Kota Depok

Kota di Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Koordinat: 6°22′21″S 106°49′39″E / 6.37250°S 106.82750°E / -6.37250; 106.82750

Kota Depok adalah sebuah kota di Provinsi Jawa Barat. Kota ini terletak tepat di selatan Jakarta, yakni antara Jakarta dan Bogor. Dahulu Depok adalah kecamatan dalam wilayah Kabupaten Bogor, yang kemudian mendapat status kota pada tanggal 27 April 1999.[5]

Kota Depok
Kota di Jawa Barat, Indonesia
Lambang resmi Kota Depok
Lambang
Julukan: 
Kota Petir
Kota Belimbing
Motto: 
Paricara Dharma
Map of West Java highlighting Depok City.svg
Kota Depok is located in Indonesia
Kota Depok
Kota Depok
Koordinat: 6°23′24″S 106°49′48″E / 6.39000°S 106.83000°E / -6.39000; 106.83000
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
Tanggal peresmian27 April 1999; 22 tahun lalu (1999-04-27)
Dasar hukumUndang-Undang No.15 tahun 1999[1]
Pemerintahan
 • Wali KotaMohammad Idris
 • Wakil Wali KotaImam Budi Hartono
 • Ketua DPRDTengku Muhammad Yusufsyah Putra
Luas
 • Total200,29 km2 (7,733 sq mi)
 • Darat198,6 km2 (76,7 sq mi)
 • Air1,69 km2 (0,65 sq mi)
Peringkat luas wilayah40
Populasi
 (2021)
 • Total2.462.215 jiwa
 • Peringkat10
Demografi
 • AgamaIslam 92,99%
Kristen 6,44%
- Protestan 4,87%
- Katolik 1,57%
Buddha 0,28%
Hindu 0,17%
Konghucu 0,06%
 • BahasaIndonesia, Jawa, Betawi, Sunda, Madura, Melayu Riau, Batak Toba, Minangkabau, Aceh
Zona waktuWIB (UTC+07:00)
Kode area021 dan 0251
Plat kendaraanB
Kode Kemendagri32.76 Edit the value on Wikidata
Kode SNIDPK
Jumlah kecamatan11
Jumlah kelurahan63
DAURp. 776.213.844.000.-(2021)
APBDRp. 3,5 Triliun (2021)[2]
IPMIncrease 80,97 Sangat Tinggi (2021)[3]
Bandar udaraBandara Pondok Cabe
Flora resmiJambu Bol
Fauna resmiBurung Gagak[4]
Situs webwww.depok.go.id

GeografiSunting

Secara geografis Kota Depok terletak pada koordinat 6o 19’ 00” - 6o 28’ 00” Lintang Selatan dan 106o 43’ 00” - 106o  55’ 30” Bujur Timur. Dengan luas wilayah sekitar 200,29 km², Depok merupakan daerah dataran rendah dengan ketinggian 50-140 mdpl dan kemiringan lerengnya kurang dari 15%.

Depok dilalui sungai-sungai besar yaitu Sungai Ciliwung dan Sungai Cisadane. Selain itu, ada juga 13 sub satuan wilayah aliran sungai dan 22 situ atau danau. Hal ini menjadikan Depok sebagai daerah yang rawan banjir.

Batas WilayahSunting

Utara Jakarta Selatan dan Jakarta Timur
Timur Kabupaten Bogor dan Kota Bekasi
Selatan Kabupaten Bogor
Barat Kabupaten Bogor dan Kota Tangerang Selatan

SejarahSunting

Kecamatan DepokSunting

Berawal pada akhir abad ke-17, seorang saudagar Belanda bernama Cornelis Chastelein membeli tanah di Depok seluas 12,44 km². Dengan harga Rp. 2,4 juta dan status tanah itu adalah tanah partikelir atau terlepas dari kekuasaan Hindia Belanda.

