Buka menu utama

Stasiun Jakarta Kota

stasiun kereta api di Jakarta Barat
(Dialihkan dari Jakarta Kota)

Stasiun Jakarta Kota (JAKK) adalah stasiun kereta api kelas besar tipe A yang terletak di Kelurahan Pinangsia, kawasan Kota Tua, Jakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +4 meter ini merupakan stasiun terbesar yang berada dalam pengelolaan PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi I Jakarta dan merupakan satu dari sedikit stasiun di Indonesia yang bertipe terminus (perjalanan awal/akhir), yang tidak memiliki jalur lanjutan lagi.

Stasiun Jakarta Kota
Logo PT KAI (Persero) (New version 2016).svg
PapanNamaStasiun JAKK.png
  • Singkatan: JAKK
  • Nomor: 0420
Stasiun Jakarta Kota Pintu Utara.jpg
Stasiun Jakarta Kota
Lokasi
ProvinsiDKI Jakarta
KotaJakarta Barat
KecamatanTaman Sari
KelurahanPinangsia
AlamatJalan Stasiun Kota No. 1
Kode pos11110
Koordinat6°08′15″S 106°48′53″E / 6.1375786°S 106.8146342°E / -6.1375786; 106.8146342Koordinat: 6°08′15″S 106°48′53″E / 6.1375786°S 106.8146342°E / -6.1375786; 106.8146342
Sejarah
Dibuka8 Oktober 1929
Nama sebelumnyaStasiun Batavia-benedenstad, Djakarta
Tahun pergantian nama1941
Informasi lain
OperatorDaerah Operasi I Jakarta
Kelas stasiun[1]Besar tipe A
Ketinggian+4 m
Letak[2]km 0+000 lintas Jakarta Kota–:
LayananJayakarta, Menoreh, Kutojaya Utara, dan KRL Commuter Line
Pemesanan tiketSistem tiket online, melayani pemesanan langsung di loket serta kartu single trip/multi trip Commuter Line. Tersedia fasilitas ala bandara berupa check-in mandiri untuk pencetakan boarding pass, khusus KA jarak jauh/menengah.
Operasi
Stasiun sebelumnya   Logo kcj baru.png   Stasiun berikutnya
menuju Bogor
Bogor–Jakarta KotaTerminus
menuju Depok
Depok–Jakarta Kota
menuju Bekasi
Bekasi–Jakarta Kota
Lewat Manggarai
menuju Bekasi
Bekasi–Jakarta Kota
menuju Cikarang
Cikarang–Jakarta Kota
Pasar Senen
menuju Cikarang
Cikarang–Jakarta Kota
Manggarai
Tanjung Priuk–Jakarta Kota
  Layanan penghubung  
Stasiun sebelumnya   Transjakarta   Stasiun berikutnya
Terminus Koridor 1
Bersambung di: Kota
Koridor 12
Arah Tanjung Priok
Bersambung di: Kota
Koridor 12
Arah Penjaringan
Bersambung di: Kota
Konstruksi dan fasilitas
Jumlah jalur11:
  • jalur 4: sepur lurus dari arah Jatinegara-Pasar Senen-Kampung Bandan bawah
  • jalur 5: sepur lurus ke arah Kampung Bandan bawah-Pasar Senen-Jatinegara
  • jalur 8: sepur lurus dari arah Tanjung Priuk via Kampung Bandan atas
  • jalur 9: sepur lurus ke arah Tanjung Priuk via Kampung Bandan atas
  • jalur 10: sepur lurus dari dan ke dipo kereta
  • jalur 11: sepur lurus dari arah Manggarai-Gambir
  • jalur 12: sepur lurus ke arah Gambir-Manggarai
Jumlah peronEnam peron teluk dengan dua peron sisi dan lima peron pulau
Gaya arsitekturArt Deco
ArsitekFrans Johan Louwrens Ghijsels
Fasilitas yang tersedia di stasiun ini:
LiveryPapanStasiun 2017.svg
Fasilitas parkir: Ya
Toilet: Ya
Area komersial: Ya
Galeri ATM: Ya
Tempat ibadah: Ya


