Stasiun Tangerang

stasiun kereta api di Kota Tangerang, Indonesia

Stasiun Tangerang (TNG) merupakan stasiun kereta api kelas besar tipe C yang terletak di Sukarasa, Tangerang, Tangerang. Stasiun yang terletak pada ketinggian +18 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta dan hanya melayani KRL Commuter Line. Stasiun ini merupakan stasiun kereta api yang letaknya paling barat di jalur kereta api Tangerang-Duri.

Stasiun Tangerang
T11

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun TNG.png
Pintu Stasiun Tangerang 2015.jpg
Pintu masuk Stasiun Tangerang, 2015
LokasiJalan Kiasnawi
Sukarasa, Tangerang, Tangerang, Banten 15111
Indonesia
Koordinat6°10′36″S 106°37′57″E / 6.176539°S 106.632498°E / -6.176539; 106.632498Koordinat: 6°10′36″S 106°37′57″E / 6.176539°S 106.632498°E / -6.176539; 106.632498
Ketinggian+18 m
PengelolaKAI Commuter
Letak dari pangkalkm 19+297 lintas Duri-Tangerang[1]
Jumlah peronDua peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama tinggi
Jumlah jalur4 (jalur 1 dan 2: sepur lurus)
Konstruksi
ParkirYa
Informasi lain
Kode stasiun
  • TNG
  • 0301
[2]
KlasifikasiBesar tipe C[2]
Sejarah
Dibuka1899
Elektrifikasi1997
Operasi layanan
KRL Commuter Line
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Tanah Tinggi
ke arah Duri
Lin Tangerang Terminus
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik
Lokasi pada peta
Stasiun Tangerang is located in Indonesia
Stasiun Tangerang
Stasiun Tangerang
Lokasi di Indonesia

Hanya ada satu layanan kereta api yang mengawali dan mengakhiri perjalanan di stasiun ini, yaitu KA Commuter Line Duri-Tangerang.

SejarahSunting

Staatsspoorwegen membangun jalur percabangan dari Stasiun Duri ke Stasiun Tangerang melalui Staatblad No. 180 tanggal 5 Juli 1896 untuk mengangkut hasil pertanian, kebutuhan militer, dan penumpang. Stasiun beserta jalur sepanjang 19 km ini diresmikan pada tanggal 2 Januari 1899.[3]

Di tahun 1935, tercatat setiap hari ada 12 kali operasional kereta api di Stasiun ini, begitu pula sebaliknya dengan jumlah perjalanan yang sama. Kerata api Duri-Tangerang tersedia dengan dua rangkaian, yakni rangkaian khusus kelas 3 dan rangkaian campuran antara kelas 2 dan 3. Kelas 2 diperuntukan bagi orang asing, orang Tionghoa, dan pengusaha pribumi sedangkan kelas 3 untuk orang-orang pribumi.

Barang yang diangkut sebagian besar berupa hasil-hasil pertanian. Tanah-tanah partikelir yang dahulu dikelola oleh pengusaha Tionghoa banyak ditanami padi, kacang tanah, ketela, nila, kelapa, dan berbagai jenis sayuran. Selain hasil pertanian, barang yang diangkut menggunakan kereta api adalah hasil kerajinan rumah tangga. Kerajinan yang paling banyak dikerjakan adalah penganyaman topi dari bambu. Hasil-hasil topi dibeli oleh orang Tionghoa dan Eropa. Sebagian besar orang Tionghoa menjual kembali topi bambu yang ia beli sedangkan orang Eropa mengirimnya ke luar negeri melalui Pelabuhan Tanjung Priok.[3]

Bangunan dan tata letakSunting

Stasiun ini mempunyai 4 jalur kereta api, dengan jalur 1 dan 2 merupakan sepur lurus arah Tanah Tinggi. Tepat di sebelah jalur 4 terdapat subdepo KRL untuk menyimpan sarana.

