Stasiun Gedebage

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Gedebage (GDB) merupakan stasiun kereta api barang kelas I yang terletak di Cisaranten Kidul, Gedebage, Bandung. Stasiun yang terletak pada ketinggian + 672 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi II Bandung dan merupakan stasiun yang letaknya paling timur di Kota Bandung.

Stasiun Gedebage
C19B19

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun GDB.png
Stasiun gedebage.JPG
Bangunan Stasiun Gedebage sebelum dirobohkan untuk proyek jalur ganda segmen Gedebage–Haurpugur
LokasiJalan Stasiun Gedebage
Cisaranten Kidul, Gedebage, Bandung, Jawa Barat 40294
Indonesia
Ketinggian+672 m
OperatorKAI Logistik
Letak dari pangkalkm 160+124 lintas BogorBandung
BanjarKutoarjoYogyakarta[1]
Jumlah peronSatu peron sisi
Jumlah jalur4 (jalur 2: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • GDB
  • 1602
  • BAGE
[2]
KlasifikasiI[2]
Sejarah
Dibuka1884
Nama sebelumnyaHalte Gedehbageh
Operasi layanan
Angkutan peti kemas/kontainer serta layanan persilangan dan penyusulan antarkereta api.
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik tipe Alstom Solid State Interlocking[3]
Lokasi pada peta

Stasiun ini memiliki empat jalur aktif di sisi utaranya dengan jalur 2 merupakan sepur lurus serta jalur 3 dan 4 untuk layanan bongkar muat peti kemas/kontainer ditambah tiga jalur badug di sisi selatannya. Sejak 6 April 1999, stasiun ini menggunakan persinyalan elektrik produksi Alstom.[3]

Saat ini stasiun ini dikhususkan untuk bongkar muat peti kemas/kontainer saja sehingga jarang sekali digunakan untuk kedatangan maupun keberangkatan penumpang. Stasiun ini juga melayani persilangan dan penyusulan antarkereta api. Layanan kereta api peti kemas di stasiun ini mulai dijalankan seiring beroperasinya Terminal Peti Kemas Bandung, dikuatkan dengan terbitnya Surat Keputusan Menteri Perhubungan Rusmin Nuryadin No. KM. 279/KA.101/PHB-87 pada tanggal 23 Desember 1987.[4][5] Proyek ini dianggarkan Rencana Pembangunan Lima Tahun V yang diterbitkan pada tahun yang sama. Sehingga, pembangunan terminal peti kemas ini diharapkan dapat memperlancar arus barang dan mengurangi beban jalan raya akibat truk-truk peti kemas yang terus bertambah.[6]

Sekitar 200 m di sebelah timur perlintasan sebidang Jalan Gedebage, terdapat bekas perhentian Gedebage Baru yang sudah dinonaktifkan karena KRD Bandung Raya sudah tak lagi melayani halte tersebut.[per kapan?] Halte ini hanya menyisakan bekas tegel dan peron.

Bangunan sementara Stasiun Gedebage selama pembangunan jalur ganda segmen Gedebage–Haurpugur

Sebagai bagian dari proyek jalur ganda segmen Gedebage–Haurpugur, jalur dari stasiun ini ke arah timur sedang ditingkatkan menjadi jalur ganda mulai tahun 2020. Peningkatan ini dilakukan untuk mendukung akses menuju kereta cepat Jakarta–Bandung.[7] Saat ini bangunan stasiun ini dibongkar seluruhnya. Sedangkan untuk layanan PPKA, dibuatkan bangunan sementara yang terletak di sebelah timur.

Layanan kereta apiSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ a b Sugiana, A.; Lee, Key-Seo; Lee, Kang-Soo; Hwang, Kyeong-Hwan; Kwak, Won-Kyu (2015). "Study on Interlocking System in Indonesia" (PDF). Nyeondo Hangugcheoldohaghoe Chungyehagsuldaehoe Nonmunjib (Korean Society for Railway) (46). 
  4. ^ Soehoed, A. R. (Abdoel Raoef), 1920- (2006). Strategi sebagai landasan kebijakan pembangunan : beberapa tinjauan. Jakarta: Djambatan. ISBN 9794286370. OCLC 235944170. 
  5. ^ Surat Keputusan Menteri Perhubungan KM. 279/KA.10/PHB-87 tentang Penetapan Stasiun Gedebage di Provinsi Jawa Barat sebagai Terminal Peti Kemas
  6. ^ Muljana, B. S. (1993). Perencanaan pembangunan nasional: proses penyusunan rencana pembangunan nasional dengan fokus Repelita V. Jakarta: UIP. ISBN 9798336070. OCLC 38081936. 
  7. ^ "Sokong Kereta Cepat, Jalur Ganda Kiaracondong-Cicalengka Mulai Dibangun". Suara Merdeka (Indonesia). 17 Oktober 2020. Diakses tanggal 15 November 2020. [pranala nonaktif permanen]
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kiaracondong
ke arah Padalarang
Padalarang–Kasugihan Cimekar
ke arah Kasugihan

Koordinat: 6°56′28″S 107°41′26″E / 6.941111°S 107.690444°E / -6.941111; 107.690444