Stasiun Angke

stasiun kereta api di Indonesia

Stasiun Angke (AK) adalah stasiun kereta api kelas II yang terletak di antara perbatasan Kelurahan Jembatan Lima dan Angke, Tambora, Jakarta Barat. Stasiun yang terletak pada ketinggian +3 m ini hanya melayani perjalanan KRL Commuter Line saja.

Stasiun Angke
KAI Commuter
C08

LiveryPapanStasiun 2020.svg

PapanNamaStasiun AK.png
Emplasemen Stasiun Angke.jpg
Emplasemen Stasiun Angke, 2019.
LokasiJalan Stasiun Angke
Angke, Tambora, Jakarta Barat, 11330
Indonesia
Koordinat6°08′39″S 106°48′02″E / 6.1442937°S 106.8006706°E / -6.1442937; 106.8006706Koordinat: 6°08′39″S 106°48′02″E / 6.1442937°S 106.8006706°E / -6.1442937; 106.8006706
Ketinggian+3 m
OperatorKAI Commuter
Letak dari pangkal
Jumlah peron2 (satu peron sisi dan satu peron pulau yang sama-sama tinggi)
Jumlah jalur3 (jalur 2 dan 3: sepur lurus)
Informasi lain
Kode stasiun
  • AK
  • 0403
[2]
KlasifikasiII[2]
Sejarah
Dibuka2 Januari 1899; 124 tahun lalu (1899-01-02)[3]
Elektrifikasi1987
Nama sebelumnyaAngkee
Perusahaan awalStaatsspoorwegen
Operasi layanan
KRL Commuter Line
Stasiun sebelumnya Logo KAI Commuter.svg Stasiun berikutnya
Kampung Bandan
ke arah Cikarang
Lin Lingkar Cikarang
Full racket
Cikarang-Manggarai-Cikarang via Pasar Senen
Duri
ke arah Cikarang
Terminus Lin Lingkar Cikarang
Kampung Bandan
Terminus
Lin Lingkar Cikarang
Fasilitas dan teknis
Tipe persinyalanElektrik
Lokasi pada peta

Sebelum difungsikan sebagai stasiun yang hanya melayani perjalanan KRL Commuter Line, stasiun ini juga pernah melayani perjalanan kereta api lokal yang menuju ke Stasiun Rangkasbitung maupun ke Stasiun Merak, diantaranya KA Langsam, Banten Ekspres, dan Patas Merak. Pada saat itu, Yellow Line tidak berhenti dan melintas langsung di sini. Lin tersebut kemudian diperpendek hanya sampai Rangkasbitung saja per tanggal 1 April 2017, praktis stasiun ini kembali melayani KRL Yellow Line.

SejarahSunting

Stasiun ini diresmikan oleh Staatsspoorwegen (SS) pada 2 Januari 1899, bersamaan dengan pengoperasian jalur KA Batavia-Rangkasbitung.[4][5]

 
Peta rute Stasiun Batavia Zuid-Stasiun Angke melalui Jalan Pasar Asemka sebelum diputus.

Pada awalnya, jalur dari Stasiun Batavia Zuid yang menuju ke Angke via Jalan Pasar Asemka. Saat dibuat jalur baru dari Angke yang memutar melewati daerah Kota Intan dan Kampung Bandan, jalur dari Stasiun Batavia Zuid hingga Jalan Pasar Asemka ini pun diputus (hanya diputus saja). Kemudian, sempat didirikan sebuah stasiun di Jalan Pasar Asemka ini yang diberi nama Stasiun Pasar Pagi, stasiun ini digunakan sebagai titik pemberangkatan awal dari kereta api penumpang yang menuju ke Stasiun Tangerang.

Stasiun beserta jalur ini dibongkar pada suatu waktu, lalu bekas lokasinya sudah mejadi Pasar Asemka dan flyover Jalan Asemka Raya. Masih terdapat peninggalan dari jalur ini yang tersisa dan masih dapat dilihat, yaitu 2 buah bekas pondasi jembatan rel dari Kali Krukut yang terletak di bawah flyover Jalan Asemka Raya.

 
Sisa pondasi jembatan bekas jalur dari Stasiun Pasar Pagi (Asemka).
 
Sisa pondasi jembatan kedua bekas jalur dari Stasiun Pasar Pagi (Asemka).