  • Kecamatan Depok, terdiri dari 11 desa yaitu Desa Depok, Desa Depok Jaya, Desa Pancoran Mas, Desa Mampang, Desa Rangkapan Jaya, Desa Rangkapan Jaya Baru, Desa Beji, Desa Kemiri Muka, Desa Pondok Cina, Desa Tanah Baru, Desa Kukusan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1981 Kecamatan Depok dimekarkan, tujuannya untuk meningkatkan status kecamatan menjadi kota administratif.[6] Hasil pemekaran tersebut antara lain:

  1. Kecamatan Beji, terdiri dari 5 desa, yaitu: Desa Beji, Desa Kemiri Muka, Desa Pondok Cina, Desa Tanah Baru, Desa Kukusan.
  2. Kecamatan Pancoran Mas, terdiri dari 6 desa, yaitu Desa Pancoran Mas, Desa Depok, Desa Depok Jaya, Desa Mampang, Desa Rangkapan Jaya, Desa Rangkapan Jaya Baru.

Kota Administratif DepokSunting

 
Galeri peresmian pembentukan Kota Administratif Depok oleh Mendagri Amir Machmud.

Pada tahun 1982, Pemerintah Pusat membentuk Kota Administratif Depok dengan memasukkan Kecamatan Sukmajaya yang sebelumnya wilayah Kabupaten Bogor. Saat itu, Depok menjadi Kota Administratif keempat di Jawa Barat setelah Cimahi, Tasikmalaya dan Tangerang.

Peresmian pembentukan Kota Administratif Depok dilakukan oleh Menteri Dalam Negeri Amir Machmud sekaligus pelantikan Wali Kota Administratif pertama, yaitu Mochammad Rukasah Suradimadja oleh Gubernur Jawa Barat Aang Kunaefi. Di awal tahun 1999, Kota Administratif Depok dimekarkan dan seluruh desa berganti status menjadi kelurahan.

  1. Kecamatan Beji terdiri dari 6 kelurahan, yaitu: Kelurahan Beji, Kelurahan Beji Timur, Kelurahan Pondok Cina, Kelurahan Kemiri Muka, Kelurahan Kukusan, Kelurahan Tanah Baru.
  2. Kecamatan Pancoran Mas, terdiri dari 6 kelurahan, yaitu: Kelurahan Pancoran Mas, Kelurahan Depok, Kelurahan Depok Jaya, Kelurahan Mampang, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru.
  3. Kecamatan Sukmajaya, terdiri dari 11 kelurahan, yaitu: Kelurahan Sukmajaya, Kelurahan Tirtajaya, Kelurahan Mekarjaya, Kelurahan Abadijaya, Kelurahan Baktijaya, Kelurahan Cisalak, Kelurahan Cilodong, Kelurahan Sukamaju, Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Kalimulya, Kelurahan Jatimulya.

Kota DepokSunting

Dengan semakin pesatnya perkembangan dan tuntutan aspirasi masyarakat, maka pada tanggal 27 April 1999 terbentuklah Kota Depok yang terdiri dari 3 kecamatan dan ditambah dengan sebagian wilayah Kabupaten Bogor, yaitu:

  1. Kecamatan Cimanggis
  2. Kecamatan Limo
  3. Kecamatan Sawangan
  4. Dan ditambah 5 desa dari Kecamatan Bojonggede.

Setelah beberapa wilayah di Kabupaten Bogor itu memilih gabung ke Kota Depok sesuai Undang-Undang Nomor 15 tahun 1999, wilayah Kota Depok terdiri dari 6 kecamatan diantaranya:

