Kabupaten Tana Toraja

Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia

Kabupaten Tana Toraja adalah salah satu kabupaten yang berada di provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kota dari kabupaten ini ada di kecamatan Makale. Tana Toraja memiliki luas wilayah 2.054,30 km² dan pada tahun 2020 memiliki penduduk sebanyak 288.202 jiwa dengan kepadatan 140,29 jiwa/km².[1][2]

Kabupaten Tana Toraja
Sulawesi Nuvola single chevron right.svg Sulawesi Selatan
Lambang resmi Kabupaten Tana Toraja
Lambang
Motto: 
Misa' Kada di Po Tuo Pantan kada di Pomate
Locator Tana Toraja Regency.svg
Kabupaten Tana Toraja berlokasi di Sulawesi
Kabupaten Tana Toraja
Kabupaten Tana Toraja
Kabupaten Tana Toraja berlokasi di Indonesia
Kabupaten Tana Toraja
Kabupaten Tana Toraja
Koordinat: 3°10′S 119°45′E / 3.17°S 119.75°E / -3.17; 119.75
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
Tanggal peresmian-
Dasar hukumUU Darurat No. 3 Tahun 1957
Hari jadi31 Agustus 1957
Ibu kotaKota Makale
Pemerintahan
 • BupatiTheofilus Allorerung, SE
 • Wakil Bupatidr. Zadrak Tombeg, Sp.A
Luas
 • Total2.054,30 km2 (793,17 sq mi)
Populasi
 • Total288.202 jiwa
 • Kepadatan140,29/km2 (363,3/sq mi)
Demografi
 • AgamaKristen 85,75%
- Protestan 68,66%
- Katolik 17,09%
Islam 12,28%
Hindu 1,74%
Buddha 0,22%
Kepercayaan 0,01%[1][3]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0423
Kode Kemendagri73.18 Edit the value on Wikidata
Jumlah kecamatan19
Jumlah kelurahan47
Jumlah desa112
DAURp 603.854.432.000,00- (2020)[4]
IPMIncrease 68,75 (2020)
Increase 68,25 (2019)
( Sedang )[5]
Bandar udaraBandar Udara Pongtiku
Situs webwww.tanatorajakab.go.id

Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dan mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang asli dan mirip dengan budaya suku Nias yang ada di provinsi Sumatra Utara. Daerah ini merupakan salah satu objek wisata unggulan di provinsi Sulawesi Selatan.

DemografiSunting

BahasaSunting

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Tana Toraja adalah bahasa Indonesia. Menurut Statistik Kebahasaan 2019 oleh Badan Bahasa, terdapat satu bahasa daerah di Kabupaten Tana Toraja[6], yaitu bahasa Toraja (khususnya dialek Toraja Karadeng, dialek Toraja Mangkendek, dialek Toraja Saluputi, dialek Toraja Makale, dan dialek Toraja Sangalla).[7]

AgamaSunting

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri tahun 2020 mencatat bahwa mayoritas penduduk Tana Toraja menganut agama Kristen yakni 85,75%, dimana Protestan sebanyak 68,66% dan Katolik 17,09%. Sebagian besar lainnya beragama Islam yakni 12,25%, kemudian Hindu 1,74%, Buddha 0,22% dan Kepercayaan 0,01%.[1][3]

Agama di Kabupaten Tana Toraja 2020
Agama Persen
Protestan
  
68.66%
Katolik
  
17.09%
Islam
  
12.25%
Hindu
  
1.74%
Buddha
  
0.22%
Kepercayaan
  
0.01%


PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

Dewan PerwakilanSunting

KecamatanSunting

Pemekaran DaerahSunting

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2008, bagian utara wilayah kabupaten ini dimekarkan menjadi Kabupaten Toraja Utara dengan ibu kota Rantepao.

EkonomiSunting

Kebanyakan masyarakat Toraja hidup sebagai petani. Komoditas andalan dari daerah Toraja adalah sayur-sayuran, kopi, cengkih, cokelat dan vanili. Perkenonomian di Tana Toraja digerakkan oleh 6 pasar tradisional dengan sistem perputaran setiap 6 hari. Keenam pasar yang ada ialah:

  1. Pasar Makale
  2. Pasar Ge'tengan
  3. Pasar Sangalla'
  4. Pasar Rembon
  5. Pasar Salubarani
  6. Pasar Bolu Rantepao

PariwisataSunting

Tempat wisataSunting

 
Miniatur rumah Toraja pada sebuah perayaan tahun 1910-1940.
 
Perayaan di Toraja sebelum tahun 1939.