Pada era 1970-an, emplasemen stasiun ini diperkirakan memiliki banyak jalur serta memiliki sebuah rel cabang. Kala itu, jalur 2 dan 3 merupakan sepur lurus yang digunakan untuk lalu-lalang kereta sedangkan jalur 1 dan 4 merupakan sepur belok. Diperkirakan pula terdapat 2 buah lokasi sepur simpan yang digunakan untuk tempat menyimpan atau stabling rangkaian gerbong barang. Sepur simpan yang pertama posisinya berada di sebelah jalur 4, dengan 2 buah jalur buntu atau sepur badug. Dan untuk sepur simpan yang kedua berada di pojok kiri emplasemen stasiun dari arah Stasiun Duri, dengan 3 buah rel buntu atau sepur badug. Stasiun ini juga memiliki 2 buah rel cabang, yang pertama mengarah ke sebuah gudang, dan yang kedua kemungkinan mengarah ke sebuah pabrik sabun dari arah Stasiun Kampung Bandan. Belum diketahui secara pasti kapan percabangan serta sepur simpan di emplasemen stasiun ini dibongkar, hingga sama sekali tidak ada bekas yang tersisa.

Pada tahun 1987, petak Manggarai-Kampung Bandan via Tanah Abang dielektrifikasi. Kala itu, jalur di stasiun ini yang dielektrifikasi pun hanya jalur 2 dan 3 saja. Sedangkan jalur 1 tidak dielektrifikasi dengan alasan untuk melestarikan bangunan kanopi stasiun, sedangkan jalur 4 tidak dielektrifikasi, kerana jalur tersebut tidak digunakan untuk aktivitas naik dan turun penumpang.

Hingga akhir era 1990-an, stasiun ini menggunakan sebuah kanopi. Namun, kanopi ini hanya menampung jalur 1 saja. Kanopi ini pun kemudian dicopot dan dipindahkan ke Stasiun Parung Panjang.[6]

Saat ini stasiun ini hanya memiliki 3 jalur saja, dengan jalur 2 dan 3 sebagai sepur lurus, serta jalur 1 sebagai sepur belok. Bangunan stasiun ini juga berukuran besar, kerana lantai atas dari bangunan stasiun ini digunakan sebagai pasar dan pertokoan.

Bangunan dan tata letakSunting

 

  C08  

P
Lantai peron
Jalur 3 ← (Duri)      Lin Lingkar Cikarang menuju Cikarang (via Manggarai)
Peron pulau, pintu terbuka di sebelah kiri
Jalur 2      Lin Lingkar Cikarang menuju Cikarang (via Kramat) (Kampung Bandan) →
Jalur 1 ← (Duri)      Lin Lingkar Cikarang tujuan Angke/Kampung Bandan dan tujuan Cikarang (Kampung Bandan) →
Peron sisi, pintu terbuka di sebelah kanan
G Bangunan utama stasiun

Layanan kereta apiSunting

KomuterSunting

Nama kereta api Tujuan akhir Keterangan
C Lin Lingkar Cikarang (half racket) Angke
Kampung Bandan
Cikarang
C Lin Lingkar Cikarang (Cikarang–Jatinegara–Pasar Senen–Kampung Bandan–Manggarai–Jatinegara–Cikarang) Cikarang Perjalanan berlawanan arah jarum jam
C Lin Lingkar Cikarang (Cikarang–Jatinegara–Manggarai–Kampung Bandan–Kemayoran–Jatinegara–Cikarang) Cikarang Perjalanan searah jarum jam

Antarmoda pendukungSunting

Jenis angkutan umum Trayek Tujuan
Mikrolet[7] M43 Terminal Grogol – Stasiun Angke
KWK[7] B02 Cengkareng TimurStasiun Jakarta Kota

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ Subdit Jalan Rel dan Jembatan (2004). Buku Jarak Antarstasiun dan Perhentian. Bandung: PT Kereta Api (Persero). 
  2. ^ a b Buku Informasi Direktorat Jenderal Perkeretaapian 2014 (PDF). Jakarta: Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Kementerian Perhubungan Indonesia. Diarsipkan dari versi asli (PDF) tanggal 1 Januari 2020. 
  3. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  4. ^ Staatsspoorwegen (1921–1932). Staatsspoorwegen (1921–1932). Verslag der Staatsspoor-en-Tramwegen in Nederlandsch-Indië 1921-1932. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. Batavia: Burgerlijke Openbare Werken. 
  5. ^ "Haltestempels Nederlands Indië: SS-WL". Studiegroep Zuid-West Pacific. Diakses tanggal 15 Oktober 2017. 
  6. ^ Ballegoijen, Michiel van. Spoorwegstations Op Java. 
  7. ^ a b Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta
Stasiun sebelumnya   Lintas Kereta Api Indonesia Stasiun berikutnya
Kampung Bandan
Sisi bawah
Terminus
Lintas Jakarta
Kampung Bandan–Tanah Abang
Duri
ke arah Tanah Abang