  1. Kecamatan Beji terdiri dari 6 kelurahan, yaitu: Kelurahan Beji, Kelurahan Beji Timur, Kelurahan Pondok Cina, Kelurahan Kemiri Muka, Kelurahan Kukusan, Kelurahan Tanah Baru.
  2. Kecamatan Cimanggis, yang terdiri dari 13 kelurahan, yaitu: Kelurahan Cisalak Pasar, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kelurahan Tugu, Kelurahan Mekarsari, Kelurahan Curug, Kelurahan Harjamukti, Kelurahan Tapos, Kelurahan Cilangkap, Kelurahan Sukatani, Kelurahan Sukamaju Baru, Kelurahan Jatijajar, Kelurahan Cimpaeun, Kelurahan Leuwinanggung.
  3. Kecamatan Limo yang terdiri dari 8 kelurahan, yaitu: Kelurahan Limo, Kelurahan Meruyung, Kelurahan Krukut, Kelurahan Grogol, Kelurahan Cinere, Kelurahan Gandul, Kelurahan Pangkalan Jati, Kelurahan Pangkalan Jati Baru.
  4. Kecamatan Pancoran Mas, terdiri dari 11 kelurahan, yaitu: Kelurahan Pancoran Mas, Kelurahan Depok, Kelurahan Depok Jaya, Kelurahan Mampang, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kelurahan Cipayung, Kelurahan Cipayung Jaya, Kelurahan Ratu Jaya, Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kelurahan Pondok Jaya.
  5. Kecamatan Sawangan, yang terdiri dari 14 kelurahan, yaitu: Kelurahan Sawangan Lama, Kelurahan Sawangan Baru, Kelurahan Cinangka, Kelurahan Kedaung, Kelurahan Pengasinan, Kelurahan Bedahan, Kelurahan Pasir Putih, Kelurahan Bojongsari Lama, Kelurahan Bojongsari Baru, Kelurahan Serua, Kelurahan Pondok Petir, Kelurahan Curug, Kelurahan Duren Seribu, Kelurahan Duren Mekar.
  6. Kecamatan Sukmajaya, terdiri dari 11 kelurahan, yaitu: Kelurahan Sukmajaya, Kelurahan Tirtajaya, Kelurahan Mekarjaya, Kelurahan Abadijaya, Kelurahan Baktijaya, Kelurahan Cisalak, Kelurahan Cilodong, Kelurahan Sukamaju, Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Kalimulya, Kelurahan Jatimulya.

Pemekaran KecamatanSunting

Pada tahun 2007, kecamatan yang ada di Depok dimekarkan. Adapun selengkapnya nama kecamatan dan kelurahan hasil pemekaran yang disahkan oleh DPRD Kota Depok, sebagai berikut:

  1. Kecamatan Beji meliputi wilayah kerja: Kelurahan Beji, Kelurahan Beji Timur, Kelurahan Kemiri Muka, Kelurahan Pondok Cina, Kelurahan Kukusan dan Kelurahan Tanah Baru.
  2. Kecamatan Bojongsari meliputi wilayah kerja: Kelurahan Bojongsari Lama, Kelurahan Bojongsari Baru, Kelurahan Serua, Kelurahan Pondok Petir, Kelurahan Curug, Kelurahan Duren Mekar dan Kelurahan Duren Seribu.
  3. Kecamatan Cilodong meliputi wilayah kerja: Kelurahan Cilodong, Kelurahan Sukamaju, Kelurahan Kalibaru, Kelurahan Kalimulya dan Kelurahan Jatimulya.
  4. Kecamatan Cimanggis meliputi wilayah kerja: Kelurahan Cisalak Pasar, Kelurahan Mekarsari, Kelurahan Tugu, Kelurahan Pasir Gunung Selatan, Kelurahan Harjamukti dan Kelurahan Curug.
  5. Kecamatan Cinere meliputi wilayah kerja: Kelurahan Cinere, Kelurahan Gandul, Kelurahan Pangkalan Jati dan Kelurahan Pangkalan Jati Baru.
  6. Kecamatan Cipayung meliputi wilayah kerja: Kelurahan Cipayung, Kelurahan Cipayung Jaya, Kelurahan Ratu Jaya, Kelurahan Bojong Pondok Terong dan Kelurahan Pondok Jaya.
  7. Kecamatan Limo meliputi wilayah kerja: Kelurahan Limo, Kelurahan Meruyung, Kelurahan Grogol dan Kelurahan Krukut.
  8. Kecamatan Pancoran Mas meliputi wilayah kerja: Kelurahan Pancoran Mas, Kelurahan Depok, Kelurahan Depok Jaya, Kelurahan Mampang, Kelurahan Rangkapan Jaya dan Kelurahan Rangkapan Jaya Baru.
  9. Kecamatan Sawangan meliputi wilayah kerja: Kelurahan Sawangan Lama, Kelurahan Sawangan Baru, Kelurahan Kedaung, Kelurahan Cinangka, Kelurahan Bedahan, Kelurahan Pengasinan dan Kelurahan Pasir Putih.
  10. Kecamatan Sukmajaya meliputi wilayah kerja: Kelurahan Sukmajaya, Kelurahan Mekarjaya, Kelurahan Baktijaya, Kelurahan Abadijaya, Kelurahan Tirtajaya dan Kelurahan Cisalak.
  11. Kecamatan Tapos meliputi wilayah kerja: Kelurahan Tapos, Kelurahan Leuwinanggung, Kelurahan Sukatani, Kelurahan Sukamaju Baru, Kelurahan Jatijajar, Kelurahan Cilangkap dan Kelurahan Cimpaeun.

