Kabupaten Toraja Utara

kabupaten di provinsi Sulawesi Selatan

Kabupaten Toraja Utara adalah sebuah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Ibu kotanya adalah Rantepao. Kabupaten ini dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2008 yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Tana Toraja. Kawasan yang kental akan budaya ini, memiliki penduduk berjumlah 247.157 jiwa (2019), berdasarkan data resgistrasi penduduk oleh Badan Pusat Statistik Toraja Utara 2020.[1]

Kabupaten Toraja Utara
Sulawesi 1rightarrow blue.svg Sulawesi Selatan
Coat of Arms of Toraja Utara Regency.png
Lambang
Motto: 
"Misa' Kada di Po Tuo Pantan Kada di Pomate"
Locator North Toraja Regency.svg
Kabupaten Toraja Utara berlokasi di Sulawesi
Kabupaten Toraja Utara
Kabupaten Toraja Utara
Kabupaten Toraja Utara berlokasi di Indonesia
Kabupaten Toraja Utara
Kabupaten Toraja Utara
Koordinat: 3°S 120°E / 3°S 120°E / -3; 120
Negara Indonesia
ProvinsiSulawesi Selatan
Tanggal peresmian26 November 2008
Dasar hukumUU No 28 Tahun 2008
Ibu kotaRantepao
Pemerintahan
 • BupatiDr. Kalatiku Paembonan, M.Si.
 • Wakil BupatiYosia Rinto Kadang, S.T.
Luas
 • Total1.151,47 km2 (44,459 sq mi)
Populasi
 ((2019)[1])
 • Total247.157 jiwa
Demografi
 • Suku bangsaToraja, Bugis
 • AgamaKristen 95,50%
Protestan 82,69%
Katolik 12,81%
Islam 4,45%
Hindu 0,03%
Budha 0,01%
Lainnya 0,01%[1][2]
Zona waktuWITA (UTC+08:00)
Kode telepon0423
Kode Kemendagri73.26 sunting
Jumlah kecamatan21
Jumlah kelurahan40
Jumlah desa111
DAURp 553.781.929.000.-(2019)[3]
APBDRp 6.822.150.230 (2016)[1]
IPM 69,23 (2019)[1]
Sedang
Flora resmiPohon Tarra
Fauna resmiKerbau Belang
Situs webhttp://www.torajautarakab.go.id

Bupati Toraja Utara adalah Drs. Y.S. Dalipang yang dilantik oleh Menteri Dalam Negeri pada tanggal 26 November 2008 di lapangan Bhakti Rantepao. Pada tanggal 11 November 2010, gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo melantik Caretaker bupati Kabupaten Toraja Utara yang baru, yaitu Drs. H. Tautoto T.R. Sarongallo, S.H., M.Si. pada bulan Februari 2010 lalu.

Pada tanggal 31 Maret 2011, kabupaten Toraja Utara memiliki bupati dan wakil bupati definitif pertama yaitu pasangan Frederik Batti Sorring sebagai Bupati dan Frederik Buntang Rombelayuk sebagai Wakil Bupati untuk periode 2011-2016. Tanggal 31 maret 2016, gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo melantik Bupati Terpilih Kabupaten Toraja Utara Dr. Kalatiku Paembonan, M.Si. dan Yosia Rinto Kadang, S.T. untuk masa jabatan 2016-2021.

SejarahSunting

Aspirasi awal pembentukan Kabupaten Toraja Utara, diwacanakan pertama kali oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Pengurus KNPI Kecamatan Rantepao dipercayakan untuk mengundang dan memimpin pertemuan yang dimaksud. Undangan ditandatangani oleh Ketua, Antonius Sampetoding bersama sekretaris Michael Tonapa, dan pertemuan berhasil diselenggarakan pada tanggal 4 April 2001 di Gedung Pemuda Rantepao. Dalam rangka membahani pertemuan untuk berdiskusi, pokok-pokok pikiran disampaikan oleh Drs. Habel Pongsibidang mewakili DPD II KNPI Tana Toraja.