Pada masa lampau, Stasiun Tangerang memiliki percabangan ke arah Sungai Cisadane, wesel percabangannya diyakini berada sebelum perlintasan sebidang Pasar Anyar tetapi kini tak bersisa. Percabangan ini digunakan untuk angkutan material dari Sungai Cisadane untuk pembangunan Gelora Bung Karno tahun 1960–1962.[4] Konon kabarnya, lokomotif C300 turut andil dalam proses pengiriman material untuk pembangunan GBK.[3] Rel ini berdekatan dengan GOR Kota Tangerang, menyusuri Jl. Kampung Sukamulya, Babakan Ujung.

 

   

 
G Bangunan utama stasiun
PLantai peron Peron sisi
Jalur 1      Lin Tangerang dari dan menuju Duri (Tanah Tinggi)→
Jalur 2      Lin Tangerang dari dan menuju Duri (Tanah Tinggi)→
Peron pulau
Jalur 3      Lin Tangerang dari dan menuju Duri (Tanah Tinggi)→
Jalur 4      Lin Tangerang dari dan menuju Duri (Tanah Tinggi)→
Peron pulau
Jalur 5 Area parkir kereta
Jalur 6 Area parkir kereta

Layanan kereta apiSunting

KRL Commuter LineSunting

T Lin Tangerang

  • (Tangerang branch), dari dan tujuan Duri
  • (Manggarai branch), dari dan tujuan Duri bersambung Manggarai

InsidenSunting

Pada tanggal 19 Juli 2016, terjadi penutupan akses masuk Stasiun Tangerang oleh Pemerintah Kota Tangerang. Penumpang kemudian dialihkan melalui pintu masuk stasiun sebelah timur (Pasar Anyar). Akibatnya, warga komuter Tangerang kesulitan akses karena harus berjalan kaki jauh dari pintu masuk stasiun arah Jalan Kisamaun. Pasalnya, pintu masuk stasiun ditutup lantaran mengurai kesemrawutan angkot yang sedang menanti penumpang di Stasiun Tangerang.[5]

Antarmoda pendukungSunting

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
Angkot Kota Tangerang [6] R01 Terminal Poris Plawad-Jatake
R02 Terminal Poris Plawad-Cibodasari
R03 Terminal Poris Plawad-Plaza Kotabumi
R03A Terminal Poris Plawad-Stasiun Serpong
R04 Terminal Poris Plawad-Selapajang Jaya
R05 Terminal Poris Plawad-Kebon Besar
T08 Terminal Poris Plawad-Sangiang Jaya
R10 Terminal Poris Plawad-Danau Cipondoh
T07 (Jalur lingkar) Terminal Poris Plawad-Stasiun Tangerang
R11 Terminal Poris Plawad-Bencongan (via Jl. Beringin Raya - Jl. Cemara Raya)
R14 Terminal Poris Plawad-Bencongan (via Jl. Teuku Umar - Jl. Gatot Subroto)
Angkutan Kabupaten Tangerang R06A Bojong Nangka-Terminal Poris Plawad
B09 Dadap-Terminal Poris Plawad
K17 Kampung Melayu Timur-Terminal Poris Plawad

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ a b c "Heritage - Kereta Api Indonesia". heritage.kai.id. Diakses tanggal 2020-05-30. 
  4. ^ "Di Balik Pembangunan Stadion GBK". Historia - Majalah Sejarah Populer Pertama di Indonesia. Diakses tanggal 2020-05-30. 
  5. ^ "Jalan Masuk Stasiun Ditutup, Warga Kesulitan Akses Stasiun Tangerang". Wartakota Tribun. 20 Juli 2017. Diakses tanggal 27 Desember 2017. 
  6. ^ "Rute Angkot di Tangerang". e-transportasi. Diakses tanggal 2018-01-31. 
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Terminus Tangerang–Duri Tanah Tinggi
ke arah Duri