Sulawesi Selatan

provinsi di Indonesia
(Dialihkan dari Provinsi Sulawesi Selatan)

Sulawesi Selatan (disingkat Sulsel) (Lontara: ᨔᨘᨒᨓᨙᨔᨗ ᨔᨒᨈ ) adalah sebuah provinsi di Indonesia yang terletak di bagian selatan Sulawesi. Ibu kotanya adalah Makassar.

Sulawesi Selatan
Sulawesi Selatan
Provinsi
Transkripsi Regional
 • Bugisᨔᨘᨒᨕᨙᨔᨗ ᨑᨗᨐᨈ
Sulawési Riattang
Makassar CBD Skyline.jpg
Kete' Kesu' Toraja.jpgPantai Bira, sunset (6969009247).jpg
Bengkel Pinisi.jpgLemo burial site.jpg
TransStudioShow.JPGToraja Dancers.JPG
Floating houses on Lake Tempe.jpgObyek wisata Rammang-Rammang.jpg

Searah jarum jam, dari kiri atas: Cakrawala Kota Makassar di malam hari, Pantai Tanjung Bira, Situs Pemakaman Lemo di Tana Toraja, Upacara tarian tradisional Toraja, sawah Rammang-Rammang, Rumah terapung di Danau Tempe, Trans Studio Makassar taman hiburan indoor terbesar ketiga di dunia, Daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO, kapal layar Pinisi dan Tongkonan rumah-rumah tradisional di Tana Toraja.
Bendera Sulawesi Selatan
Bendera
Lambang Sulawesi Selatan
Lambang
Semboyan: Toddo' Puli / ᨈᨚᨉᨚᨄᨘᨒᨗ
(Keep the faith)
Lokasi Provinsi Sulawesi Selatan di Indonesia
Lokasi Provinsi Sulawesi Selatan di Indonesia
Negara Indonesia
Berdiri19 Oktober 1669
Didirikan Sebagai Provinsi13 Desember 1960
Ibu kota
kota terbesar
Makassar
Pemerintahan
 • LembagaPemerintah daerah Sulawesi Selatan
 • GubernurNurdin Abdullah
 • Wakil GubernurAndi Sudirman Sulaiman
Luas[1]
 • Total45.764,53 km2 (1,766,978 sq mi)
Peringkat luas16
Titik tertinggi3.478 m (11,411 ft)
Penduduk (2018)[1]
 • Total8.771.970
 • Kepadatan191,68/km2 (49,640/sq mi)
Demographics
 • Etnis[2]Bugis 45.12%
Makassar 29.68%
Toraja 7.34%
Luwu 4.93%
Jawa 2.86%
Duri 2.8%
Selayar 1.3%
Mandar 0.65%
Tionghoa 0.55%
Dayak 0.36%
Lain-lain 4.41%
 • Agama[3]Islam 88.33%
Kristen 10.36%
- Protestan 8.11%
- Katolik 2.25%
Hindu 1.02%
Buddha 0.25%
Konghuchu 0.04%
 • BahasaIndonesia (resmi)
Bugis, Makassar, Mandar, Toraja (daerah)
Zona waktuWaktu Universal Terkoordinasi (UTC+8)
Kode pos90xxx, 91xxx, 92xxx
ISO 3166ID-SN
Plat kendaraanDD, DP, DW
HDI 0.709 (Tinggi)
HDI ranking14 (2018)
Situs webGovernment official site
Peta Sulawesi Selatan di Indonesia

GeografiSunting

Provinsi Sulawesi Selatan terletak di 0°12' - 8° Lintang Selatan dan 116°48' - 122°36' Bujur Timur. Luas wilayahnya 45.764,53 km². Provinsi ini berbatasan dengan Sulawesi Tengah dan Sulawesi Barat di utara, Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara di timur, Selat Makassar di barat dan Laut Flores di selatan.

Sosial kemasyarakatanSunting

Suku bangsaSunting

 
Perempuan dari Suku Toraja dengan pakaian adatnya.