Fungsionaris KNPI yang ikut mengambil peran aktif di dalam acara diskusi dengan Tokoh-tokoh masyarakat tersebut adalah, antara lain: Drs. A.P. Popang, dr. Hendrik Kala’ Timang, P.S. Pangalo, Agustinus, M.K. Parubak, Drs. Daniel Silambi, Samuel Palita S.E., Elianus Samben, S.P., Massuli’ M. Mallua’, S.H., M. Dharmansyah, Drs. Yusuf Biringkanae, M.Si., Paulus Batti, Ir. Matias Tanan, Ir. Julexy Mangimba, Ir. Alexander Matangkin, Cornelius Patulak Senda, B.A., Drs. M.G. Sumule, Nani Upa Sumarre, Ir. Kristian Lambe’, Hans Lura Senobaan, Rita Rasinan, S.E., M.Luther Bureken, Sm.Hk., Drs. Rede Roni Bare, Yohanis Pongdatu, S.H., Luther Pongrekun, Sm.Hk., Ir. Mika Mambaya, Luise Ujiani Rongre, Sumarlina Ramba’, S.Pd., Hana Lura, Pdt. Albartros Palilu, S.Th., Pdt. Drs. G.G. Raru, M.Si., Pdt. Yunus Pailu, Yunus Rante Toding, Elisabet Pasang, Obed Bendon, Layuk Sarungallo, Ludia Tasik Parura,S.E.[4] Berturut-turut aspirasi dalam bentuk daftar pernyataan dukungan tertulis atas perjuangan Pembentukan Kabupaten Toraja Utara, yang ketika itu telah ditandatangani oleh sejumlah 556 (lima ratus lima puluh enam) tokoh-tokoh masyarakat, disampaikan secara resmi ke DPRD Kabupaten Tana Toraja pada tanggal 2 September 2002. Pembawa aspirasi adalah antara lain: Antonius Sampetoding, Samuel Palita, S.E., Michael Tonapa, Paulus Batti’, Pamaru R Palinggi dan Hans Lura Senobaan.[4]

Kabupaten Tana Toraja menyikapi positif dan menerima aspirasi tersebut sesuai mekanisme penerimaan aspirasi di DPRD Penerima aspirasi dipercayakan oleh Pimpinan DPRD kepada J.K. Tondok dari Fraksi PKPI. Keesokan harinya yaitu pada tanggal 3 September 2002 oleh delegasi masyarakat yang sama, aspirasi secara resmi disampaikan pula kepada Bupati Tana Toraja.[4]

DPRD Kabupaten Tana Toraja setelah menerima aspirasi masyarakat tentang Pembentukan Kabupaten Toraja Utara, langsung menugaskan Panitia Musyawarah Mempersiapkan agenda Sidang Paripurna DPRD guna pembahasan aspirasi masyarakat tersebut. Hasilnya adalah, pada hari itu juga tanggal 12 September 2002 DPRD melalui Sidang Pleno menyatakan telah menerima aspirasi masyarakat tentang Pemekaran Kabupaten Tana Toraja. Selanjutnya, pada tanggal 24 September 2002 DPRD Kabupaten Tana Toraja melaksanakan sidang Paripurna dan mengambil keputusan tentang Pemekaran Tana Toraja serta menetapkan melalui Surat Keputusan DPRD Nomor:11/KEP/DPRD/IX/2002. Kabupaten DPRD tersebut.[4]

GeografiSunting

Kabupaten Toraja Utara merupakan salah satu Kabupaten dari 24 Kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan yang dibentuk sesuai dengan Undang – Undang Nomor 28 Tahun 2008 yang letaknya berada di sebelah utara Kabupaten dan terletak antara 2o35’’ LS – 3o15’’ LS dan 119o – 120’’ Bujur Timur dengan Luas wilayah 1.151,47 km2 terdiri dari Hutan Lindung 47.900 Ha, Hutan Rakyat 5.260 Ha, 12.790,93 Ha, Kebun 14,620 Ha. Permukiman 9.865 Ha dan berada pada ketinggian 704 – 1.646 Meter di atas permukaan air laut.[5]

Batas wilayahSunting

Batas Wilayah Kabupaten Toraja Utara;