Baru-baru ini, 2 kecamatan di Kabupaten Bogor rencananya akan bergabung ke Kota Depok. Hanya tinggal menunggu keputusan dari pemerintah pusat.[7] Kecamatan tersebut antara lain:

  1. Kecamatan Bojonggede meliputi wilayah kerja: Kelurahan Bojonggede, Kelurahan Pabuaran, Kelurahan Bojong Baru, Kelurahan Cimanggis, Kelurahan Kedung Waringin, Kelurahan Ragajaya, Kelurahan Rawa Panjang, Kelurahan Susukan dan Kelurahan Waringin Jaya.
  2. Kecamatan Tajurhalang meliputi wilayah kerja: Kelurahan Tajurhalang, Kelurahan Citayam, Kelurahan Kalisuren, Kelurahan Nanggerang, Kelurahan Sasakpanjang, Kelurahan Sukmajaya dan Kelurahan Tonjong.

PemerintahanSunting

Daftar WalikotaSunting

Berikut merupakan daftar Wali Kota Depok.[8]

No. Potret Wali Kota Mulai menjabat Akhir menjabat Partai Wakil Wali Kota Periode Ref.
Wali Kota Administratif Depok
1   Mochammad Rukasah Suradimadja 18 Maret 1982 18 Maret 1984 Independen   tidak ada [ket. 1]
2 Mochammad Ibid Tamdjid 20 Maret 1984 20 Maret 1988
3   Abdul Wachyan 22 Maret 1988 22 Maret 1991
4 Mohammad Masduki 24 Maret 1991 24 Maret 1992
5 Sofyan Safari Hamim 25 Maret 1992 25 Maret 1996
6 Badrul Kamal 7 Oktober 1997 27 April 1999
Wali Kota Depok
1 Badrul Kamal[a] 15 Maret 2000 15 Maret 2005 Independen   Yus Ruswandi 1
(2000)
[ket. 2][9]
2   Nur Mahmudi Ismail 26 Januari 2006 26 Januari 2011 Partai Keadilan Sejahtera Yuyun Wirasaputra 2
(2005)
[ket. 3][10][11]
26 Januari 2011 26 Januari 2016 Mohammad Idris 3
(2010)
[ket. 4][13]
3   Mohammad Idris 17 Februari 2016 17 Februari 2021 Independen   Pradi Supriatna 4
(2015)
[14]
26 Februari 2021 Petahana   Imam Budi Hartono 5
(2020)
[15][16]

Pelaksana tugas Wali KotaSunting

Berikut daftar Pelaksana Tugas Wali Kota yang menggantikan Wali Kota petahana yang sedang cuti kampanye atau dalam masa transisi.

