Buka menu utama
Gunungan pada grebeg Sudiro di Surakarta.

Grebeg atau garebeg (Hanacaraka: ꦒꦉꦧꦼꦒ꧀ ) adalah upacara berkala yang diadakan masyarakat Jawa untuk memperingati suatu peristiwa penting. Garebeg yang paling populer adalah yang diadakan oleh Keraton Surakarta Hadiningrat dan Keraton Yogyakarta Hadiningrat, yang diadakan untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad. Garebeg ini merupakan puncak sekaligus mengakhiri perayaan tahunan Sekaten. Garebeg keraton lainnya adalah Garebeg Sura (1 Muharram), Garebeg Sawal (memperingati Idulfitri), dan Garebeg Besar (memperingati Iduladha).

Upacara garebeg tidak saja diadakan oleh pihak keraton, tetapi juga oleh pihak-pihak lain, seperti pemerintahan lokal, desa, atau instansi. Dalam upacara ini, pihak penyelenggara merayakan kemakmuran yang diberikan kepada masyarakat dengan mempersembahkan gunungan, biasanya berpasangan dan masing-masing disebut gunungan jaler atau kakung (laki-laki) dan gunungan estri (perempuan). Gunungan ini tersusun dari hasil bumi yang dirangkai pada kerangka berbentuk menggunung. Setelah diarak, hasil bumi diperebutkan oleh massa yang sudah menunggu kesempatan.

Pada masa kini, penyelenggara online market (perniagaan daring) juga melakukan strategi pemasaran berupa praktik "grebeg online". Calon pembeli "memperebutkan" produk-produk yang dijual daring dengan harga yang dikorting besar.

Daftar pustakaSunting

  • Soelarto, Bambang (1993). Garebeg di Kasultanan Yogyakarta. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. ISBN 979-413-830-4.