Lokasi pada peta
Stasiun Jakarta Kota berlokasi di Jakarta
Stasiun Jakarta Kota
Stasiun Jakarta Kota (Jakarta)

Stasiun ini dikenal pula dengan sebutan Stasiun Beos atau Stasiun Kota, walaupun nama asli stasiun ini adalah Stasiun Batavia-benedenstad dan sejak zaman pendudukan Jepang, mulai menggunakan nama Djakarta (Stasiun Jakarta aslinya merujuk pada stasiun ini). Nama "Stasiun Kota" juga dapat merujuk kepada Stasiun Surabaya Kota.

Keberadaan Stasiun Jakarta Kota pada saat ini diperdebatkan karena hendak direnovasi dengan penambahan ruang komersial. Padahal stasiun ini sudah ditetapkan sebagai cagar budaya. Selain bangunannya kuno, stasiun ini merupakan stasiun tujuan terakhir perjalanan. Seperti halnya Stasiun Surabaya Kota atau Stasiun Semut di Surabaya yang merupakan cagar budaya, namun juga terjadi renovasi yang dinilai kontroversial.

Daftar isi

SejarahSunting

Pada masa lalu, karena terkenalnya stasiun ini, nama itu dijadikan sebuah acara oleh stasiun televisi swasta. Namun, mungkin hanya sedikit warga Jakarta yang tahu apa arti Beos yang ternyata memiliki banyak versi.

Pertama, nama Beos mengacu pada nama stasiun Batavia BOS Bataviasche Oosterspoorweg Maatschapij (Maskapai Angkutan Kereta Api Batavia Timur), yang berada pada lokasi yang sama sebelum dibongkar.[3] Perusahaan ini adalah sebuah perusahaan kereta api swasta yang menghubungkan Batavia dengan Kedunggedeh. Versi lain, Beos berasal dari kata Batavia En Omstreken, yang artinya Batavia dan Sekitarnya, yang berasal dari fungsi stasiun sebagai pusat transportasi kereta api yang menghubungkan Kota Batavia dengan kota lain seperti Bekassie (Bekasi), Buitenzorg (Bogor), Parijs van Java (Bandung), Karavam (Karawang), dan lain-lain.[4]

Sebenarnya, masih ada nama lain untuk Stasiun Jakarta Kota ini, yakni Batavia Zuid yang berarti Stasiun Batavia Selatan.[3] Nama ini muncul karena pada akhir abad ke-19, Batavia sudah memiliki lebih dari dua stasiun kereta api. Satunya adalah Stasiun Batavia Noord (Batavia Utara) yang terletak di sebelah selatan Museum Sejarah Jakarta sekarang. Batavia Noord pada awalnya merupakan milik perusahaan kereta api Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij, dan merupakan terminus untuk jalur Batavia-Buitenzorg. Pada tahun 1913 jalur Batavia-Buitenzorg ini dijual kepada pemerintah Hindia Belanda dan dikelola oleh Staatsspoorwegen. Pada waktu itu kawasan Jatinegara dan Tanjung Priok belum termasuk gemeente Batavia.[4]

Batavia Zuid, awalnya dibangun sekitar tahun 1887, kemudian ditutup pada tahun 1926 untuk direnovasi menjadi bangunan yang kini ada. Selama stasiun ini dibangun, kereta-kereta api menggunakan stasiun Batavia Noord. Sekitar 200 m dari stasiun yang ditutup ini dibangunlah Stasiun Jakarta Kota yang sekarang. Pembangunannya selesai pada 19 Agustus 1929 dan secara resmi digunakan pada 8 Oktober 1929. Acara peresmiannya dilakukan secara besar-besaran dengan penanaman kepala kerbau oleh Gubernur Jendral jhr. A.C.D. de Graeff yang berkuasa pada Hindia Belanda pada 1926-1931.[5]

Di balik kemegahan stasiun ini, tersebutlah nama seorang arsitek Belanda kelahiran Tulungagung, 8 September 1882, yaitu Frans Johan Louwrens Ghijsels.[4] Bersama teman-temannya seperti Hein von Essen dan F. Stolts, lelaki yang menamatkan pendidikan arsitekturnya di Delft itu mendirikan biro arsitektur Algemeen Ingenieur Architectenbureau (AIA). Karya biro ini bisa dilihat dari gedung Departemen Perhubungan Laut di Medan Merdeka Timur dan Rumah Sakit PELNI di Petamburan yang keduanya di Jakarta serta Rumah Sakit Panti Rapih di Yogyakarta.