BahasaSunting

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Sulawesi Selatan adalah bahasa Indonesia. Menurut Badan Bahasa pada 2019, terdapat 14 bahasa daerah di Sulawesi Selatan.[4][5] Keempat belas bahasa tersebut adalah: (1) Bajo, (2) Bonerate, (3) Bugis, (4) Bugis De, (5) Konjo, (6) Laiyolo, (7) Lemolang, (8) Makassar, (9) Mandar, (10) Massenrengpulu, (11) Rampi, (12) Seko, (13) Toraja, dan (14) Wotu.[4]

Bahasa yang umum digunakan adalah:

  • Bahasa Makassar adalah salah satu rumpun bahasa yang dipertuturkan di daerah Makassar dan Sekitarnya. Tersebar di Kota Makassar, Gowa, Takalar, Jeneponto, Bantaeng, sebagian Bulukumba sebagian Maros dan sebagian Pangkep.
  • Bahasa Bugis adalah salah satu rumpun bahasa yang dipertuturkan di daerah Bone sampai ke Kabupaten Pinrang, Sinjai, Barru, Pangkep, Maros, Kota Pare Pare, Sidrap, Wajo, Soppeng Sampai di daerah Enrekang, bahasa ini adalah bahasa yang paling banyak di pakai oleh masyarakat Sulawesi Selatan.
  • Bahasa Pettae adalah salah satu bahasa yang dipertuturkan di daerah Tana Luwu, mulai dari Siwa,Kabupaten Wajo, Enrekang Duri, sampai ke Kolaka Utara,Sulawesi Tenggara.
  • Bahasa Toraja adalah salah satu rumpun bahasa yang dipertuturkan di daerah Kabupaten Tana Toraja, Toraja Utara dan sekitarnya.
  • Bahasa Mandar adalah bahasa suku Mandar, yang tinggal di provinsi Sulawesi Barat, tepatnya di Kabupaten Mamuju, Polewali Mandar, Majene dan Mamuju Utara. Di samping di wilayah-wilayah inti suku ini, mereka juga tersebar di pesisir Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur.
  • Bahasa Massenrempulu adalah salah satu rumpun bahasa Austronesia di Sulawesi Selatan. Bahasa ini memiliki tiga kelompok dialek di Kabupaten Enrekang, yaitu dialek Duri, Endekang dan Maiwa. Kelompok dialek bahasa Duri memilki kedekatan dengan bahasa Toraja dan bahasa Tae' Luwu. Penuturnya tersebar di wilayah utara Gunung Bambapuang, Kabupaten Enrekang sampai wilayah perbatasan Tana Toraja. Kelompok dialek bahasa Endekang mempunyai penutur di ibu kota Kabupaten Enrekang dan beberapa kecamatan sekitarnya. Sedangkan penutur kelompok dialek bahasa Maiwa terdapat di Kecamatan Maiwa dan di Kecamatan Bungin (Maiwa Atas).
  • Bahasa Konjo terbagi menjadi dua yaitu Bahasa Konjo pesisir dan Bahasa Konjo Pegunungan, Konjo Pesisir tinggal di kawasan pesisir Bulukumba dan Sekitarnya, di sudut tenggara bagian selatan pulau Sulawesi sedangkan Konjo pegunungan tinggal di kawasan tenggara gunung Bawakaraeng.
  • Bahasa Selayar adalah bahasa yang paling banyak digunakan oleh masyarakat Sulawesi Selatan yang bermukim diujung selatan provinsi ini khususnya Kab. Kep. Selayar.

AgamaSunting

Mayoritas beragama Islam, kecuali di Kabupaten Tana Toraja, Kabupaten Toraja Utara dan sebagian wilayah di Kabupaten Luwu Utara, Kabupaten Luwu Timur dan Kabupaten Luwu beragama Kristen Protestan.

Budaya dan adat istiadatSunting

Salah satu kebiasaan yang cukup dikenal di Sulawesi Selatan adalah Mappalili. Mappalili (Bugis) atau Appalili (Makassar) berasal dari kata palili yang memiliki makna untuk menjaga tanaman padi dari sesuatu yang akan mengganggu atau menghancurkannya. Mappalili atau Appalili adalah ritual turun-temurun yang dipegang oleh masyarakat Sulawesi Selatan, masyarakat dari Kabupaten Pangkep terutama Mappalili adalah bagian dari budaya yang sudah diselenggarakan sejak beberapa tahun lalu. Mappalili adalah tanda untuk mulai menanam padi. Tujuannya adalah untuk daerah kosong yang akan ditanam, disalipuri (Bugis) atau dilebbu (Makassar) atau disimpan dari gangguan yang biasanya mengurangi produksi.