Potret Pelaksana tugas Wali Kota Mulai jabatan Akhir jabatan Masa Ket. Wali Kota Definitif
  Yuyun Wirasaputra
(Penjabat)
25 Maret 1996 7 Oktober 1997 N/A Transisi
Badrul Kamal
(Penjabat)
27 April 1999 15 Maret 2000 [ket. 5] Transisi
Warma Sutarman
(Pelaksana Tugas)
15 Maret 2005 28 Agustus 2005 [17] Transisi
28 Agustus 2005 8 September 2005 [ket. 6]
  Nu'man Abdul Hakim
(Pelaksana Harian)
8 September 2005 21 September 2005 [ket. 7] Transisi
Warma Sutarman
(Penjabat)
21 September 2005 26 Januari 2006 [ket. 8][21] Transisi
  Mohammad Idris
(Pelaksana Tugas)
19 Januari 2015 3 Februari 2015 3
(2010)
[22][23] Nur Mahmudi Ismail
  Arifin Harun Kertasaputra
(Penjabat)
26 Januari 2016 17 Februari 2016 [24] Transisi
  Dedi Supandi
(Penjabat Sementara)
26 September 2020 5 Desember 2020 4
(2015)
[ket. 9] Mohammad Idris
  Sri Utomo
(Pelaksana Harian)
17 Februari 2021 26 Februari 2021 [ket. 10] Transisi
Catatan
  1. ^ Diberi gelar Bapak Pembangunan Kota Depok selama menjabat Wali Kota.
Keterangan
  1. ^ Peresmian pembentukan Kota Administratif Depok di Kabupaten Bogor sekaligus melantik Moch. Rukasah sebagai Wali Kota Administratif.
  2. ^ Badrul terpilih sebagai Wali Kota bersama dengan Yus Ruswandi oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Depok dan memperoleh 33 suara dari 45 anggota DPRD Kota Depok
  3. ^ Dilantik berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 131.32-26/2006 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 132.32-27/2006 tanggal 17 Januari 2006.
  4. ^ Mahkamah Agung telah membatalkan Surat Keputusan Komisi Pemilihan Umum Daerah Kota Depok tertanggal 24 Agustus 2010 tentang Penetapan Pasangan Calon dan Nomor Urut Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok.[12]
  5. ^ Peresmian pembentukan Kota Depok sekaligus melantik Badrul Kamal sebagai Penjabat Wali Kotamadya.
  6. ^ Terjadi krisis kepemimpinan di Kota Depok akibat sengketa pemilihan umum Wali Kota Depok 2005 yang menyebabkan penundaan pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok terpilih. Masa jabatan Warma diperpanjang yang seharusnya selesai hingga 28 Agustus 2005.[18]
  7. ^ Wakil Gubernur Jawa Barat Nu'man Abdul Hakim merangkap sebagai Plh. Wali Kota Depok setelah ditunjuk oleh Menteri Dalam Negeri.[19]
  8. ^ Diperpanjang masa jabatannya berdasarkan Keputusan Menteri Dalam Negeri RI Nomor 131.32-877 tanggal 21 September 2005.[20]
  9. ^ Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok cuti selama 71 hari dalam kontestasi Pemilihan umum Wali Kota Depok 2020.[25] Kemudian, Gubernur Jawa Barat menunjuk Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk menjadi Pelaksana Tugas Wali Kota Depok.[26]
  10. ^ Sengketa dari hasil Pilkada masih bergulir, sehingga pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota terpilih diundur hingga 26 Februari 2021.[27]

Dewan PerwakilanSunting

Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Kota Depok berdasarkan asal partai politik dalam lima periode terakhir.

Partai Politik Jumlah Kursi pada Periode
1999–2004 2004–2009 2009–2014 2014–2019 2019–2024
  Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan 12 5 4   11 10
  Partai Persatuan Pembangunan 7 4 1   4 2
  Partai Amanat Nasional 7 5   7 6 4
  Partai Golongan Karya 6   8 7 5   5
  Partai Keadilan Sejahtera 3   12 11 6   12
  Partai Kebangkitan Bangsa 2   2 1   1   3
  Partai Demokrat (baru) 8  16 5 3
  Partai Gerakan Indonesia Raya (baru) 3   9   10
  Partai Hati Nurani Rakyat (baru) 2 0
  Partai NasDem (baru) 1 0
  Partai Solidaritas Indonesia (baru) 1
  Partai Bulan Bintang 1 0   0   0   0
  Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia 1 0   0   0   0
  Partai Damai Sejahtera (baru) 1   1
  Partai Persatuan 1
Fraksi TNI/Polri 5
Jumlah Anggota 45   45   50   50   50
Jumlah Partai 10 8   9   10 9

Daftar KecamatanSunting

Kota Depok terdiri dari 11 kecamatan dan 63 kelurahan. Pada tahun 2017, jumlah penduduknya mencapai 1.809.120 jiwa dengan luas wilayah 200,29 km² dan sebaran penduduk 9.032 jiwa/km².[28][29]

Daftar Kecamatan dan Kelurahan di Kota Depok, adalah sebagai berikut:

Kode
Kemendagri
Kecamatan Jumlah
Kelurahan
Daftar
Kelurahan
32.76.06 Beji 6
32.76.11 Bojongsari 7
32.76.08 Cilodong 5
32.76.02 Cimanggis 6
32.76.09 Cinere 4
32.76.07 Cipayung 5
32.76.04 Limo 4
32.76.01 Pancoran Mas 6
32.76.03 Sawangan 7
32.76.05 Sukmajaya 6
32.76.10 Tapos 7
TOTAL 63


PendidikanSunting

Kota Depok memiliki sekitar 1.793 sekolah, 362.366 siswa dan 41.577 guru.