Stasiun ini, pada zaman kolonial ada dua, yaitu Batavia NIS (Batavia Noord) dan Batavia BOS (Batavia Zuid)[3]. Setelah kedua stasiun tersebut dibeli oleh pemerintah kolonial, perusahaan kereta api negara Staatsspoor en Tramwegen, berencana untuk membangun stasiun besar baru di atas lahan Stasiun Batavia BOS yang mulai ditutup sejak tahun 1923. Sebagai gantinya, maka stasiun Batavia Noord eks-NIS yang berjarak 200 meter ke arah Utara sebagai stasiun utama untuk melayani penumpang. Tahun 1926, stasiun eks-BOS mulai dibongkar. Pembangunan ini adalah proyek dari pembangunan gedung stasiun milik negara, maka Burgerlijke Openbare Werken, (Departemen Pekerjaan Umum Hindia Belanda), terlibat dalam pembangunannya.

Stasiun Beos merupakan karya besar Ghijsels yang dikenal dengan ungkapan Het Indische Bouwen yakni perpaduan antara struktur dan teknik modern barat dipadu dengan bentuk-bentuk tradisional setempat. Dengan balutan art deco yang kental, rancangan Ghijsels ini terkesan sederhana meski bercita rasa tinggi. Sesuai dengan filosofi Yunani Kuno, kesederhanaan adalah jalan terpendek menuju kecantikan.[4]

Masa kiniSunting

Stasiun Jakarta Kota akhirnya ditetapkan sebagai cagar budaya melalui surat keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 475 tahun 1993. Walau masih berfungsi, di sana-sini terlihat sudut-sudut yang kurang terawat. Keberadaannya pun mulai terusik dengan adanya kabar pembangunan mal di atas bangunan stasiun. Demikian pula kebersihannya yang kurang terawat, sampah berserakan di rel-rel kereta. Selain itu, banyak orang yang tinggal di samping kiri kanan rel di dekat stasiun mengurangi nilai estetika stasiun ini. Kini Pihak KAI melalui Unit Pelestarian Benda dan Bangunan Bersejarah telah mulai menata stasiun bersejarah ini.

Bangunan dan tata letakSunting

Stasiun ini awalnya memiliki dua belas jalur kereta api dengan jalur 4 dan 5 sebagai sepur lurus jalur ganda dari dan ke arah Kampung Bandan Bawah-Pasar Senen-Jatinegara, jalur 8 dan 9 sebagai sepur lurus jalur ganda dari dan ke arah Kampung Bandan atas-Tanjung Priuk, serta jalur 11 dan 12 sebagai sepur lurus jalur ganda layang dari dan ke arah Gambir-Manggarai. Namun, saat ini jalur 1 sudah ditutup karena peron di sekitarnya sedang direnovasi untuk nantinya akan digunakan sebagai ruang tunggu penumpang beberapa kereta api jarak jauh dan menengah yang pelayanan rutenya berterminus di stasiun ini. Di sebelah timur laut stasiun ini terdapat dipo kereta yang terhubung langsung dengan jalur 10.

Salah satu hal yang unik dari stasiun ini adalah bangunan peronnya yang mirip dengan bangunan peron pulau di Stasiun Jember, yaitu berupa kanopi memanjang dengan atap berbentuk huruf V yang disangga struktur kantilever kolom tunggal dari baja.

Stasiun Jakarta Kota juga berfungsi sebagai tempat istirahat sementara bagi beberapa kereta api jarak jauh sebelum dipersiapkan pemberangkatannya di Gambir dan Pasar Senen.