Jumlah pendudukSunting

Sampai dengan Mei 2010, jumlah penduduk di Sulawesi Selatan terdaftar sebanyak 8.032.551 jiwa dengan pembagian 3.921.543 orang laki-laki dan 4.111.008 orang perempuan. Pada tahun 2013, penduduk di Sulawesi Selatan sudah mencapai 8.342.047 jiwa.[6]

Senjata tradisionalSunting

Makanan tradisionalSunting

PemerintahanSunting

5 tahun setelah kemerdekaan, pemerintah mengeluarkan UU Nomor 21 Tahun 1950, yang menjadi dasar hukum berdirinya Provinsi Administratif Sulawesi. 10 tahun kemudian, pemerintah mengeluarkan UU Nomor 47 Tahun 1960 yang mengesahkan terbentuknya Sulawesi Selatan dan Tenggara. 4 tahun setelah itu, melalui UU Nomor 13 Tahun 1964 pemerintah memisahkan Sulawesi Tenggara dari Sulawesi Selatan. Terakhir, pemerintah memecah Sulawesi Selatan menjadi dua, berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004.

Kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara dan Polewali Mandar yang tadinya merupakan kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan resmi menjadi kabupaten di provinsi Sulawesi Barat seiring dengan berdirinya provinsi tersebut pada tanggal 5 Oktober 2004 berdasarkan UU Nomor 26 Tahun 2004.

Daftar gubernurSunting

 
Kediaman gubernur di Makassar (1865-1900)
No. Foto Gubernur Mulai jabatan Akhir jabatan Prd. Ket. Wakil gubernur
1
A.A. Rivai
13 Desember 1960
17 November 1966
1
[7][8][9]
Tidak Ada
2
  Achmad Lamo
17 November 1966
19 Januari 1978
2
[10]
[11][12]
3
Andi Oddang
19 Januari 1978
19 Januari 1983
3
[13][14]
4   Ahmad Amiruddin
19 Januari 1983
19 Januari 1988
4
[15]
19 Januari 1988
19 Januari 1993
5
5
  Zainal Basri Palaguna
19 Januari 1993
19 Januari 1998
6
19 Januari 1998
19 Januari 2003
7
6
  Amin Syam
19 Januari 2003
19 Januari 2008
8
(2003)
[16]
Syahrul Yasin Limpo
  Tanribali Lamo
(Penjabat)
19 Januari 2008
8 April 2008
[17]
7
  Syahrul Yasin Limpo
8 April 2008
8 April 2013
9
(2008)
Agus Arifin Nu'mang
8 April 2013
8 April 2018
10
(2013)
[18]
  Soni Sumarsono
(Penjabat)
9 April 2018
5 September 2018
[19]
8
  Nurdin Abdullah
5 September 2018
Petahana
11
(2018)
Sudirman Sulaiman


PerwakilanSunting

DPRD Sulawesi Selatan beranggotakan 85 orang yang dipilih melalui pemilihan umum setiap lima tahun sekali. Pimpinan DPRD Sulawesi Selatan terdiri dari 1 Ketua dan 4 Wakil Ketua yang berasal dari partai politik pemilik jumlah kursi dan suara terbanyak. Anggota DPRD Sulawesi Selatan yang sedang menjabat saat ini adalah hasil Pemilu 2019 yang dilantik pada 24 September 2019 oleh Ketua Pengadilan Tinggi Makassar di Gedung DPRD Sulawesi Selatan.[20] Komposisi anggota DPRD Sulawesi Selatan periode 2019-2024 terdiri dari 11 partai politik dimana Partai Golkar adalah partai politik pemilik kursi terbanyak yaitu 13 kursi disusul oleh Partai NasDem yang juga meraih 12 kursi. Berikut ini adalah komposisi anggota DPRD Sulawesi Selatan dalam dua periode terakhir.[21][22][23]

Partai Politik Jumlah Kursi dalam Periode
2014-2019 2019-2024
  PKB 3 8
  Gerindra 11   11
  PDI Perjuangan 5 8
  Golkar 18 13
  NasDem 7 12
  PKS 6 8
  PPP 7 6
  PAN 9 7
  Hanura 6 1
  Demokrat 11 10
  PBB 1 0
  PKPI 1 0
  Perindo (Baru!) 1
Jumlah Anggota 85   85
Jumlah Partai 12 11

Kabupaten dan KotaSunting

No. Kabupaten/kota Pusat pemerintahan Bupati/wali kota Luas wilayah (km2)[24] Jumlah penduduk (2017)[24] Kepadatan

(jiwa/km²)

