Stasiun Nambo

Stasiun kereta api di Kabupaten Bogor

Stasiun Nambo (NMO) adalah stasiun kereta api kelas III/kecil yang terletak di Bantarjati, Klapanunggal, Bogor; termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta. Stasiun yang terletak pada ketinggian +114 meter ini merupakan stasiun paling timur di Kabupaten Bogor. Walaupun stasiun ini bernama Nambo, stasiun ini tidak terletak di Desa Nambo, melainkan terletak di timur wilayah tersebut. Stasiun ini merupakan stasiun terminus bagi layanan KA Commuter Line Jatinegara–Bogor (Nambo branch).

Stasiun Nambo
Jakarta - KRL Commuter Loop Line Icon.png

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun NMO.png
  • Singkatan: NMO
  • Nomor: -
Entrance Nambo Station.jpg
Tampak depan bangunan utama Stasiun Nambo
LokasiBantarjati, Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat 16820
Indonesia
Ketinggian+114 m
OperatorKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 51+077 lintas JakartaManggarai–Nambo[1]
Jumlah peronSatu peron sisi yang tinggi
Jumlah jalur8 (jalur 1: sepur lurus)
Informasi lain
KlasifikasiIII/kecil[2]
Sejarah
Dibuka1996; 25 tahun lalu (1996)
Operasi layanan
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Cibinong
ke arah Angke
Loop Line Terminus
Gunung Putri
ke arah Angke
Loop Line
(rencana)
Layanan
KRL Commuter Line, KA Semen Tiga Roda, dan KA Batu bara rangkaian pendek
Fasilitas dan teknis
Pemesanan tiketHanya melayani kartu single trip/multi trip Commuter Line.
Lokasi pada peta
Stasiun Nambo berlokasi di Indonesia
Stasiun Nambo
Stasiun Nambo
Lokasi di Indonesia
KRL Commuter Line tiba di Stasiun Nambo

Stasiun ini mempunyai delapan jalur kereta api dengan jalur 1 merupakan sepur lurus ke Halte Gunung Putri, sedangkan di sebelah timur jalur 1 diberi sepur badug sebagai titik akhir rel. Jalur 1 digunakan untuk naik-turun penumpang KRL, sedangkan jalur 2 sampai 8 digunakan untuk sepur simpan angkutan semen.

Bersama tiga stasiun lainnya yang terletak di jalur ini, stasiun ini merupakan stasiun baru karena baru diresmikan pada tahun 1997. Pada awalnya, jalur ini direncanakan akan dibuat jalur lingkar, mulai dari Cikarang hingga Parung Panjang. Rencana ini terpaksa ditunda karena krisis ekonomi 1997. Untuk mengisi rute yang kosong, PT Kereta Api Indonesia mengoperasikan KRD Tanahabang-Nambo pada tahun 2002. Kereta api ini hanya bertahan hingga tahun 2007 karena kebocoran pendapatan PT KAI akibat banyaknya penumpang tak bertiket.[3]

Sejak 4 Desember 2013, PT KAI meluncurkan kereta api barang angkutan semen dari Nambo tujuan Kalimas.[4][5] Dalam perkembangannya, rute kereta api tersebut kemudian diperpanjang menuju Banyuwangi Baru (Ketapang).[6] Per 1 April 2015, stasiun ini telah melayani KRL Commuter Line rute Nambo–Depok/Angke sebanyak sembilan kali sehari.[7]

Layanan kereta apiSunting

KRL Commuter LineSunting

  Loop Line (Yellow Line) (Nambo branch), dari dan tujuan Angke

BarangSunting

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. 
  3. ^ "Sejarah dan Drama di Balik Pengoperasian KRL Jalur Nambo". Kaori Nusantara. 4 April 2015. Diakses tanggal 6 Agustus 2017. 
  4. ^ "Peresmian Angkutan Semen ITP NMO-KLM2 - Kalog - Kereta Api Logistics". Peresmian Angkutan Semen ITP NMO-KLM2 - Kalog - Kereta Api Logistics. Diakses tanggal 2018-06-21. 
  5. ^ Sudarsih, Amad (Januari 2014). "Kamen Nambo Tambah Perjalanan Lagi". Majalah KA. 90: 26–27. 
  6. ^ Sudarsih, Amad (Agustus 2014). "Kamen Nambo 3: Rekor Jarak Tempuh Terpanjang di Indonesia". Majalah KA. 97: 25–26. 
  7. ^ "Hore!! KRL Nambo-Cibinong-Citayam Beroperasi April 2015". detiknews. Diakses tanggal 2018-06-21. 

Pranala luarSunting

Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Gunung Putri
ke arah Citayam
Percabangan menuju Nambo Terminus


Koordinat: 6°27′58″S 106°54′25″E / 6.466008°S 106.906811°E / -6.466008; 106.906811