Stasiun ini terakhir direnovasi pada tahun 2019, salah satunya berupa penambahan ruang tunggu baru untuk kereta api jarak jauh.[6]

Layanan kereta apiSunting

Sejak sekitar tahun 2013-2014 semua kereta api penumpang jarak jauh dan menengah yang dahulu memiliki terminus ke Stasiun Jakarta Kota dialihkan ke Stasiun Pasar Senen, antara lain KA Gumarang, KA Gaya Baru Malam Selatan, KA Tegal Arum (sekarang tidak beroperasi lagi), dan KA Serayu. Pemindahan juga dilakukan ke Gambir untuk KA Argo Parahyangan dan KA Gajayana. Sejak tanggal 9 Februari 2017 semua perjalanan KA lokal Daop I bagian timur (KA Cilamaya Ekspres/Lokal PWK, KA Walahar Ekspres/Lokal PWK, dan KA Jatiluhur/Lokal CKP) dipindahkan ke Stasiun Tanjung Priuk.[7]

Sejak tanggal 29 Mei 2019, tiga perjalanan kereta api jarak jauh dan menengah yang semula berakhir di Stasiun Pasar Senen, kini sudah dipindah ke Stasiun Jakarta Kota.[8]

Kelas ekonomi AC premiumSunting

Kelas ekonomi AC plusSunting

Menoreh, dari dan tujuan Semarang

KRL Commuter LineSunting

Jadwal kereta apiSunting

Berikut ini adalah jadwal kereta api yang berhenti di Stasiun Jakarta Kota per 29 Mei 2019 (revisi Gapeka 2017). Harap diingat, jadwal kereta api ini hanya membahas perjalanan kereta api non-KRL.[9]

No. KA KA Tujuan Kelas Tiba Berangkat
191A Kutojaya Utara Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC Premium 01.26 -
192A Kutoarjo (KTA) - 04.50
7063B Jayakarta Premium Jakarta Kota (JAKK) 06.01 -
7064B Surabaya Gubeng (SGU) - 12.50
149 Menoreh Jakarta Kota (JAKK) Ekonomi AC Plus 15.02 -
150 Semarang Tawang (SMT) - 19.55

InsidenSunting

Pada tanggal 26 Desember 2014 pukul 06.30, lokomotif CC201 79R (89 07) menabrak peron di Stasiun Jakarta Kota, pada saat melangsir rangkaian kereta api Argo Parahyangan. Lokomotif tersebut melampaui batas aman berhenti, sehingga meloncat keluar rel kemudian menggerus lantai peron. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.[10]