Perguruan TinggiSunting

Transportasi UmumSunting

Pahlawan DepokSunting

Arif Rahman Hakim adalah mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia yang meninggal karena ditembak sewaktu berlangsungnya demonstrasi mahasiswa yang menuntut tritura atas pemerintahan orde lama dibawah Presiden Soekarno pada tanggal 24 Februari 1966.

Lahir di Baubau, Sulawesi Tenggara. Ia dikenal sebagai Bapak Brimob karena pengabdiannya kepada Kepolisian Republik Indonesia sebagai pelopor terbentuknya Korps Brigade Mobil yang dulu disebut dengan nama Polisi Istimewa.

Lahir di Bogor, Jawa Barat, meninggal dalam pertempuran ketika pasukannya menyerang tentara Inggris di Kali Bata, Depok pada tanggal 16 November 1945.

Nama Mochtar menurut cerita adalah nama seorang pejuang Depok. Namanya muncul bersamaan dengan Margonda dan Tole Iskandar ketika terjadi peristiwa perlawanan para pejuang kemerdekaan yang mempertahankan Depok dari tentara NICA Belanda yang menguasai Depok.

Lahir di Depok, Jawa Barat, meninggal dalam pertempuran dengan sekutu di Perkebunan Cikasintu, Kabupaten Sukabumi pada tahun 1947.

FasilitasSunting

PerumahanSunting

Menurut data Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok tahun 2021, jumlah perumahan di Depok hingga kini ada sekitar 520 perumahan.[30]

Tempat IbadahSunting

Depok memiliki 387 Masjid dan 83 Musholla, 33 Gereja Kristen, 5 Gereja Katolik, 2 Pura, 1 Vihara dan 1 Klenteng yang tersebar di 11 kecamatan.[31]

TamanSunting

Walikota Depok Mohammad Idris menyebutkan ada hampir 100 taman di Kota Depok atau lebih tepatnya sekitar 63 taman. Angka ini lebih banyak apabila dibandingkan dengan Kota Bandung yang terkenal memiliki berbagai macam taman dengan beragam konsep yang kreatif.[32]

StadionSunting

Pemerintah Kota Depok meresmikan 5 stadion diantaranya 4 stadion umum dan 1 stadion internasional. Stadion ini diresmikan dikarenakan minat pemuda terhadap sepak bola cukup tinggi terlebih di Kota Depok. Berikut beberapa stadion yang sudah diresmikan:

Wi-Fi Free ConnectionSunting

Saat ini Diskominfo Depok sudah memasang Wi-Fi gratis sebanyak 74 titik diseluruh kecamatan dan kelurahan. 11 titik dipasang tahun 2012, sedangkan 63 titik lagi dipasang pada tahun 2013.[33]

Ruas Jalan TolSunting

TerminalSunting

Jl. Gedoran Depok No.39, Depok, Kec. Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat 16431.

Jl. Raya Bogor No.12, Jatijajar, Kec. Tapos, Kota Depok, Jawa Barat 16451.

Jl. Sawangan Permai No.36, Sawangan Baru, Kec. Sawangan, Kota Depok, Jawa Barat 16511.

Jl. Raya Cipayung Jaya No.94, Bojong Pondok Terong, Kec. Cipayung, Kota Depok, Jawa Barat 16437

Jl. Raya Jatimulya No.22, Jatimulya, Kec. Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat 16413.

StasiunSunting

Kota Depok memiliki 5 stasiun KRL dan 1 stasiun LRT yang masih beroperasi, diantaranya:

Selain itu, Kota Depok juga memiliki 1 stasiun yang sudah berhenti beroperasi dikarenakan Tragedi Ratu Jaya, yaitu:

Menurut mitos yang beredar, stasiun ini terkenal dengan keangkerannya. Oleh karena itu, perjalanan dari Stasiun Depok ke Stasiun Citayam terasa jauh.[34]

EkonomiSunting

Perkembangan Kota Depok dari aspek geografis, demografis maupun sumber pendapatan begitu pesat. Ada beberapa indikator yang dapat dipergunakan sebagai acuan tentang pertumbuhan ekonomi di Kota Depok, diantaranya:

  1. Indeks daya beli masyarakat Depok semakin meningkat dan mengalami peningkatan dari 576,76 pada tahun 2006 menjadi 925,50 pada tahun 2021.
  2. Capaian Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Depok pada tahun 2021 adalah 8,16%.
  3. Terjadi peningkatan dari tahun ke tahun pada peranan sektor tersier, yaitu dari 50,42% pada tahun 2006 menjadi 58,92% pada tahun 2021.