Tana Toraja merupakan salah satu daya tarik wisata Indonesia, dihuni oleh Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan dan mempertahankan gaya hidup yang khas dan masih menunjukkan gaya hidup Austronesia yang asli dan mirip dengan budaya Nias. Daerah ini merupakan salah satu objek wisata di Sulawesi Selatan.

Buntu KalandoSunting

Tongkonan/rumah tempat Puang Sangalla' (Raja Sangalla') berdiam. Sebagai tempat peristirahatan Puang Sangala' dan juga merupakan Istana tempat mengelola pemerintahan kerajaan Sangalla' pada waktu itu, Tongkonan Buntu Kalando bergelar "tando tananan langi' lantangna Kaero tongkonan layuk". saat ini Tongkonan Buntu Kalando dijadikan Museum Tempat meyimpan benda-benda prasejarah dan peninggalan kerajaan Sangalla'.

KambiraSunting

Kuburan bayi yang belum tumbuh giginya (umur 6 bulan kebawah) yang diletakkan di dalam pohon hidup yang dilubangi.

PallawaSunting

Tongkonan Pallawa adalah salah satu tongkonan atau rumah adat yang sangat menarik dan berada di antara pohon-pohon bambu di puncak bukit. Tongkonan tersebut didekorasi dengan sejumlah tanduk kerbau yang ditancapkan di bagian depan rumah adat. Terletak sekitar 12 km ke arah utara dari Rantepao.

LemoSunting

Tempat ini sering disebut sebagai rumah para arwah. Di pemakaman Lemo kita dapat melihat mayat yanng disimpan di udara terbuka, di tengah bebatuan yang curam. Kompleks pemakaman ini merupakan perpaduan antara kematian, seni dan ritual. Pada waktu-waktu tertentu pakaian dari mayat-mayat akan diganti dengan melalui upacara Ma' Nene.

Bertempat di Bukit Burake, Tana Toraja telah dibangun patung Yesus yang diklaim tertinggi di dunia. Maksudnya letak patung tersebut berada pada ketinggian 1100 meter di atas permukaan laut atau letak patungnya tertinggi di dunia, ukuran patungnya sendiri tidak tertinggi di dunia.[8]

Usaha konservasiSunting

Tana Toraja adalah salah satu tempat konservasi peradaban budaya PROTO MELAYU AUSTRONESIA yang masih terawat hingga kini. Kebudayaan adat istiadat, seni musik, seni tari, seni sastra lisan, bahasa, rumah, ukiran, tenunan dan kuliner yang masih sangat Tradisional, membuat Pemerintah Indonesia mengupayakan agar Tana Toraja bisa dikenal di dunia Internasional, salah satunya adalah mencalonkan Tana Toraja ke UNESCO untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 2009.

Hal tersebut didukung oleh Jepang untuk menjadikan Tana Toraja sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, Jepang sendiri akan ikut dalam upaya konservasi tersebut, khususnya terkait dengan rumah adat di daerah itu.

Dukungan ini disampaikan dalam pertemuan antara delegasi Indonesia dan Jepang di Poznan, Polandia, Sabtu (11/9/2010), Pertemuan dilakukan setelah usainya Pertemuan Para Menteri Kebudayaan Asia dan Eropa (Asia-Europa Culture Minister Meeting/ASEM) yang keempat pada 9-10 September di Poznan yang dihadiri oleh perwakilan dari sekitar 40 negara di Asia dan Eropa.

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d "Visualisasi Data Kependuduakan - Kementerian Dalam Negeri 2020". www.dukcapil.kemendagri.go.id. Diakses tanggal 24 Februari 2021. 
  2. ^ a b "Kabupaten Tana Toraja Dalam Angka 2020". BPS Kabupaten Tana Toraja. Diakses tanggal 12 Juni 2020. 
  3. ^ a b "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Tana Toraja". Badan Pusat Statistik. Diakses tanggal 12 Juni 2020. 
  4. ^ "Rincian Alokasi Dana Alokasi Umum Provinsi/Kabupaten Kota Dalam APBN T.A 2020" (PDF). www.djpk.kemenkeu.go.id. (2020). Diakses tanggal 24 Februari 2021. 
  5. ^ "Metode Baru Indeks Pembangunan 2019-2020". www.bps.go.id. Diakses tanggal 24 Februari 2021. 
  6. ^ Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 11. ISBN 9786028449182. 
  7. ^ "Bahasa di Provinsi Sulawesi Selatan". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  8. ^ Muh. Abdiwan. "Patung Yesus Tertinggi di Dunia Ada di Toraja, Ini Foto-Foto Keindahan Alamnya". Diakses tanggal 20 Juli 2018. 

Pranala luarSunting