Antarmoda pendukungSunting

Stasiun kereta api di DKI Jakarta
   
Tanjung Priuk        
       
Ancol  
Jakarta Gudang
           
          Jakarta Kota
           
Kampung Bandan        
         
    Jayakarta
     
Rajawali        
    Mangga Besar
     
    Sawah Besar
     
Kemayoran      
        Juanda
     
  Angke
     
     ARS  Duri
     
Gambir    
    Gondangdia
       
    Tanah Abang
       
Cikini    
  Karet
         
Pasar Senen          
         M1    (LRT Jabodebek) Sudirman
         
Gang Sentiong      
Mampang
         
Kramat        
        Manggarai
       
Pondok Jati      
    Grogol
           
      Pesing
       
Palmerah  
    Taman Kota
       
Kebayoran      
  Bojong Indah
       
ke Serpong/Merak
    Rawa Buaya
     
Jatinegara            
  Kalideres
     
Cipinang
ke Tangerang
     
Klender    
Dipo Bukit Duri
     
Buaran    
    Tebet
   
Klender Baru  
        (LRT Jabodebek) Cawang
   
Cakung  
    Duren Kalibata
   
ke Bekasi/Cikampek
 
Pasar Minggu Baru    
 
Pasar Minggu    
 
Tanjung Barat    
 
Lenteng Agung    
 
Univ. Pancasila    
 
ke Depok/Bogor
Jenis angkutan umum Trayek/koridor Tujuan
Mikrolet[11] M08 Stasiun Tanah AbangStasiun Jakarta Kota
M12 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Senen
M15 Terminal Tanjung Priok–Stasiun Jakarta Kota via Tongkol
M15A Terminal Tanjung Priok–Stasiun Jakarta Kota via Mangga Dua
M25 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Grogol
M39 Pademangan–Stasiun Jakarta Kota
M53 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Pulo Gadung
Koperasi Wahana Kalpika (KWK)[12] B02 Stasiun Jakarta Kota–Warung Gantung
B06 Stasiun Jakarta Kota–Kamal
U10 Sunter Permai–Terminal Muara Angke
Kopaja[13] 86 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Lebak Bulus
MetroMini[13] 84 Stasiun Jakarta Kota–Terminal Kalideres
Kopami[14] P02 Terminal Senen–Terminal Muara Angke
Transjakarta   Blok M–Kota (di halte Kota)
  (Koridor 5K) Kampung Melayu-Kota (di halte Kota)
  Pinang Ranti-Kota (di halte Kota)
  Tanjung Priok–Penjaringan (di halte Kota)
1A (MiniTrans) Fresh Market PIK–Balai Kota
12A (MiniTrans) Kota–Pelabuhan Kaliadem
12B (MiniTrans) Pluit–Senen via Pasar Ikan–Muara Karang
12E (MetroTrans) History of Jakarta Explorer
12K (MetroTrans) Asemka Explorer
DA4 (MetroTrans) Stasiun MRT Dukuh Atas-Stasiun Jakarta Kota
JAK 10 (Jak Lingko) Stasiun Jakarta Kota-Stasiun Tanah Abang (integrasi ke     )
JAK 33 (Jak Lingko) Stasiun Jakarta Kota–Terminal Pulo Gadung (integrasi ke      )

GaleriSunting

Lihat pulaSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  2. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  3. ^ a b c Murti Hariyadi, Ibnu; Basir; Pratiwi, Mungki Indriati; Ubaidi, Ella; Sukmono, Edi (2016). Arsitektur Bangunan Stasiun Kereta Api di Indonesia. Jakarta: PT Kereta Api Indonesia (Persero). hlm. 1 – 14. ISBN 978-602-18839-3-8. 
  4. ^ a b c d Majalah KA Edisi Agustus 2014
  5. ^ Stasiun Batavia Selatan Genap 80 Tahun Kompas.com 23 Oktober 2009, diakses 2 November 2011.
  6. ^ antaranews.com (2019-05-29). "Stasiun Jakarta Kota mulai layani pemberangkatan KA jarak jauh". Antara News. Diakses tanggal 2019-05-29. 
  7. ^ "KAI Daop 1 Jakarta Ubah Dua Relasi KA Lokal". BeritaSatu.com. Februari 2017. 
  8. ^ keretamania (2019-05-27). "Stasiun Jakarta Kota Melayani KA Jarak Jauh". Kereta Api Kita (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-05-29. 
  9. ^ "Mulai 29 Mei 2019, Stasiun Jakarta Kota Melayani Pemberangkatan KA Jarak Jauh". kai.id. Diakses tanggal 2019-05-29. 
  10. ^ Liputan 6.com: Lokomotif Kereta Tabrak Peron Hancurkan Ruang Tunggu Stasiun Kota
  11. ^ "Mikrolet – TransportUmum – Jakarta". www.transportumum.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-07. 
  12. ^ "KWK (Koperasi Wahana Kalpika) – TransportUmum – Jakarta". www.transportumum.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-07. 
  13. ^ a b "Rute Metro Mini dan Kopaja di Jakarta". e-transportasi. Diakses tanggal 2018-10-07. 
  14. ^ "Bus Kopami Jaya P 02 Pasar Senen – Muara Karang – TransportUmum – Jakarta". www.transportumum.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-10-07. 
Stasiun sebelumnya     Lintas Kereta Api Indonesia     Stasiun berikutnya
Terminus Lintas Jakarta
Jakarta Kota–Tanjung Priuk
Lintas Jakarta
Jakarta Kota–Manggarai
menuju Manggarai