Pusat PerbelanjaanSunting

Mall

Pasar

  • Pasar Agung
  • Pasar Anyelir
  • Pasar Cisalak
  • Pasar Citayam
  • Pasar Depok Jaya
  • Pasar Depok Lama
  • Pasar Kemiri Muka
  • Pasar Muamalah
  • Pasar Musi
  • Pasar Musi Baru
  • Pasar Pucung
  • Pasar Reni Jaya
  • Pasar Sawangan
  • Pasar Segar Cinere
  • Pasar Sukatani
  • Pasar Tugu

KesehatanSunting

Rumah SakitSunting

Puskesmas (Pusat Kesehatan Masyarakat)Sunting

  • Puskesmas Pancoran Mas
  • Puskesmas Mampang
  • Puskesmas Rangkapan Jaya Baru
  • Puskesmas Depok Jaya
  • Puskesmas Beji
  • Puskesmas Depok Utara
  • Puskesmas Kemiri Muka
  • Puskesmas Tanah Baru
  • Puskesmas Cipayung
  • Puskesmas Ratu Jaya
  • Puskesmas Sukmajaya
  • Puskesmas Abadijaya
  • Puskesmas Bhaktijaya
  • Puskesmas Pondok Sukmajaya
  • Puskesmas Cilodong
  • Puskesmas Villa Pertiwi
  • Puskesmas Kalimulya
  • Puskesmas Limo
  • Puskesmas Cinere
  • Puskesmas Cimanggis
  • Puskesmas Cisalak Pasar
  • Puskesmas Pasir Gunung Selatan
  • Puskesmas Mekarsari
  • Puskesmas Harjamukti
  • Puskesmas Tugu
  • Puskesmas Tapos
  • Puskesmas Cilangkap
  • Puskesmas Cimpaeun
  • Puskesmas Jatijajar
  • Puskesmas Sukatani
  • Puskesmas Sukamaju Baru
  • Puskesmas Sawangan
  • Puskesmas Kedaung
  • Puskesmas Pasir Putih
  • Puskesmas Pengasinan
  • Puskesmas Cinangka
  • Puskesmas Bojongsari
  • Puskesmas Duren Seribu

