111: Stasiun Citayam-Parung PP
  • 117: Pasar Parung-Komplek Inkopad-Bojong Gede PP
  • 121: Cileungsi-Kampung Rambutan PP
  • 121A: Ciangsana-Bojong Kulur-Kampung Rambutan PP
  • D03: Depok-Sawangan-Parung PP
  • D05: Depok-Citayam-Bojong Gede PP
  • K56: Cileungsi-Universitas Kristen Indonesia (UKI) PP
  • P01: Cileungsi-Cisalak PP
  • T02: Cileungsi-Ciawi PP
  • T02A: Ciawi-Citeureup PP
  • T05: Cileungsi-Laladon PP

Trayek Angkutan Pedesaan:Sunting

  • 01: Baranangsiang-Ciawi PP
  • 02: Sukasari-Cicurug PP
  • 02A: Sukasari-Cisarua PP
  • 02B: Sukasari-Cibedug PP
  • 02C: Pasir Muncang-Ciawi PP
  • 03: Bogor Trade Mall-Ciapus PP
  • 04: Bogor Trade Mall-Cihideung PP
  • 05: Cipanas gajrug-jasinga-
  Leuwiliang-bubulak/Laladon PP

Stasiun Kereta Api AktifSunting

Stasiun Kereta Api Non AktifSunting

PariwisataSunting

Objek Wisata:Sunting

ReferensiSunting

Pranala LuarSunting