Kecamatan Kelurahan/desa Logo Peta lokasi
1
Kabupaten Bantaeng Bantaeng Ilham Syah Azikin 395,83 176.699 446,4 8 21/46
2
Kabupaten Barru Barru Suardi Saleh 1.174,71 165.983 141,3 7 15/40
3
Kabupaten Bone Watampone Andi Fahsar M. Padjalangi 4.559 717.268 157 27 44/328
4
Kabupaten Bulukumba Bulukumba Andi Muh. Sukri A. Sappewali 1.154,67 394.560 341,71 10 27/109
5
Kabupaten Enrekang Enrekang Muslimin Bando 1.786,01 190.579 106,71 12 17/112
6
Kabupaten Gowa Sungguminasa Adnan Purichta Ichsan 1.883,32 652.329 350 18 46/121
7
Kabupaten Jeneponto Bontosunggu Iksan Iskandar 749,79 342.222 460 11 31/82
8
Kabupaten Kepulauan Selayar Benteng Basli Ali 10.503,69 122.055 12 11 7/81
9
Kabupaten Luwu Belopa Basmin Mattayang 3.000,25 332.482 110,82 21 20/207
10
Kabupaten Luwu Timur Malili Thoriq Husler 6.944,88 243.069 35 11 3/124
11
Kabupaten Luwu Utara Masamba Indah Putri Indriani 7.502,58 287.472 38,32 11 7/166
12
Kabupaten Maros Turikale M. Hatta Rahman 1.619,12 322.212 199 14 23/80
13
Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan Pangkajene Syamsuddin A. Hamid Batara 1.236,27 305.758 250 13 38/65
14
Kabupaten Pinrang Pinrang Andi Irwan Hamid 1.961,77 351.161 180 12 39/69
15
Kabupaten Sidenreng Rappang Watang Sidenreng Dollah Mando 2.506,19 278.004 110 11 38/68
16
Kabupaten Sinjai Balangnipa Andi Seto Gadhista Asapa 819,96 228.936 280 9 13/67
17
Kabupaten Soppeng Watansoppeng Andi Kaswadi Razak 1.359,44 223.757 160 8 21/49
18
Kabupaten Takalar Pattallassang Syamsari Kitta 566,51 269.171 480 9 24/76
19
Kabupaten Tana Toraja Makale Nicodemus Biringkanae 2.054,30 221.795 110 19 47/112
20
Kabupaten Toraja Utara Rantepao Kalatiku Paembonan 1.151,47 215.400 190 21 40/111
21
Kabupaten Wajo Sengkang Amran Mahmud 2.056,20 384.694 190 14 48/142
22
Kota Makassar - Yusran Jusuf (Pj.) 175,77 1.334.090 7.600 15 153/-
23
Kota Palopo - Judas Amir 247,52 148.033 600 9 48/-
24
Kota Parepare - Taufan Pawe 99,33 132.048 1.329 4 22/-

Pada tahun 2008, Kabupaten Toraja Utara terbentuk, menyusul terbitnya Amanat Presiden Yudhoyono, bernomor R.68/Pres/12/2007 pada tanggal 10 Desember 2007, mengenai pemekaran 12 kabupaten/kota.

Pertahanan dan KeamananSunting

MiliterSunting

Sulawesi Selatan merupakan wilayah Kodam XIV/Hasanuddin, yang bermarkas di Makassar. Kawasan Kostrad terdapat di Bontomarannu (Gowa), dan Kaliango (Maros). Kawasan TNI AL terdapat di Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VI yang bermarkas di Ujung Tanah. Makassar merupakan Daerah Basis Operasi TNI AU yaitu Komando Operasi Angkatan Udara II serta Kawasan TNI AU Terdapat di Bandar Udara Sultan Hasanuddin (Maros).

KepolisianSunting

Polda Sulawesi Selatan membawahi 24 kabupaten/kota dengan rincian satu kepolisian resor kota besar (Polrestabes Makassar), 1 Kepolisian resor pelabuhan, dan 22 Kepolisian resor

Perkumpulan/OrganisasiSunting

  • Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS)

MediaSunting

  • Koran Harian Tribun Timur
  • Kompas TV Makassar
  • TVRI Sulsel
  • Koran online Celebes Online
  • Trans 7 Sulsel
  • Koran Fajar

ReferensiSunting

[https://kompaswisata.com/makanan-khas-sulawesi-selatan/ Makanan khas Sulawesi Selatan]