Lihat PulaSunting

KeteranganSunting

Catatan KakiSunting

  1. ^ "Undang-Undang Nomor 15 tahun 1999". peraturan.bpk.go.id. 
  2. ^ "APBD Kota Depok 2021". radardepok.com. 
  3. ^ "IPM Kota Depok". jabar.bps.go.id. 
  4. ^ "Flora, Fauna Depok". yanaapriliyani.wordpress.com. 
  5. ^ "Portal Resmi Pemerintah Kota Depok". www.depok.go.id. Diakses tanggal 2021-07-03. 
  6. ^ "Peraturan Pemerintah Nomor 43 tahun 1981". peraturan.go.id. Diakses tanggal 2020-10-12. 
  7. ^ "Tajurhalang dan Bojong Gede Gabung ke Kota Depok". bogor-kita.com. 
  8. ^ "Sejarah Kota Depok". Portal Resmi Pemerintah Kota Depok. Dinas Kominfo Kota Depok. Diakses tanggal 26 November 2017. [pranala nonaktif permanen]
  9. ^ "DPRD Tolak Perpanjangan Jabatan Wali Kota". Koran Tempo. 18 Maret 2005. Diakses tanggal 4 Juli 2021. 
  10. ^ IAN (26 Januari 2006). "Nurmahmudi Resmi Dilantik". Liputan6.com. Diakses tanggal 26 November 2017. 
  11. ^ "Disaksikan Badrul, Nurmahmudi Resmi Jabat Walikota Depok". Detik.com. 26 Januari 2006. Diakses tanggal 23 Juni 2021. 
  12. ^ Harya Virdhani, Marieska (16 Juli 2012). "DPRD Desak KPU Depok Gelar Pemilukada Ulang". Okezone.com. Diakses tanggal 19 November 2020. 
  13. ^ Soebijoto, Hertanto, ed. (26 Januari 2011). "Siang Ini Nur Mahmudi Dilantik". Kompas.com. Diakses tanggal 22 Desember 2019. 
  14. ^ Sam Law Malau, Budi (17 Februari 2016). Moenanto, Gede, ed. "Aher Lantik Idris dan Pradi Pimpin Kota Depok". Warta Kota. Diakses tanggal 22 Desember 2019. 
  15. ^ Mantalean, Vitorio (16 Februari 2021). Gatra, Sandro, ed. "Pelantikan Idris-Imam Jadi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Ditunda hingga Akhir Februari". Kompas.com. 
  16. ^ Rizki Amelia, Vini (3 Maret 2021). Baskhara, Panji, ed. "Mohammad Idris dan Imam Budi Hartono Resmi Memimpin Kota Depok: Kami akan Tunaikan Sebaik-baiknya". Warta Kota. 
  17. ^ "30 Hari Tak Ada Pelantikan, Plt Walikota Depok Diperpanjang". Detik.com. 9 Agustus 2005. Diakses tanggal 16 Maret 2020.  [pranala nonaktif permanen]
  18. ^ "Mendagri Prihatin Pergantian Walikota Depok Molor Terus". Detik.com. 2005-08-29. Diakses tanggal 2021-06-22. 
  19. ^ "Nu'man Abdul Hakim, Pelaksana Harian Wali Kota Depok". Koran Tempo. 2005-09-08. Diakses tanggal 2020-12-27. 
  20. ^ "Badrul Kamal Datangi Kantor Kementerian Polhukam". Detik.com. 2005-09-28. Diakses tanggal 2021-07-20. 
  21. ^ "Mendagri Perpanjang Jabatan Plt Walikota Depok". Detik.com. 2005-09-23. Diakses tanggal 2020-03-16.  [pranala nonaktif permanen]
  22. ^ Rudi, Alsadad. Afrianti, Desy, ed. "Belum "Ngantor", Nur Mahmudi Masih di Amerika?". Kompas.com. Diakses tanggal 8 Februari 2021. 
  23. ^ Rudi, Alsadad (2015-02-09). Afrianti, Desy, ed. "Nur Mahmudi Mengaku Kunjungan ke Amerika Bukan dalam Rangka Dinas". Kompas.com. Diakses tanggal 2021-02-08. 
  24. ^ "Aher Lantik Pj Walikota Depok 2016 dan Wakil Bupati Ciamis Sisa Masa Jabatan 2014-2019". Berita, Portal Resmi Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Diakses tanggal 26 Januari 2016. 
  25. ^ "Calonkan Diri di Pilkada 2020, Wali Kota Depok dan Wakilnya Cuti 71 Hari Mulai Besok". Kompas.com. 
  26. ^ Putra Kesuma, Dwi (2020-09-25). Sarwo Trengginas, Satrio, ed. "Ini Sosok Pengganti Sementara Wali Kota Depok yang akan Cuti Pilkada 2020". Tribun Jakarta. Diakses tanggal 2020-09-25. 
  27. ^ "Sah, Sri Utomo Ditunjuk Jadi Plh Walikota Depok". Warta Depok. 
  28. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli tanggal 29 Desember 2018. Diakses tanggal 3 Oktober 2019. 
  29. ^ "Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 72 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Permendagri nomor 137 Tahun 2017 tentang Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan". Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 25 Oktober 2019. Diakses tanggal 15 Januari 2020. 
  30. ^ "Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Depok". sirumkim.inweb.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2020-10-02. 
  31. ^ "Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat". jabar.kemenag.go.id. Diakses tanggal 2020-10-02. 
  32. ^ "Taman di Depok Lebih Banyak dari Bandung". Republika Online. 2017-04-20. Diakses tanggal 2020-10-02. 
  33. ^ "Free Wi-Fi di 11 Kecamatan". diskominfo.depok.go.id. Diakses tanggal 2021-04-15. 
  34. ^ "Tragedi KA Ratu Jaya 1993". depoktren.com. 

Pranala luarSunting