Utara Sulawesi barat dan Kabupaten Luwu
Timur Kabupaten Luwu
Selatan Kabupaten Tana Toraja
Barat Sulawesi Barat

DemografiSunting

AgamaSunting

Berdasarkan data BPS Kabupaten Toraja Utara sensus Penduduk tahun 2020, menunjukkan bahwa mayoritas penduduk menganut agama Kristen yakni 95,50% (dimana didominasi oleh pemeluk agama Protestan sebanyak 82,69%, lalu Katolik 12,81%). Kemudian pemeluk agama Islam 4,45%, Hindu 0,03% dan Budha 0,01%[1][2]

Agama di Kabupaten Toraja Utara 2019
Agama Persen
Protestan
  
82.69%
Katolik
  
12.81%
Islam
  
4.45%
Hindu
  
0.03%
Lainnya
  
0.02%

BahasaSunting

Bahasa resmi instansi pemerintahan di Kabupaten Tana Toraja adalah bahasa Indonesia. Menurut Statistik Kebahasaan 2019 oleh Badan Bahasa, terdapat satu bahasa daerah di Kabupaten Tana Toraja[6], yaitu bahasa Toraja (khususnya dialek Toraja Rindinggalo, dialek Toraja Sanggalangi, dan dialek Toraja Sesean).[7]

PemerintahanSunting

Daftar BupatiSunting

Dewan PerwakilanSunting

DPRD Kabupaten Toraja Utara
2014-2019[8]
Partai Kursi
  Partai Demokrat 6
  Partai Golkar 6
  Partai Gerindra 6
  PDI-P 6
  Partai Nasdem 5
  Partai Hanura 4
  PKPI 2
Total 35

KecamatanSunting

Sarana dan Prasarana UmumSunting

  • Rumah Sakit Elim Rantepao
  • Pasar Bolu
  • Lapangan Bakti Rantepao
  • Art Centre Rantepao
  • Pertokoan Souvenir Rantepao

PariwisataSunting

Tempat wisataSunting

  • Desa Wisata Ke'te' Kesu'
  • Tongkonan Lempe - Lolai
  • Tongkonan Siguntu - Sanggalangi'
  • Lo'ko' Mata
  • Londa (disebut juga Tau-tau)
  • Rante Kalimbuang - Bori'
  • Danau Limbong
  • Penanian - Nanggala
  • Buntu Pune
  • Rante Karassik
  • Patung Salib Buntu Singki'
  • Pasar Hewan Bolu
  • Padang Pasir Rantebua
  • Pallawa' - Sa'dan
  • Pusat Kerajinan Tenun To' Barana' - Sa'dan
  • Kalimbuang - Bori
  • Batu Mehir - Rante Parinding
  • Pala' Tokke - La'bo'
  • Marante - Tondon
  • Tambolang - Rantepao
  • Makam PongTiku
  • Benteng Pertahanan PongTiku

GaleriSunting

ReferensiSunting

  1. ^ a b c d e f "Kabupaten Toraja Utara Dalam Angka 2020" (pdf). BPS Kabupaten Toraja Utara. Diakses tanggal 5 Agustus 2018. 
  2. ^ a b "Penduduk Menurut Wilayah dan Agama yang Dianut di Kabupaten Toraja Utara". www.sp2010.bps.go.id. Diakses tanggal 20 Juni 2020. 
  3. ^ "Perpres No. 10 Tahun 2013". 2013-02-04. Diakses tanggal 2013-02-15. 
  4. ^ a b c d "Sejarah Toraja Utara". Torajautarakab.go.id. Diakses tanggal 9 Juni 2016
  5. ^ "Letak Geografis". Diakses tanggal 11 Februari 2014. 
  6. ^ Statistik Kebahasaan 2019. Jakarta: Pusat Data dan Statistik Pendidikan dan Kebudayaan. 2019. hlm. 11. ISBN 9786028449182. 
  7. ^ "Bahasa di Provinsi Sulawesi Selatan". Bahasa dan Peta Bahasa di Indonesia. Diakses tanggal 23 Mei 2020. 
  8. ^ [1]. Tribun Timur, 13 Mei 2014. Diakses pada 16 Desember 2014.

Pranala luarSunting