Kereta api Pangrango

layanan kereta api di Indonesia

Kereta api Pangrango merupakan layanan kereta api penumpang kelas eksekutif dan ekonomi plus yang dioperasikan oleh Kereta Api Indonesia (KAI) untuk melayani lintas SukabumiBogor dan sebaliknya. Kereta api ini mulai beroperasi pada 9 November 2013 untuk menggantikan layanan kereta api Bumi Geulis yang telah berhenti beroperasi sejak tanggal 15 Desember 2012.[1][2]

Kereta Api Pangrango
PG
PapanKeretaApi 2020.svg
KA PANGRANGO
Sukabumi - Bogor (PP)
KA 216C Pangrango BOO.jpg
Kereta api Pangrango meninggalkan Stasiun Bogor
Informasi umum
Jenis layananKereta api Aglomerasi
StatusBeroperasi
Daerah operasiDaerah Operasi I Jakarta
PendahuluKereta api Bumi Geulis
Mulai beroperasi9 November 2013
Operator saat iniKereta api Indonesia
Lintas pelayanan
Stasiun awalSukabumi
Stasiun akhirBogor
Jarak tempuh57 km
Waktu tempuh rerataSekitar 2 Jam 10 Menit (130 menit)
Frekuensi perjalananTiga kali pulang-pergi sehari
Jenis relRel berat
Pelayanan
KelasEksekutif dan Ekonomi Plus
Pengaturan tempat duduk
  • 50 tempat duduk disusun 2–2 (kelas eksekutif)
    kursi dapat direbahkan dan diputar
  • 80 tempat duduk disusun 2–2 (kelas ekonomi plus)
    kursi saling berhadapan/kursi berhadap ke kanan 40 seat dan kursi berhadap ke kiri 40 seat, dan tidak bisa direbahkan
Fasilitas observasiKaca dupleks dengan tirai, lapisan laminasi isolator panas
Fasilitas lainPenyejuk udara, tabung pemadam, toilet
Teknis sarana dan prasarana
Bakal pelantingCC 206
Lebar sepur1.067 mm
Kecepatan operasional50–100km/jam
Pemilik jalurDitjen KA, Kemenhub RI
Nomor pada jadwal213–218
Peta rute
Kereta api Pangrango
Ke Manggarai
Bogor
B  2F   3F   5F  Terminal Merdeka
Bogor Paledang
Batutulis
 3F 
Maseng
Cigombong
Cicurug
Parung Kuda
Cibadak
Karang Tengah
Cisaat
Sukabumi
Ke Cianjur, Padalarang, dan Bandung

Nama "Pangrango" diambil dari nama Gunung Pangrango yang berada di kawasan Taman Nasional Gede Pangrango. Kereta api ini merupakan salah satu angkutan warga Sukabumi untuk berpergian menuju Bogor hingga Jakarta bisa menggunakan KRL Commuter Line Lin Bogor sedangkan untuk berpergian menuju Cianjur bisa menggunakan Kereta api Siliwangi.

Layanan kelas eksekutif pada kereta api Pangrango sempat ditiadakan pada 1 Januari 2016.[3] Untuk mengakomodasi permintaan pelanggan, KAI kembali menyediakan kelas eksekutif pada 21 Januari 2016 dan mengalami penyesuaian tarif akibat penghapusan subsidi.[4][5]

Pada tanggal 10 April 2022, KA Pangrango resmi beroperasi kembali setelah 2 tahun tidak beroperasi karena Jalur Kereta api Bogor-Sukabumi sedang mati suri yang mengakibatkan adanya proyek Double Track petak Bogor-Cicurug.

Mulai 1 Juni 2022, Kereta api Pangrango kembali melayani Stasiun Bogor agar memudahkan transit penumpang dari KRL Lin Bogor yang berpergian ke Sukabumi maupun sebaliknya.

Data teknisSunting

Nomor urut Lokomotif CC206 Kereta pembangkit (P) 1 2 Kereta makan (M1) 1 2 3 4 5
Keterangan Kereta penumpang kelas eksekutif mild steel (K1) Kereta penumpang kelas ekonomi plus tahun 2016 (K3)
Depo Cipinang (CPN) Jakarta Kota (JAKK)
Catatan :
  • Kereta ekonomi plus tahun 2016 pada Kereta api Pangrango ini menggunakan sisaan dari rangkaian Kereta api Menoreh ataupun Kereta api Kaligung dari Depo Kereta Semarang Poncol (SMC) lalu dimutasi ke Depo Kereta Jakarta Kota (JAKK).
  • Susunan rangkaian kereta dapat berubah sewaktu-waktu.

InsidenSunting

Pada 3 Januari 2014 pukul 14.05, KA 7118 Pangrango anjlok di Jembatan Pamoyanan, Cicurug, Sukabumi yang disebabkan adanya rel patah. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun satu kereta makan nyaris terguling akibat menginjak rel yang patah.[6]

Daftar stasiun yang disinggahiSunting

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ "Menghidupkan Lagi Jalur KA Bogor-Sukabumi". KOMPAS.com. Diakses tanggal 2020-07-27. 
  2. ^ "Pangrango, Alternatif Baru ke Sukabumi". Tempo. 2013-11-08. Diakses tanggal 2020-07-27. 
  3. ^ "Berlaku 1 Januari 2016, Ini Tarif Baru Kereta Bersubsidi". Tempo. 2015-12-31. Diakses tanggal 2020-07-27. 
  4. ^ "KAI Operasikan KA Pangrango Kelas Eksekutif". www.viva.co.id. 2016-01-20. Diakses tanggal 2020-07-27. 
  5. ^ "Subsidi KA Pangrango Habis, Kelas Eksekutif Tetap Disediakan". medcom.id. 2016-01-20. Diakses tanggal 2020-07-27. 
  6. ^ Gerbong KA Pangrango Anjlok

Pranala luarSunting