  1. ^ a b "Provinsi Sulawesi Selatan Dalam Angka 2019". www.sulsel.bps.go.id. Diakses tanggal 18 Februari 2020. 
  2. ^ Ananta et al. 2015, hlm. 119–122.
  3. ^ "Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten Kota dan Agama yang Dianut di Provinsi Sulawesi Selatan 2015". www.sulsel.bps.go.id. Diakses tanggal 18 Februari 2020. 
  4. ^ a b "Bahasa di Provinsi Sulawesi Selatan". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  5. ^ Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 2. ISBN 9786028449182. 
  6. ^ "Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan". sulsel.bps.go.id. Diakses tanggal 2016-10-08. 
  7. ^ Pusat Perlawanan dan Keamanan Rakyat (1972). Partisipasi rakjat dalam usaha pembelaan negara. Pusat Perlawanan dan Keamanan Rakyat. hlm. 161. 
  8. ^ Dinuth, Alex (1993). Salinan dokumen terpilih sekitar pemberontakan G.30S/PKI. Lembaga Pertahanan Nasional. hlm. 285. 
  9. ^ "Keppres No. 244 tahun 1966" (PDF). Sekretaris Kabinet Republik Indonesia. 17 November 1966. Diakses tanggal 24 Desember 2015. 
  10. ^ Achmad Lamo dan 11 Desember — Ekspres, Band 4, Ausgaben 125-139. PT Aksi Press. 1973. 
  11. ^ Apa & siapa sejumlah orang Indonesia. Grafiti Pers. 1981. hlm. 319. 
  12. ^ Amal, Ichlasul (1981). Regional and Central Government in Indonesian Politics: West Sumatra and South Sulawesi, 1949-1979. Gadjah Mada University Press. hlm. 163, 175, 212. ISBN 9789794202395. 
  13. ^ Putri, Iin Nurfahraeni Dewi (11 Februari 2015). "Begini Kata JK Soal Andi Oddang". Tempo.co. Diakses tanggal 24 Desember 2015. 
  14. ^ Onggang, Alif We (1998). Tentang sejumlah orang Sulawesi Selatan. Yamami. hlm. 206. 
  15. ^ Mappong, Suriani (22 Maret 2014). Tarmizi, Tasrief, ed. "Mantan Gubernur Sulsel Ahmad Amiruddin tutup usia". AntaraNews. Diakses tanggal 24 Desember 2015. 
  16. ^ Muannas; Amir, Syarief (22 Desember 2002). "Amin Syam Terpilih Menjadi Gubernur Sulawesi Selatan". Tempo.co. Diakses tanggal 20 Januari 2018. 
  17. ^ Mayasanto, Ade (18 Januari 2008). "Mayjen Tanri Bali Lamo Penjabat Gubernur Sulsel?". Kompas.com. Diakses tanggal 30 Mei 2018. 
  18. ^ Fadil, Iqbal (8 April 2008). "Gubernur Sulsel Syahrul Yasin dilantik untuk masa jabatan kedua". Merdeka.com. Diakses tanggal 30 Mei 2018. 
  19. ^ Srf; Na (9 April 2018). "Syahrul Sertijab Gubernur ke Soni Sumarsono". Pemerintah Sulawesi Selatan. Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian Provinsi Sulawesi Selatan. Diakses tanggal 30 Mei 2018. 
  20. ^ "Gubernur dan Wagub Kompak Hadiri Pelantikan 83 Anggota DPRD Sulsel". fajar.co.id. 24-09-2019. Diakses tanggal 03-11-2019. 
  21. ^ "KPU Tetapkan 85 Anggota DPRD Sulsel Terpilih, Ini Daftarnya". sulsel.idntimes.com. 13-08-2019. Diakses tanggal 03-11-2019. 
  22. ^ "KPU Tetapkan Perolehan Hasil dan Perolehan Kursi DPRD Sulsel". makassar.terkini.id. 13-08-2019. Diakses tanggal 03-11-2019. 
  23. ^ "Lima Parpol di Sulsel Gagal Raih Kursi di DPRD". politik.djournalist.com. 13-08-2019. Diakses tanggal 03-11-2019. 
  24. ^ a b "Kode dan Data Wilayah Administrasi Pemerintahan (Permendagri No.137-2017) - Kementerian Dalam Negeri - Republik Indonesia". www.kemendagri.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-07-09. 

Pranala luarSunting

Koordinat: 4°42′S 119°52′E / 4.700°S 119.867°E / -4.700; 119.867